
setelah kembali dari rumah istri muda pak Wijaya Bayu pulang kerumahnya dengan wajah lesu sedangkan azlan sudah kekota seperti yang dikatakannya
"loh kamu kenapa mas!?" tanya Arumi saat melihat wajah suaminya yang terlihat sangat kusut seperti sedang banyak pikiran
"tidak apa-apa sayang,mas cuma capek aja" jawab Bayu
"ya sudah mas istirahat aja dikamar" ucap Arumi tidak ingin banyak tanya pada suaminya itu walaupun Arumi sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi pada suaminya itu namun Arumi akan sabar menunggu suaminya bercerita sendiri nantinya
"iya sayang, anak-anak mana!?" tanya bayu karena tidak melihat anak-anaknya
"anak-anak ada dikamar mama mas,Arshila senang menemani mama
mama juga terlihat tidak bosan jika ada shila yang terngoceh didekatnya
oh iya mas mama tadi sudah bisa menggerakkan tangannya loh walaupun hanya sedikit " ucap Arumi
"ah yang bener sayang !?" kata Bayu dengan mata melotot
"iya mas tadi itu shila lagi duduk dekat mama trus shila mijitin tangannya mama sesekali diciumnya sambil berceloteh tiba-tiba mama mengangkat tangannya dan menyentuh pipi shila sebentar "jawab arumi menceritakan apa yang terjadi pada ibu mertuanya itu
"Alhamdulillah ya Allah, terima kasih banyak ya Sayang kamu merawat mama dengan baik
terimakasih banyak karena tidak menaruh dendam pada mama padahal mama sering menghina kamu dan keluargamu "mata Bayu berkaca-kaca dia terharu karena istrinya punya hati yang besar dan baik karena mau merawat ibunya yang sedang sakit walaupun sewaktu ibunya sehat suka menyakiti hati arumi dengan ucapannya yang tajam
"iya mas sama-sama, lagian siapa yang akan merawat mama jika bukan saya
istrinya Bima kan jauh sedangkan kita yang paling dekat dengan mama"jawab Arumi dan membuat Bayu semakin terharu
"sekali lagi makasih sayang,kalian memang sekeluarga orang-orang yang baik hati,saya merasa beruntung karena diterima dalam keluarga kalian
sayang jangan pernah bosan pada mas ya,mas tidak akan sanggup hidup tanpa kalian " ucap bayu namun kini bayu sudah terisak
"loh mas kok jafi nangis !?" tanya Arimi bingung
"tidak sayang,ini air mata bahagia mas bahagia memiliki kalian " jawab Bayu memeluk tubuh istrinya
"terimakasih karena sudah mau menerima mas yang tidak sempurna ini" ucap Bayu yang Masih memeluk tubuh istrinya itu
"iya mas,saya juga ucapkan terima kasih karena mas selalu ada untukku " jawab arumi membalas pelukan suaminya
Bayu mengurai pelukannya lalu mencium kening dan bibir istrinya
"ya sudah mas istirahat ya,rumi mau buat makan siang dulu mumpung anak-anak lagi anteng " ucap arumi dan diangguki oleh bayu
"saya mau lihat anak-anak dulu dikamar mama" jawab bayu melangkah kekamar tamu dimana Bu Raidah berada
sedangkan arumi melangkah masuk kedalam dapur dan disana sudah ada bibik yang sedang memesak menu makan siang sesuai dengan keinginan Arumi
"bik bubur untuk mama sudah matang !?" tanya Arumi
"sudah Nya,itu saya sudah taruh dimangkuk biar nggak terlalu panas jika nyonya mau nyuapin ibuk"jawab bik nuni
"makasih ya bik ! oh iya bik apa masakannya sudah jadi semua !?" tanya Arumi
"belum nya tinggal cumi asam manisnya belum bibik buat " jawab bik Nuni
"ya sudah nggak apa-apa,kalau begitu bibik kerja yang lain saja biar saya yang selesaikan memasaknya " jawab Arumi
"iya nya,saya beres-beres rumah dulu nya" jawab bik nuni membungkukkan badannya sedikit
"iya bik,tapi kalau sudah terasa capek bibik istirahat saja dulu biar sebentar dilanjutkan lagi beres-beresnya "ucap arumi dan mulai memasak makanannya
"iya nya,tapi saya selesaikan saja semua nya jadi sebentar tinggal istirahat " jawab bik Nuni
"iya bik terserah bibik aja mana baiknya " ucap Arumi
"iya nya"jawab bik Nuni lalu keluar dari dalam dapur dan mulai bersih-bersih rumah lagi tapi kali ini bik Nuni membersihkan bagian gudang yang terlihat sedikit berantakan
kalau dia ruang tamu dan diruangan lainnya sudah di beres kannya pagi tadi
bik nuni merasa senang karena anak majikannya tidak ada yang nakal dan suka menghamburkan mainan jika pun mereka menghamburkan mainannya maka anak pertama majikannya dengan suka rela membantunya berberes ini lah bik nuni kenapa sangat senang bekerja disana
karena pekerjaannya akan terasa sangat ringan karena majikannya suka membantu pekerjaannya
sedangkan dikamar tamu Bayu yang awalnya ingin melihat anak-anaknya dan juga ibunya kini ikut tertidur disamping sang ibu sambil memeluknya
anak-anaknya sudah dipindahkannya ke boks nya karena Arumi sengaja menyimpan boks bayinya didalam kamar ibunya itu, Arumi juga menyimpan satu buah tempat tidur yang tidak terlalu besar dikamar itu untuk dipakainya untuk beristirahat agar tidak membuatnya bolak-balik jika sedang merawat mertuanya
Bayu semakin bangga dan bahagia melihat istrinya seperti itu
tak jarang juga Arumi menyewa perawat untuk menjaga Bu Raidah jika harus ke luar kota untuk mengikuti seminar atau bekerja di kliniknya
Arumi masuk kekamar tamu untuk memanggil suaminya karena azan duhur sudah terdengar
namun saat Arumi masuk kedalam kamar ibu mertuanya
arumi geleng-geleng kepala saat melihat suaminya begitu nyenyak memeluk tubuh ibunya
Bu Raidah menggerakkan matanya saat melihat Arumi tersenyum melihat Bayu tidur dengan posisi seperti itu
"ma saya bangunkan mas bayu ya untuk sholat duhur dan makan siang" ucap Arumi dan lagi-lagi hanya mata Bu Raidah yang bergerak-gerak pertanda mengiyakan ucapan menantunya
Ayumi mendekati suaminya yang tidur disamping ibunya
"mas bangun, sudah duhur setelah itu kita makan siang " ucap Arumi pelan
Bayu menggeliatkan tubuhnya dan membuka matanya perlahan
"bangun mas,tuh lihat tanganmu menindih perut mama kan kasian mama" ucap Arumi
Bayu melirik tangan kekarnya yang melingkar di perut sang ibu
"maaf ya ma bayu ketiduran tadi"ucap bayu dengan suara seraknya meminta maaf pada ibunya itu
setelah kesadarannya terkumpul saat terbangun dari tidurnya Bayu turun dari ranjang ibunya bayu langsung naik kekamarnya untuk membersihkan diri dan melaksanakan sholat duhur
setelah sholat Bayu kembali turun kelantai satu dan masuk kedalam kamar ibunya
Bayu melihat betapa telatennya istrinya itu menyuapi makan ibunya tanpa terasa air matanya mengalir membasahi pipinya
Bayu segera menyeka air matanya sebelum isterinya melihatnya
"sayang kamu sudah sholat !?" tanya Bayu pada istrinya
"sudah mas, tadi sebelum nyuapin ibu saya sholat dulu" jawab Arumi
saat Bayu akan mendekati istri dan Ibunya tiba-tiba saja Putranya terbangun
"eh jagoannya Biyyah sudah bangun " ucap Bayu
"mamamam" jawab Aarav berceloteh memainkan kakinya
"lapar ya sayang" jawab Bayu
"aaaaa" ucap Aarav membuka mulutnya Bayu tertawa melihat tingkah Putranya itu tak lama putrinya juga ikut terbangun
"eh cantiknya Biyyah juga sudah bangun " ucap Bayu mendekati Putrinya itu
"ayo sayang cuci muka dulu biar seger " ucap bayu dan menggendong Putrinya masuk kedalam kamar mandi untuk membasuh mukanya
"ayo yah kita makan dulu,nenek juga sudah makan dan minum obat " ucap Arumi pada suaminya yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi
"ayo sayang kita makan dulu" ucap Bayu pada putrinya
Arumi mengambil putranya dari dalam boksnya dan menggendongnya keluar dari kamar tamu tak lupa arumi juga membawa mangkuk kotor bekas bubur mertuanya
kini mereka berempat duduk dimeja makan Aarav yang masih berusia tujuh bulan diletakkan di kursi khusus bayi begitu pun dengan Arshila yang punya kursinya sendiri hingga memudahkannya untuk makan sendiri
saat mereka sedang menikmati makan siangnya tiba-tiba saja Bima datang
"waalaikumsalam,eh Bim ayo masuk sekalian kita makan siang bareng" ajak arumi pada adik iparnya itu
"istri dan anak kamu nggak ikut !?" tanya Arumi celingak-celinguk mencari keberadaan istri dan anak adik iparnya
"mereka nggak mau ikut mbak, mertuaku melarang mereka ikut datang kemari " jawab bima sendu
"ya sudah ayo kita makan dulu kamu pasti belum makan kan!?" tanya Arumi dan mendapatkan anggukan kepala dari adik iparnya itu
mereka berjalan kedalam rumah dan langsung menuju ruang makan bima duduk disamping kakaknya
"ini bim,ayo makan dulu "ucap Arumi menyerahkan piring yang sudah di isinya karena Arumi sudah hafal apa kesukaan adik iparnya itu
"makasih kak" jawab Bima menerima piring nasi yang sudah di isi oleh kakak iparnya itu
mereka pun makan dengan tenang sesekali terdengar suara celotehan Aarav dan Arshila disela-sela makan siang mereka
Ayumi menyuapi bayinya dengan bubur khusus bayi dan Arumi juga sesekali menyuap makanannya sendiri
Bayu dan Bima kagum melihat Arumi yang bisa memanfaatkan waktunya
walaupun sedang mengurus Putranya Arumi juga bisa makan tanpa merasa terganggu dengan anak-anaknya