
Beberapa hari berlalu kini Aurel dan Satria sudah kembali ke Desa Makmur jaya dan tinggal dirumah mereka yang sudah di beli oleh Satria
Pak Umar juga tidak kembali lagi ke kota dia tinggal dirumah Bu Ayudia seperti parasit
Bu Ayudia sebenarnya sangat ingin mengakhiri hubungan mereka tapi Bu Ayudia juga takut jika pak Umar berbuat nekad dan mencelakai anak-anaknya
Pak Umar terus saja meminta Ayumi untuk berpisah dengan Riki karena Haris terus saja datang mengganggunya bahkan Haris sering mengancamnya untuk mencelakai Arumi
Pak Umar bingung dibuatnya,dia selama ini menjaga perilakunya agar Bu Ayudia percaya jika dirinya sudah berubah agar Bu Ayudia bisa menguasai harta warisan milik Bu Ayudia sedangkan Haris selalu datang mengacaukan segalanya
Pak Umar juga terus mendesak agar Ayumi meninggalkan suaminya dan itu membuat Ayumi semakin membencinya
Azlan, Azka dan satria masih terus mencari cara untuk bisa menggagalkan rencana pak Umar
"kak bagaimana?Apa sudah ada cara untuk menyingkirkan tua bangka itu?"ujar Ayumi
"hus kamu jangan bilang begitu dek,biar bagaimanapun dia itu ayah kamu
Kamu Do'akan semoga dia bisa berubah "ujar Azlan mengingatkan Ayumi
"maaf kak"cicit Ayumi menunduk dan mengerucutkan bibirnya
Riki sejak menikah dengan Ayumi sudah tidak pernah lagi keluar kota mengurus pekerjaannya karena dia tidak ingin meninggalkan istrinya sendirian mengurus anak-anaknya dan juga keberadaan pak Umar dan Haris membuatnya semakin waspada dan khawatir jika kedua orang itu akan melakukan hal-hal yang tidak di inginkan saat dirinya tidak ada kepada istri dan keluarganya
Riki melihat istrinya seperti itu jadi gemas sendiri
Saat Riki sedang memperhatikan istri dan kakak iparnya ponsel Riki berdering dan disana tertera ID pemanggil
"Bayu?"ujar Riki saat tau siapa yang menelepon nya
Riki segera menggeser gambar telpon berwarna hijau pada ponselnya
"Assalamualaikum Bro!" ujar Riki setelah mengangkat panggilan teleponnya
"waalaikumsalam Bro,apa saya mengganggu ?"tanya Bayu
"nggak Bro ini sedang dibutik istriku lagi menemani dia, memangnya Ada apa nih Bro?"jawab Riki dan bertanya balik pada Bayu
"nggak Bro saya cuma mau nanya kamu tinggal didesa apa?"tanya Bayu pada Riki
"oh saya tinggal di Desa Makmur jaya kampung halaman mama"jawab Riki
"wah kebetulan dong Rik,gua sekarang lagi berada di perbatasan Desa Makmur jaya dan desa maju jaya"ujar Bayu
"itu sudah dekat Bro,kamu datang saja kerumah nanti saya kirimkan alamat "ujar Bayu
"okey Bro"jawab Bayu
Riki pun segera mengirimkan alamatnya pada Bayu juga alamat Ruko Ayumi
"saya menuju kesana sekarang Bro soalnya pekerjaanku disini sudah selesai "ujar Bayu pada Riki
"okey,tapi saya sekarang ada diruko "jawab Riki
"okey,gue OTW"jawab Bayu lalu mengakhiri sambungan telponnya
Setelah beberapa lama akhirnya Bayu sampai di depan ruko milik Ayumi
Bayu memarkirkan mobilnya diparkiran depan ruko
Setelah itu Bayu turun dan berjalan masuk kedalam Ruko Ayumi namun sebelumnya Bayu sudah mengirimkan pesan pada Riki bahwa dia sekarang ada didepan ruko
Riki turun dari lantai dua dimana ruangan istrinya berada didalam ruangan Ayumi disana sudah ada Azlan dan Fatiyah yang kebetulan sedang Sift malam
Sedangkan Azka dan satria sedang ada pekerjaan jadi mereka tidak ikut bergabung bersama saudara-saudaranya begitu pun dengan Aurel yang sudah kembali bekerja setelah beberapa hari cuti menikah
"Hai Bro maaf lama nunggu,ayo masuk"ujar Riki saat sudah berada didekat Bayu
"beneran nih Bro nggak ganggu ?"tanya Bayu merasa tidak enak hati
"nggaklah,ayo kita keatas"jawab Riki
Bayu mengikuti langkah Riki dari belakang menaiki anak tangga menuju lantai dua dimana ruang kerja Ayumi berada
"Rik,ini Ruko lu Bro?"tanya Bayu
"Bukan Bro, ini Ruko istri gua
tapi gua sering bantuin disini kalau nggak lagi banyak kerjaan"ujar Riki pada Bayu
Bayu hanya mengangguk saja mendengar ucapan Riki
"waalaikumsalam"jawab semua yang ada disana
"ayo masuk Bay"ajak Riki
Bayu merasa sungkan pada Ayumi,Azlan dan Fatiyah
"sayang masih ingat kan sama temanku yang ketemu sama kita waktu acaranya Satria dan Aurel ?"tanya Riki pada Ayumi
Ayumi mendongak menatap Bayu dan mencoba mengingat Apa yang diucapkan oleh suaminya
"oh iya, silahkan mas Duduk "jawab Ayumi mempersilahkan tamunya untuk duduk
"Bay,ini kakak iparku kak Azlan dan calon istrinya dokter Fatiyah "ujar Riki memperkenalkan Azlan dan Fatiyah pada Bayu
Bayu mengulurkan tangannya pada Azlan dan Azlan menerimanya dengan tersenyum
"Bayu"ucap Bayu pada Azlan saat mereka berjabatan tangan
"Azlan"jawab Azlan menyambut uluran tangan Bayu
"Fatiyah "ucap Fatiyah mangkupkan tangannya didepan dadanya
Bayu pun melakukan hal yang sama dan menyebutkan namanya
Ayumi membalikkan cangkir teh yang sejak tadi ada diatas meja lalu menuangkan teh yang masih hangat kedalam cangkir tersebut
"Ayo mas Silahkan diminum "ujar Ayumi mempersilahkan tamunya
untuk minum teh yang di suguhkan
Bayu segera mengangkat cangkir tehnya dan menyesapnya perlahan
Begitupun yang lain kembali menyesap minuman mereka dan mengobrol saling bercerita
Bayu banyak menceritakan tentang kisahnya saat masih menjadi seorang Anggota angkatan Darat
Mereka begitu antusias mendengarkan cerita Bayu mereka merasa bangga pada Bayu Saat Bayu menceritakan bagaimana dia bertahan hidup saat dalam penyekapan para pemberontak dan akhirnya dia cedera dan mengakibatkan kakinya cacat namun masih bisa menyelamatkan banyak sandera baik sesama Anggota maupun Masyarakat awam yang juga ada dalam penyekapan itu
Saat mereka Asyik bercerita tiba-tiba ada yang mengucapkan salam dari luar dan membuka pintu ruangan Ayumi betapa terkejutnya Bayu saat melihat siapa yang datang
Ada rasa bahagia yang membuncah dalam dadanya seseorang yang sudah membuat tidur malamnya tidak dapat nyenyak kini berdiri tepat dihadapannya mengukir senyumanan manisnya membuat jantung Bayu bekerja lebih cepat
Mereka berdua saling bertatapan mata mereka saling mengunci namun Arumi Segera menghentikan tatapan itu
"eh mas Bayu,kok bisa ada disini?"tanya Arumi saat sadar bahwa pria tampan dihadapannya itu adalah Bayu pria yang pernah dibelanya saat dapat hinaan dari gadis-gadis yang ada dipesta pernikahan kakak-kakaknya
Bayu tersenyum sumringah karena Arumi masih mengingatnya
"kamu kenal sama sahabat mas ini Rum?"tanya Riki pada Adik iparnya itu
"oh jadi Mas Bayu ini sahabatnya mas Riki ?kami sempat ketemu waktu pestanya kak Satria dan kak Aurel "jawab Arumi
"oh iya mas bayu kok bisa sampai disini ?"tanya Arumi lagi pada Bayu
"iya, kebetulan saya ada pekerjaan disekitar sini jadi saya menghubungi Riki ternyata lagi ada diruko ini"ujar Bayu
"trus kamu juga kok ada disini?"tanya Bayu pada Arumi yang tidak pernah menyangka bahwa dia akan bertemu kembali
"oh kalau saya memang tinggal didesa ini mas dan istri mas Riki kakak saya"jawab Arumi
Dan Bayu baru mengingat njika Arumi pernah mengatakan jika kedua pengantin yang mereka hadiri pestanya adalah kakak-kakak angkatnya dan Riki pun pernah berkata padanya bahwa pengantin itu adalah Saudara-saudara angkat istrinya
Bayu Menyesal kenapa baru sekarang dia menyadari semua itu bahwa gadis yang memikat hatinya ternyata adik ipar sahabatnya sendiri
Mungkin ini cara Allah mempertemukan mereka dan Bayu berharap kedepannya bisa lebih dekat dengan Arumi
"kak Fatiyah, bantuin Rumi dong"ujar Arumi pada Fatiyah
"mau diabantuin apa?"tanya Fatiyah
"gini kak Arum punya tugas namun Arum nggak ngerti caranya gimana!"ujar Arumi yang kini sudah duduk ditengah-tengah Fatiyah dan Azlan
Arumi mengeluarkan buku tugasnya dan memperlihatkannya pada Fatiyah
Azlan tidak marah Arumi duduk ditengah-tengah mereka berdua malah Azlan mengusap kepala Arumi dengan sayang
Bayu dapat melihat itu semua dan dia merasa senang melihat kehangatan mereka semua
Sedangkan Fatiyah sudah sibuk menjelaskan tugas yang diperlihatkan oleh Arumi padanya