
Pov Author
dikamar perawatan Calvin, ke dua sahabatnya masih setia menemaninya karena Wiliam harus bekerja
mami dan Papi Calvin juga sudah sedari tadi pamit untuk pulang karena papinya calvin harus membantu Hendrik mengurus perusahaan karena Calvin sedang sakit
"kalian berdua tidak kerja?!"tanya Calvin pada kedua sahabatnya itu
"kamu tenang aja vin,kami tetap bekerja kok"jawab Rudy
"iya vin,kamu tidak usah memikirkan kami
sekarang kamu istirahat saja biar kamu cepat sembuh "ucap Devan
"oh iya vin kemarin kenapa kamu bisa pingsan dipesta pernikahan Ayumi "tanya Rudy yang belum tau semua dia baru dapat penggalan ceritanya dari Devan
Devan pun sangat penasaran kenapa calvin bisa pingsan diacara Ayumi dan membuatnya jadi terkenal
"saya juga nggak tau Rud, kepala waktu itu tiba-tiba saja sakit dan pandanganku berputar-putar hingga akhirnya jatuh pingsan"jawab Calvin dan kedua sahabatnya itu hanya manggut-manggut walaupun jawaban Calvin tidak memuaskan untuk mereka
"apa kamu alergi atau keracunan makanan disana ?!"tanya Rudy lagi masih penasaran
"bagaimana saya bisa alergi atau keracunan makanan disana, karena saya belum sempat memakan makanan dipesta itu hanya saja hatiku rasanya seperti sedang diremas-remas dengan sangat kuat rasanya sangat sakit"jawab Calvin
"berarti kamu harus klarifikasi semua komentar-komentar pedas nitizen "ucap Devan
"memangnya kenapa van"tuanya Calvin
"banyak nitizen tidak bertanggung jawab yang memfitnah Ayumi dengan komentar-komentar pedas mereka
banyak yang nitizen yang mengatakan kamu keracunan makanan sehingga kamu pingsan dan katanya Ayumi sengaja melakukannya "ucap Devan
"gimana bisa ayumi melakukannya sedangkan pestanya saya tau Dari Wiliam,jadi Ayumi tidak pernah menyangka saya akan Hadir dipestanya "jawab Calvin
"maka dari itu kamu harus segera sembuh dan melakukan konferensi pers agar semua jelas "Ucap Devan lagi
"kasihan Ayumi pasti merasa stres memikirkan semua ini dia difitnah karena saya"ucap calvin sendu
"sudahlah vin kamu tidak usah banyak fikiran yang harus kamu lakukan sekarang adalah fokus untuk cepat sembuh dan satu lagi kamu harus bisa move on dari Ayumi kamu juga berhak bahagia vin
kamu jangan terlalu larut dalam kesedihanmu ini, belajarlah membuka hatimu untuk wanita lain dan ikhlaskan Ayumi karena dia bukanlah jodohmu, dia pun sudah bahagia dengan pasangannya saat ini
jangan menyiksa dirimu sendiri Vin masa depanmu masih panjang
saya yakin diluar sana . banyak gadis yang jauh lebih baik dari Ayumi dan salah satunya adalah jodohmu"ucap Devan panjang lebar menasehati sahabat nya itu memang diantara mereka berlima Devan yang sering menasehati mereka
"terima kasih karena sangat mempedulikanku,jika untuk melupakan dan mengihklaskan Ayumi dengan laki-laki lain saya tidak bisa van saya masih sangat mencintainya "ucap calvin sendu dengan mata berkaca-kaca
"menurutku itu bukan lagi cinta vin tapi sebuah obsesi, obsesimu untuk memiliki Ayumi sangat besar dan itu terpicu karena rasa bersalahmu kepadanya karena telah menghianatinya sehingga hatinya terluka " Rudy akhirnya bersuara menyuarakan pendapatnya dan ikut menasehati Calvin padahal sedari tadi Rudy hanya diam menjadi pendengar yang baik
Calvin tidak bisa berkata-kata lagi
Calvin menatap kedua sahabatnya
"sekali lagi terimakasih banyak karena kalian selalu ada untuk menemaniku
"kita kan sudah Bersahabat dari orok bro"ucap devan
tok tok tok
pintu ruang perawatan calvin diketuk,Rudy langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu untuk membukanya
ceklek
krieeeet
pintu terbuka dan disana berdiri seorang perawat berdiri membawa sebuah nampan berisi makan siang untuk calvin
Rudy mempersilahkan perawat itu masuk
"permisi pak calvin ini makan siangnya,bapak langsung makan ya setelah itu obatnya diminum "ucap perawat itu sesopan mungkin lalu berjalan menuju kenakas yang ada didekat ranjang Calvin lalu meletakkan makanan untuk calvin
"iya sus sebentar saya akan memakannya "jawab calvin
"baiklah pak,kalau begitu saya permisi semoga bapak lekas sembuh "ucap perawat itu tersenyum memperlihatkan lesung pipinya
"mari pak"ucap perawat itu saat lewat didepan Rudy dan devan yang sedang duduk disofa
"iya sus, terima kasih "jawab mereka berdua dan diangguki oleh perawat itu dan keluar dari ruang perawatan calvin
"anjir kalau dirawat sama suster cantik kayak gitu bukannya mau cepat pulang malah jadi betah "ucap Devan
"ck,kamu ini kalau lihat yang bening seperti orang jomblo aja"ucap Rudy berdecak kesal
"kan memang jomblo Rud"jawab Devan memicingkan matanya
"hahaha,sesama jomblo jangan saling menghina"ucap Calvin terbahak-bahak
"eh saya bukan jomblo ya cuma nggak ada yang cocok untuk dijadikan pendamping "jawab Rudy tidak terima dikatakan jomblo padahal kenyataannya memang jomblo
"makan sarapan kamu dulu vin, mumpung masih hangat "ucap Rudy duduk dikursi dekat tempat tidur Calvin
Calvin duduk ditempat tidurnya Rudy meletakkan sebuah meja kecil didepan calvin lalu meletakkan makanan Calvin disana
Calvin memakan makanannya walaupun rasanya hambar
setelah makan calvin memakan obatnya dengan telaten Rudy membantu calvin
"kamu istirahat aja vin biar kamu cepat pulih "ucap Rudy, Calvin hanya mengangguk lalu merebahkan tubuhnya
"Rud,kok saya susah sekali move on ya sama Ayumi "ucap Calvin tiba-tiba
"kamu jangan memikirkan itu vin dan kamu belajar melupakan Ayumi sedikit demi sedikit, karena saya tau masalah hati tidak bisa dipaksakan"ucap Rudy
"sekarang istirahatlah lupakan semua masalahmu untuk saat ini fokuslah dulu untuk sembuh banyak perut yang bergantung padamu "ucap Rudy lagi
Calvin mencoba untuk memejamkan matanya namun tidak bisa tidur
Calvin hanya membolak-balik badannya sehingga ranjang itu berderit
Rudy dan Devan menoleh memperhatikan Calvin,
mereka merasa iba kepada Calvin
"kasihan juga calvin seperti itu, memang sih melupakan seseorang itu sangatlah sulit"ucap Rudy berbisik takut nanti Calvin mendengar ucapannya
"kita tidak bisa berbuat apa-apa,kita hanya bisa menyemangati nya saja "jawab Devan ikut berbisik
"iya kamu benar, seandainya dulu dia mau mendengarkan kita!!!
ini semua tidak akan pernah terjadi, tapi dia tidak percaya bahwa Bella adalah perempuan murahan"ucap Rudy menghembuskan nafas kasar
"entah apa yang Bella pakai sehingga mereka berdua bisa tergila-gila pada perempuan seperti itu "ucap Devan
"sudahlah semua sudah terjadi,kita hanya bisa memberikan dukungan dan membantunya agar bisa move on dari mantan terindahnya "jawab Rudy
"ya hanya dengan cara seperti itulah kita bisa membantunya "ucap devan
tok tok tok
pintu ruangan terbuka dari luar dan William masuk kedalam ruangan tersebut
"hai kalian masih disini ?"tanya William pada kedua sahabatnya
"iya kami tidak ingin meninggalkannya sendirian"jawab devan
"bagaimana keadaannya "tanya William lagi
"sudah mendingan cuma masih saja selalu mengingat mantan "jawab Rudy cengengesan
"kalau begitu movi on dan mengihklaskan itu sangatlah susah apalagi kita punyaku kesalahan pasti sangatlah sulit "ucap William dan an kedua sahabatnya itu hanya mengangguk
calvin yang sebenarnya tidak tidur dan mendengar semua ucapan sahabatnya
air mata Calvin menetes dia menyesali semua, Calvin menyesal karena tidak pernah mengindahkan apa yang dikatakan oleh sahabat-sahabatnya
dia terbuai dengan rayuan Bella juga ajakan Jerry dan akhirnya Jerry juga yang telah menghianatinya