
saya pun bergegas berdiri dan berjalan cepat menuju toilet yang berada dibelakang kedai bakso ini namun saat saya membalikkan badan tiba-tiba saja saya menabrak seseorang
"Aduh " pekikku merasa terkejut dan sakit dijidatku
"kenapa sih nih jenong senang banget nyium dada baja" ujar ku menggerutu dan mengusap jidatku yang terasa sakit
"kamu ya memang hoby Nabrak orang, makanya kalau jalan itu liat-liat jalan jangan suka grasak-grusuk sendiri "ujar seorang pria dengan suara dingin dan sepertinya suaranya saya sangat familiar,saya pun mendongakkan wajah untuk melihat orang yang telah saya tabrak
" hadeh kamu lagi dada baja,ini jidatku pasti sudah memerah"ujar ku merasa kesal sambil menepuk dadanya yang terasa sangat keras dan kekar
"sana minggir saya mau ke toilet sudah kebelet kalau kamu nggak mau menyingkir saya akan pipis di celana dan basahin kaki kamu,mau kamu sana minggir "ujarku menggeser badannya namun tidak bergerak
"benar-benar nih orang saya beneran pipis disini bau tau rasa kamu"ujarku merasa sangat kesal
"ihhh.....jadi cewek kok jorok "ujarnya
"biarin aja wlekkkk" ujar ku menjulurkan lidah mengolok-oloknya
"dasar beruang kutub " ujarku lagi dan berjalan cepat menuju ke toilet karena sudah tidak tahan lagi
lega rasanya setelah selesai buang hajat, saat ingin kembali dimana teman-teman ku barada tanpa sengaja saya melewati meja dimana si dada baja berada dan disana juga ternyata ada Rafa adik sidada baja
"hei mbak Ayumi "ujar Rafa Ramah menyapa ku
"oh hei mas Rafa"ujarku membalas sapaan mas Rafa
"mbak Ayumi kesini sendirian?"tanya mas Rafa lagi
"nggak mas tuh dibelakang mas saya bareng teman-teman " ujar ku sambil menunjuk Nana, Aurel dan Fatiyah yang berada di meja Persis dibelakang mereka
Mas Rafa pun menoleh kebelakang dan melihat arah telunjukku mas rafa bisa melihat Nana disana
"kita makan bareng aja mbak, mejanya kita gabung biar seru " ujar mas Rafa dan tanpa persetujuanku mas Rafa langsung berdiri dan menggeser meja dan kursi dijadikan satu
Aurel, Fatiyah dan nana menatapku dan meminta penjelasan namun saya hanya mengedikkan bahu lalu saya duduk dikursi yang kosong yang ternyata dekat dengan si dada baja
"oh iya mbak ayumi kenalkan ini sahabat saya Athar dan ini Galang "ujar mas Rafa mengenalkan kedua sahabatnya
yang disebut namanya pun mengulurkan tangannya kepadaku,saya pun menyambut uluran tangannya dan kami saling menyebut nama
saya pun memperkenalkan dua sahabatku dan Nana pada mereka
tak lama berselang lama pesanan kami pun datang,kami menikmati bakso kami sambil bercerita namun saya yang memang tidak suka jika makan sambil bercerita hanya sesekali menimpali percakapan mereka itupun jika saya ditanya saja saya akan menjawabnya namun jika saya tidak ditanya saya akan diam saja,namum saat mas Erick bertanya kepada saya tiba-tiba saja mas dada baja kesedak
"mbak Ayumi sudah punya pacar ?" tanya mas Erick padaku
"belum mas memangnya kenapa ?" ujarku balik bertanya
"nggak sih,cuma kalau mbak nggak keberatan mau nggak jadi pacarku"ujar mas Erick asal nembak aja
"uhuk.....uhuk...." mas Riki yang ada disampingku terbatuk-batuk karena tersedak,saya dengan reflek memberikan gelas air minumku pada mas Riki dan menepuk pelan punggungnya
"iya mbak" jawab nana dan bergegas mengambil apa yang kuminta
"ini mbak susunya "ujar nana menyodorkan susu dalam kotak kecil
"makasih ya Na"ujarku pada nana
"mas minum susu ini dulu biar tenggorokannya nggak terasa sakit karena pedas "ujar ku pada mas Riki dan menyodorkan kotak susu padanya tanpa banyak protes diapun meminum susu itu
"makasih banyak "ucap mas Riki
"melihat perhatian mbak seperti itu saya semakin yakin,saya itu sudah jatuh cinta pada mbak pada pandangan pertama "ujar mas Erick lagi
namun belum sempat saya menjawab perkataan mas Erick tiba-tiba mas Riki menggenggam erat tanganku yang berada dibawah meja entah apa maksudnya
tanpa menoleh kepada mas Riki yang masih menggenggam tanganku saya pun menjawab perkataan mas Erick
"terimakasih mas Erick suka sama saya namun untuk saat ini saya sedang tidak ingin mencari pasangan dulu saya ingin fokus dengan apa yang sedang saya kerjakan saat ini,saya suka dengan keterus terangan mas Erick tapi maaf saya tidak bisa menerima mas Erick "ujarku sepelan mungkin agar mas Erick tidak tersinggung
"iya tidak apa-apa mbak ayumi mungkin saya yang terlalu terburu-buru,tapi apakah saya masih bisa berharap mabk?" tanya mas Erick padaku, genggaman tangan mas Riki makin erat seolah-olah takut saya tinggal pergi saya tertawa dalam hati melihat tingkah mas Riki yang biasa dingin tak tersentuh seakan sekarang sikap dinginnya itu hilang entah kemana
"kalau mas Erick suka sama saya itu hak mas,namun sekali lagi maaf untuk saat ini saya belum ingin mencari pasangan dulu "ujar ku pada mas Erick
dan mas Erick pun melanjutkan memakan baksonya yang bersisa sedikit begitu pun yang lainnya
sedangkan saya mencoba melepaskan genggaman tangan a mas Riki namun iya tidak mau bahkan dengan cueknya menikmati bakso yang ada di mangkok nya
saya terus mencari akal bagaimana caranya agar mas Riki melepaskan genggaman tangannya
"uhuk... uhuk.." saya berpura-pura batuk dan benar saja mas Riki segera melepaskan genggaman tangannya dan meraih gelas air minumnya yang ada disisi kirinya lalu menyodorkannya padaku begitu pun dengan mas Erick dan Mas Rafa menyodorkan gelas air minumnya untukku namun dengan cepat saya ambil gelas ditangan mas Riki karena saya berfikir tadi yang diminum mas Riki adalah air minumku jadi otomatis air minum mas Riki adalah air minumku
saya sempat melihat raut wajah kecewa diwajah mas Erick namun saya tidak peduli
tangankunpun tidak lagi saya turun kan dan saya sengaja memakan bakso dengan menggunakan kedua tanganku padahal sedari awal saya makan bakso saya hanya memakai garpu dan sesekali menyesap kuahnya jadi tanganku yang kiri bebas
selesai makan saya berpamitan kepada mereka berempat,dan mas Riki yang membanyar bakso yang kami makan
"kami pamit dulu ya mas, sampai bertemu lagi" ujarku berpamitan
kami berempat pun berjalan keluar dari kedai penjual bakso itu kami ingin segera pulang kerumah karena Maghrib sebentar lagi
"Ayumi tunggu " panggil mas Erick namun saya pura-pura nggak dengar dan kami terus saja berjalan keluar, ketiga sahabat ku ini pun pura-pura tidak dengar seakan mengerti keinginanku ingin segera pergi dari tempat itu
setelah sampai didalam mobil Aurel segera menyalakan mesin mobilnya dan segera malajukan mobilnya meninggalkan parkiran kedai bakso itu
"gila ya tuh cowok,pede abis main nembak aja untung yumi orangnya pemilih " ujar Fatiyah
"iya benar,baru kenal main serobot aja, mungkin dia fikir sahabat kita ini cewek gampangan ? yang lalu aja sampai bertahun-tahun memohon-mohon baru diterima setelah diterima malah seperti pagar makan tanaman "ujar Aurel bersungut-sungut
saya diam saja menanggapinya yang saya difikirkan adalah sikap mas Riki tadi, tapi saya merasa senang mas Riki seperti itu ada desiran halus menyentuh hati ku padahal dulu waktu pacaran sama Calvin tidak merasakan hal seperti itu