
Riki hanya mampu diam menunduk matanya terasa panas ada cairan bening yang berdesakan ingin keluar namun berusaha keras untuk ditahannya
wajah cantik Putri kecilnya terbayang dipeluk matanya
betapa kecewanya jika Arisha tau ibu pengganti impiannya harus menjadi milik orang lain
Riki segera mengusap sudut matanya yang mulai basah tak ingin Nana melihat itu namun Ayumi dapat melihatnya
Ayumi tersenyum melihat itu semua
"ternyata kamu masih mencintaiku mas,oh mas dudaku kamu so sweet banget deh" ujar Ayumi pada dirinya sendiri
"apakah Ayumi menerimanya Na?" tanya Riki
"kalau masalah itu saya tidak tahu mas, karena mbak Ayumi nggak pernah cerita "ujar Nana
"memangnya mas Riki selama ini kemana?"tanya Nana
"saya ada pekerjaan diluar kota Na, dan harus saya yang menanganinya sendiri bersama Rafa dan timku
dan saat ini masih belum rampung semua namun saya mempercayakannya pada Rafa"ujar Riki memainkan jemarinya dan sesekali melihat kearah pintu rumah berharap wanita yang dirindukannya datang dan keluar dari pintu itu
Ayumi memperhatikan semua itu dan senyum nya semakin lebar
"saya akan segera keluar mas Dudaku untuk menemuimu,namun biarlah Nana yang mengorek informasi darimu dulu "ujar Ayumi berbisik pada dirinya sendiri
"Na,apakah menurutmu saya tidak punya kesempatan lagi untuk bisa bersama mbakmu?"tanya Riki dan Ayumi yang mendengarnya tersipu malu
"oh mas duda I Love you and I Miss you "ujar Ayumi dibalik dinding
"kenapa tidak mas,selama janur kuning belum melengkung dan ijab qobul belum terucapkan segalanya kemungkinan bisa terjadi "Jawab Nana dan terlihat binaran kebahagiaan terpancar dari wajah tampan milik Riki
"Saya bisa tanya sesuatu nggak mas?"tanya Nana
"tanya saja kalau saya bisa menjawabnya pasti saya akan jawab "ujar Riki
"tapi mas Riki harus jawab yang sejujurnya, agar saya bisa menentukan sikap apakah saya bisa membantu mas atau tidak "ujar Nana lagi
"insyaallah Na,saya akan jawab yang sejujurn!ya "jawab Riki
"Baiklah mas, saya ingin tau seberapa besar perasaan masd pada mbak Ayumi,apakah mas mencintainya ?"tanya Nana
tanpa berpikir panjang Riki langsung menjawab pertanyaan Nana
"saya sangat mencintainya Na, Sangat
selama sebulan ini saya bekerja diluar kota namun saya sangat merindukannya
perasaan ini tidak bisa lagi kusembunyikan Na, saya tidak tau bagaimana jadinya nanti jika dia memilih untuk bersama dengan orang lain
dulu saat bersama ibu anak-anak ku saya tidak memiliki perasaan sedalam ini,saya memang mencintainya tapi tidak seperti saat ini
memikirkannya saja untuk menjauh dari Ayumi itu sudah sangat menyiksaku "tutur Riki begitu jujurnya entah mengapa Riki begitu gamblang mengakui perasaannya kepada Ayumi dan mau bercerita kepada Nana sedangkan selama ini Riki sangat tertutup dan tidak akan pernah mau berbagi cerita dengan orang lain apalagi masalah hati
Riki merasakan sedikit kelegaan dalam hatinya setelah meluapkan semua yang selama ini disimpannya sendiri
Riki mengusap matanya dengan punggung tangannya dia meneteskan air matanya saat bercerita kepada Nana
sedangkan dibalik pintu Ayumi mengusap sudut matanya yang juga berair mendengar ucapan Riki tentang perasaannya
"oh mas Dudaku,kamu benar-benar so sweet, saya makin jatuh cinta sama kamu
kamu yang sabar ya karena masih ada satu ujian lagi untukmu, karena saya tidak ingin kecewa lagi untuk kedua kalinya
setelah kamu lulus ujian cinta dariku saya akan bersamamu selamanya menuju bahagia dan surganya "ujar Ayumi
Ayumi sudah beberapa kali melakukan sholat istikharah dan mengadu kepada sang pemilik hidup namun Riki selalu Hadir dalam setiap mimpinya bersama kedua anaknya
mereka berempat berada disebuah taman bunga yang begitu indah dan mereka bercanda dan tertawa bersama dengan bahagia
sejak mimpi itu hadir Ayumi selalu berharap itu menjadi kenyataan
Ayumi juga menyadari perasaannya kepada pria yang berstatus duda beranak dua itu
sebulan tidak pernah bertemu dan berkomunikasi membuatnya merasakan Rindu
Ayumi merasa sudah cukup untuknya bersembunyi dibalik pintu kini Ayumi memutuskan untuk keluar menemui Sang duda pujaan hati
Ayumi berjalan berjinjit kembali kedalam dan berpura-pura baru saja keluar dari dalam kamar nya
"Na,nana...mas Rikinya masih ada kan?"teriak Ayumi tersenyum-senyum sendiri dan berjalan keluar rumah
Riki yang mendengar suara Ayumi membuat detak jantungnya berdegup kencang seperti orang yang baru saja lari maraton
"maaf mas lama menunggu, soalnya tadi tiba-tiba perutku tiba-tiba rasanya melilit,mungkin karena saos sambel baksonya kebanyakan waktu makan bakso siang tadi "ujar Ayumi beralasan
Nana percaya dengan alasan Ayumi karena siang tadi mereka memang makan bakso namun Nana tidak tau jika Ayumi makan banyak sambal
"sudah tidak lagi mas tadi sudah minum obat "jawab Ayumi
"oh syukur Alhamdulillah kalau sudah nggak sakit lagi,lain kali kalau makan bakso sambelnya dikurangi ya itu untuk kesehatan kamu juga"ujar Riki meraih tangan Ayumi yang diletakkannya diatas meja dan mengusapnya pelan dengan ibu jarinya
"iya mas"jawab Ayumi singkat
Nana yang mengerti mereka butuh waktu untuk menyelesaikan masalah mereka memilih untuk pamit kedalam rumah
"mas Riki saya kedalam dulu ya,kan ayumi nya sudah datang "ujar Nana berpamitan pada Riki
"terimakasih banyak ya Na karena sudah mau menemani saya"Jawab Riki
"iya mas Riki sama-sama, semangat ya semoga sukses "ujar Nana lalu beranjak dari duduknya dan berjalan masuk kedalam rumah
belum sempat Nana masuk ke dalam kamarnya ponselnya berdering dan itu panggilan telepon dari sang kekasih
"halo Assalamualaikum mas"ucap Nana setelah mengangkat panggilan teleponnya
"waalaikumsalam salam"Jawab azka diseberang sana dengan katusnya
"ketus amat sih mas, lagi PMS ya"ujar Nana bercanda
"siapa laki-laki yang kamu temani duduk diteras rumah ?"tanya Azka semakin ketus
"dih mamasku tersayang lagi cemburu ya"ujar Nana masih saja menggoda Kekasih nya itu
"iya saya cemburu,siapa coba yang tidak cemburu melihat calon istrinya berdua-duaan dengan pria lain dan ngobrol begitu akrabnya "ujar Azka
"dih jangan Marah-marah sayang nanti gantengnya ilang loh"ujar Nana masih saja menggoda Azka
"trus kenapa mas nggak samperin ?"tanya Nana
"mas tidak ingin memukul orang hanya karena rasa cemburuku "ujar Azka
"mas seharusnya mas mendekati kami bukannya cemburu buta seperti itu,saya senang mas cemburu karena itu tandanya Mas benar-benar cinta sama saya tapi ada baiknya mas cari tau kebenarannya dulu
jangan sampai kita bertengkar hanya karena hal sepele seperti ini dan kita berakhir berpisah karena kesalahpahaman "ujar Nana serius
"mas sekarang dimana ?"tanya Nana lagi
"lagi dirumah menenangkan diri "ujar Azka yang suaranya mulai melunak
"oh,mas yang mas liat sama Nana itu mas Riki ingin bertemu dengan Mbak Ayumi tapi mbak Ayumi lagi sakit perut karena kebanyakan makan sambal jadi Nana yang temani dulu
jadi lain kali mas jangan begitu lagi ya, kalau liat nana lagi sama pria lain mas langsung samperin aja ya biar Nggak penasaran dan berfikir yang macam-macam" ujar nana lembut
"maafkan Mas Ya na sudah cemburu buta,mas takut kehilanganmu Na"ujar Azka sendu karena merasa bersalah kepada kekasihnya itu
"iya mas tidak apa-apa,tapi lain kali Jangan diulang ya,dan terimakasih karena udah cemburu tapi jangan keseringan nanti saya bisa kabur karena dicemburui terus
I love you mamasku sayang,calon imamku Assalamualaikum"ujar Nana dan itu membuat Azka berbunga-bunga
"I love you To calon makmum ku, waalaikumsalam"balas Azka lalu mematikan sambungan telponnya
sedangkan diteras rumah Ayumi dan Riki hanya diam saling tatap dan tidak ada yang memulai pembicaraan mereka
sampai akhirnya Ayumi berdehem untuk memecah kebisuan mereka berdua
"ehemmm"deheman Ayumi
"yum"ucap Riki
"mas"ucap Ayumi
"mas duluan aja"ujar Ayumi
"maafkan Mas ya yum,selama sebulan ini mas tidak datang menemuimu maupun menghubungimu,mas sedang mengerjakan proyek besar diluar kota bersama Rafa dan timku "ujar Riki memulai percakapan mereka
Ayumi hanya diam menatap mata hitam pekat milik Riki untuk mencari kebohongan disana namun tidak ditemukannya
...----------------...
bersambung ya
maaf Up nya sedikit-sedikit
soalnya lagi tidak enak badan 🙏🏻
terimakasih karena masih setia memberikan semangat dan dukungan 😘😍🙏🏻
jangan lupa ya mampir kekaryaku yang lain
"Suamiku Pelit Bin Medit " 😍😍😘