Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 100



Setelah merasa lebih baik Arumi meminta satria menjalankan mobilnya karena hari semakin sore


"kak kita cari mesjid untuk kita sholat Maghrib "ucap Arumi


"oke"jawab satria dan mereka pun singgah disebuah mesjid untuk menunaikan shalat Maghrib berjamaah


Selesai sholat Maghrib mereka mencari tempat makan


"kak kita makan bakso yang di ujung kompleks perumahan perumahan oma ya,Rumi pengen makan bakso cing Rukaya "ucap Arumi menelan ludahnya membayangkan bakso cing Rukaya


"kamu kayak orang ngidam aja dek"ucap satria menggoda adiknya itu


"huss,kakak kalau ngomong suka ngadi-ngadi masa ngidam nikah aja belum"ucap Arumi mengerucutkan bibirnya


Satria tertawa melihat wajah Arumi, satria merasa senang karena adiknya sudah mau bercanda lagi tidak seperti saat baru keluar dari rumah tahanan wajah Arumi sembab dan muram


Kini mereka sudah berada di parkiran warung bakso cing Rukaya yang terlihat Ramai pengunjung


"kak Rumi duluan ya kedalam nyari tempat duduk untuk kita,kakak parkir mobilnya "ucap Arumi turun dari mobil dan berjalan cepat masuk kedalam warung untuk mencari tempat


Beruntungnya saat Arumi masuk ada sepasang muda mudi yang telah selesai makan, Arumi segera menempati meja itu dan menunggu satria masuk namun sebelum satria datang ada seorang pria muda berwajah tampan menghampiri Arumi yang sedang duduk sendirian


"permisi mbak,saya bisa duduk disini?" tanya pria itu Arumi yang awalnya menundukkan wajahnya membalas pesan dari Bayu mendongakkan wajahnya menatap pria yang sudah berdiri didepannya


"oh maaf mas, itu kursi untuk kakak saya


Dia sedang memarkirkan mobilnya"jawab Arumi


"oh saya kira mbak sendirian,tapi sepertinya saya pernah melihat mbak"ucap pria itu


"oh ya benarkah, tapi kayaknya mas salah orang deh soalnya ini kali pertama kita ketemu "jawab Arumi sudah merasa tidak nyaman dengan pria didepannya itu yang sok tau sok kenal


"saya nggak salah deh mbak"jawab pria itu dan duduk dikursi yang ada di depan Arumi tanpa dipersilahkan


"oh ya"jawab Arumi singkat


"nama mbak Arumi kan? Anak kedokteran "jawab pria itu


"iya benar, tapi dari mana mas tau nama saya"jawab Arumi bingung


"oh kenalkan saya Arjuna,saya satu kampus dengan mbak namun saya mengambil jurusan menejemen bisnis "ucap pria yang bernama Arjuna itu mengulurkan tangannya pada Arumi


"oh benarkah,salam kenal kembali "jawab Arumi menerima uluran tangan pria itu, sebenarnya Arumi sangat malas namun dia tidak ingin dianggap tidak sopan dan sombong


Tak Lama Satria datang dan mendekati Arumi, kening satria berkerut melihat adiknya duduk dengan seorang pria asing baginya


"maaf lama"ucap Satria


"kakak dari mana kok lama?" tanya Arumi


"kakak tadi kebelet "jawab satria


Satria berdiri dari duduknya dan mempersilahkan satria duduk dikursi yang tadi didudukinya


"siapa dek?"tanya satria pada Arumi dengan wajah seriusnya dan dingin


"katanya teman kampus Rumi kak,tapi beda jurusan "jawab Arumi


Arjuna mengulurkan tangannya pada satria dan memperkenalkan dirinya


Satria menyambut uluran tangan Arjuna dan menyebutkan namanya


Pelayan datang mendekati mereka dan bertanya mereka memesan apa


setelah menulis pesanan mereka pelayan itu meninggalkan mereka,Arjuna masih setia berdiri disamping Satria dan memandang wajah cantik Arumi


Gadis yang selama ini memenuhi hati dan pikirannya


🌷 flashback 🌺


Arjuna teman satu kampus Arumi namun beda jurusan namun dimenaruh hati pada Arumi karena dia pernah ditolong oleh Arumi saat tanpa sengaja cedera saat latihan basket dihalaman kampus


Waktu itu kepala Arjuna terkena bola basket yang keras dan kebetulan Arumi sedang ada disana dan dengan sigap menolong Arjuna dan meminta beberapa orang teman Arjuna membawanya ke klinik kampus dan Arumi yang menjaganya Hingga Arjuna sadar


Dan sejak saat itu Arjuna Jatuh cinta pada pandangan pertama pada Arumi namun Arumi yang cuek tidak begitu memperhatikan wajah Arjuna walaupun Arumi menjaganya namun Arumi lebih banyak menunduk memainkan ponselnya karena jualan on-linenya sedang banyak pesanan sehingga tidak begitu mempedulikan Arjuna


Sedangkan saat dokter diklinik kampus menyatakan bahwa Arjuna baik-baik saja dan tidak ada masalah yang serius sehingga Arjuna di izinkan untuk pulang


Arumi berpamitan pada Arjuna dan bergegas meninggalkan Arjuna yang masih berdiri didepan pintu klinik memperhatkan punggung Arumi yang semakin menjauh


"Saya akan mencari tau siapa dia, Gadis itu begitu cantik dan baik hati


Dia rela menungguku walaupun kami tidak saling kenal tapi dia begitu peduli kepada ku


Saya harus memilikinya


Ma juna sudah mendapatkan calon menantu untuk mama


Doain Juna ya ma, Juna akan berjuang untuk bisa mendapatkannya dengan cara apapun Juna akan lakukan untuk mendapatkannya "ucap Arjuna bermonolog san dan tersenyum senyum sendiri


"tinggu Arjunamu datang sayang"Ucap Arjuna lagi membayangkan wajah cantik Arumi


"tapi saya belu tau siapa namanya,ah lebih baik saya tanya sama yang lain siapa tau ada yang mengenalnya "ujar Arjuna dengan senyuman manisnya


Arjuna meninggalkan klinik kesehatan kampus, Arjuna menyusuri lorong kampus menuju ke kelasnya senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya


Arjuna bersenandung kecil disepanjang jalan, Arjuna terus membayangkan wajah Arumi


sesampainya dikelas Arjuna langsung duduk disamping temannya


"bahagia amat sih jun habis dirawat di klinik kesehatan "ucap Arman teman sekelas Arjuna


"iya man saya sedang bahagia banget,oh iya man kamu tau nggak cewek yang mengantarku ke klinik tadi saat saya pingsan "tanya Arjuna pada Arman


Arman yang mendapat pertanyaan seperti itu dari Arjuna mengenyitkan keningnya karena tadi tidak begitu memperhatikan siapa saja yang mengantar Arjuna ke klinik


"maaf Jun saya tidak begitu memperhatikan siapa saja yang mengantarkanmu" Jawab Arman


"oh iya coba kamu tanya gita, kayaknya dia tadi juga ikut mengantarkan kamu ke klinik "ucap Arman kemudian karena baru ingat salah satu teman kelasnya juga ikut mengantarkan Arjuna ke klinik


"baiklah kalau begitu saya akan coba tanya pada Gita, tapi ngomong-ngomong gitanya mana?" tanya Arjuna lagi


"ya nggak tau"jawab Arman


"Ros kamu lihat Gita nggak ?"tanya Arjuna pada teman ceweknya yang duduk didepan bangku Arman


"nggak tuh Jun"jawab Rosa


"san kamu tau nggak Gita kemana ?"tanya Arjuna pada salah satu teman ceweknya yang baru datang


"oh tadi saya lihat lagi ke kantin bareng cowoknya "jawab Sandra


"ya sudah, makasih banyak ya sand"ucap Arjuna


"emangnya kenapa sih Jun cari-cari Gita?!" tanya Sandra


"oh iya sand, kamu tau tidak cewek yang menemani saya waktu di klinik tadi"ucap Arjuna


"oh cewek itu? Dia itu anak kedokteran kalau nggak salah namanya Arumi "jawab Sandra


"Arumi "ucap Arjuna dengan senyuman dibibir nya


"kamu naksir ya Jun?! Dia itu memang terkenal baik suka menolong cantik lagi"ucap Sandra lagi


Sejak hari itu Arjuna sering memperhatikan Arumi dari jauh karena dia tidak bisa mendekati Arumi karena ada sahabat-sahabat Arumi


Arjuna juga sering mencoba mendekati Arumi namun sangat sulit


🌷 flashback off 🌷


Hari ini Arjuna Sangat bahagia saat melihat seseorang gadis cantik berjalan sendirian kedalam warung bakso cing Rukaya


Gadis yang selama ini telah mencuri hatinya, Gadis itu selalu menghiasi mimpi-mimpinya


Saat melihat Arumi duduk sendirian disebuah meja Arjuna mendekatinya dan berpura-pura sedang mencari tempat duduk


Namun Arjuna sedikit kecewa karena saat Arjuna meminta izin untuk duduk didepan Arumi namun Arumi mengatakan bahwa tempat itu untuk kakaknya


Arjuna tidak hilang akal terus mencari Alasan agar bisa berada didekat gadis pujaannya itu


Arjuna terpaksa meninggalkan meja Arumi karena kakaknya telah datang,Arjuna merasa senang karena bisa berkenalan dengan kakak gadis pujaannya


"kalau begitu saya pamit kak Satria silahkan menikmati baksonya "ucap Arjuna


"iya "jawab satria dingin karena satria menangkap gelagat aneh dari Arjuna


Arjuna pun meninggalkan Arumi dan Satria yang menikmati baksonya