
Tamu tulang telalusna tita beltelahi benan poltip"ucap salah satu dari mereka namun cara bicaranya gagu karena lidahnya sebelah tidak berfungsi
"kamu baru belajar bicara ya,kamu itu seperti anakku saja"ujar Ayumi tertawa
Lalu meninggalkan ketiga orang itu yang masih berdiri kaku ditempatnya
"hei au nana tamu "teriak anak buah Haris saat berjalan menuju kamar dimana Arumi berada
"kalian disini aja ya, nggak boleh ikut bahaya"ujar ayumi lalu tertawa melihat ketiga orang itu tidak berhenti berbicara tidak jelas dan berteriak-teriak hingga Ayumi merasa kesal sendiri melihat mereka
Ayumi berbalik menghampiri ketiga orang itu lalu menotoknya kembali hingga seluruh tubuh mereka tidak bisa bergerak dan suaranya pun tidak bisa keluar
"saya kan sudah bilang kalian harus diam disini tapi kalian malah berteriak-teriak tidak jelas"ujar Ayumi lalu meninggalkan mereka
Ayumi kini telah berdiri didepan pintu kamar tempat Arumi
Ayumi menarim Nafas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar
Arumi mendobrak pintj dengan menendangnya dengan sekuat tenaga
Brak
Haris, Arumi dan pak Umar terkejut karena dobrakan pintu yang di lakukan oleh Ayumi
"wow, hahaha prok prok prok prok
akhirnya kau datang juga sayang
Saya sudah lama menunggu kedatanganmu"ujar Haris bertepuk tangan
"lepaskan Adikku"bentak Ayumi
"sabar sayang, sabar tidak usah terburu-buru "jawab Haris
"kalian berdu memang brengsek, sekarang juga bebaskan adikku jika tidak...."bentak Ayumi lagi
Haris bukannya takut tapi malah tertawa terbahak-bahak seperti orang yang kehilangan akal
"hahahaha,kamu semakin cantik jika marah-marah seperti itu"ujar Haris Santai
"apa sebenarnya yang kamu inginkan Haris "ujar Ayumi
"hahaha,saya Hanya menginginkan dirimu sayang
Jadilah kekasihku "ujar Haris Mulai mendekati Ayumi
"cuih, tidak Sudi saya menjadi kekasih seorang iblis sepertimu "jawab Ayumi
Haris sudah berada disamping Ayumi
"jika kamu tidak ingin menjadi kekasihku maka saya tidak akan segan-segan menyakiti adikmu "ujar Haris
Ayumi tersenyum miring mendengar ucapan haris
"kau sudah masuk perangkapku furgozo "ujar Ayumi dalam hati
"Baiklah saya akan menuruti permintaan tapi kamu harus melepaskan Adikku "Jawab Ayumi mulai melemahkan suaranya dan menundukkan kepalanya seolah-olah Ayumi telah menyerah kalah
"hahaha, tenang saja sayang saya akan segera membebaskan adikmu tapi dengan satu syarat "ujar Haris dengan senyuman menyeringai
"apa syaratnya "jawab Ayumi
"kau harus melayaniku"ujar Haris dengan senyuman iblis nya
"hah"ucap Ayumi pura-pura terkejut agar aktingnya semakin meyakinkan
"jangan kak,kakak jangan pernah melakukan itu demi Arumi "teriak Arumi berderai air mata karena dia tidak rela pernikahan kakaknya ternoda demi menyelamatkan dirinya
Dia akan merasa sangat bersalah jika kakaknya melakukan itu
"tidak apa-apa dek, yang penting kamu bisa keluar dari sini"jawab Ayumi sendu
"jangan kak, kasihan kak Riki dia pasti akan sangat kecewa apa yang harus saya katakan padanya nanti
"Haris jangan lakukan itu kepada kakakku, lakukan itu kepadaku saja lepaskan kakakku "teriak Arumi
"oh kalian so sweet banget, saya tau Arumi kau sangat ingin merasakan kehangatanku jadi kamu tidak ikhlas jika saya melakukan itu dengan kakakmu
Tapi tenang saja sayang saya pasti akan memberikanmu kehangatan dan membawamu terbang ke nirwana untuk merasakan kenikmatan yang tidak akan pernah kau lupakan " ujar Haris
"Haris jangan kurang ajar kamu"teriak Ayumi
"hahahaha, adikmu sendiri yang memintanya jadi saya akan mengabulkan permohonannya "jawab Haris yang membuat Ayumi geram seandainya bukan karena misinya dan keselamatan adiknya Ayumi pasti sudah menyerang Haris saat itu juga dan merobek-robek mulut kotornya
Ayumi mengepalkan tangannya dan mengerutukkan giginya untuk menahan emosinya yang sudah sampai ke ubun-ubun
"dengar Haris sejak Awal kamu menginginkanku kan?jadi jangan pernah kau menyentuh adikku dengan tangan kotormu jika tidak kau akan kehilangan kedua tanganmu itu"ujar Ayumi
"iiihhhh,saya sangat takut
Hahahaha, tenanglah sayang saya tidak akan menyentuh adikmu jika kau mau menjadi budakku"ujar Haris
"baiklah saya setuju tapi kamu harus menepati janjimu
Lepaskan Adikku sekarang juga"jawab Ayumi yang sudah tidak tahan melihat adiknya yang sudah ketakutan
"apakah Ayahmu juga ingin kau lepaskan ?"tanya Haris pada Ayumi
hatinya terasa teriris putri yang dulu ditimang- timangnya begitu tega dan tidak kasihan padanya
"tega kamu yumi pada babahmu ini"ujar pak Umar sendu
"hahahaha,saya tega kamu bilang? trus yang kamu lakukan pada kami selama ini apa namanya hah?
Kami ada di tempat terkutuk ini karena siapa?
saya harus mengorbankan diri karena siapa ?
kami bertemu dengan pria iblis ini karena siapa ?
Lihat baik-baik pak Umar yang terhormat anak perempuan yang duduk dikursi itu diperlakukan sedemikian rupa oleh lelaki iblis ini karena siapa ?
Itu kamu bilang saya tega?
Buka mata Hatimu lelaki tak berakhlak,kamu rela mengorbankan kami demi harta dan kekuasaan
Saya tidak pernah sudi menolongmu,dan saya sangat bersyukur jika malaikat maut datang menjemputmu sekarang juga"ujar Ayumi penuh kemarahan
Wajahnya sudah merah padam
pak Umar tertunduk karena apa yang dikatakan oleh putri sulungnya semua benar
"sudah sudah saya tidak ingin melihat Drama kalian lagi"bentak Haris
"Ayo ikut denganku"ucap Haris lalu menarik tangan Ayumi dengan kasar hingga Ayumi tersentak dan hampir jatuh
"lepaskan dulu Adikku setelah itu saya akan ikut dengan kamu"ujar Ayumi
"baiklah saya akan melepaskan adikmu "jawab Haris
"Tito toto"teriak Haris
"kami bos"jawab kedua orang itu
"Lepaskan gadis itu dan bawa dia keluar dari rumah ini "ujar Haris namun tanpa disadarinya tindakannya melepaskan Arumi dan membawanya keluar dari rumah itu adalah petaka bagi mereka semua
Tito dan Toto melepaskan pengikat pada tubuh Arumi lalu membawanya keluar rumah itu sesuai permintaan Bosnya
Namun setelah tito dan Toto keluar dari rumah saat itu pula Azlan dan Bayu memberikan kode kepada Azka,satrio untuk maju menyerang bersama anak buahnya yang sudah mengepung tempat itu
mereka mampu mengalahkan semua anak buah Haris bahkan Toto dan Tito tak luput dari amukan mereka
Mereka terkesima dengan kelihaian menyerang dan menangkis semua serangan demi serangan anak buah haris Bu Ayudia di usianya yang sudah tidak lagi muda
Arumi juga ikut menjajal kemampuannya saat salah satu anak buah Haris menyerang bayu dari belakang dan membuat bayu sempat terhuyung karena mendapat serangan tak terduga
Arumi membabi buta melawan anak buah Haris,Bayu dan Riki sampai melongo sekaligus kagum dibuatnya karena tidak menyangka jika Arumi bisa melakukan itu semua layaknya harimau betina yang marah karena pasangannya ada yang mengganggu
Bayu terharu melihat Arumi rela terluka demi membelanya
"Arumi kamu tidak apa-apa kan nak?"tanya Bu Ayudia pada putri bungsunya itu
"Arum baik-baik saja umah tapi kakak hiks hiks hiks
Dia rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkannya "ujar Arumi terisak
"tenang sayang kita sekarang selamatkan kakakmu" jawab Bu Ayudia menenangkan putri bungsunya
"Sekarang kita harus menyelamatkan Arumi, Fatiyah dan Aurel mereka masih Ada didalam "ujar Bayu
"tidak usah khawatir bay ,kita bisa sedikit santai kita sudah menyelesaikan tugas kita"ujar Azlan Santai
"tapi mas bagaimana dengan istri ku"ujar Riki dengan mata berkaca-kaca
"kamu tenang Riki, istrimu dan kedua anaknya adalah anak Ajaib mereka punya banyak akal akan memusnahkan orang-orang b*d*h itu"jawab Azlan
"tapi saya tetap khawatir mas "Jawab Riki
"baiklah ayo kita masuk dan melihat aksi mereka kak saya juga ingin melihat mereka"ujar satria
"Baiklah ayo kita masuk "ujar Azlan
Mereka pun masuk kedalam rumah dan melihat anak buah Haris banyak yang terdiam menatap mereka tanpa bergerak sama sekali ataupun berbicara
"mereka kenapa?"tanya Bayu dan Riki
"ini pasti ulah kak Fatiyah dan kak Aurel, saat saya melihat kak Ayumi masuk saya yakin mereka berdua juga pasti ada"ujar Arumi
"memangnya apa yang sudah mereka lakukan?"tanya bayu penasaran
"mereka menotoknya hingga tak harus mengeluarkan banyak tenaga seperti kita tadi
ck ck seandainya saya jug menguasai ilmu itu"jawab Azka berdecak kesal karena dia harus menggunakan banyak tenaganya sedangkan ketiga kakaknya hanya menggunakan sedikit tenaganya
"Lalu mereka ada dimana ?"tanya Riki
Azlan pun merogoh sakunya dan mengambil ponselnya dan melihat keberadaan mereka bertiga
"mereka ada dilantai dua "jawab azlan
"ayo kita menyusul keatas "jawab satria,dan mereka pun bergegas naik kelantai dua