Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 12



Setelah menikmati mie keringnya ayumi kembali memesan tujuh porsi untuk dibawa pulang


" mas tolong bungkus ya tujuh porsi " ucap Ayumi


"iya mbak sabar ya" ucap pelayan yang tadi menggombal Ayumi


"okey aku akan selalu setia menunggumu " ucap Nana menjawab ucapan pelayan itu


"jangan tunggu dia mbak gebetannya aja masih status ke gantung " ucap pelayan yang satu lagi yang nana kenal dengan nama mas Bambang


"aku bukan nunggu dia mas Bambang tapi nunggu pesanan mie keringnya hahahahha " ucap Nana tertawa


orang-orang yang juga sedang makan disana ikut tertawa mendengar ucapan nana


"ya elah mbak,aku dikasih harapan palsu " ucap tio pelayan di kedai mie kering itu


"dih masnya baperan" ucap Nana


"mas nggak usah khawatir yang penting nggak dikasih alamat palsu" ucap Ayumi


"kalau saya dikasi alamat palsu pasti saya nyari alamat ayu tingting dong" ucap Tio


"hahahahaha " tawa semua orang yang ada di kedai itu


"nih pesanannya mbak sudah selesai " ucap Bambang


"iya mas, berapa semua ?" ucap Ayumi yang kini sudah berdiri didepan meja kasir


"Semuanya 135 ribu mbak" ucap Bambang


"ini mas" ucap Ayumi menyerahkan uang 50ribuan tiga lembar


"ini kembaliannya "ucap Bambang


"Makasih ya " ucap Ayumi


"Na,Ayo " ucap Ayumi memanggil nana yang masih sibuk mengganggu Tio melayani pengunjung lainnya


"okay mbak,dada mas Tio jangan kangen ya nanti berat" ucap Nana dan berdiri dari duduknya


" kalau aku kangen,akau harus kemana mbak? " ucap tio menanggapi ucapan Nana


"kehatimu mas eak eak eak hahahahha" ucap nana dan mengikuti langkah Ayumi keluar dari tenda penjual mie kering itu


pengunjung yang lain pun ikut tertawa


"mbak yang tadi lucu ya" ucap salah satu pengunjung


"iya benar mbak itu buat kita terhibur " ucap yang satunya lagi


"lucu dari mana? terhibur dari mana ? kalau berisik sih iya" ucap yang lainnya lagi dengan nada jutek


pengunjung yang lain menatapnya dengan tatapan tidak suka


"dih iri bilang bos" ucap salah seorang remaja yang juga sedang makan disana


"cih iri kamu bilang? najis" ucap perempuan itu


pengunjung yang lain menahan kesal pada orang itu


sedangkan dijalan menuju kerumahnya Ayumi dan Nana terus saja bercanda ada-ada saja yang mereka jadikan bahan tertawaan


tanpa mereka sadari ada dua orang pria memperhatikan mereka dari dalam halaman rumahnya


" kak bukankah itu gadis yang kakak buat takut saat kita beristirahat didanau yang ada dikota" ucap Rafa pada kakaknya Riki hanya mengangkat bahu acuh


"Dasar kulkas 5 pintu dinginnya full " ucap Rafa melihat reaksi kakaknya


"Capa cih antel yan tuttas bima bintu?" ucap Arisha anak bungsu Riki yang masih berusia 2 tahun bingung,Rafa tidak menyangka ponakannya yang kepo ada


disampingnya sedang memperhatikannya dan menelan mentah-mentah ucapannya


"tuh kulkasnya oma mau diganti yang baru dengan yang lima pintu" ucap Rafa beralasan


"oh beditu? ucap Arisha mengangguk anggukkan kepalanya seolah dia paham


Rafa jadi gemas pada ponakannya itu,dia pun mengangkat tubuh ponakannya dan menyembur perutnya hingga Arisha tergelak karena merasa geli


"Bampun antel icha deli" ucap Arisha


"Ayah bologing icha,antel badi bostel" ucap Arisha yang membuat Riki mendekati mereka berdua dan mengambil Arisha dari gendongan adiknya


Rafa yang diolok-olok oleh ponakannya bukannya marah akan tetapi merasa semakin gemas dan mendekati kakaknya yang sedang menggendong ponakannya Rafa mulai menggelitiki ponakannya itu hingga kembali tergelak


Riki yang menggendong anaknya pun ikut tertawa karena badannya ikut bergerak kesana-kemari mengikuti gerakan tubuh putrinya itu menghindari gelitikan tangan adiknya


"sudah sudah Raf,lihat dia ini sudah keringat dingin " ucap Riki menghentikan adiknya


Rafa pun berhenti menggelitik ponakannya itu


"ayo kedalam sayang,icha bobo siang yuk" ucap Riki pada putrinya


"Bayo ayah " ucap Arisha


"Dada antel,icha bobo duyu ya" ucap icha melambaikan tangannya kepada Rafa


saat Riki sudah masuk kedalam rumah,Rafa duduk kembali di kursi yang ada di teras depan rumah


" kenapa gadis tadi ada disini ya?apa memang dia orang sini?tapi kalau dia orang sini masa tidak kenal ?atau mungkin baru pindah kesini?" ucap Rafa bertanya kepada dirinya sendiri


"kenapa sih kak kok kayak orang bingung ?" ucap Rana adik Riki dan Rafa


"nggak apa-apa Ran!" ucap Rafa pada adiknya itu


"oh...ini kak aku lagi coba buat puding mudahan enak " ucap Rana menyodorkan sepiring puding yang dibuatnya


Rafa memang selalu menjadi penyicip masakan adiknya apabila adiknya sedang mencoba resep baru maka Rafalah orang pertama yang akan mencicipinya


"ini enak Ran, manisnya pas juga segar.Rasa dinginnya pas turun ke tenggorokan bikin tenggorokan nyess mantul" ucap Rafa yang terus memakan puding di piringnya


"beneran kak?" tanya Rana


"beneran, Ramadhan besok kamu buat ini ya untuk menu buka puasa" ucap Rafa lagi


Rana pun mencicipinya dan benar kata kakaknya kalau puding ini buat tenggorokan terasa segar karena rasa dingin,manis dan lembut menjadi satu


"makan Apa sih? seru amat ?" ucap Riki tiba-tiba muncul dari dalam rumah bersama Abian putra sulungnya yang baru berusia 5 tahun


" sini deh kak, Abian ! aku tuh lagi coba buat puding coba deh kak "ucap Rana menyodorkan sepiring puding pada kakaknya dan ponakannya itu


mereka pun mencobanya dan mereka suka dengan rasanya, Abian sampai nambah


"ini enak aunty " ucap Abian tak berhenti mengunyah


saat mereka berempat asyik menikmati pusding buatan Rana,pak Aditya dan Bu Hanim pulang


"Assalamualaikum " ucap keduanya


"waalaikumsalam "jawab mereka bersamaan


"Asyik benar nih cucu opa makan kue nya "ucap pak Aditya menguasap kepala cucunya


" ini opa, aunty habis buat puding rasanya enak deh" jawab Abian menunjukkan puding dipiring kecil yang ada di tangannya lalu berdiri dari duduknya dan mencium punggung tangan oma dan opanya secara bergantian


"kayak enak nih" ucap Bu Hanim


"ini mah,pah dicoba dulu pudingnya"ucap Rana menyodorkan sepiring puding kepada kedua orang tuanya itu ketika mereka berdua sudah duduk dikursi teras


Bu Hanim dan pak Aditya pun mencoba puding yang dibuat oleh putri bungsunya itu


"mmm,ini enak banget sayang rasanya pas dilidah apalagi dicuaca panas kayak gini .ya nggak pah" ujar Bu Hanim mengomentari puding buatan putrinya dan juga bertanya bagaimana pendapat suaminya


"iya mah ini enak pas dimakan dicuaca kayak gini " Jawab pak Aditya,Rana merasa senang smua keluarganya menyukai puding buatannya


"Oh iya icha mana?" tanya Bu Hanim menanyakan keberadaan cucu perempuannya


" lagi tidur siang mah, kecapean digangguin sama Rafa" ucap Riki menjawab pertanyaan ibunya


"Si Rafa emang kayak gitu, selalu gangguin icha" ucap Bu Hanim menatap Putra keduanya


"Habisnya gemesin mah,jadi pengennya tuh ya diuyel-uyel pipinya yang tembem hehehehe" ucap Rafa terkekeh


...****************...


Bersambung dulu ya



selamat berbuka puasa 🙏🏻