
Mari bu kita USG,agar bapak dan ibu bisa melihat anak bapak dan ibu "dokter Winda meminta suster pendamping membantu Aurel untuk naik keatas ranjang
suster mengangkat baju dibagian perut Aurel dan memberikan jely
satria berdiri disamping sang istri dan menggenggam erat tangan istrinya itu
dokter winda segera menempelkan alat USG diperut aurel yang sudah diberikan jeli
dokter mulai menggerakkan alat USG diatas perut aurel
"nah ini ada kantong janin ibu dan bapak ,semuanya terlihat sehat dan janin ibu baru berusia dua Minggu"dokter terus menggerakkan alat USG nya dan menjelaskan kondisi si jabang bayi mereka
Air mata bahagia menetes diwajah Tampan satria dia sungguh bahagia sebentar lagi akan menjadi seorang ayah
suster membersihkan jeli yang ada diperut aurel, satria membantu Istrinya turun dari ranjang pemeriksaan dan menuntunnya kembali duduk didepan dokter Winda
" ini ada resep vitamin dan ada juga obat mual karena takutnya ibu di trisemester pertama akan merasakan pusing dan mual" dokter Winda menyerahkan sebuah kertas berisi resep Dari dokter Winda
"baik dokter kalau begitu kami pamit,terima kasih banyak karena sudah membantu kami" satria beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangannya untuk menyalami dokter Winda
Aurel pun melakukan hal yang sama, mereka keluar dari ruangan dokter Winda
satria mendorong kursi roda istrinya dengan senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya begitu pun dengan aurel tangannya memeluk perutnya dan tersenyum
sesampainya diruang perawatan, aurel menangis sesenggukan dan itu membuat satria panik dia tidak tau istrinya kenapa karena tiba-tiba menangis
"kamu kenapa sayang!??"tanya satria,bukan jawaban yang didapatkan nya malah istrinya itu semakin menangis satria pun ikut menangis karena bingung harus melakukan apa
"sayang kamu jangan menangis hiks hiks hiks apa kamu mau sesuatu !?" tanya satria pada istrinya sambil terisak
"mas sendiri kenapa menangis !?"bukannya menjawab pertanyaan suaminya malah balik bertanya
"mas tidak tega melihat kamu menangis sayang "ucap satria mengusap wajahnya yang basah oleh air matanya
"aul sangat bahagia mas, sebentar lagi aul akan jadi mami beneran "jawab surel setelah tangisannya Reda
"ya sudah Sayang kamu istirahat ya kasian si utung kalau kamu nangis pasti dia juga ikutan nangis melihat maminya nangis "ucap satria
"tapi papinya juga ikutan nangis "ucap aurel
"hehehe,benar juga sayang mas cuma kasihan lihat kamu nangis mas juga nggak tau harus berbuat apa "jawab satria
"maafin saya ya mas, selalu merepotkan mas"ucap aurel memeluk pinggang suaminya
"sama-sama sayang "jawab satria mengecup kening istrinya
"sekarang kamu istirahat ya biar kamu dan si utung selalu sehat "ucap satria lagi membantu Istrinya beristirahat
"iya mas"jawab aurel
Aurel pun tertidur,satria mengelus perut rata istrinya
"terima kasih ya Allah sudah mau menghadirkan buah cinta kami diperut istriku "ucap satria dengan mata berkaca-kaca
"kamu jangan nakal ya nak,jangan membuat mamimu kesusahan kamu juga jangan rewel papi akan selalu menjaga kalian berdua "ucap satria lagi lalu mencium perut istrinya
satria merogoh ponselnya dan menelpon semua keluarganya walaupun mendapatkan omelan namun mereka juga sangat bahagia karena satria menyampaikan tentang kehamilan aurel
lain satria yang kini merasakan kebahagiaan berkali-kali lipat karena kehamilan istrinya,lain juga dengan Azlan dan Riki yang dibuat bingung oleh permintaan aneh istri mereka masing-masing
mereka masih dihotel tempat mereka mengadakan pesta resepsi pernikahan mereka
Ayumi dan Fatiyah tidak ingin pulang sedangkan keluarga yang lain sudah pulang kemansion oma Shintya
"mas yumi pengen makan sate ayam tapi ayamnya harus yang berbulu cerah nggak boleh ada bulunya yang berwarna hitam trus bumbu kacangnya harus banyak, lontongnya juga "minta Ayumi pada suaminya itu
"gimana mas bisa tau sayang kalau ayam itu warnanya cerah kan kalau ditukang sate ayamny sudah dipotong-potong dagingnya bulunya juga sudah dibersihkan "jawab Riki mulai prustasi dengan permintaan istrinya yang tidak masuk akal
"jadi mas nggak mau beliin saya sate ayam!?? hiks hiks hiks "ucap Ayumi terisak
"bukan mas nggak mau Sayang,biar berapa pun mas akan membelikannya untuk mu cuma mas bingung gimana bisa tau kalau ayam yang dibuat sate itu bulunya berwarna cerah "ucap Riki menyugar rambutnya prustasi
"mas sudah nggak sayang dan cinta lagi sama yumi Hiks hiks hiks "jawab Ayumi yang semakin terisak
"apa hubungannya coba sate ayam dengan cinta "ucap Riki dalam hati
"sudah Sayang jangan nangis, nggak mungkinlah sayang mas nggak cinta dan Sayang sama Kamu,cuma mas bingung dengan permintaan kamu"jawab Riki
"kenapa harus bingung mas,mas kan tinggal beli ayam yang berwarna cerah trus mas suruh potong sama orang kalau sudah bawa kepenjual sate minta untuk dibakar kan dan diberi lontong dan bumbu kacang "ujar Ayumi panjang lebar menjelaskan
"ya sudah mas peegi dulu ya saya sayang!? kamu nggak apa-apa kan kluam mas tinggal !?"tanya Riki pada istrinya
"iya mas nggak apa,kalau mas dapat ayamnya mas video call ya"sahut Ayumi san membuat Riki mengerutukkan keningnya
"kenapa mesti video call sih sayang" tanya Riki
"biar mas nggak salah pilih ayamnya "jawab Ayumi santai
mas pergi dulu ya "ucap Riki
"iya mas hati-hati ya,jangan pulang sebelum dapat satenya "jawab Ayumi
Riki menggaruk kepalanya prustasi lalu keluar dari kamar hotelnya
Riki heran kenapa istrinya tiba-tiba bertingkah aneh seperti itu
Riki kini melajukan mobilnya mencari apa yang bdi inginkan oleh istrinya
sedangkan di kamar hotel azlan juga dibuat pusing oleh tingkah aneh istrinya
"mas tiyah mau digendong "ucap Fatiyah manja
"ya Allah sayang kamu ini kenapa bisa seperti ini,apa kamu kesambet !?"jawab Azlan prustasi karena sudah sedari tadi Fatiyah membuatnya pusing
"mas nggak sayang lagi sama tiyah?! hiks hiks hiks"ucap Fatiyah terisak
"bukan begitu sayang,lutut mas masih lemas takut nya kamu jatuh jika mas paksakan untuk menggendong kamu sayang "jawab azlan
"mas sih mau nambah-nambah terus kan akibatnya mas sendiri yang kelelahan "ucap Fatiyah enteng
Azlan melototkan matanya mendengar ucapan istrinya barusan karena yang nggak mau berhenti main kuda-kudaan siapa!? kok malah dirinya yang disalahkan
"oh jadi mas yang mau nambah-nambah terus nih, bukannya tadi ada yang nangis-nangis saat mas udah mau udahan"ucap Azlan menatap sang istri
"jadi mas nyesal !? mas udah bosan sama tiyah !? apa karena punya tiyah nggak legit lagi!? hiks hiks hiks mas jahat "ucap Fatiyah mulai menangis
"ya Allah salah lagi"ucap Azlan menggaruk kepalanya prustasi
"bukan begitu sayang,mas beneran lelah nanti aja ya mas gendong sayangnya mas!! mas mau istirahat dulu"ucap Azlan mencoba merayu istrinya yang merajuk
"tapi mas janji ya,nanti Fatiyah digendong tapi gendongnya harus plus plus biar enak"ucap Fatiyah
"ya Allah kenapa istriku jadi mesum begini bisa-bisa gempor lututku kalau begini"ucap Azlan dalam hati
"kenapa mas diam saja,mas nggak ikhlas !?"ucap Fatiyah saat melihat suaminya diam saja tidak menjawab pertanyaannya
"iya sayang,mas ikhlas kok"jawab azlan
sekarang kita istirahat ya mas benar-benar lelah"ucap azlan merebahkan tubuhnya diatas ranjang mereka
"iya mas tapi nggak usah pakai baju ya mas, kita pakai selimut aja"ucap Fatiyah
dan azlan hanya pasrah dengan yang diinginkan oleh istrinya yang terpenting baginya dia bisa beristirahat
dan akhirnya mereka pun tertidur dalam keadaan toples dan tubuh mereka hanya ditutupi selimut
...----------------...
diruang perawatan Aurel kembali berulah
dia ingin suaminya membeli seblak kuah pedas
namun satria menolaknya karena takut terjadi sesuatu pada calon anak mereka jika aurel makan yang pedas
"mas mau anak kita ngeces!?"ucap Aurel
"bukan begitu sayang, nanti anak kita kenapa-napa kalau kamu makan yang pedas, perut kamu juga nanti bisa sakit sayang
mas belikan yang laina saja ya"jawab satria
"nggak mau,aul mau makan seblak"ucap Aurel mengerucutkan bibirnya
"sayang yang lain saja ya" rayu satria mengelus lengan istrinya namun tangannya ditepis oleh istrinya
"pokoknya Aul mau makan seblak titik"ucap Aurel kini menyembunyikan wajahnya dibawah bantal dan menangis
mau tidak mau satria menuruti permintaan istrinya, satria takut Istrinya stres dan berakibat fatal untuk calon bayi mereka
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
maaf ya upnya sedikit-sedikit soalnya lagi sibuk ngurusin pendaftaran bocilku masuk sekolah 😊😊
jangan bosan ya membaca karya-karya ku
terima kasih atas dukungan, kritikan dan sarannya 😘😘
mampir juga dikaryaku yang lainnya
* Suamiku Pelit Bin Medit
* Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima