
setelah terdengar suara tangisan bayi dari dalam kamar bersalin mereka baru mengingat jika para suami lagi lagi mereka lupakan
"eh kalian sudah menelpon papa" tanya Ayumi menggerakkan kursi roda yang didudukinya dengan mendorong rodanya memakai tangannya
"astaghfirullah,kok kalau kita lagi panik pasti deh lupa kalau punya suami "jawab Fatiyah menepuk jidatnya sendiri
mereka semua mengangguk anggukkan kepalanya lalu cekikikan bersama
"iya ya,ini mungkin karena kita jadi istri terlalu mandiri " ucap Aurel
tak berapa lama terdengar suara langkah kaki yang begitu banyak datang dengan terburu-buru
mereka semua memalingkan wajah melihat siapa yang datang
ternyata yang datang para suami mereka juga anak-anak mereka
kelima ibu-ibu cantik itu langsung wajah tak berdosanya plus nyengir kuda
"sayang kamu kenapa!?"tanya Riki saat sudah berada didekat istrinya, Riki cemas melihat istrinya duduk di kursi roda
"tidak apa-apa yah, lagi capek aja jadi duduk disini "jawab Ayumi masih nyengir
"dunda ipu tok tulsina ada lodana!?" tanya Al Raiyan dan Raina langsung meminta ayahnya untuk mendudukkan nya dipangkuan sang ibu
"iya sayang ini namanya kursi roda, dipakai untuk orang yang lagi sakit dan tidak bisa jalan
"apatah dunda juda satit dan pidat piza dalan?!"tanya Raina mendongakkan kepalanya menatap wajah ibunya
"tidak sayang bunda hanya numpang duduk saja,bunda capek jadi bunda duduk disini "jawab Ayumi
"oh beditu !"ucap Al Raiyan dan Raina
"bagaimana keadaan umah " tanya papa marvel
"Alhamdulillah umah baik-baik saja dan selamat untuk papa sekarang jadi papa lagi dan kami punya adik"ucap Arumi memeluk papanya itu
"Alhamdulillah,tapi kenapa sih tidak memberi tahukan kami saat umah mau lahiran !?" tanya papa marvel
"hehehe maaf pa kami mendadak pikun jika sudah panik, trus yang memberi tahukan kalian siapa kalau kami ada disini !?" jawab Fatiyah cengengesan dan balik bertanya karena penasaran siapa yang memberitahukan kepada mereka
"Arumi kirim pesan pada kami semua jika umah sudah dipuskesmas karena akan melahirkan "jawab papa marvel
mereka semua nyengir kuda dengan wajah tanpa dosa
"sudah papa mau menemui umah kalian dulu,papa juga mau lihat adik kalian "ucap papa Marvel dan berjalan masuk kedalam ruangan dimana istrinya berada
Bu Ayudia sudah di bersihkan oleh perawat yang menanganinya begitu pun dengan bayinya
"sayang bagaimana keadaanmu "ucap papa Marvel pada Bu Ayudia
"Alhamdulillah saya baik-baik saja mas" jawab Bu Ayudia
papa marvel mencium kening istrinya dengan sayangnya
"makasih ya sayang sudah mau melahirkan buah hati kita "ucap papa Marvel lagi
"iya mas sama-sama,selamat ya mas kamu sudah jadi papa beneran " ucap Bu Ayudia tersenyum kepada suaminya itu
"iya sayang, sekali lagi terimakasih ya"jawab papa marvel dan mencium kembali kening sang istri
"maaf pak bu ini bayinya silahkan diazani"ucap salah satu perawat menyerahkan bayinya pada papa marvel
"makasih sus" jawab papa marvel menerima Putranya
"selamat datang baby tampannya papa" ucap papa Marvel
"papa akan memberikanmu nama Mohammed Afkar Falah al gifari agar kelak kamu bisa menjadi anak yang bijaksana dan sukses "ucap papa Marvel pada putranya itu
"aamiin "jawab Umah Ayudia tersenyum
hatinya sangat bahagia masih diberi kesempatan untuk memiliki anak sendiri walaupun semua anak sambungnya sangat sayang dan hormat padanya tapi dengan memiliki buah cinta darah dagingnya sendiri membuat papa marvel sangat bahagia
setelah mengazani Putranya papa marvel menyerahkan kembali Putranya pada Susternya
papa marvel tidak menyangka jika dirinya yang dulu seorang mafia kejam kini bisa memiliki keturunan ini semua karena cinta dan kasih sayang yang diberikan oleh Ayumi
ayumilah yang mengajarinya menyayangi orang lain tanpa meminta imbalan
Ayumilah yang telah membawanya kejalan yang benar dan menyadarkannya serra memberikannya kehangatan sebuah keluarga, Ayumi mempercayakannya untuk menikahi ibunya
ayumilah yang telah memberikannya kepercayaan penuh
tak terasa air mata papa marvel jatuh membasahi pipinya,papa Marvel masih seperti sedang bermimpi jika saat ini dia benar-benar memiliki keturunannya sendiri
"mas kenapa kamu menangis !?" tanya umah Ayudia
"tidak apa-apa sayang,mas sangat bahagia bisa memiliki kalian kamu dan anak-anakmu sangat baik mau menerima ku tanpa memandang masa laluku yang kelam" ucap papa marvel semakin sesegukan
"sudah mas,kami menerimamu apa adanya karena kami mencintaimu dan percaya kamu pasti bisa menjadi panutan kami dan melindungi kami"jawab umah Ayudia menyeka air mata suaminya itu
"iya sayang mas akan berusaha untuk selalu membahagiakan kalian dan juga selalu melindungi kalian "ucap papa marvel
"maaf pak bu, sekarang ibu bisa di pindahkan keruang pemulihan mari saya antarkan bu" ucap perawat itu
"iya sus, silahkan "ucap papa marvel
kini bu Ayudia di pindahkan keruang perawatan dan saat mereka keluar dari ruangan persalinan Bu Ayudia dan papa marvel geleng-geleng kepala melihat tingkah anak dan cucu-cucunya
Ayumi mendudukkan anak-anaknya bergantian di atas kursi roda lalu mendorongnya suara gelak tawa mereka begitu riuh
bahkan Fatiyah dan Aurel pun ikut bermain bersama mereka
"benar-benar mereka sungguh ajaib " ucap Bu Ayudia tersenyum melihat itu semua
papa marvel pun ikut tersenyum melihat itu semua
"maaf bu itu kursi rodanya jangan dijadikan mainan nanti bisa rusak" ucap perawat yang mendorong kursi roda bu Ayudia
"hehehe maaf ya sus"ucap Fatiyah
suster itu hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua dokter yang terkenal sangat cerdas bila sedang bekerja namun suster itu melihat sisi lain kedua dokter idolanya jika bersama keluarganya
kini mereka semua mengikuti kemana perawat itu membawa san ibu
sedangkan Ayumi masih mendorong kursi roda yang mereka maini karena amira dan Raina tidak mau turun dari kursi itu
kini mereka sudah berada di dalam ruang perawatan bu Ayudia beruntungnya hanya Bu Ayudia yang menempati ruangan itu hingga para bocil bebas untuk bermain
"sasamamualaitum antel tezil,pemamat tatang apy pampan"ucap Zahira pada Baby Afkar
semua bocil yang mendengar ucapan zahira kini mereka mendekati boks bayi itu
"ussssttt, talian poleh detak-detat pati pidat poleh bibut ya banti antel tezil banun lalu nanis "Zahira memperingatkan semua saudaranya agar jangan ribut
"alo baby atu ata echa" ucap Alesya memperkenalkan dirinya
yang lain pun memperkenalkan dirinya masing-masing
"popa zpasa sih mamana antel tezil!?" tanya Arayan
"iya popa spasa sih mamana " sahut Raina adik kembar Arayan
"namanya Mohammed Afkar Falah al gifari jadi kalian panggil saja Afkar " jawab papa marvel
"oh dadi mamana antel baby apkal"jawab semua bocil manggut-manggut