
Hari ini semua bersiap-siap kerumah baru pak Arman dan Bu Rahma karena hari ini pak Arman dan Bu Rahma ingin mengadakan syukuran pembukaan toko baru mereka juga memulai hidup baru mereka dengan keluarga baru
sejak pukul tiga pagi Bu Rahma sibuk didapur mengolah bahan makanan yang akan disajikannya walaupun hanya menu sederhana,Bu Rahma melihat ada banyak bahan makanan yang dibisa diolahnya di kulkas
Bu Rahma juga membuat beberapa jenis kue termasuk puding coklat dan strawberry
tepat pukul delapan pagi kini mereka semua berada di rumah baru Bu Rahma dan pak Arman, mereka menyempatkan diri singgah dipasar segar untuk membeli beberapa bahan untuk mereka masak namun sesampainya dirumah Bu Rahma mereka sangat terkejut karena dimeja yang ditata sedemikian rupa oleh tuan rumah sudah tertata rapi semua makanan dan kue kue tradisional dan juga moderen
"wah ibu ternyata gercep deh"ucap Aurel merangkul pundak wanita yang sudah paruh baya itu Namun wajahnya masih terlihat cantik walaupun kulitnya hitam karena terbakar matahari
"bahan-bahan didalam kulkas banyak nak jadi ibu mencoba untuk mengolahnya tapi maaf jika masakan ibu tidak sesuai harapan kalian "ucap Bu Rahma tertunduk takut keluarga ponakanya tidak suka masakannya
acara syukuran dan pembukaan toko sembako pak Arman dan Bu Rahma pun resmi di buka
Acara syukurannya pun berjalan dengan lancar, satria pun membagikan makanan pada semua orang yang lewat di depan toko sembako paman sekaligus ayah angkatnya itu, satria mempromosikan toko barunya itu pada semua orang
"bu pudingnya apa masih ada!?"tanya Arumi pada Bu Rahma
"masih ada nak dikulkas"jawab Bu Rahma
"arumi masih mau Bu,bisa ya"ibu hamil itu bergelayut manja di lengan Bu Rahma, Bu Rahma mengusap lengan ibu hamil itu dengan lembut
"tentu saja nak,ayo kita ambil dikulkas "jawab Bu Rahma
"bu saya juga mau"kini nana juga ikut bergelayut manja dilengannya yang satu
"iya nak kita ambil dulu"jawab Bu Rahma tersenyum,bu Rahma sangat bahagia karena keluarga barunya mau menerima dirinya apa adanya
sesampainya didapur bu Rahma meminta kedua ibu hamil itu duduk dimeja makan lalu berjalan menuju kulkas dan mengeluarkan beberapa wadah yang berisi puding yang di buatnya namun kali ini bukan hanya puding coklat dan strawberry yang dikeluarkan namun Bu Rahma juga mengeluarkan puding Fla susu bertabur keju itu kesukaan kakak iparnya juga puding kesukaan Zarah
kedua ibu hamil itu bertepuk tangan kesenangan saat disajikan dihadapannya puding buatan Bu Rahma
Bu Rahma kembali tersenyum melihat tingkah kedua ibu hamil dihadapannya itu
"ayo nak dimakan"ucap Bu Rahma
Arumi dan Nana pun mulai memakan puding-puding yang ada dihadapan mereka mereka memakan semua secara bergantian sampai puding iti habis tanpa sisa mereka berdua tidak mengingat jika mereka kesana bukan cuma berdua tapi bersama dengan keluarga besar
"bu nanti ajarin Nana ya buat puding seperti ini soalnya ini enak banget apalagi yang ada kejunya ini
mmmm rasanya sangat enak manisnya pas"ucap nana menggigit ujung sendoknya
"ternyata dua bumil ini nyasar disini "ucap Ayumi yang kini sudah berdiri didekat adiknya
"eh kak Ayumi "jawab keduanya
"kalian itu lagi makan apa sih!?"tanya Ayumi
"puding kak"jawab Arumi
"wah kalian ini ya nggak nyisahin untuk Kita-kita "ucap Ayumi cemberut karena wadah-wadah yang ada diatas meja Sudah kosong melompong
"iya kalian tu ya kalau makan yang enak-enak harus ingat kami juga "Sahut Fatiyah yang ikut manyun
"bu apa pudingnya sudah habis !?" tanya Aurel pada ibu mertuanya itu
"ada nak,ayo duduy dulu biar ibu ambilkan "jawab Bu Rahma
"tidak bu ibu yang duduk biar kami ambil sendiri " ucap Aurel mendudukkan kembali di tempat duduknya
ketiga ibu muda itu pun berjalan menuju kulkas dan mencari apa yang mereka inginkan, setelah mendapatkannya mereka duduk di meja makan Bu Rahma berada ditengah-tengah mereka
"ayo bu kita makan bersama"ucap ayumi Bu Rahma pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari Ayumi
"Ayumi kembali menyendok puding itu dan memasukkan kemulutnya tanpa rasa jijik karena sendok itu bekas Bu Rahma orang yang baru dikenalnya
"nak itukan sendok bekas ibu" kata bu Rahma
"tidak apa-apa bu,ibu kan ibuku juga kenapa saya mesti merasa jijik!? jawab Ayumi santai dan memeluk tubuh Bu Rahma dari samping
"terimakasih banyak ya nak kalian sudah mau menerima ibu "ucap Bu Rahma meneteskan air matanya, Bu Rahma merasa bahagia kini dia memiliki Banyak keluarga yang akan menjaganya
"iya bu sama-sama, sekarang kami adalah anak-anak ibu.saya dan arumi saudara angkat dengan kak satria kak Azlan dan juga azlan dan sekarang ibu adalah ibu dari kak satria jadi otomatis kami juga anak-anak ibu dan mereka bertiga adalah menantu ibu
ibu mau kan menerima kami sebagai anak ibu!?"tanya Ayumi pada Bu Rahma
"iya nak ibu mau,ibu Sangat bersyukur karena ibu sekarang punya banyak anak dan menantu yang berarti juga ibu punya banyak cucu"bu Rahma berbicara dengan binar bahagia dimatanya
dari jarak yang tidak begitu jauh ada enam pasang mata yang menatap mereka dengan mata berkaca-kaca
ke enam pria itu masing-masing membawanya satu bayi dalam gendongan mereka
'lihatlah yah,ibu terlihat sangat bahagia "ucap satria pada Pak Arman
"iya nak,ayah sangat bahagia melihat senyum dan tawa bahagia ibumu karena selama ini senyum itu tak selebar saat ini,rumah kami tak pernah seramai ini di hiasi suara tawa bahagia"jawab Pak Arman yang sudah meneteskan air mata bahagianya
"terimakasih nak karena kalian mau menerima kami dalam hidup kalian "ucap pak Arman lagi
"iya yah sama-sama, sekarang ayah dan ibu tidak akan kesepian lagi ada kami yang akan selalu ada untuk kalian "jawab azlan
"semoga kalian semua dilimpahkan kebahagiaan dan kesejahteraan serta kesuksesan "ucap pak Arman
"aamiin ya rabbal alaamiin "jawab mereka serempak
"ayo kita samperin mereka, sikecil sudah mulai gelisah mungkin mereka sekarang sudah haus lagi "kata satria mengajak semuanya mendekati para ibu-ibu dari anak-anak mereka
"sayang anak-anak sudah pada haus"ucap satria dan mendekati istrinya
"oh maaf pi"jawab Aurel dan mengambil putranya dari tangan suaminya
begitu pun dengan Ayumi dan Fatiyah
"sebaiknya kita bawa anak-anak keatas untuk istirahat "ucap satria
"memangnya diatas ada kamar kak!?"tanya Ayumi penasaran
"ada itu khusus untuk kita jika kita sedang ngumpul disini "jawab satria
"ibu ayah kami keatas dulu ya"ucap Aurel dan diangguki oleh pasutri itu Dengan senyuman menghasi bibirnya
"kak apa kami juga punya kamar diatas !tanya Arumi
"ada dong kita semua punya kamar disini "jawab satria
"oh benarkah !? ayo kita lihat juga kamar kita "ajak Arumi pada suaminya
mereka pun naik kelantai dua dimana kamar mereka masing-masing berada
kedua pasutri itu menatap punggung semuanya ada rasa bahagia yang tak tertuliskan