Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 124 Hamil saja kompak



Pov Riki


satelah kedua kakak iparku keluar dari ruang pemeriksaan istriku sangat antusias menyambut mereka berdua ingin bertanya apakah dia juga sedang hamil atau ada masalah dengan mereka namun belum sempat bertanya namanya sudah dipanggil


"ibu Ayumi,mari bu silahkan masuk" ucap suster itu


kami pun segera berdiri dan masuk kedalam ruangan pemeriksaan


"silahkan duduk bu pak"ucap suster itu lagi mempersilahkan kami duduk di depan meja dokter namun dokter terlihat sedang sibuk memeriksa sesuatu di komputernya


"selamat malam ibu bapak, ada yang bisa saya bantu ?!"ucap dokter spesialis kandungan itu dengan ramah


"selamat malam dok"jawabku karena Ayumi sibuk membalas pesan entah dari siapa tapi saya yakin itu pasti pesan dari salah satu keluarga dirumah karena saya yakin mereka khawatir pada kami


"sayang balas chat sebentar aja,tuh dokter sudah ada didepan kita"kataku pada ayumi dan Ayumi pun menyimpan ponselnya kedalam tasnya


"selamat malam dokter ayumi"ucap dokter pada istriku dan ternyata mengenal Ayumi


Ayumi mendongak memandang Dokter kandungan yang duduk didepan kami


"dokter Andara !?"ucap Istriku terkejut


"iya dokter Ayumi, bagaimana kabarnya "ucap dokter yang dipanggil andara oleh Istriku


"Alhamdulillah sehat dok,kapan dokter kembali lagi kekota ini?!"tanya Ayumi pada Dokter Andara


"Sudah hampir setahun saya tugas di klinik ini"jawab dokter Andara


"oh,trus suami dokter ?!"tanya Ayumi lagi


"kami sudah lama berpisah dok"jawab dokter andara dengan wajah sendu


"maaf maaf saya tidak tau "ucap Ayumi merasa tidak enak hati


"tidak apa-apa dok "ucap dokter Andara lagi


"jangan panggil panggil dokter dong,saya kan sekarang pasien"ucap Ayumi tertawa


"iya ya,baik baik bu Ayumi "ucap dokter Andara ikut tertawa


"nah itu kan lebih enak"jawab ayumi,saya hanya jadi penonton percakapan dua orang teman yang sudah lama tidak bertemu


"hehehe, baiklah apakah ada yang bisa saya bantu bu!?"tanya dokter Andara


"begini dok kami ingin memeriksakan kesehatan kami, maksud saya apakah kami tidak mempunyai masalah soalnya kami ingin program punya Anak "ucapku


"maaf dok sebelumnya,saya mau tanya bagaimana kedua kakak saya tadi,maksudku Fatiyah dan suaminya " tanya Ayumi pada dokter andara


sepertinya istriku ini sangat penasaran pada hasil pemeriksaan kakak dan sahabatnya itu namun sebenarnya saya juga sangat penasaran apakah kak Fatiyah sedang hamil atau bagaimana


"oh mereka baik-baik saja dan juga sangat sehat "jawab dokter andara tersenyum


"Alhamdulillah, syukurlah kalau mereka sehat "jawab istriku ini


"baiklah bu Ayumi ayo silahkan naik keatas ranjang dan kita melakukan pemeriksaan,kita akan lakukan USG agar kita tau Apakah rahim ibu sehat atau sedang bermasalah "ucap dokter Andara


Ayumi pun berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ranjang dan naik keatas ranjang dibantu oleh suster


saya berdiri didekat kepalaku istriku, suster menyingkap baju Sampai bagian perut dan memberikan selimut dikaki Ayumi


perut Ayumi diberikan sesuatu seperti odol tapi kelihatannya seperti jel


dokter Andara pun meletakkan alat USG di perut istriku itu lalu menggerakkannya kekiri dan kekanan,saya tidak mengerti apa yang dilihat disana yang terlihat hanya seperti lorong gelap


"lihat bu Ayumi,ibu tidak perlu lagi melakukan program hamil karena sekarang ibu sedang hamil "ucap dokter Andara dan betapa bahagianya hatiku mendengar perkataan dokter berlesung pipi itu


"apa dok,apa saya tidak salah dengar ?!"tanya istriku terkejut


"iya bu Ayumi ini Kantong janinnya,dan usianya baru sekitar 6 Minggu "ucap dokter andara


"Alhamdulillah ya Allah,mas yumi sudah hamil mas Abang dan icha pasti senang bakal punya adek bayi"ucap istriku sangat bahagia sehingga sudut matanya berair


"iya sayang abang dan Icha pasti senang,bunda mulai sekarang jangan capek-capek ya"ucapanku penuh haru


"iya ayah,bunda tidak akan Capek-capek "ucap istriku lagi


"oh iya dok apa anak kami sehat !?"tanyaku


"iya pak bayinya sehat"ucap dokter


Dug Dug Dug Dug Dug


"bapak dan ibu dengarkan bunyi jantungnya,itu pertanda bayi bapak dan ibu sehat "ucap dokter lagi, rasanya air mataku ingin berlomba keluar tapi kutahan mendengar bunyi jantung buah hatiku membuatku sangat terharu walaupun ini bukan anak pertamaku tapi rasanya seperti saat pertama kali tau abian bersemayam dalam rahim istri pertama ku


setelah suster mem bersihkan perut istriku dari jel tadi kami kembali duduk didepan dokter mendengarkan nasehat-nasehatnya untuk kesehatan istriku dan calon bayi kami


"saya ucapkan selamat ya buat bapak dan ibu atas kehamilannya "ucap dokter Andara


"ingat jaga kesehatan,makan makanan yang bergizi dan minum susu untuk kebutuhan nutrisi ibu dan bayinya


dan satu lagi jangan terlalu capek ya bu"ucap dokter Andara lagi


"iya dok, terima kasih banyak ya atas bantuannya "ucapku


"iya pak sama-sama,tolong awasi ibu ya pak dan jangan biarkan ibu stres"Jawab dokter andara


"iya dok"jawabku


"tapi apakah selama ini Bu Ayumi tidak mengalami gejala seperti ibu hamil lainnya !?"tanya dokter Andara


"tidak dok, saya cuma merasakan tubuh saya cepat leleh dan maunya selalu rebahan tapi tidak mengalami mual dan muntah dan beberapa hari ini nafsu makan saya bertambah malah selalu punya keinginan untuk makan sesuatu "jawab Ayumi


"itu juga sudah termasuk ngidam bu"jawab dokter andara


"oh benarkah,jadi selama ini saya ngidam tapi saya tidak tahu " ucap Ayumi


"sekali lagi selamat ya bu ayumi,dan saya sangat salut dengan persahabatan kalian bertiga hamil saja sampai kompak begini "ucap dokter andara


"maksudnya dok?!"tanya Ayumi, penasaran dengan ucapan Dokter Andara barusan


"eh itu....maksud saya, kalian sahabat sejati selalu kompak dalam segala hal "ucap dokter Andara sedikit canggung


sepertinya dia itu tadi keceplosan dan saya bisa mendengar dengan jelas bahwa mereka hamil saja kompak, ternyata Benar dugaan kami bahwa istri ajaib kami benar-benar kompak hamil


benar kata dokter Andara mereka selalu kompak dalam segala hal


ngidam aneh-aneh saja mereka kompak


Bismillah semoga kedepannya istriku tidak bertingkah aneh lagi,kalau dia ngidamnya mau makan apa saja saya akan menuruti keinginannya asalkan jangan ngidam yang aneh-aneh dan tidak masuk diakal


"iya dong dok,kami harus selalu kompak dan kami juga sekarang sudah jadi saudara ipar jadi makin kompak "jawab Ayumi


"sekali lagi saya ucapkan selamat atas kehamilannya dan ini vitaminnya saya juga memberikan obat anti mual siapa tau bu ayumi mengalami morning sicknees" ucap dokter Andara


"iya dok, terima kasih banyak "ucap Ayumi


"iya Bu sama-sama " jawab dokter


"kalau begitu kami pamit dulu dok"ucapku


"iya pak,oh iya ini buku kontrol nya agar bisa tau perkembangan pertumbuhan bayinya dan ibu bisa datang kontrol kembali bulan depan"ucap dokter Andara


"tapi kami tidak tinggal disini dok, apakah istri saya bisa kontrol di dokter kandungan di kota tempat kami tinggal sekarang !?"ucapku karena jika harus datang ke kota ini setiap bulannya sangat tidak mungkin apa lagi jaraknya sangat jauh


"oh begitu ya pak!! bisa saja pak bu ayumi cukup memperlihatkan buku kontrol ini pada dokter "ucap dokter andara


"oh baiklah dok, sekali lagi terimakasih "ucapku dan kami pun keluar dari ruangan itu


namun saat keluar dari ruangan pemeriksaan kami sudah tidak melihat kak azlan dan Fatiyah


apa mungkin mereka meninggalkan kami?!


"mas kok kak azlan dan Fatiyah sudah tidak ada !?"tanya Ayumi


"iya sayang mas juga tidak tau,apa mereka pulang duluan ?!" ujarku kembali bertanya pada istriku


"ahh tidak mungkin mas meninggalkan kita,apalgi sekarang sudah hampir larut "ucap Ayumi


"trus mereka kemana?!"tanyaku lagi


"ya nggak tau,coba mas telpon kak azlan" jawab Ayumi


saya pun menelpon kak azlan namun di panggilan ketiga baru dijawab


"halo Assalamualaikum mas,mas azlan dimana!?"tanyaku saat mas azlan menjawab panggilanku


"saya ada didepan klinik Rik,di warung sari laut istriku pengen makan ayam goreng lalapan "jawab mas azlan


"dimana mereka mas "tanya Ayumi


"katanya di depan klinik diwarung sari laut"jawabku


"ya sudah mas kami nyusul mas kesitu"ucapku


"iya rik,kami tunggu disini "Jawab mas azlan dan kami pun keluar dari klinik setelah menebus resep yang diberikan oleh dokter Andara