
makin siang makin banyak pengunjung berdatangan untuk makan siang
Ayumi duduk disalah satu kursi dimeja yang terletak disudut ruangan sendirian setelah pulang dari tempat pemesanan bahan untuk butik juga dari toko grosir pakaian langganannya untuk stok barang pesanan Ruko miliknya dikampung Makmur jaya
Ayumi sengaja melakukan itu karena Ayumi ingin makan siang sendiri dengan tenang karena Nana, Denis dan Pak Karim sudah diajak oleh Azka untuk membeli oleh-oleh untuk mereka bawa pulang
saat Ayumi sedang asyik menikmati makan siangnya tiba-tiba sebuah suara bariton menyapanya Ayumi mengangkat wajahnya untuk melihat siapa pria yang berdiri di depan mejanya yang sepertinya sangat familiar ditelinga nya
"Dokter Ayumi kan?" sapa pria itu yang ternyata Wiliam sahabat sang mantan
"iya,oh Dokter Wily !"jawab Ayumi
"bisa duduk disini dok? soalnya semua meja sudah penuh "ujar Dokter Wily
"oh silahkan dok,saya juga sudah hampir selesai "jawab Ayumi
"Dokter Ayumi sendiri saja ? mana Dokter Aurel dan Dokter Fatiyah ?" tanya Willy karena biasanya mereka selalu bersama
"oh mereka berdua sedang tugas "jawab Ayumi
"oh memangnya mereka tugas dimana Dok ?"tanya Willy pura-pura penasaran padahal sebenarnya dia ingin tau dimana Ayumi setahun ini menetap
"saya tidak bekerja dengan mereka "Jawab Ayumi sekenanya
"kok bisa seperti itu, kalian kan selalu bersama ?"tanya Willy merasa heran
"ya memang seperti itu, tidak selamanya kan orang harus selalu bersama ada kalanya kita harus berpisah "ujar Ayumi yang sudah mulai jengah dengan keingin tahuan sahabat mantannya itu
Willy hanya diam saja tidak tahu harus berkata apa lagi
saat salah satu karyawan Ayumi ingin mendekati mereka untuk melayani wily Ayumi pura-pura menyeka bibirnya dengan jari dan dengan gerakan cepat Ayumi meletakkan jari telunjuknya dibibir nya lalu mengedipkan matanya sekali beruntungnya karyawannya iti cepat tanggap dan mengangguk pelan tanda mengerti kode yang diberikan oleh atasannya itu, Ayumi tersenyum lega melihat itu
Ayumi, Aurel dan Fatiyah memang menyembunyikan kepada teman-temannya tentang Restoran mereka itu hanya keluarga terdekat yang tau mereka tidak ingin ada yang memanfaatkan kebaikan mereka selama ini namun terkadang mereka juga sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak berperasaan
"maaf mbak saya mengganggu"ujar pelayan laki-laki itu sungkan saat mendekati meja Ayumi
"iya silahkan mas, tidak apa-apa "ujar Ayumi
"maaf tuan anda ingin memesan apa?" tanya pelayan itu kepada Willy sambil memperlihatkan buku menu yang dibawanya
Willy mengambil buku menu itu dari sang pelayan
"saya pesan ini dan ini saja mas, kalau Dokter Ayumi masih ingin nambah mungkin biar sekalian saya pesankan" ujar Willy pada Ayumi
"oh tidak Usah Dok, terima kasih banyak, Alhamdulillah saya sudah kenyang "ujar Ayumi tersenyum pada Willy
Willy ternyata mengirimkan pesan kepada Calvin bahwa dia sedang makan siang bersama Ayumi di restoran ThuAaF
tak berselang beberapa lama Calvin datang dengan terburu-buru dan mendekati Ayumi yang sedang Asyik berbincang dengan Willy
"Ayumi maafkan aku, tolong maafkan aku maukah kamu memberikanku kesempatan "ujar Calvin yang tiba-tiba berlutut dihadapan Ayumi
Ayumi terlonjak kaget dengan apa yang dilakukan oleh Calvin
mereka menjadi pusat perhatian di sana
"Apa-apaan kamu vin"ujar Ayumi lalu berdiri dari duduknya namun Calvin memegang kakinya
"tolong yumi, maafkan kesalahanku saya berjanji akn menjadi lebih baik dan saya tidak akan melakukan kesalahan lagi
hanya kamu yang mencintaiku dengan tulus, tolong kembalilah kepadaku "ujar Calvin terus memohon kepada Ayumi
"saya sudah lama memaafkanmu vin tapi untuk kembali padamu maaf saya tidak bisa "ujar Ayumi lalu menghentakkan kakinya yang dipegang oleh Calvin
"saya mohon yumi,saya berjanji saya akan berubah,saya sudah bercerai dengan Bella "ujar Calvin berteriak lalu mengejar Ayumi yang sudah hampir sampai dipintu keluar
Willy hanya diam memperhatikan mereka
Calvin terus berteriak memanggil Ayumi namun Ayumi tidak memperdulikannya
namun tiba-tiba Ayumi menabrak seseorang
"aduh kenapa sih nih jidat kebiasaan nabrak-nabrak beton?!ish... sakit banget lagi"ujar Ayumi menggerutu sambil mengelus jidatnya yang kepentok sesuatu yang sangat keras
"kok suaranya seperti pernah dengar "gumam Ayumi namun masih bisa didengar oleh telinga Riki dengan jelas
Riki tersenyum siapa pun kaum hawa yang melihat senyumannya pasti akan meleleh
"wah keajaiban dunia kulkas lima pintu tersenyum "ujar Rocky sahabat sekaligus Asisten pribadi Riki
Rafa yang sibuk dengan ponselnya tidak memperhatikan apa yang telah terjadi
"Dokter ayumi "ucap Riki lagi menyadarkan lamunan Ayumi
"Mas Riki" ujar Ayumi tersenyum
"Ayumi kemalilah sayang,saya masih sangat mencintai mu, maafkan saya karena pernah menghianatimu demi perempuan Murahan itu"ujar calvi putus asa
Ayumi segera bersembunyi dibalik punggung kekar milik Riki dan Ayumi merasa Aman dan Nyaman berada disitu
ini kali pertama Ayumi merasakan kenyamanan berdekatan dengan seorang pria dulu dia tidak rasakan saat masih bersama Calvin saat mereka menjadi sepasang kekasih
Ayumi menyembunyikan wajahnya dipunggung Riki
Ayumi menghirup dalam wangi tubuh Riki yang begitu maskulin
"Ayumi kembalilah kepadaku Sayang saya masih sangat mencintai mu
kita mengulanginya dari awal lagi sayang "ujar Calvin namun Ayumi semakin menenggelamkan wajahnya di punggung Riki
dan dengan gerakan refleks entah karena takut atau karena terkena
Riki merasakan betapa banyaknya kupu-kupu beterbangan di perutnya, jantungnya berdetak kencang namun ditelinga Ayumi itu terdengar sangatlah merdu
"yumi saya mohon berikan saya kesempatan "ujar Calvin dan tangannya hendak meraih tangan Ayumi yang memeluk erat pinggang Riki,Riki segera menepis tangan Calvin lalu menggenggamnya erat seakan Takut Calvin merebutnya dan itu mampu membuat calvin emosi karena rasa cemburunya sudah sampai di ubun-ubun karena melihat Ayumi memeluk pria lain selain dirinya sedangkan dulu sewaktu mereka masih pacaran Ayumi tidak pernah sekalipun memeluknya seperti itu
"anda jangan ikut campur dengan urusanku dengan kekasihku"ujar calvin
" kamu bukan siapa-siapaku lagi vin,sejak setahun yang lalu disaat kamu mengkhianatiku dengan menjalin hubungan dengan temanku sendiri "ujar Ayumi mengintip dibalik punggung kekar milik Riki
"maafkan saya yumi waktu itu Saya khilaf "ujar calvi tidak putus asa memohon kepada Ayumi
"maaf Vin saya sudah memiliki calon pendamping masa depanku"ujar Ayumi lagi dan itu membuat Riki merasakan kebahagiaan yang sangat besar
Gadis bab-bar yang sangat senang menabraknya itu telah mampu mengisi kekosongan hatinya
Riki baru menyadari perasaannya setelah terakhir kali bertemu di kedai penjual bakso cinta
begitulah Riki memberikan nama untuk kedai bakso itu
"anda sudah dengar kan apa yang dikatakan oleh calon istriku"ujar Riki dan Ayumi mendongakkan kepalanya menatap belakang kepala Riki dengan rambut yang Rapi
"dan sekarang pergilah dari sini atau saya akan panggilkan security untuk menyeret paksa anda untuk keluar dari sini"ujar Riki penuh penekanan disetiap kata-katanya
"saya tidak akan pernah pergi dari sini sebelum Ayumi menerimaku kembali "ujar Calvin keras kepala
Willy mendekati Sahabatnya itu, karena merasa bersalah kepada Ayumi dia memberitahukan calvin tentang Ayumi karena Willy ingin Calvin menyelesaikannya dengan cara baik-baik namun respon Ayumi sangat mengejutkan dia benar-benar sudah tidak ingin lagi bersama Calvin
"tapi wil,saya masih sangat mencintainya " ujar Calvin
"terimalah kenyataan vin, Ayumi Sudah memiliki calon suami "ujar Willy mencoba menasehati Calvin
Calvin Akhir-akhir ini sangat prustasi saat menadapati Jerry sahabat mereka sendiri sedang memadu kasih di apartemen milik calvin dan waktu itu Bella sedang Hamil v
"Mas Ayo kita pergi dari sini malu jadi pusat perhatian kita tidak usah meladeni orang gila itu"ujar Ayumi berbisik dibelakang telinga Riki dan itu membuat bulu kuduk ditubuh Riki jadi meremang
"iya ayo kita pergi dari sini "ujar Riki menarik tangan Ayumi yang sejak tadi digenggamnya
"Rafa kamu temani mereka dulu ya,saya mau menemani Ayumi dulu"ujar Riki pada Adiknya
"iya mas,saya akan menyelesaikan semuanya disini "jawab Rafa cepat, Rafa ikut bahagia melihat senyuman manis milik kakaknya telah kembali
"memangnya kita mau kemana mas?"tanya Ayumi pada Riki saat mereka duduk didalam mobil milik Riki
"kita kesuatu tempat pasti kamu suka "ujar Riki yakin