Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 172 panik



seperti biasanya jika akhir pekan semuanya akan berkumpul di rumah Ayudia


para ibu mereka sedang makan rujak dihalaman belakang dekat kolam renang


rujak mangga dan bumbu kacang terasi bakar,buah mangga hasil kebun bu Ayudia yang tentunya dipanjat oleh Fatiyah


mereka sangat asik makan rujak sambil bercerita ngalor ngelindur sesekali mereka tertawa bersama sedangkan para suami juga membentuk kelompok dan duduk disisi lain dihalaman belakang itu sambil mengawasi anak-anak mereka yang tengah asik bermain bersama


Bu Ayudia memilih untuk istirahat dikamar nya karena selama hamil tubuhnya mudah lelah


apa lagi jika hari sudah semakin siang bu Ayudia akan terus merasakan mual dan pusing


tidak seperti ibu hamil biasanya jika pagi akan mengalami Morning sickness tapi tidak dengan Bu Ayudia karena Rasa mual nya akan datang jika hari sudah siang


kandungan Bu Ayudia sudah memasuki bulan kelima namun dia masih mengalami masa ngidam


seperti hari ini dia yang ngidam ingin makan rujak mangga muda namun setelah dibuatkan malah hanya mencicipinya sekali lalu meninggalkannya hingga akhirnya anak-anak dan menantu- menantunya yang menikmatinya


Nana yang perutnya semakin membuncit sesekali meringis karena menahan rasa ngilu saat bayinya bergerak dalam perutnya


"kamu kenapa Na!?"tanya Ayumi pada adik iparnya itu


"rasanya ngilu kak kalau si utun lagi bergerak "jawab nana tersenyum tipis


"memang HPL kamu kapan na!?"kini Aurel yang bertanya


"menurut dokter HPL nya akhir bulan ini"jawab Nana


"oh masih ada sepuluh hari lagi "ucap Aurel


"iya kak "jawab Nana


mereka pun kembali asik dengan rujaknya yang tinggal setengah


"mau ke mana Na !?"tanya Fatiyah


"mau kekamar kecil, soalnya kebelet pipis" nana turun dari gazebo dengan perlahan


Nana berjalan sedikit demi sedikit menuju dapur dimana ada kamar kecil


"kok ada flek sih!?" ucap Nana ketika melihat flek berwarna coklat pekat pada ****** ********


"ah mungkin hanya flek saja"ucap Nana lagi lalu kembali bergabung dengan keluarganya


"dari mana na kok lama!?" tanya Arumi pada kakak iparnya itu


"Dari buang air kecil Rum"jawab Nana


"oh" ucap Arumi


Nana kembali duduk bergabung dengan ipar-iparnya digazebo


"ih mama Nana impis Nenana"ucap Arshila putri pertama Arumi


"iya penal mama nana impis penana"kini Raina putri Ayumi yang berkata tapi para orang tua tidak ada yang tau apa yang anak-anak mereka katakan


"piya penal,mama nana tot impis nenanana"Zahira anak Aurel pun berucap namun semakin membuat ibu-ibu mereka kebingungan


"kenapa sih sayang memang mama nana kenapa!?"tanya Fatiyah


"puh pihatlah bibu mama nana impis nenana"tunjuk amira putrinya


"eh na,kok kamu kencing di celana sih"ucap Fatiyah setelah melihat ada air yang mengalir di sekitar tempat duduk Nana


semuanya mulai menoleh dan memperhatikan arah yang ditunjuk oleh Amira


"eh iya,kok kamu kencing tapi kamu nggak rasa "sahut Ayumi


"saya nggak pipis dicelana kok"jawab Nana bingung


"tuh tempat duduk kamu sudah basah masa nggak kerasa !?"ucap Fatiyah


nana pun memeriksa celananya dan benar saja celananya sudah basah namun tidak berbau Pesing


"tapi kok nggak berbau ya kak!?"ucap Nana bingung


"eh jangan-jangan itu air ketuban kamu na"ucap Ayumi dan Fatiyah bersamaan


"tapi perut saya nggak kerasa sakit loh kak"jawab Nana


"eh benar ini air ketuban kamu loh,ayo cepat kita kepuskesmas kasian bayi kamu jika air ketubannya habis"ucap ayumi mulai panik


tanpa aba-aba Fatiyah langsung menggendong adik iparnya itu entah kekuatan dari mana sehingga Fatiyah bisa menggendong Nana yang berat tubuhnya bertambah karena sedang hamil


Ayumi langsung berlari sambil menggendong putrinya untuk menyiapkan mobil


semuanya pun ikut panik sehingga mereka lupa jika suami-suami mereka juga ada di sana sehingga mereka bergerak sendiri demi menyelamatkan nana dan bayinya


para suami yang sedang asik ngobrol dan memperhatikan anak-anak mereka bermain tidak menyadari jika anak-anak Perempuan mereka kembali ke ibunya


sehingga kejadian heboh para ibu-ibu pun mereka tidak sadari


Arumi berjalan sambil menggendong putrinya dan lupa akan putranya yang sedang bersama ayahnya


mereka berjalan cepat menuju parkiran mobil disana sudah ada Ayumi dan putrinya yang sudah standby di atas mobil yang sudah dinyalakan mesinnya


dan membuka pintu belakang agar memudahkan Fatiyah memasukkan Nana yang sedang digendongnya


Aurel juga sudah mengambil kunci mobil milik suaminya yang memang disimpan didalam tasnya


setelah semua di berada dalam mobil mereka segera menuju kerumah sakit menggunakan dua mobil


pak Marvel yang melihat dari atas balkon kamarnya para menantu dan putrinya pergi menggunakan mobil hanya menyangka mereka akan pergi kesuatu tempat seperti biasa jika mereka sedang berkumpul bersama tanpa menaruh curiga sedikitpun


pak marvel kembali kedalam kamarnya menemani sang istri yang sedang beristirahat


sesampainya di puskesmas Fatiyah kembali menggendong nana masuk kedalam gawat darurat


"dokter Fatiyah!?"ucap perawat jaga disana


"tolong adik saya dia sudah pecah ketuban "ucap Fatiyah panik


"iya dok"jawab mereka semua lalu membantu Fatiyah membawakan nana brangkar dorong dan membawanya ke ruang tindakan


Nana merasa terharu karena kakak iparnya begitu peduli padanya,tak terasa Air matanya menetes membasahi pipinya,Nana juga merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga Ayumi yang selalu menganggapnya sebagai saudara kandung bukan anak mantan pembantunya


"kamu jangan nangis ya Na,kamu dan bayimu pasti baik-baik saja kami semua ada untukmu,kamu jangan berfikiran yang macam-macam "ucap Ayumi mengecup kening nana dengan sayang


Nana semakin bterharu mendapat perlakuan seperti itu dari Ayumi yang dulu adalah majikannya lalu menjadi sahabatnya dan sekarang sudah menjadi kakak iparnya


"iya kak, makasih ya karena kalian selalu ada untukku "jawab Nana


setelah sampai diruang tindakan nana langsung ditangani oleh bidan disana dan membantu Nana untuk segera melahirkan sebelum air ketubannya sudah benar-benar habis


Nana pun sudah pembukaan sempurna hingga tak perlu menunggu waktu lama untuk segera melahirkan


Fatiyah mendampingi Nana diruang persalinan membantu menyemangati adik iparnya


"dok apa suaminya tidak ada!?" tanya Bidan yang menangani Nana pada Fatiyah


"astaghfirullah,kenapa bisa lupa memberitahu azka" ucap Fatiyah menepuk jidatnya sendiri karena saking paniknya sampai lupa memberitahu adik iparnya itu


"maaf bu bidan kami lupa membarihu suaminya karena panik" ucap Fatiyah


"tolong bantu adik saya dulu nanti setelah ponakan saya lahir saya akan menghubungi suaminya takut air ketubannya habis"ucap Fatiyah lagi


"baiklah dok,bu nana tolong ikuti instruksi dari saya ya" ucap bidan dan mulai membantu membimbing Nana untuk melahirkan


"kamu pasti bisa dek,kamu kuat "ucap Fatiyah menyemangati adik iparnya itu


Nana mengedam sesuai yang di intruksikan oleh bidan


oe.....oe.....oe...


oee....oee....oee...


terdengar suara tangisan bayi yang begitu kencang dan merdu


"selamat ya bu bayinya perempuan wajahnya cantik seperti ibu" ucap bu bidan menyimpan bayi kecil Nana di dadanya yang terbuka


bayi mungil itu langsung mencari sumber kehidupannya


nana memeluk tubuh mungil putrinya untuk pertama kalinya


Fatiyah pun ikut mengelus pipi mulus bayi cantik nana dan Azka


"Alhamdulillah, selamat ya dek "ucap Fatiyah kembali mengecup kening nana dan itu membuat nana kembali menangis terharu


"dok kami bersihkan ibu nana dulu dan mohon suaminya di telpon agar bisa mengazani putri mereka"ucap bu bidan pada Fatiyah


"oh iya baiklah,Na kakak keluar dulu ya mau menelpon semua bapak-bapak yang kita lupa dirumah umah"ucap Fatiyah terkekeh geli karena lupa sama keberadaan para suami


nana ikut terkekeh mendengar ucapan Fatiyah


"iya kak"jawab nana masih terkekeh pelan


Fatiyah pun keluar dari ruangan persalinan dan menemui Adik-adiknya yang sedang menunggu di luar ruangan


"bagaimana tiyah keadaan nana dan bayinya "tanya Ayumi saat Fatiyah sudah berada disampingnya


"Alhamdulillah semuanya sehat "jawab Fatiyah


"Alhamdulillah "ucap semuanya


"yum kamu telpon Azka agar Segera datang untuk mengazani putrinya "ucap Fatiyah bpada Ayumi


"ah iya astaghfirullah kenapa kita lupa memberitahu semuanya "ucap Ayumi menepuk jidatnya sendiri karena baru ingat kalau mereka membawa nana tanpa suami mereka


"iya ya kita kok bisa lupa"ucap Aurel dan mereka tergelak karena kepanikan mereka lupa pada suami mereka


"iya benar kenapa juga tadi kita tidak menyuruh mereka yang mengantar kita kesini "sahut Arumi dan mereka kembali tertawa


"ya sudah bayo telpon azka "ucap Fatiyah


ayumi pun segera menelpon adiknya itu dan memberi tahukan bahwa istrinya sudah melahirkan dan tentu saja mereka terkejut dan segera datang kepuskesmas