
"ya sudah ayo telpon azka "ucap Fatiyah
ayumi pun segera menelpon adiknya itu dan memberi tahukan bahwa istrinya sudah melahirkan dan tentu saja mereka terkejut dan segera datang kepuskesmas
setelah mendapat telepon dari sang kakak azka langsung saja berlari sambil menggendong Putranya tanpa berkata apa-apa pada saudaranya yang lain
Azka dengan panik mengendarai mobilnya menuju puskesmas dimana istrinya berada
setelah sampai kepuskesmas azka langsung turun dari mobilnya dan berlari masuk kedalam puskesmas saking paniknya azka sampai lupa jika dia membawa putranya
saat sampai didalam puskesmas azka langsung mencari ruangan istrinya
sesampainya di ruangan sang istri azka melihat semua saudara perempuannya
"eh sudah datang ka!?"tanya Fatiyah saat melihat azka sudah ada di dalam ruangan itu
"yang lain mana ka!?"tanya Ayumi
"astaghfirullah,lupa beri tahu kak"jawab azka dan mereka semua tertawa melihat azka seperti mereka tadi dilanda kepanikan
"trus Al mana mas!?" Nana menayakan putranya
"astaghfirullah, putraku masih dimobil "azka langsung berlari keluar dari ruangan perawatan Nana Ayumi dan Fatiyah mengikuti azka dari belakang
sampai di parkiran azka berlari menuju dimana mobilnya terparkir namun azka tidak melihat Putranya ada didalam mobil
"al mana ka!?"tanya Ayumi setelah sampai didekat azka
"nggak ada kak, ya Allah kenapa saya begitu ceroboh meninggalkan Putraku sendirian"ucap azka menangis
"tenang ka,kita cari Al disekitar sini
Al itu anak yang cerdas dia tidak akan ikut sama sebarang orang "jawab Ayumi mencoba menenangkan adiknya
"maafkan papa nak"ucap azka lagi masih menangis
"kita coba cari didalam siapa tau Al mengikuti kamu kedalam "ucap Fatiyah
dan mereka pun berjalan kedalam puskesmas sambil bertanya pada semua orang hingga ada seorang perawat yang mengatakan jika Putranya ada diresepsionis
mereka bertiga bergegas menuju resepsionis dan benar saja disana ada Al-Ghazali yang sedang ditenangkan oleh beberapa perawat
, azka melihat Putranya menangis sesenggukan karena ketakutan dan ditenangkan oleh seorang perawat karena Al-Ghazali Sempat turun dari atas mobil ayahnya sebelum azka menguncinya dan langsung berlari masuk kedalam puskesmas untuk mengejar ayahnya namun langkah Azka yang panjang tak dapat dikejar oleh kakinya yang pendek
Al-Ghazali pun berteriak memanggil ayahnya namun ayahnya itu sama sekali tidak mendengar karena fikirannya fokus pada Istrinya
"maafkan papa sayang "ucap Azka yang memeluk tubuh Putranya dengan erat,Al-Ghazali masih saja terus sesegukan tubuhnya gemetar karena rasa takutnya
Al-Ghazali akhirnya tertidur dalam pelukan ayahnya mungkin karena kelelahan menangis
kini mereka kembali keruangan dimana naina dirawat, azka menggendong Putranya yang baru berusia dua tahun itu, sesekali masih terdengar isakan tangisnya
Azka benar-benar merasa bersalah karena telah lalai menjaga Putranya
Azka meletakkan Putranya di sofa yang ada didalam ruangan itu
"Ka ayo keruang bayi kamu harus segera mengazani putrimu"ucap Aurel
"iya kak ayo,kak yumi titip Al ya"jawab Azka
"iya "jawab Ayumi
Aurel dan Fatiyah membawa azka keruangan Bayi, perawat disana menunjukkan dimana boks bayi perempuan azka
azka mendekati boks bayinya bersama Fatiyah
Fatiyah mengangkat bayi cantik itu lalu memberikannya kepada Azka
"ayo ka , azani anakmu "ucap Fatiyah
Azka menerima bayinya lalu mencium keningnya sang bayi menggeliat dalam gendongan ayahnya
"selamat datang sayang, jadilah anak yang soleha penurut dan jadi anak yang berbakti serta jangan banyak menuntut "ucap Azka panjang lebar dan itu membuat Fatiyah kesal
"kamu ini anaknya disuruh azani eh malah ngedongeng " Fatiyah kesal pada Adik iparnya itu
"kan itu doa kak" jawab Azka Santai lalu mulai mendekatkan mulutnya ke telinga putrinya Lalu mengazaninya
setelah mengazani putrinya Azka dan Fatiyah kembali keruang perawatan Nana
ipar iparnya sudah datang
tak berapa lama perawat datang membawa Bayinya dan menyerahkannya kepada Nana untuk disusul
para ibu menutup tirai saat nana menyusui bayinya
"apa kalian sudah punya nama untuk bayi kalian !?" tanya Ayumi
"sudah kak,mas azka sudah menyiapkannya"jawab Nana
"siapa namanya !?" tanya Aurel
"namanya Naizhira Larasati azkadina "jawab nana
"wah namanya bagus sekali jadi kita panggil dengan dede chira "ucap Ayumi
"emm....bagus juga gampang di ingat "sahut Fatiyah
"selamat datang dedek Naizhira Larasati azkadina "ucap Aurel mencium pipi mulus dede Chira yang masih asik memyusu pada ibunya
dedek chira menggeliat karena merasa terganggu
setelah mereka semua puas berada disana mereka semua memilih pulang
sedangkan azka tinggal menemani sang istri dan Putranya dibawa pulang oleh azlan sang kakak
"makasih ya sayang,sekali lagi kamu mau berjuang untuk melahirkan buah hati kita "ucap azka pada Nana istrinya lalu mengecup kening istrinya itu
"iya mas sama-sama "jawab Nana tersenyum bahagia
setelah dirawat dua hari di puskesmas Nana di izinkan untuk pulang karena kondisinya dan bayinya sehat
semua sudah berkumpul dirumah Nana termasuk pak Marvel Dan Bu Ayudia mereka sangat senang menyambut cucu baru mereka
"beltom to tom abby chila"ucap semua bayi menyambut kedatangan adik baru mereka
"makasih abang kakak semuanya "jawab nana menirukan suara anak kecil
"mama nana,mila inin tium pede banyina"ucap Amira putri Fatiyah
"oh ini sayang "jawab nana membungkukkan badannya dan mendekatkan pipi Chira kebibir Amira
"atu juda bau mama "ucap Zahira tidak mau kalah begitupun dengan yang lainnya
"eh mama Nana duduk dulu sayang, nanti dedeknya jatuh "ucap Ayumi pada semua anak
dan mereka segera membantu nana untuk duduk di sofa yang ada diruang tamu rumahnya
walaupun sebenarnya tidak membantu tapi lebih banyak membuat Nana kerepotan untuk berjalan
setelah Nana duduk mereka berlomba-lomba untuk bisa naik disofa maksudnya agar bisa mencium adik bayinya itu
para ibu membantu mereka karena takut mereka akan jatuh dari atas sofa
"mama zila inin tium pedek banyina "ucap Zahira
"Atu juda bau mama,atu juda"ucap Arshila
yang lain pun juga ingin mencium adik bayinya itu,nana menciumkan putri kecilnya pada semua kakaknya
"emmm halummmm....bauna nenat halum telali"ucap Fauzan
"iya penel apang bauna halum telaki" sahut Raiyan menimpali ucapan kakak sepupunya itu
"emmm benal-benal lalum pedet banyina atu cuka bauna"ucap Raina memegang pipinya yang tembem
semua terkekeh geli melihat tingkah semua bayi rusuh mereka
"mami poletah atu bobo cama pedet banyina !?" ucap Zahran pada Aurel ibunya
"iya Tami juda bau bobot pama pedet banyina "ucap Amira
"tidak boleh sayang adik bayinya tidak bisa ditemani bobo kecuali sama mama nana "sahut Fatiyah
"tot beditu Tami pidat atan bendandu pedet banyina bobo tok,iya tan ata' ata'" Jawab Amira meyakinkan ibunya
"dedek bayinya tidak suka kalau ramai, lihat saja dia nggak mau buka matanya "ucap Fatiyah lagi memberikan alasan agar semuanya mengurungkan niatnya untuk tidur bersama adik bayinya