Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 68



Saat Fatiyah dan Arumi sibuk dengan tugas Arumi, Bayu kembali Asyik ngobrol bareng Roki dan Azlan sedangkan Ayumi juga sibuk dimeja kerjanya mendesain pesanan para pelanggannya


Bayu sesekali melirik ke pada Arumi yang masih sibuk dan serius dengan Fatiyah dan itu semua tak luput dari pantauan Azlan


Azlan tersenyum tipis seolah mendapatkan sesuatu yang sangat menyenangkan hatinya


Azlan merogoh sakunya dan mengambil ponselnya lalu mengetik sesuatu disana


"saya sudah menemukan orang yang cocok "tulis Azlan pada pesannya lalu mengirimnya senyumannya tidak pernah lepas dari bibirnya


"oh iya Bay,saya bisa tanya nggak ?tapi ini sedikit pribadi "tanya Azlan pada Bayu


Bayu yang merasa namanya disebut oleh Azlan menoleh dan menatap Azlan


"iya mas silahkan "jawab Bayu


"Bay,kamu sudah punya pendamping nggak ?"tanya azlan dan semua mendongakkan kepala menatap Azlan karena tidak biasanya Azlan Kepo dengan kehidupan orang lain


"kenapa menatap kakak seperti itu ?"tanya Azlan pada semua adik-adiknya dan juga calon istrinya


"kok tumben sih yhank kamu kepoin orang ?"tanya Fatiyah pada calon suaminya mewakili yang lain dan lainnya hanya mengangguk tanda setuju dengan perkataan Fatiyah


"emangnya nggak boleh ya dek?"tanya Azlan


"boleh sih tapi kok tumben-tumbenan kamu kepo-kepo gitu "jawab Fatiyah


Azlan Hanya cengengesan


melihat itu semua kembali fokus pada kesibukan mereka masing-masing


Riki sedari tadi sibuk dengan ponselnya membalas pesan masuk dari adik-adiknya Rafa dan Rana yang menanyakan beberapa hal tentang pekerjaan mereka


Ayumi sibuk dengan desainnya


Sedangkan Fatiyah dan Arumi sibuk dengan tugas Arumi


Hanya Bayu dan Azlan yang kembali ngobrol berdua


"Bay,kamu ada pasangan nggak ?"tanya Azlan lagi pada bayu kali ini tidak ada lagi yang menatapnya ataupun protes


"ngakak ada mas"jawab Bayu


"Ah yang bener kamu, jangan-jangan nggak ada kalau lagi diluar tapi dirumah lagi ada yang nungguin "ujar Azlan bercanda


"mas Azlan bisa saja,mana ada gadis yang mau sama prima pria cacat seperti ku ini mas"Jawab Bayu


"jangan suka merendahkan diri sendiri mas,belum tentu orang yang terlihat sempurna itu hatinya sesempurna penampilannya


Biasanya tuh facenya meyakinkan namu hatinya bau kayak comberan banyak kotoran nya"ujar Arumi membereskan buku-bukunya karena tugasnya sudah selesai


"nah dengar tuh Bay, kata-kata adikku,jangan suka merendahkan diri sendiri


Biarpun kita punya kekurangan kita harus tetap semangat"ujar Azlan


"beneran Bay kamu nggak lagi dekat dengan seseorang ?"tanya Riki pada Bayu


"nggak ada Rik, sebenarnya sih saya lagi mau deketin seseorang tapi takut dia itu sudah ada yang punya "ujar Riki melirik Arumi sekilas


"kamu pernah coba untuk mendekatinya ?"tanya Riki lagi


"Belum sih soalnya kita baru kenal dan baru ketemu juga pengenalan sih kalau bisa saya nggak mau pacaran tapi langsung Nikah Aja karena usiaku sekarang sudah berapa sudah nggak cocok pacar-pacaran kayak anak ABG labil"jawab Bayu cengengesan dan yang lain pun ikut tertawa


Bayu merasa nyaman ngobrol dengan mereka semua, Bayu merasa sudah sangat dekat dengan mereka padahal mereka baru pertama kali bertemu kecuali Riki yang memang temannya sejak kecil


""Trus rencana kamu kedepannya bagaimana Bay?"tanya Azlan lagi


"Rencana yang mana dulu mas?"tanya Bayu pada Azlan


"soal pekerjaan kamu juga soal gadis yang ingin kamu dekati itu"tanya Azlan, Arumi sempat menoleh kepada Azlan


Azlan dapat melihat ada Sirat kekecewaan dinata adiknya itu


Azlan tersenyum penuh arti


"kalau masalah pekerjaan saya untuk sementara ini saya akan menetap di kampung sebelah tepatnya perbatasan Desa Makmur jaya dan desa makmur maju mas dan kalau masalah gadis itu saya tidak tau harus bagaimana mas maklum nggak ada pengalaman "ujar bayu cengengesan sendiri


"oh begitu ? memangnya kamu punya tempat tinggal di Desa sebelah ?"tanya Riki pada sahabatnya itu


"iya ada, kebetulan saya membangun tempat untuk saya tinggali di belakang tempat usaha yang sedang saya rilis,doakan ya semoga usaha saya ini sukses "ujar Bayu


Aamiin "jawab semuanya


"memangnya mas Bayu buat usaha Apa?"tanya Arumi penasaran


"mas lagi coba peruntungan membuat usaha kuliner didesa sebelah karena disana itu adalah jalan utama untuk menuju ketempat wisata kebun didesa makmur maju "jawab Bayu


"kenapa nggak sekalian di sekitaran tempat wisata mas bikin usaha?"tanya Arumi lagi


"saya pernah mencari lokasi disana namun tidak ada yang cocok semua tempat disana sudah Full dan yang tersisa hanya yang bagian paling dalam dan itu jauh dari jangkauan para wisatawan yang datang berkunjung jadi saya memilih membuat usaha di jalan utama saja karena disana juga ramai rumah penduduk dan saya merasa aman jika tinggal disana "ujar Bayu yang lain hanya menyimak saja obrolan mereka berdua


"oh begitu ya,kenapa tidak sekalian buka usaha penginapan walaupun cuma menyewakan kamar kayak kost-kostan gitu untuk para pengunjung yang datang dari jauh misalnya dari luar kota "ujar Arumi memberikan ide


"iya,itu bagus juga saya nggak sampai kepikiran kesitu


Makasih ya masukkannnya"ujar Bayu pada Arumi


"jangan lama-lama menatap Adikku Bro,nanti kamu mimpi buruk "ujar Azlan,bayu tersenyum kikuk karena tertangkap basah menatap Arumi


Bayu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sedangkan Arumi sudah mengerucutkan bibirnya karena Azlan mengatakan dia adalah mimpi Buruk untuk Bayu


"kenapa mesti jadi mimpi buruk mas,yang ada saya bisa mimpi indah masa gadis cantik dibilang mimpi buruk mas"ujar Bayu tanpa sadar dan itu membuat pipi Arumi bersemu merah


Azlan dan Riki tertawa terbahak bahak mendengar penuturan Bayu


"Beneran bayu kamu bisa mimpi indah bila mengingat Adik saya ini? "tanya Azlan dan itu membuat bayu kembali tersenyum kikuk dan menggaruk tengkuknya


"saya pulang duluan ya kak, soalnya umah minta ditemani ke rumahnya Dokter Firman "ujar Arumi lalu berdiri dari duduknya


"memangnya dokter Firman kenapa ?"tanya Fatiyah


"loh kak Fatiyah nggak tau? Hari ini anaknya Dokter Firman itu aqiqah kak"jawab Arumi


"oh iya Astaghfirullah, kenapa saya jadi lupa sih"ujar Fatiyah lalu merogoh tasnya mencari ponselnya, setelah mendapatkan ponselnya Fatiyah langsung menelpon Aurel


"halo Assalamualaikum,aul hari ini katanya acara aqiqahan anaknya dokter Firman ya?"tanya Fatiyah pada Aurel saat sambungan teleponnya terhubung


"waalaikumsalam, kenapa Fat?


iya ini kita sudah pada mau berangkat bareng-bareng "jawab Aurel


"lah trus saya sama siapa dong kesananya "tanya Fatiyah


"emangnya kamu dimana sekarang ?"ujar Aurel kembali bertanya


"lagi diruko bareng Ayumi"jawab Fatiyah


"kamu bareng Ayumi aja perginya atau bareng mas Azlan"jawab Aurel


"ya sudah saya tanya Ayumi dulu"jawab Fatiyah


"okey, assalamualaikum "ucap Aurel


"waalaikumsalam "jawab Fatiyah lalu mematikan sambungan telponnya


"yum, kamu temani saya ke acara aqiqah anaknya Dokter Firman ya!"ujar Fatiyah pada Ayumi


"maaf Fatiyah, kayaknya saya nggak bisa deh ini pesannya orang harus saya selesaika,maaf ya "jawab Ayumi merasa tidak enak Hati


"okey no problem swety"jawab Fatiyah karena dia tau membuat desain pakaian sangat susah butuh waktu dan kesabaran


"Mas kamu temani saya ya"ujar Fatiyah pada Azlan


"okey sayang "jawab Azlan


"makasih mas"ujar Fatiyah memeluk lengan kekar calon suaminya itu


"sama-sama, sayang "jawab azlan tersenyum


"ya sudah kalau begitu saya duluan ya kak soalnya umah udah nunggu"ujar Arumi


"emangnya Umah Nunggu dimana ?"tanya Fatiyah


"dipuskesmas !"jawab Arumi


"kalau begitu kita bareng aja,kita pakai mobilnya Mas Azlan aja"ujar Fatiyah dan Azlan hanya mengangguk


"ayo kalau begitu kita berangkat sekarang "ujar Arumi


"iya sudah Ayo, Mas Ayo"ujar Fatiyah pada Azlan


Azlan dan Fatiyah berjalan terlebih dahulu keluar dari ruangan kerja Ayumi


Arumi menyusul mereka


Namun saat akan menuruni tangga Bayu datang dan memanggilnya


Bayu berjalan cepat dengan sedikit pincang kearah Arumi


"Rum,mas bisa nggak minta nomer telpon Kamu ?"ujar Bayu


"oh bisa mas,tapi tidak akan ada yang marah kan mas?"jawab Arumi


"nggak adalah Rum"sahut Bayu cepat


"ya sudah ini nomor ponselku "ujar Arumi memperlihatkan nomor ponselnya pada Bayu


Bayu segera memasukkannya kedalam ponselnya dan menghubungi Arumi


"oh ini nomor ponsel mas?saya save ya mas"ujar Arumi


"iya Rum"jawab Bayu cepat


Setelah itu mereka berjalan menuruni tangga dan berjalan keluar dari Ruko


Hati bayu merasa bahagia karena bisa mendapatkan nomor ponsel Arumi


Senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya