
Bu Ayudia juga tau jiga kedua orang itu sering meminta uang kepada Ayumi dengan alasan tidak mendapatkan kiriman uang dari orang tuanya
Ya Ke empat sahabat putrinya itu adalah anak-anak rantau.
saat mereka masih kecil hingga mereka duduk di bangku sekolah Menengah Atas (SMA ) mereka tinggal bersama Orang tua mereka namun dengan berbagai permasalahan akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal sendiri melanjutkan sekolah mereka dikota, seperti Aurel dan Gayatri orang tua mereka dipindah tugaskan keluar kota mau tidak mau Ayahnya harus memboyong keluarganya ikut bersamanya namun Aurel dan Gayatri tetap ingin melanjutkan kuliahnya dikota ini begitu pun dengan Bella dan Fatiyah
Bella memutuskan untuk tidak ikut tinggal bersama ayah atau ibunya yang telah berpisah dan memiliki keluarga baru masing-masing dan memutuskan untuk tinggal dikampung mereka berasal
sedangkan Fatiyah tidak ingin pulang ke kampung halamannya dimana Ayah,ibu dan kelima adiknya berada karena sejak kecil Fatiyah tinggal bersama paman dan bibinya dikota namun sifat paman dan bibinya sangat jahat karena mengajak Fatiyah tinggal bersama mereka hanya untuk dijadikan pembantu dan itulah Fatiyah memilih tinggal sendiri dikos-kosan dan bekerja paruh waktu sampai akhirnya Oma Shintya meminta Fatiyah dan Aurel bekerja di butiknya sepulang sekolah membantu karyawan di sana untuk mempaking baju-baju pesanan online yang akan dikirim keluar kota dan daerah,oma Shintya Takut jika terjadi sesuatu padanya bila pulang larut malam saat bekerja dicafe
"Umah kok bengong ? mikirin apa Umah?" ucap Ayumi membuyarkan lamunan ibunya
"eh tidak sayang,Umah hanya membayangkan betapa ramainya rumah ini jika kalian terus tinggal bersama Umah apalagi kedua Anak ajaibmu itu,hahahhahah" ucap Bu Ayudia beralasan
"haha hahaha, Umah tau ?! tadi saat pertama kali datang kemari mereka itu sudah punya pikiran untuk merampok Harta Umah loh!" ucap Ayumi
"hah?!!! maksudnya ?!!!" ucap Bu Ayudia bingung
"hahhahaha, mereka itu ingin merampok buah rambutan umah yang didepan rumah,iler mereka sudah menetes-menetes melihatnya dan badan mereka sudah gatal ingin memanjatnya " ucap Ayumi terkekeh
Bu Ayudia pun ikut tertawa membayangkan bagaimana tingkah keduanya
"mereka itu memang ajaib tapi mereka juga buat Umah bangga bisa menjadi dokter sebelum waktunya " ucap Bu Ayudia
"siapa dulu dong panutannya " ucap Ayumi bangga
Ayumi, Aurel dan Fatiyah memang menyelesaikan pendidikan kedokteran mereka dengan cepat dan mendapatkan gelar dokter diusia muda
dan Tanpa sepengetahuan keluarga mereka Aurel dan Fatiyah telah memiliki cafe dan restoran sendiri ,itu semua tak lepas dari bantuan Oma Shintya
Aurel dan Fatiyah merasa berhutang Budi kepada Oma Shintya karena bantuannyalah mereka bisa meningkatkan taraf hidup keluarganya dikampung, lalu mereka berjanji pada diri mereka sendiri akan membalas Budi baik Oma Shintya dengan cara selalu ada untuk Ayumi Apapun yang terjadi biarlah orang lain menganggap mereka adalah parasit yang selalu menempel pada Ayumi
menjaga Ayumi adalah tugas mereka menggantikan Oma Shintya dan Oma Shintya menitipkan Ayumi pada mereka , dan berpesan untuk selalu ada untuk Ayumi
"umah......" ucap Aurel dan Fatiyah berteriak dan berlari merentangkan kedua tangannya seperti di film-film Bollywood
"Umah Aul kangen " ucap Aurel sampai lebih dulu dan memeluk Bu Nadia
"iya sayang Umah juga kangen sama kalian " ucap Bu Ayudia membalas pelukan Aurel
"Umah tidak kangen padaku putri umah yang paling cantik imut sejagat raya ?" ucap Fatiyah dengan gaya lebaynya
"hahahah,tentu saja sayang Umah juga kangen sama kamu " ucap Bu Ayudia lalu beralih memeluk Fatiyah
" Berpelukan " ucap Ayumi dan Arumi ilut memeluk mereka bertiga layaknya Teletubbies
"hahahhaahah" suara mereka tertawa memenuhi ruangan itu
Ayumi dan kedua sahabatnya kini berkutat didapur membuat menu makan malam bik ijah dan nana hanya ditugaskan untuk beres-beres rumah dan bagian dapur ketiga gadis cantik itu yang handle
setelah beberapa lama berduet dengan bumbu dapur dan perabot dapur ketiga selesai memasak dan menata makan malam mereka dapur pun sudah kembali kinclong setelah mereka menggunakannya
"okey neng siap laksanakan " ucap bik ijah dengan sikap siap dan tangan dipelipis layaknya prajurit wanita bertemu komandan nya
"haha hahaha,bibik oke juga" ucap Fatiyah dan mereka tertawa bersama
bik ijah senang karena rumah menjadi ramai sejak kedatangan mereka pekerjaannya pun terasa ringan
"mereka itu dokter tapi tidak sombong ya mak?! mereka tidak gengsi untuk memasak dan mencuci peralatan yang mereka pakai " ucap nana pada ibunya
" iya na, mereka baik, pintar,ramah dan cantik -cantik" ujar bik ijah menanggapi ucapan putrinya
Nana hanya manggut-manggut mendengar ucapan ibunya
"yuk kita siapkan alat makannya " ucap bik ijah pada putrinya dan mereka pun menyiapkan peralatan makan seperti yang diminta oleh Ayumi pada mereka
setelah selesai mereka berdua membersihkan diri karena sebentar lagi waktu magrib akan segera tiba
setelah menjalankan kewajiban mereka sebagai ummat muslim kini mereka duduk bersama dimeja makan tidak terkecuali Bik Ijah dan nana juga ikut bergabung bersama mereka walaupun awalnya mereka menolak namun Ayumi terus memaksa mereka akhirnya mereka makan bersama
selama ini bik ijah dan Nana mereka sering makan berdua saja karena Bu Ayudia lebih sering makan malam ataupun sarapan di tempat tugasnya ataupun makan malam dirumah setelah pulang bekerja dan semua sudah makan malam, sedangkan Arumi yang sedang menjalankan Diet jarang sekali makan malam
Arumi makan saat selesai sholat Ashar dan malamnya Hanya makan buah dan susu
itulah mengapa selama ini Hanya vik Ijah dan anaknya yang makan malam bersama
malam ini semua senang karena bisa makan malam bersama dimeja makan Arumi pun menunda dietnya demi bisa merasakan masakan kakak-kakaknya yang rasanya memang sangat lezat dan sudah lama sekali Arumi tidak merasakannya
"masakan neng-neng dokter lezat sekali mungkin kalau lagi makan di restoran mungkin rasanya seperti ini ya neng? ucap bik ijah memakan makannya dengan lahap
yang lain hanya tertawa mendengar ucapan bik ijah
"syukurlah kalau bibik suka masakan kita" ucap Aurel
"iya neng ini rasanya lezat sekali" ucap bik ijah lagi
setelah mereka selesai makan bersama dan membersihkan semuanya bersama jadi pekerjaan cepat selesai dan mereka cepat beristirahat
kini mereka duduk diruang tengah sambil bertukar cerita kecuali bik ijah dan Nana yang sudah pamit masuk kedalam kamarnya karena mereka tidak ingin mengganggu percakapan mereka
Mereka cukup tau diri siapa mereka walaupun majikannya dan juga anak-anaknya tidak pernah membeda bedakan dan tidak memandang status mereka
"Umah bagaimana lamaran kerja kami apa sudah diterima ?" tanya Aurel serius
"iya dan kalian bisa ikut umah besok pagi untuk memperkenalkan diri disana karena lamaran kerja yang kalian kirimkan ke dinas kesehatan provinsi sudah diterima dan umah juga meminta agar kalian direkomendasikan di puskesmas Umah bekerja karena kebetulan ditempat kerja Umah sedang kekurangan dokter nah disitu Umah mengambil kesempatan untuk meminta kalian kebetulan teman umah ada yang kerja disana, Alhamdulillah beliau bisa membantu namun yang Umah sesalkan yang diterima hanya Dua jadi salah satu diantara kalian harus sabar menunggu" ucap Bu Ayudia panjang lebar menjelaskan
"tidak apa-apa Umah biar Ayumi aja yang menunggu "ucap ayumi cepat karena Ayumi tau kedua sahabatnya ini membutuhkan pekerjaan ini karena mereka adalah tulang punggung keluarga apalagi Fatiyah walaupun mereka mempunyai penghasilan lain tapi menjadi dokter adalah impian mereka sedangkan Ayumi menjadi dokter hanya keharusan dan tututan dari sang ayah sedangkan impiannya adalah menjadi seorang desainer
"Tapi yum"ucap Aurel dan Fatiyah bersamaan
"tapi kenapa ?kan kita tetap satu rumah tiap hari ketemu lagian aku ingin membuat butik kecil disini umah ! boleh ya sambil menunggu panggilan kerja " ucap Ayumi memelas