
Pov Ayumi
Hari ini terasa sangat melelahkan sepulang dari ruko yang baru saja ku beli dari koh liong lewat pak ceking
Hari ini saya janji ketemu dengan pak ceking untuk bertemu dengan adik iparnya yang katanya bisa merenovasi ruko baru ku, setelah kami bertemu dan membahas tentang ruko saya itu akan diapakan nantinya
tak berapa lama akhirnya pak ceking datang bersama adik ipar dan ponakannya seperti yang dijanjikannya
kami pun saling kenalan dan mulai membicarakan dan membahas apa saja yang akan ditambahkan
setelah pembicaraan kami final akhirnya adik ipar pak ceking berpamitan sebelum mereka pergi saya memberikan mereka uang pembelian bahan dan uang transportasi
sekali lagi saya meminta tolong kepada pak ceking untuk mencari karyawan untuk nanti saat toko telah dibuka dan dioperasikan
pak ceking pun menyanggupinya,saya merasa sangat terbantu karena pak ceking orangnya yang sangat tanggung jawab dan cekatan
setelah pak ceking berpamitan, saya dan Nana pun memutuskan untuk pulang namun karena rasa lapar akhirnya saya mengajak Nana untuk mencari tempat makan
"Nana,kita pulang yuk tapi kita makan siang dulu soalnya saya sudah lapar " ucapku pada Nana
"iya mbak ayo" ucap Nana
"kita enaknya makan dimana na?" tanyaku pada Nana
"kita makan mie kering yang didekat kompleks aja mbak, soalnya disana mie keringnya enak " jawab Nana membayangkan mie kering bu Jum
"okey deh, biar pulangnya kita jalan-jalan aja setelah selesai makan"ujarku
"okey mbak no problem " ucap nana mengangkat tangannya dan menyatukan jari telunjuk dan jempolnya
"sok Inggris kamu na hahahaha" ujarku tertawa sok pakai bahasa Inggris
"ya biar keren gitu mbak heheheh" jawab Nana cengengesan
"yok Na kita berangkat sekarang " ucapku
"okey mbak, let's go " jawab nana cengengesan
kami pun pulang menggunakan angkutan umum dan turun di Depan penjual mie kering yang dimaksudkan oleh Nana
saat kami hendak masuk kedalam tenda penjual mie kering aku tak sengaja bertabrakan dengan
seorang pria tinggi tegap berbadan kekar nan tampan
"aduh jidatku "pekikku merasa sakit di jidat, aku itu merasa seperti menabrak beton
saat kudongakkan kepala menatap wajah pria yang menabrakku,aku mendapati seorang pria tampan menatapku dengan dingin
"untung cakep kalau nggak...... " ucap Ayumi
"kalau nggak kenapa?" tanya pria itu dingin dan masih menatapku
"nggak kenapa-napa paling kuajak makan mie kering !" jawabku asal
"nggak usah terima kasih" ucap pria itu ketus
"ya udah kalo begitu permisi "ujarku lalu menggeser badan pria itu agar aku bisa masuk ketenda penjual mie kering itu
"cakep-cakep kok judes, kayaknya dia lagi kepedesan jadinya judes
hihihihihi" ucapku cekikikan dan Nana hanya mengulum senyumnya karena masih melihat pria yang kutabrak masih menatapku dengan tajam
"Ayo sini na, ngapain bengong disitu nanti kamu ketularan judes kayak ono!" ujarku mengajak Nana duduk
pria itu hanya menatapku dengan tatapan dinginnya lalu pergi dari tempat penjual mie kering itu
Nana berjalan kearah kasir ditempat itu dan memesan mie kering dua porsi, setelah memesan mie kering Nana berjalan kearahku lalu duduk disebelahku yang masih kosong
"kamu sudah pesan na?" tanyaku pada Nana
"iya mbak udah,mbak jidatnya merah loh itu" ujar Nana lalu menyentuh jidatku yang memerah
" ini gara-gara si dada baja untung ganteng, tapi sayang judes" ucapku kesal
"mbak juga sih jalan sambil liatin Hape" ujar Nana menyalahkan ku
" aku tuh lagi ngecek ada pesan masuk apa tidak eh malah nabrak si dada bajak " ucapku kesal pada nana karena bukanya membelaku malah menyalahkanku
"sabar mbak, orang sabar disayang mantan " ucap Nana asal
"idih amit-amit jabang kingkong,kalau ingat mantan rasanya tuh mau saya kasi bon cabe level 1000" ucapku makin emosi mengingat wajah Calvin ingin rasanya kuremas-remas wajahnya melampiaskan kekesalanku
"salah ngomong kayaknya deh" ucap Nana menepuk jidatnya
"sabar mbak,nanti cantiknya ilang kalau emosi mulu" ucap Nana lagi
"habis kamu ingatin mantan sih" ucapku masih merasa kesal
"permisi mbak ini pesanannya " ucap pelayan yang mengantar pesanan kami
"sama-sama mbak" ucap pelayan itu
"mbak makan dulu biar hatinya jadi adem " ucap nana
"Mas Es teh manisnya dua ya" ucapku pada pelayanan siapa tau dengan minum es teh hatiku ikut dingin karena kesal
"iya mbak ditunggu ya" ucap pelayan itu
"maaf ya mbak tadi lupa pesan hehehehe" ucap nana cengengesan
"ini mbak es teh manisnya,semanis mbak berdua eaaakkk" ucap pelayan itu dan membuatku dan nana tertawa candaan mas-mas pelayan itu sedikit mengurangi rasa kesalku
"tau aja mas kalau kita ini manis, emangnya ada semut ya mas lagi antri" ucap Nana
"hahahahaha,mbaknya lucu" ucap pelayan itu
"widih masnya nggak konsisten,tadi katanya manis sekarang berubah lucu hahaha" ucapku ikut menimpali candaan mas-mas itu
"ya jadi manis dan lucu aja deh mbak, selamat menikmati ya mbak-mbak " ucap pelayan itu dan berlalu pergi melayani pelanggan yang lain
aku dan Nana menikmati mie keringnya dengan lahapnya mungkin karena lapar dan rasanya memang sangat enak
Setelah menikmati mie keringnya aku kembali memesan tujuh porsi untuk dibawa pulang
" mas tolong bungkus ya tujuh porsi " ucapku
"iya mbak sabar ya" ucap pelayan yang tadi menggombalku
"okey aku akan selalu setia menunggumu " ucap Nana menjawab ucapan pelayan itu
"jangan tunggu dia mbak gebetannya aja masih status ke gantung " ucap pelayan yang satu lagi yang nana kenal dengan nama mas Bambang
"aku bukan nunggu dia mas Bambang tapi nunggu pesanan mie keringnya hahahahha " ucap Nana tertawa
orang-orang yang juga sedang makan disana ikut tertawa mendengar ucapan nana
"ya elah mbak,aku dikasih harapan palsu " ucap tio pelayan di kedai mie kering itu
"dih masnya baperan" ucap Nana
"mas nggak usah khawatir yang penting nggak dikasih alamat palsu" ucapku menimpali candaan mereka
"kalau saya dikasi alamat palsu pasti saya nyari alamat ayu tingting dong" ucap Tio
"hahahahaha " tawa semua orang yang ada di kedai itu
"nih pesanannya mbak sudah selesai " ucap Bambang
"iya mas, berapa semua ?" ucapku yang kini sudah berdiri didepan meja kasir
"Semuanya 135 ribu mbak" ucap Bambang
"ini mas" ujarku menyerahkan uang 50ribuan tiga lembar
"ini kembaliannya "ucap Bambang
"Makasih ya " ucapku lagi
"Na,Ayo " aku memanggil nana yang masih sibuk mengganggu Tio melayani pengunjung lainnya
"okay mbak,dada mas Tio jangan kangen ya nanti berat" ucap Nana dan berdiri dari duduknya
" kalau aku kangen,akau harus kemana mbak? " ucap tio menanggapi ucapan Nana
"kehatimu mas eak eak eak hahahahha" ucap nana dan mengikutiku keluar dari tenda penjual mie kering itu
pengunjung yang lain pun ikut tertawa
tawa mereka masih kudengar dari kejauhan
"mbak itu kok pesan tujuh porsi sih,kan dirumah ada lima orang " ujar Nana karena merasa heran saya memesan melebihi orang yang ada dirumah
"emangnya kamu mau, mereka makan trus kita cuma jadi penonton ?" tanyaku pada Nana
" ya nggak mau mbak, bisa-bisa saya ileran" ujar Nana
"maka dari itu saya memesan lebih biar kita itu seolah-olah juga baru makan siang lagian juga kita kan capek jalan pulang mie kering yang kita makan udah jadi keringat hehehehe" ujarku pada nana dan tertawa pelan
"mbak memang is the best deh, pengen deh rasanya kupeluk tapi takut nanti banyak yang paham dikiranya kita ini gadis-gadis bengkok" ujar Nana membuatku bergidik ngeri
"idih amit-amit Na,kamu itu kalau ngomong suka ngawur"ujarku dan mempercepat langkahku
"widih mbaknya ngambek,nanti cantiknya ilang loh kalau ngambekan " ujar Nana lagi saya tidak peduli apa yang diucapkannya dan saya makin mempercepat langkahku
"mbak tungguin dong, nanti saya ada yang culik " teriak Nana dibelakangku namun saya tetap tidak peduli
saat melewati sebuah rumah bertingkat dua yang halamannya tampak sangat Asri karena ditanami berbagai macam jenis pohon dan didepannya ada pohon jambu air yang buahnya sangat lebat,ingin rasanya saya memanjat dan mengambil buahnya untuk buat rujak pasti segar itu yang ada di otakku namun mata indahku tidak sengaja melihat dua laki-laki yang sedang duduk santai didepan rumah mereka namun disana salah satu diantara mereka ada pria menurutku sangat menyebalkan dan dingin seperti beruang kutub Utara ya si pria Dada baja yang membuat jidatku sakit dan merah