
Azlan keluar dari ruang perawatan itu untuk mencari apa yang si inginkan kedua adik angkat kesayangannya itu
sedangkan Ayumi dan Arumi tanpa sadar sudah tertidur disofa dalam ruangan itu dengan posisi Ayumi duduk memangku kepala adik semata wayangnya yang juga ikut tertidur
Azlan yang baru saja datang dari Kantin membeli pesanan Adik-adiknya hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan keduanya
dan pada saat itu juga pria paruh baya yang diberi nama Marvel oleh Ayumi pun sadar
Azlan segera membangunkan Ayumi agar dapat segera memeriksanya
Ayumi mengucek-ngucek matanya karena mengumpulkan kesadarannya setelah tertidur
Arumi pun terbangun dari tidurnya karena terkejut
"kenapa kak!?"tanya Ayumi
"orang itu sudah bangun dek"jawab Azlan
"oh benarkah !!"tanya Ayumi memalingkan wajahnya melihat ke arah pria yang ditolongnya
Ayumi segera bangkit dari duduknya dan mendekati tempat tidur dimana pria itu berada
sedangkan azlan duduk disamping Arumi yang masih mengucek-ngucek matanya lalu menyerahkan kantong plastik yang dibawanya
Arumi mengambil kantong plastik itu lalu membukanya dan mengambil botol air mineral dingin lalu membukanya dan meneguknya hingga setengahnya
Azlan tersenyum dan geleng-geleng kepala
Ayumi kini sudah berdiri disamping pria itu
"maaf pak bagaimana perasaanmu !?"ranya Ayumi
"ukh..."keluh pria itu merasa sakit pada lengan dan punggungnya
"bapak jangan banyak bergerak ya"ucap Ayumi lagi dan pria itu hanya mengangguk saja
"saya dimana !?"Tanya pria itu
"bapak ada dirumah sakit dan baru saja selesai operasi dilengan si punggung bapak maka dari itu untuk sementara bapak Jangan banyak bergerak dulu ya"jawab Ayumi menjelaskan panjang lebar pada pria itu
"iya baiklah,kalau boleh tau siapa yang membawaku kemari !?"tanya pria itu
"saya dan adik saya menemukan bapak tergelak dijalan dengan banyak luka ditubuh bapak hingga kami putuskan untuk membawa bapak kerumah sakit ini"ucap pria itu
"kalau boleh tau,apa ada keluarga yang bisa kami hubungi !?"tanya Azlan yang kini sudah berdiri disamping Ayumi
pria itu terdiam seperti mencoba mengingat sesuatu
setelah lama diam Pria itu menggelengkan kepalanya lalu memegang kepalanya yang seperti orang kesakitan dahinya berkeringat dingin
"jangan dipaksakan pak kalau memang tidak bisa mengingatnya "ucap Ayumi
"iya pak jangan di paksakan,bapak tidak usah khawatir kami akan merawat bapak Sampai sembuh "ucap Azlan
"iya pak sebaiknya bapak istirahat saja dulu"ucap Ayumi
"atau bapak butuh sesuatu !?"tanya Ayumi
"saya ingin minum nak"ucap pria itu
"Rum disitu masih ada air nggak dek!?"tanya Ayumi pada Arumi yang sedang asyik makan cemilan
"ada sih kak tapi dingin,coba ambilkan bapaknya air di dispenser sana kayaknya sudah hangat "ucap Arumi menunjuk dispenser dekat kulkas dalam ruangan itu
Azlan pun berjalan kesana dan mengisi gelas dengan air hangat
"ini pak Airnya "ucap Azlan menyerahkan gelas berisi air hangat pada pria itu
"terima kasih banyak nak"ucap pria itu pada Azlan
"iya pak Sama-sama, sekarang bapak istirahat dulu ya"jawab azlan dan diangguki oleh pria itu
tanpa mereka sadari pria itu meneteskan air matanya merasa terharu karena dia telah ditolong oleh orang-orang baik seperti Ayumi dan Azlan
"dek kayaknya bapak itu lapar deh,coba kamu hubungi orang dapur untuk mengirim makanan kesini "ucap Azlan
"oke kak,saya juga mau menelpon dokter Fatiyah untuk memeriksa keadaan bapak ini lebih lanjut "Jawab Ayumi lalu mengotak atik ponselnya dan sibuk menelpon
"dek bagaimana kondisi bapak ini sebenarnya !?"tanya azlan pada Ayumi ketika mereka sudah duduk disofa
"sepertinya bapak ini mengalami amnesia sementara untuk saat ini,tapi kita tinggu pemeriksaan lengkapnya nanti "jawab Ayumi
tok tok tok
"masuk"jawab Ayumi yang sedang asyik meminum susu yang dibeli oleh azlan
pintu terdorong dari luar ternyata suster yang datang membawa makanan untuk Pria yang ditolong oleh Ayumi
"ini dok pesanannya "jawab Suster itu
"terima kasih banyak ya sus"jawab Ayumi menerima makanan yang diberikan oleh suster itu
"iya dok sama-sama,kalau begitu saya permisi dok"ucap suster Anna
"iya sus, sekali lagi terimakasih ya"jawab Ayumi
suster Anna hanya mengangguk dan keluar meninggalkan ruangan itu
pria itu mengangguk, Ayumi menaikkan tempat tidur agar seperti sedang terduduk
Ayumi menyuapi pria itu dengan telaten, sekali lagi Air mata pria itu jatuh hatinya merasa terharu karena ada seorang anak perempuan yang dengan telaten menyuapinya
pria itu baru merasakan hal seperti ini, walaupun ingatannya sedang hilang namun perasaannya merasa hangat diperlakukan seperti itu oleh orang asing yang tidak dikenalnya
"terima kasih banyak nak "ucap pria itu
"oh iya pak,apakah bapak tidak ingat nama bapak!?"tanya Ayumi
"tidak nak"jawab pria itu
"maaf pak tadi di resepsionis saya memberikan nama bapak Marvel karena saya tidak tau nama bapak "ucap Ayumi
"tidak apa-apa nak, namanya juga Bagus "ucap pria itu tersenyum
senyumannya menular pada Ayumi, setelah makanannya habis ayumi meminumkan obatnya
"apa keluarga kalian tidak mencari kalian nak?!"tanya pak Marvel
"tidak pak kami di kota ini hanya berlima karena ibu kami tugas di pedesaan "jawab Ayumi
"oh begitu ya nak"tanya pak Marvel
"iya pak itu kakak tertua saya dan itu adik bungsu saya sedangkan kakak dan adik saya yang satunya lagi sedang keluar cari makanan "jawab Ayumi dan saat itu juga pintu terbuka, satria dan Azka masuk membawa kantong plastik berisi makanan dan buah
"nah itu kakak dan adik saya pak yang tadi saya ceritakan "ucap Ayumi menunjuk satria dan Azka yang baru sampai
"orangnya sudah sadar dek !?"tanya satria lalu mendekati pak Marvel setelah meletakkan bawaannya
"bagaimana keadaannya pak!?"tanya satria
"sudah Mulai membaik nak "jawab pak Marvel tersenyum
"syukurlah kalau kalau bapak baik-baik saja,oh iya pak saya satria dan ini adik saya yang sudah operasi bapak tadi namanya ayumi "ucap satria
"oh iya pak maaf sedari tadi saya tidak perkenalkan diri ya hehehehe
nama Saya Ayumi pak,ini kakak kedua saya satria
itu kakak pertama saya Azlan,itu azka adik saya dan yang itu si bungsu namanya Arumi "ucap Ayumi memperkenalkan diri walaupun terlambat
"tidak apa-apa nak bapak merasa bersyukur karena kalian sudah berbaik hati sudah menolong bapak"ucap pak Marvel
"iya pak sama-sama "jawab Ayumi dan satria
"kok cari makanannya lama sih!?"tanya Ayumi
"iya dek maaf tadi sekalian makan dan sholat duhur "ucap satria
"oh begitu ya"jawab Ayumi
"ya sudah sana kamu makan dulu setelah itu sholat duhur "ucap Satria
"saya shalat aja dulu deh kak, soalnya tadi sudah makan roti sama minum susu!! Rum sholat dulu yuk" ajak Ayumi pada adiknya
"iya kak"jawab Ayumi
"tunggu dek kita barengan aja biar sekalian kita sholat disini aja"ucap Azlan
"oke"jawab Ayumi lalu berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu di ikuti oleh Arumi
setelah mereka selesai Ayumi mengambil sebuah selimut yang ada di lemari dalam ruangan itu untuk dijadikannya sejadah
mereka bertiga pun sholat duhur berjamaah, Marvel memperhatikan mereka yang sedang melaksanakan kewajibannya
hati Marvel bergetar mendengar suara azlan yang merdu membaca ayat-ayat suci Alquran dalam sholatnya sebagai imam
setelah sholat mereka makan bersama penuh canda dan saling goda satu sama lain,hati Marvel kembali menghangat dia merasa seperti mempunyai keluarga
mempunyai anak-anak yang sangat perhatian padanya
"bapak kenapa !? apa ada yang aakit!?"tanya Azka yang melihat marvel menangis semua menoleh pada Marvel
"tidak nak,bapak tidak apa-apa "jawab Marvel
"trus kenapa bapak menangis !?" tanya Azka lagi
"bapak hanya bahagia di kelilingi oleh anak-anak baik seperti kalian,apakah kalian bersedia menjadi anak angkat bapak!?"tanya Marvel tiba-tiba mereka berlima saling tatap
Marvel merasa tidak enak hati karena permintaannya
"iya pak kami mau"ucap Ayumi dan diangguki oleh yang lainnya, Marvel pun semakin menangis karena merasa bahagia
"Terima kasih banyak nak, terima kasih "ucap Marvel dalam isak tangisnya
"iya pak sama-sama "ucap mereka
sudah seminggu marvel dirawat dirumah sakit Ayumi dan yang lainnya bergantian menjaga Marvel termasuk Fatiyah dan Aurel yang bergantian dengan ayumi mengecek kondisi Marvel,namun ingatannya belum juga kembali walaupun katanya ingatannya itu hanya sementara namun bisa permanen jika lama tidak bisa mengingat bagaimana kehidupan marvel sebelumnya
Hari ini marvel di izinkan pulang,azlan sepakat dengan satria bdan dan azka untuk mengajak Marvel kerumah mereka tapi bukan ke mansion oma Shintya
Marvel pun sudah tiga hari ini telah menjadi seorang mualaf yang dibantu login oleh seorang ustadz yang sering datang ke musholla rumah sakit
flashback end