Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 72



Setelah semua sepakat dengan tanggal pernikahan Arumi dan Bayu mereka menikmati hidangan yang disajikan oleh Bu Ayudia


Saat mereka sedang bercengkrama tiba-tiba saja terjadi keributan diluar rumah Bu Ayudia tidak lama kemudian Haris masuk kedalam rumah sambil berteriak memanggil nama Pak Umar


"Umar Affandi"teriak Haris memanggil nama Pak Umar


Semua yang ada didalam rumah terkejut


"bagaimana bisa dia menerobos masuk ?"tanya Azlan pada adiknya


"tidak tau kak, padahal saya sudah memerintahkan orang-orang Kita untuk berjaga diluar"jawab Satria


"coba kamu cek keluar apa yang terjadi diluar "ujar Azlan pada satria dan satria pun langsung bergegas berlari keluar dari dalam rumah untuk melihat situasi yang terjadi di luar


Satria terkejut melihat anak buahnya terlihat kewalahan menghadapi anak buah Haris


yang tidak seimbang


Satria segera mengerahkan anak buahnya yang lain untuk datang membantu mereka


Satria segera masuk dan melaporkan situasi yang telah terjadi diluar sana


Azlan dan azka segera bergegas keluar untuk memberikan bantuan


Namun tanpa mereka sadari Haris dan pak Umar memiliki rencana


Haris berpura-pura marah-marah kepada pak Umar untuk mengalihkan perhatian semua orang dan saat perhatian mereka lengah pak Umar langsung membekap mulut Arumi dan mengancamnya dengan pisau dapur yang sejak tadi diselipkan dibelakang bajunya


Semua panik melihat itu,pak Umar memilih Arumi karena Pak Umar sangat tau jika arumi tidak sekuat tenaga Ayumi dan Bu Ayudia yang terlihat lemah lembut namun mereka sangatlah kuat dan menguasai seni beladiri


Haris dan pak Umar tersenyum menyeringai kearah mereka semua


"umar lepaskan putriku "ujar Bu Ayudia dengan wajah memerah


Begitu pun dengan ayumi dan semuanya yang melihat itu semua merasa geram dengan apa yang dilakukan oleh pak Umar


Bayu hendak mendekati pak Umar untuk menolong calon istrinya namun pak Umar mengancam mereka tidak segan-segan menyakiti putrinya sendiri


"kamu ingin putrumu selamat Audi? Jika kamu menginginkan keselamatannya maka segera serahkan semua harta warisan yang diberikan oleh papamu "jawab pak Umar tersenyum menyeringai


"Dasar kau Umar memang tidak pernah bisa berubah, yang ada dikepala dan hatimu hanyalah Harta"ujar Bu Ayudia geram


"Baiklah saya akan menyerahkan semuanya kepadamu akan tetapi lepaskan terlebih dahulu anakku "ujar Bu Ayudia


"tidak segampang itu Audi"jawab Pak Umar


"apa lagi maumu Umar"tanya Bu Ayudia


"hahahaha,saya akan memberikanmu nanti"ujar pak Umar lalu menyeret paksa Arumi keluar dari dalam rumah


Arumi meronta-ronta sehingga pisau yang dipegang oleh pak Umar melukai leher Arumi


Haris mengikuti langkah pak Umar keluar dari dalam rumah


Bayu merasa geram dengan apa yang dilakukan oleh pak Umar yang rela mencelakai putri kandungnya sendiri,namun bayu tidak ingin bertindak gegabah karena itu bisa membuat Arumi semakin terluka


tanpa sepengetahuan mereka trio Kwek Kwek dan Nana yang sejak terjadinya keributan dan melihat pak Umar mengancam Arumi "mereka pelan-pelan meninggalkan lokasi dan mereka segera berganti pakaian yang memang masih ada didalam kamar yang mereka tempati dulu saat mereka tinggal disana


"Yum,aul kalian belum isi kan?"tanya Fatiyah kepada kedua sahabatnya itu karena dia takut jika keduanya sedang berbadan dua sam dan mereka akan melakukan aksi yang berbahaya nantinya


"tenang aja iyah


kami belum dipercayakan dan saya sengaja menundanya karena Arisha masih ingin dimanja "jawab Ayumi


"Na kamu tinggal disini ya pantau kami dari jauh dan jika Handphone kami sudah tidak bisa dilacak itu berarti kami berada disuatu tempat yang yang tidak terjangkau oleh signal dan mungkin kami dalam bahaya maka segera beri tahukan kak Azlan, satria dan Azka agar mereka bisa melacak lokasi terakhir kami "ujar Ayumi pada Nana


"tapi kak Nana juga ingin ikut dengan kalian "ujar Nana


"kalau kamu ikut siapa yang akan bertugas disini untuk memantau kami dan mengirimkan kami bantuan "ujar Ayumi


Dan Nana hanya bisa mengangguk karena apa yang dikatakan oleh Ayumi itu benar


"Baiklah kalau begitu kita pergi dari sini dan memperhatikan pergerakan mereka dari jauh"ujar Fatiyah memaparkan rencananya


"trus bagaimana kita mengikuti mereka"tanya Aurel


"Kita masuk kebagasi mobil mereka karena saya yakin pak Umar tidak akan menyerahkan Arumi begitu saja pasti dia memiliki rencana lain"ujar Fatiyah


"oke kalau begitu ayo segera kita keluar dan menjalankan rencana mumpung masih sibuk "ujar Ayumi dan diangguki keduanya


Mereka pun keluar dari pintu belakang dan memanjat tembok yang tidak begitu tinggi hingga memudahkan mereka untuk memanjatnya


Mereka bertiga masuk kedalam bagasi dan mencari posisi yang aman dan nyaman untuk bersembunyi di bagasi itu


Tak berselang beberapa lama seperti perkiraan Fatiyah pak Umar dan Haris keluar dari dalam rumah dan menyeret paksa Arumi untuk naik keatas mobil milik Haris


"ayo kita ke markas "Ucap Haris pada anak buahnya


Dan perlahan mobil itu pun bergerak entah membawa mereka kemana karena mereka hanya mendengar Haris berucap kata markas


Setelah pak Umar dan Haris serta anak buahnya meninggalkan rumah Bu Ayudia


Bu Ayudia menangis Histeris karena apa yang ditakutkan nya selama ini ternyata terjadi dihari bahagia putrinya


"awas kau Umar jika saya menemukanmu detik itu juga saya akan memberikanmu suntikan mati"ujar Bu Ayudia geram mereka yang tau karakter Bu Ayudia menjadi bergidik ngeri saat melihat Bu Ayudia seperti itu


"sekarang kita harus bagaimana mas?"tanya Bayu cemas pada calon istrinya


"kamu tenang Bay, orang-orang kita sudah mengikuti mereka lemana dia akan membawa Arumi"jawab Azlan tenang namun kenyataannya dia pun sangat cemas dengan adiknya itu


"Azlan, satria,azka siapkan berkas yang diminta pria sinting itu kita akan menjemput adikmu dan membuat perhitungan dengan pria tak tau diri itu "ujar Bu Ayudia dingin


"iya Umah "Azlan, satria dan Azka bersamaan


"Azka siapkan semua "ujar Azlan pada Adiknya itu


"siap kak"tanpa menunggu lama Azka pun pergi untuk menjalankan tugasnya


"satria siapkan anak-anak "perintah Azlan pada Satria


"siap kak"satria pun pergi dari sana untuk menjalankan tugas Dari kakaknya itu


"umah dan yang lainnya kalian istirahatlah dulu biar ini Azlan yang urus dengan Adik-adik"ujar azlan merangkul pundak Bu Ayudia


"tapi adikmu Azlan,umah khawatir pria sinting itu melakukan sesuatu kepada adikmu "ujar Bu Ayudia meneteskan air matanya yang lain pun ikut cemas terutama keluarga Bayu yang mengkhawatirkan keadaan calon menantu mereka


"Bu Ayudia kami pamit pulang dulu "ujar bu artika ibunda Bayu


"jangan bu, saya takut haris memerintahkan anak buahnya untuk mencelakai kalian dalam perjalanan pulang nanti "ujar Azlan


Dan mereka pun menjadi bergidik ngeri mendengar penuturan Azlan


"Bay lebih baik kita bawa semua keluargamu kerumah ku untuk beristirahat sampai keadaan membaik "ujar Azlan pada Bayu


"iya mas kalau itu yang terbaik menurut mas Azlan "jawab Bayu


"baiklah sekarang kamu antar keluargamu kerumah, Tante om kalian istirahat dirumah dulu"ujar Azlan pada orang tua Bayu


"iya Nak Azlan "jawab Bu Kartika


saat Bayu akan melangkah keluar rumah untuk mengantarkan orang tuanya kerumah Azlan tiba-tiba Abian dan Arisha datang menanyakan keberadaan Ayumi


"Ayah, Bunda mana ?"tanya Abian pada Riki


Anak-anak Riki memang tidak bisa terlalu lama jauh dari Ayumi


"mungkin Bunda lagi dikamar sedang istirahat "jawab Riki pada anaknya itu


Abian pun berlari kelantai dua untuk menemui bundanya


namun tak berapa lama mereka kembali lagi


"Bunda nggak ada ayah dikamar mami Aurel dan mama Fatiyah juga nggak ada "ujar Abian


"di tamal aunty lumi pun nda dada"jawab Arisha kini


azlan menepuk jidatnya dan menggelengkan kepalanya


"kenapa mas?"tanya Riki heran melihat tingkah Azlan


"mereka sekarang sedang bertualang "jawab azlan


"maksudnya ?"tanya Riki dan bayu bersamaan


"Bibu Nana mana sayang "tanya Azlan pada Abian


"Bibu ada di halaman belakang papa" jawab Abian


"papa bisa minta tolong tidak sayang untuk memanggil bibu?"tanya Azlan pada Abian


"bisa papa,ayo dek kita panggil bibu"ujar Abian pada adiknya dan berlari kearah belakang untuk mencari Nana