Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 150 Menjelang Lahiran



Ayumi sudah sering merasa perutnya sakit, perasaannya selalu ingin buang air tapi tidak hanya perasaannya saja


"perut ku kok selalu terasa mules ya"kata ayumi pada kedua kakak iparnya


"iya perut ku juga rasanya mules banget,apa karena kemarin kita kebanyakan makan rujak !?"jawab Aurel


"iya kali ya, soalnya peruku juga sering mules"sahut Fatiyah


ketiga wanita hamil itu sedang duduk diteras depan rumah Ayumi menikmati teh hangat ditemani kue bulu gulung yang baru dibelinya melalui kurir


mereka duduk lesehan beralaskan tikar plastik yang biasa dipakai Arisha saat bermain


"enak juga ya Kalau libur begini menikmati suasana siang dirumah "ucap Fatiyah menselonjorkan kakinya yang terlihat membengkak


Ayumi dan Aurel melakukan hal yang sama sambil memperhatikan kaki mereka satu persatu


"lihat deh kakiku kok bengkak begini ya"ucap Ayumi


"iya kaki kamu bengkak banget,kakiku juga sama bengkaknya "jawab aurel


"iya kalian benar kaki kalian juga bengkak seperti kakiku"sahut Fatiyah


"oh iya menurut dokter HPL kamu kapan Rel!?"tanya Ayumi


"katanya sih minggu depan insyaallah "jawab Aurel


"kamu yah,kapan HPL nya!?"kini Ayumi bertanya pada Fatiyah


"kalau tidak salah sih akhir bulan ini"jawab Fatiyah


"berarti masih ada dua mingguan "kata Ayumi


"kamu sendiri kapan!?"tanya Fatiyah


"mmmm,kapan ya saya lupa"jawab Ayumi setelah lama mengingat-ingat Nya


"kamu gimana sih masa lupa"ucap Aurel


Ayumi hanya nyengir kuda mendengar ucapan kakak iparnya itu


"enak kali ya kalau kita lahiran Bareng biar semua orang pada heboh sendiri "ucap Fatiyah tersenyum jahil


"iya benar pasti seru, trus kita pesan satu kamar aja biar yang jaga juga bisa barengan biar nggak bosan"jawab Ayumi cekikikan


"kalau kita lahiran Bareng berarti yang lahiran duluan harus Bibu kan dia yang kakak kita, setelah itu saya trus Ayumi "ucap Aurel


" kita tetap kan jodohkan anak-anak kita!?" tanya Fatiyah


"mmmm, nanti deh saya pikir-pikir dulu siapa tau Anak-anak kamu jelek ya say nggak mau dong


karena kalau anak Kamu jelek saya bukannya memperbaiki keturunan malah mengacaukannya "ucap Ayumi bercanda


Fatiyah mencebikkan bibirnya, Aurel juga ikut-ikutan cemberut karena menganggap ucapan Ayumi serius padahal mereka sudah membayangkan anak-anak mereka berjodoh


sedangkan Ayumi sudah tersenyum dikulum merasa lucu melihat wajah sahabatnya yang terlihat menggemaskan jika bibirnya dimonyong-monyongkan kayak soang


"Fatiyah,kamu pipis ya"ucap Aurel karena tangannya basah saat meletakkannya dilantai dekat tempat duduk Fatiyah


"nggak kok"jawab Fatiyah


"tapi ini kenapa banyak sekali air tiyah"ucap Aurel


Ayumi ikut memperhatikan ke arah tempat duduk Fatiyah


"rel coba kamu cium tangan kamu"ucap Ayumi


"iyuuuuhhh, apaan sih kamu yum kan jijik!!"ucap Aurel


"coba aja kalau baunya pesing berarti Fatiyah pipis tapi tidak menyadarinya tapi kalau nggak berbau berarti......"


"air ketuban Fatiyah sudah pecah "teriak Aurel memotong ucapan Ayumi dan langsung mencium tangannya


"nggak berbau yum,coba deh kamu cium "Aurel mendekatkan tangannya yang basah pada Ayumi


"iya ini nggak berbau,kita kerumah sakit yuk!" ajak ayumi pada kedua kakak iparnya itu


"tapi yum, siapa yang akan bawa mobil !?semua orang kan pada pergi semua sedangkan jika kita menunggu mereka Fatiyah keburu brojol disini "jawab apa


"Tiya kamu bisa tahan kan!? kita kerumah sakit sekarang "ucap Ayumi lagi san diangguki oleh Fatiyah yang sudah takut bergerak karena takut jika dia Bergerak maka kedua anaknya akan keluar


"tiyah apa perlengkapan bayimu ada juga disini !?"tanya Ayumi dan diangguki oleh Fatiyah


"Aurel temani Fatiyah disini ya saya ambil perlengkapan kita dulu"ucap Ayumi berdiri dari duduknya dengan susah payahnya karena perutnya yang buncit


Ayumi manaiki tangga dengan perlahan menuju kamar mereka


Ayumi mengambil terlebih dahulu keperluannya saat melahirkan nanti dan menyimpannya dekat tangga lalu kekamar Fatiyah dan Aurel untuk mengambil juga perlengkapan mereka


setelah itu Ayumi menuruni tangga dengan hati-hati takut jika kakinya terpeleset


Ayumi mengangkut tiga koper dipindahkannya sayu persatu koper itu untuk turun ketangga


dengan penuh perjuangan akhirnya Ayumi berhasil menurunkan tiga koper itu dari lantai dua


Ayumi menyeret tiga koper mereka keluar rumah menuju Bagasi dan memasukkan ketiga koper itu kedalam mobilnya


"kok kamu bawa koperku dan kopermu juga Yum!?"tanya Aurel bingung


"sudahlah rel, ayo natu Fatiyah "jawab Ayumi


mereka pun membantu Fatiyah sampai kemobil Ayumi dengan susah payahnya karena perut mereka sama-sama buncit dan terasa berat


"trus siapa yang nyetir mobilnya !?"tanya Aurel karena bingung


sedangkan Fatiyah hanya diam menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang menyerangnya


"tiyah kamu tidak apa-apa kan!? bertahan ya kita akan sampai rumah sakit "ucap Ayumi


"Aurel kamu dibelakang saja ya temani Fatiyah biar saya yang akan membawa mobilnya


Ayumi pun membawa mobilknya dengan kecepatan sedang karena dia tidak ingin sesuatu terjadi pada mereka


"tolong kakak saya dia mau melahirkan dan air ketubannya sudah pecah"teriak Ayumi saat sampai didepan puskesmas


perawat dengan sigap membawa brangkar dorong untuk membantu Fatiyah


mereka membantu Aurel terlebih dahulu untuk turun dari atas mobil lalu menaikkannya keatas brangkar


"eh kok saya yang di naikkan keatas tempat tidur !? itu kakak saya yang diatas mobil yang sudah mau melahirkan "teriak Aurel kesal


"maaf bu kami kira dokter Aurel yang mau lahiran "jawab perawat itu


"ayo bantu Saya turun dari tempat tidur ini dan bantu kakak Saya yang ada diatas mobil ketubannya sudah pecah "Aurel sudah mencak-mencak sedangkan Ayumi sedari tadi tertawa terus saat melihat Aurel di bopong oleh beberapa perawat


kini Fatiyah sudah berada diatas brangkar dan didorong oleh beberapa perawat, Ayumi dan Aurel mengikuti dari belakang dengan susah payahnya karena perut mereka juga sudah sangat besar


Ayumi juga sudah meminta tolong kepada salah seorang perawat pria untuk memindahkan mobilnya keparkiran


setelah sampai diruang tindakan tanpa menunggu lama Fatiyah di pasang kan infus karena sudah lama pecah ketuban


Bu Ayudia juga sudah ada disana mendampingi Fatiyah


tak membutuhkan waktu lama Fatiyah melahirkan secara normal dan dengan selamat kedua bayi kembarnya


"selamat nak kamu sudah menjadi seorang Ibu "ucap Bu Ayudia pada Fatiyah


"terimakasih kasih umah"jawab Fatiyah dengan deraian air mata kebahagiaan


sedangkan diluar ruangan semua sudah berkumpul karena Ayumi dan Aurel sudah menghubungi mereka semua


"Alhamdulillah "ucap mereka saat mendengar suara tangisan bayi


Azlan yang wajahnya panik kini berubah dengan binar bahagia


*selamat kak sudah menjadi seorang ayah"ucap mereka bergantian memeluk azlan


"terimakasih, Ayumi Aurel kakak berterima kasih kepada kalian karena sudah membantu istri dan anak kakak"ucap azlan memeluk kedua adiknya bergantian


"sama-sama kak"Jawab Ayumi


"kalian pasti kebingungan tapi saya sangat salut dengan keberanian kalian "ucap azlan lagi


"seandainya Ayumi tidak nekat dan tidak memiliki keberanian besar dan kuat kak mungkin Fatiyah melahirkan dirumah "jawab Aurel