
"iya Nak ayah mau ikut ayah juga ingin menyerahkan bukti agar kalian tidak akan dipersulit karena ayah tadi merekam yang diucapkan oleh Fatiyah saat menelpon "
"baiklah yah,ayo kita berangkat sekarang takut nanti polisi beranggapan kita kabur "ujar azlan
"iya ayo"jawab pak Fatur
Kini Azlan, Fadlan dan pak fatur menuju kekantor polisi
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam kini mereka sudah berada diparkiran kantor polisi didaerah itu
mereka segera turun dari mobil dan masuk kedalam kantor polisi dan ternyata disana Edwin sudah menunggu mereka
setelah melapor di pos penjagaan mereka diizinkan masuk menemui pak Edwin
"mari silahkan duduk pak"ucap Edwin pada mereka berempat
"terima kasih pak Edwin "Jawab azlan
"eh kak fadlan!? Masih ingat tidak kak dengan saya"ujar edwin pada Fadlan
"emhhh.....maaf saya lupa-lupa Ingat, wajahnya familiar tapi saya lupa namanya "jawab Fadlan
"saya Edwin kak,masih ingat nggak kak teman Fatiyah yang sering dia ajak mancing di kolam ikannya ayah Fatur trus kalau tidak dapat ikan Fatiyah suruh nangkap langsung kedalam kolam"ujar edwin mengingatkan Fadlan
"oh iya kakak ingat,kamu anaknya tante maya kan?"ucap fadlan yang sudah mulai mengingatnya
"iya kak"jawab Edwin tersenyum
"bagaimana kabar tante maya dan om Erlangga "tanya fadlan
"Alhamdulillah sehat kak,selama pensiun beliau sekarang berkebun "jawab Edwin tersenyum
"sama dong dengan ayah setelah pensiun sekarang hoby berkebun "ujar fadlan juga ikut tersenyum
"maaf kita jadi nostalgia ini, sampai lupa tujuan utamanya "ujar fadlan
"iya kita malah membahas tentang masa lalu "ucap Edwin
"oh iya pak Azlan apakah rekaman CCTV yang bapak tadi bilang apa ada?"tanya Edwin pada Azlan
"ada pak,ini kebetulan saya sudah pindahkan ke Fd agar gampang "ucap azlan menyerahkan Fd yang ada disaku baju kemejanya
"saya cek dulu ya pak"ujar edwin lalu menyalakan laptopnya dan memutar video yang membuktikan bahwa mereka dicegat ditengah jalan dan terjadi perkelahian
"saya menonton video ini seperti lagi nonton film action kayak filmnya jack Chan, apalagi aksi dua anak kecil ini sungguh luar biasa mereka melawan Dengan saling bantu dan saling dukung
ini namanya kecil-kecil cabe rawit "ujar Edwin tak henti-hentinya berdecak kagum melihat video itu
Pak Fatur juga memberikan rekman suara kepada edwin saat Fatiyah menelponnya saat meminta bantuan
"pak Edwin bisaka saya bertemu dengan orang-orang yang mencegat Adik-adik saya ?"tanya fadlan karena penasaran dengan mereka
"baiklah kak ayo ikut dengan saya,sebagian masih dirawat diruang kesehatan dan sebagian lagi ada didalam sel"ujar edwin dan berdiri dari duduknya dan berjalan ke ruang perawatan
"nah itu mereka kak, orang-orang ini memang sudah lama kami cari tapi mereka sangat licin kayak belut jika ingin kami tangkap pasti mereka lolos
Yang tiga ini adalah otak kejahatan mereka bertiga yang memimpin komplotan ini biasanya mereka beraksi dengan membagi tiga kelompok jadi kami biasa kewalahan tapi mungkin hari ini adalah akhir pertualangan mereka mereka saya pastikan bakal mendapatkan hukuman seumur hidup karena sudah banyak korban mereka
Mereka ini melakukan kekerasan saat beraksi mereka biasanya membawa sajam (senjata tajam) untuk beraksi dan tak segan-segan melukai korbannya bahkan ada yang sampai meregang nyawa namun kami tidak bisa menemukan keberadaan mereka
azlan memotret pria yang dipukuli oleh ponakan- ponakanya tadi ternyata mereka juga mendapatkan Totokan dari abian sehingga tubuhnya tidak bisa bergerak karena persendiannya tidak berfungsi dan totokan itu membutuhkan totokan ulang di tempat yang sama hingga peredaran darahnya bisa berjalan normal kembali
"hebat juga abian bisa cepat menguasai ilmu itu "gumam azlan dalam hati nya dan sudut bibirnya terangkat
"apakah bapak sudah mengintrogasi anak buahnya ?"tanya Azlan
Jiwa direktif nya meronta-ronta ingin mencari kebenarannya
"sudah pak Azlan namun kami tidak mendapatkan jawaban yang benar-benar akurat kata mereka
Mereka itu tidak pernah bertemu langsung dengan bos besar mereka hanya tiga orang bosnya ini yang mereka tau"jawab Edwin
Lalu mereka meninggalkan ruang perawatan itu menuju sel dimana para anak-anak buahnya berada
"nah ini orang-orang yang menyerang bapak"ujar Edwin
"iya benar pak Edwin mereka semua yang menyerang kami"jawab azlan
"Pak tolong lepaskan kami,maafkan kami hanya diperintahkan untuk melakukan pekerjaan ini Bos toni,diki dan jarwo yang memerintahkan kami dengan menjanjikan upah yang besar untuk kami jika kami berhasil menghabisi korban kami dan mengambil harta benda mereka jadi tolong lepaskan kami tuan
Bagaimana nasib anak dan istri kami jika kami dipenjara "ucap salah satu diantara mereka
"itu semua resiko kalian karena kalian mencari kerja dengan cara yang salah "jawab azlan
"kami sudah sering mencoba mencari pekerjaan dengan cara yang halal namun kebutuhan keluarga kami tidak terpenuhi jadi saat kami ditawari pekerjaan seperti ini dengan upah yang cukup banyak siapa yang tidak tergoda "ujar yang satunya lagi
"sudah berapa lama kalian ikut komplotan mereka ?"tanya azalan lagi
"kalau saya sudah tiga tahun, yang ini baru sekitar dua tahunan lebih dan yang lainnya baru sekitar tujuh sampai sepuluh bulan mereka ikut bos Toni"ujar Koko menjelaskan dan diangguki oleh teman-temannya membenarkan Apa yang dikatakan adalah koko
mereka pun meninggalkan sel tahanan itu karena mereka benar -benar tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan
Azlan berpamitan untuk pulang karena merasa semua sudah selesai tinggal menunggu bagaimana polisi bekerja
Namun azaln tidak akan tinggal diam dia tidak sepenuhnya percaya pada polisi, bisa saja ada oknum polisi yang membantu mereka selama ini
"Azlan Toni itu adik tiri Maryam sedangkan Diki dan Jarwo itu sering datang kerumah ibu tiri Maryam
Dan sepengetahuanku Diki itu kekasih tia kakak kandung Toni karena mereka saya sering lihat satu kamar begitu pun dengan Jarwo kekasih ibu Lilis ibu tiri Maryam
Namun selama ini kami pura-pura tidak tau apa-apa karena saya dan Maryam tidak ingin mereka berbuat nekad dan melakukan sesuatu kepada Isrti dan anak-anakku saat saya sedang tidak dirumah
Dan mereka akan datang saat kami sudah disangkanya sudah terlelap dan mereka akan pergi saat subuh menjelang atau mereka akan tidur dikamar Toni seakan-akan mereka itu hanya datang untuk nginap saja" ujar fadlan panjang lebar pada azlan saat mereka sudah berada di atas mobil ,fadlan duduk dikursi samping kemudi yang dikendarai oleh Azlan
"jadi menurut mas Fadlan ibu Lilis dan Tia tau banyak tentang mereka semua ?"tanya Azlan pada fadli
"bisa saja mereka tau sesuatu yang menyangkut bos besar yang selama ini melindungi mereka"jawab Fadlan
"emhhh,kasus ini sangat rumit menurut ku karena kita tidak menemukan petunjuk satu pun"ujar azlan mengetuk-ngetuk dagunya
"kita harus lebih waspada lagi, firasatku mengatakan Bu Lilis akan melakukan sesuatu kepada kita terutama kepada mas Fadlan dan mbak Maryam juga pada anak-anak kalian
Untuk saat ini saya harap mas fadlan dan keluarga tinggal dirumah kami saja sampai masalah ini selesai karena saya takut bu Lilis melakukan hal yang tidak kita inginkan dan untuk beberapa hari ini toko tidak usah dibuka dulu sampai anak buah saya datang kemari menemani kalian dan menyamar sebagai karyawan kalian "ujar azlan panjang lebar
"benar Fadlan apa yang dikatakan adikmu kamu tinggal dirumah kami saja dulu untuk sementara waktu demi untuk keselamatan kita semua "ujar pak Fatur yang sedari tadi hanya diam saja
"Ayah dan ibu mulai sekarang jangan dulu sering bepergian sendirian atau berduaan saja sama ibu takutnya mereka mengincar kalian juga apalagi sekarang anak buah kepercayaannya sudah tertangkap kami saja yang notabenenya orang baru menjadi incaran utama mereka "ujar Azlan