
Pov Bella
Pagi menjelang
setelah sarapan pagi saya sudah bersiap-siap menunggu jemputan mas Calvin untuk kebutik mencari kebaya pernikahan karena siang ini kami akan menikah
semalam mas Calvi menelponku untuk menyiapkan semua berkas yang diperlukan nanti untuk mengurus surat-surat pernikahan kami
dari semalam saya tidak bisa tidur karena terlalu bahagia,apa yang saya impikan akan segera terwujud
saya akan segera menjadi istri dari seorang Calvin Kevin Prayudha seorang CEO perusahaan besar yang berwajah tampan, walaupun sebenarnya saya merasa kecewa karena mas Calvin hanya menikahiku secara siri tapi setelah kupikir- pikir tidak apalah yang penting saya adalah satu-satunya nyonya Calvin
walaupun kemarin ibu mas Calvin datang menghina dan mencaci makiku namun saya tidak akan pernah peduli
saya sudah berhasil menyingkirkan Ayumi dengan cara licik,saya tau mas calvin butuh belaian dan kehangatan saat saya menawarinya kehangatan yang tak pernah didapatkannya dari kekasinya Ayumi dia menyambutku dengan senang hati
Apalagi sekarang Saya tengah hamil anaknya,saya sangat yakin ini anak mas Calvin karena saat saya melakukan hubungan intim dengan mas Jerry saya sudah tidak dapat tamu bulananku lagi
seperti kemarin mas Jerry datang dan kami pun memadu kasih,mas Jerry bebas Keluar masuk dari Apartemen ini karena sejak dulu mas Jerry sering disini
mas Jerry biasa datang sendiri ataupun datang bersama Gayatri,mas Jerry juga sering memberikanku hadiah baik itu perhiasan ataupun barang-barang mahal lainnya tentunya semua itu saya sembunyikan dari mas Calvin
Mas Jerry juga sudah membelikanku sebuah rumah sederhana,mas Jerry berkata saya bisa membuatnya lebih bergairah dan puas dibandingkan dengan Gayatri yang kini juga sedang hamil
saya juga sudah memberitahu mas Jerry tentang rencana pernikahanku dengan mas Calvin awalnya mas Jerry marah namun setelah saya memberikan pengertian dia sudah tidak marah lagi
diapun memutuskan akan menikahi Gayatri untuk menutupi hubungan kami
setelah beberapa lama menunggu akhirnya orang suruhan mas Calvin datang menjemputku dan membawaku sebuah butik terkenal dan menyuruhku memilih satu baju kebaya pernikahan
setelah mendapatkanbbaju kebaya kini kami menuju sebuah salon kecantikan disana saya didandani dengan sangat cantik
dari salon kecantikan saya dibawa ke kantor KUA disana sudah ada mas Calvin dan seseorang yang sangat kukenal
"bapak?" ujarku terkejut
bapak yang kupanggil hanya menolehku namun tidak ada senyuman diwajahnya yang ada hanya kemarahan
entah sejak kapan bapak ada dikota ini dan bapak Hadir untuk menikahkan ku
sebenarnya saya sangat senang dan juga merasa takut akan kemarahan bapak,bapakku memang jarang marah namun sekali marah akan membuat bulu kuduk berdiri
kini saya dan mas calvin duduk disebuah meja dan menandatangani beberapa berkas, setelah semua selesai bapak pun menikahkan kami
tak terasa air mata ini jatuh membasahi pipiku
setelah selesai menikahkan kami bapak berdiri dari duduknya dan hendak pergi namun segera ku tahan,kuraih tangan bapak hendak menciumnya namun bapak menepisnya hingga saya terhuyung dan hampir terjatuh namun mas Calvin menahan tubuhku
seandainya saya terjatuh entah bagaimana dengan kandungan ku
"Pak " panggilku
"jangan pernah memanggilku bapak karena mulai saat ini kau bukan lagi anakku,saya tidak pernah membesarkan seorang penghianat
dan saya tidak pernah sudi memelihara ular berbisa sepertimu setelah kau puas dengan semua kabaikan orang kamu dengan sadisnya mematuk dan memberikan bisa kepadanya hingga mati
dengar Belinda kehidupan bapak ibu dan adik-adikmu tidak akan sebaik ini kalau bukan karena bantuan dari Ayumi dia yang telah menanggung hidup kami selama ini, hingga saat ini diapun masih menanggung hidup kami setelah kau khianati
sedangkan kamu sebagai seorang anak kandung apa yang pernah kau berikan kepada kami? selain rasa malu tidak ada Belinda tidak ada" ujar bapak dengan begitu emosi
ini semua karena Ayumi orang tuaku sendiri sudah tidak menganggapku lagi
"Awas kamu Ayumi suatu hari nanti pasti akan saya balas kamu,kamu yang harus mempertanggung jawabkan semua ini " ujarku dalam hati begitu geram kepada Ayumi
setelah bapak pergi orang tua mas Calvin juga pergi meninggalkan kami tanpa sepatah kata padahal kami belum sungkeman kepada mereka
saya tidak perduli pada sikap mereka yang terpenting untukku mas Calvin kini telah menjadi milikku seutuhnya dan yang pastinya harta milik mas Calvin akan menjadi milikku juga karena sekarang saya adalah nyonya Calvin
setelah acara pernikahan selesai saya dan mas calvin kembali ke apartemen dan disana ternyata sahabat-sahabat mas Calvin sudah menunggu juga ada Gayatri
"selamat ya Bro, kamu sekarang sudah merubah statusmu menjadi seorang suami
semoga pernikahan kalian samawa"ujar mas Devan lalu menyalami kami dan memberikan sebuah kado
"selamat Bro, maaf tadi saya datang terlambat soalnya ada jadwal operasi,saya selalu berdoa untuk kalian semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah dan hanya maut yang memisahkan kalian
oh iya maaf kadonya kecil soalnya dadakan sih jadi nggak sempat cari kado " ujar mas Willy yang berprofesi sebagai seorang Dokter bedah dirumah sakit tempat Ayumi bekerja dan kedua cecunguknya yang ingin kubasmi
mas Jerry dan Gayatri pun kini mendekati kami dan mengucapkan selamat serta memberikan sebuah kado
Mas Jerry pun sempat mengedipkan mata genitnya kepadaku saya hanya menanggapinya dengan senyuman
setelah saya dan mas calvin berganti pakaian mereka mengajak kami makan bersama, ternyata mereka juga sudah memesan makanan untuk kami makan untuk merayakan hari bahagia kami
Kami makan sambil bercanda bersama
saat kami sedang ngobrol tiba-tiba ponselku berdering dan itu panggilan dari adikku dikampung, saya segera mengangkat telponnya
"assalamualaikum kak, hiks hiks hiks ibu kak ibu" ujar adikku menangis
"kamu kenapa Ra?ada apa dengan ibu?"tanyaku khawatir
"ibu sudah nggak ada kak hiks hiks hiks " jawab adikku yang semakin menangis
"maksud kamu apa dek? memangnya ibu kema?" tanyaku yang masih belum paham dengan ucapan adikku
"ibu sudah meninggal dunia kak hiks hiks hiks " ucap adikku dengan isakan tangisannya
"apaaaa???"ucapku sangat syok ibu adalah wanita yang luar biasa
dia wanita yang penyabar
"apakah bapak sudah sampai dek? hiks hiks hiks"tanya ku Pada adikku Naura
"belum kak bapak belum sampai "jawab adikku
"kamu kenapa Bell"tanya Gayatri
"ibuku Yatri, hiks hiks hiks "ujarku terisak dadaku terasa sesak
"Kenapa dengan ibumu Beli ?" tanya Gayatri lagi
"mas, ibu mas hiks hiks hiks
ibuku meninggal dunia mas kita belum sempat meminta restunya mas hiks hiks hiks " ujarku terus manangis dalam pelukan mas calvin
"tenang bel tenang,kamu harus bisa tenang bell kamu itu lagi hamil anak tidak boleh stres kasihan bayi dalam kandunganmu"ujar mas Willy menasehatiku
dan saya coba untuk menghentikan tangisku namun tidak bisa
baru sejam yang lalu kami tertawa bahagia karena pernikahanku dan mas calvin
"kita berangkat sekarang saya sudah pesan tiket" ujar mas calvin
"berkemaslah, Bella bawa pakaian yang seperlunya saja "ujar mas Calvin
saya juga memasukan beberapa baju dan celana mas calvin kedalam koperku setelah selesai Saya mendekati mas Calvin yang duduk disofa ruang tamu bersama para sahabatnya
"ayo mas saya sudah siap "ujarku pada mas calvin
"Ayo,Bro kami berangkat dulu ya takut ketinggalan pesawat " ujar mas calvin
kami diantar ke bandara oleh mas Willy sedangkan yang lain pun berpamitan untuk pulang namun Gayatri dan Jerry tetap tinggal alasannya jaga rumah
namun kami semua sudah tahu bagaimana Jerry
setelah sampai di bandara kami harus ke terminal Untuk manaiki bis yang akan mengantarkan kami sampai kekampung halaman
setelah menempuh perjalanan jauh,kini kami telah sampai kedepan sebuah rumah sederhana
dulu saat ku tinggalkan kampung halamanku dan pergi merantau kekota,
kini rumah tempatku dibesarkan yang dulunya hanya sebuah gubuk bambu dan berlantaikan tanah sudah berubah drastis menjadi bangunan rumah permanen dengan lantai marmer dan memiliki teraas rumah yang luas