Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 8



Tapi yum"ucap Aurel dan Fatiyah bersamaan


"tapi kenapa ?kan kita tetap satu rumah tiap hari ketemu lagian aku ingin membuat butik kecil disini


umah ! boleh ya sambil menunggu panggilan kerja " ucap Ayumi memelas


"kamu memangnya mau buat butik dimana?" tanya Bu Ayudia


"nanti deh Umah besok aku liat- liat lokasinya dulu kalau misalnya ada yang disekitar puskesmas tempat umah kerja ,aku mau karena sekitar situ kan lokasinya tuh bagus buat jualan baju baby sama baju-baju tidur sama baju-baju daster emak-emak"


"emangnya kamu sudah punya stok barang ?" ucap Bu Ayudia


"gampang itu mah, yang penting sekarang aku mau nyari tempat dulu kalau udah dapat ! stok dari kota aku suruh kirim kesini sama mbak Zahira " jawab Ayumi cepat


"ya sudah terserah kamu saja bagaimana baiknya, yang penting buat Umah kamu bisa betah tinggal bersama sama umah" ucap Bu Ayudia


"makasih umah ku cantik " ujar Ayumi lalu memeluk tubuh ibunya


"sama-sama sayang, sekarang kalian istirahat besok pagi kita ke puskesmas tempat Umah bekerja" ucap Bu Ayudia


"siap laksanakan komandan " ucap Aurel dan Fatiyah lalu berdiri dan memberi hormat


semua tertawa bersama


setelah lama bercengkrama mereka kembali kekamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah


🌺🌺🌺🌺


Pagi menjelang kini mereka telah rapi dan bersiap untuk melakukan aktivitas mereka diluar rumah namun sebelum mereka berangkat terlebih dahulu mereka sarapan pagi bersama, setelah subuh tadi ketiga dokter cantik itu melaksanakan tugas negara dibagian dapur bersama para menteri bumbu, mereka bertiga membuat menu nasi Goreng seafood


setelah sarapan mereka bertiga ikut bersama Ibu Ayudia untuk mengenalkan lingkungan kerja baru mereka nanti


Ayumi juga ikut dengan mereka Ayumi ingin berjalan-jalan berkeliling mencari tempat yang cocok untuk membuat butiknya


Ayumi sengaja mengajak nana agar memudahkannya untuk bertanya dengan warga sekitar


kini mereka sudah berada didepan puskesmas tempat BU Ayudia bekerja


"wah, puskesmasnya besar ya umah, tadinya saya fikir puskesmasnya kecil kayak puskesmas-puskesmas di kecamatan-kecamatan " ucap Aurel


" iya, puskesmas ini bisa sebesar ini karena bantuan dari pak Aditya.entah bagaimana pak Aditya bisa memasukkan surat rekomendasi permintaan bantuan kepemerintahan hingga akhirnya puskesmas ini bisa seperti ini mendapatkan bantuan pembangunan gedung dan akhirnya dibuatkan rawat nginap, ruang UGD dan pengadaan mobil ambulance sehingga warga sekitar bila ada yang sedang sakit keras ditangani dulu disini sebagai pertolongan pertama bila kita tidak bisa menanganinya barulah dirujuk kerumah sakit kota, makanya sekarang lagi butuh Dokter Tambahan dan kebetulan kalian cepat ngasih info kalau mau mengundurkan diri dari tempat kalian bekerja makanya begitu tau umah langsung rekomendasikan kalian dan saat pimpinan melihat data kalian beliau langsung menerima kalian berdua " jawab BU Ayudia panjang lebar menjelaskan tentang tempatnya bekerja


"Alhamdulillah ya Umah mungkin ini memang rezeki kami tapi sayangnya Ayumi tidak bisa ikut bergabung dengan Kita " ucap Fatiyah mengerucutkan bibirnya


Ayumi langsung menangkap bibir Fatiyah lalu menariknya


" ih apaan sih" ucap Fatiyah kesal dan membuat yang lain tertawa


"makanya tuh bibir nggak usah dimaju- majuin Nanti saingan dengan bebek


Kwek Kwek Kwek .....hahahaha"ujar Ayumi lalu menirukan gaya bebek yang berjalan megal megol sambil tertawa, beberapa perawat memperhatikan mereka namun saat melihat Bu Ayudia merka menunduk Hormat


Bu Ayudia hanya mengangguk dan tersenyum kepada semua orang yang menyapanya


setelah sampai didepan sebuah ruangan Bu Ayudia mengetuk pintu dan masuk kedalam saat orang yang didalam mempersilakan untuk masuk


Bu Ayudia pun membuka pintu dan masuk kedalam ruangan itu di ikuti oleh Aurel dan Fatiyah sedangkan Ayumi langsung berpamitan untuk jalan-jalan berkeliling sekitar daerah sana


Ayumi dan Nana keluar dari puskesmas,nana mengajak Ayumi berjalan-jalan di daerah sekitaran situ


Jauh mereka berjalan namun tidak mendapatkan apa yang dicarinya


"Mbak Ayu bagaimana kalau Kita karumah pak Rt saja siapa tau pak Rt tau dimana ada rumah atau ruko yang ingin disewakan atau di jual " ucap Nana memberikan ide


Nanapun merasa sangat senang karena mendapatkan pujian dari anak majikannya


aku l


"Ayo mbak rumah pak Rt ada Disana" ucap Nana menunjuk kedepan dimana Ada sebuah rumah sederhana namun disana sangat sejuk


setelah mereka sampai didepan rumah pak Rt maebetulan Nu Rt baru saja oulang dari mesjid untuk rapat mengenai apa saja kegiatan yang akan dilakukan selama bulan Ramadhan ini


"permisi Bu RT maaf kami mengganggu waktunya " ucap Ayumi menyapa BU Rt


" oh.. tidak apa-apa mbak,mari masuk dulu" ajak Bu Rt ramah


"iya Bu makasih " jawab Ayumi mengikuti Bu RT masuk kedalam rumahnya


"silahkan duduk dulu ya mbak saya tinggal kedalam dulu sebentar" ucap BU Rt dan berlalu masuk ke dalam rumahnya


saat sedang duduk menunggu Bu Rt pak Haji Rahmat datang selaku Rt dilingkungan itu


mengendarai motornya


" eh ada tamu,kok duduk diluar ayo duduk didalam mbak "ujar pa Rt menyalahkan Ayumi dan Nana masuk kedalam rumahnya


Ayumi dan Nana pun mengikuti langkah Pak Rt masuk kedalam rumah


"ayo silahkan duduk mbak" ucap Pak Rt dan mempersilahkan kedua tamunya untuk duduk


lalu pak Rt pun ikut duduk didepan mereka disofa tunggal


"maaf pak Rt sudah mengganggu waktunya " ucap Ayumi pada pak Rt


"tidak apa-apa mbak,kalau boleh tau mbak ini siapa? dan ada keperluan apa menemui saya ?


tanya pak Rt pada Ayumi


" perkenalkan nama Saya Ayumi pak Anak sulung dokter Ayudia dan ini keluarga saya namanya


Nana" ucap Nadia memperkenalkan kan diri


Nana yang mendengar Ayumi memperkenalkan dirinya sebagai keluarga bukan Art merasa sangat karuan


karena Ayumi dan keluarga memperlakukannya bukan seperti seorang pembantu tapi layaknya keluarga dekat


Nana dengan cepat menyeka air matanya karena itu membuat nana mengingat keluarga kandung nya tidak ada yang mau menerima mereka karena mereka miskin, begitulah hinaan demi hinaan mereka dapatkan


hingga Nana dan ibu nya diusir dari rumahnya sendiri oleh pamannya adik kandung ayahnya nana


Namun Nana sangat bersyukur karena dia dan ibunya bertemu dengan keluarga sang sangat baik


"oh anaknya Sokter Ayudia,kalau boleh tau ada keperluan apa?


"kami mencari rumah atau ruko yang ada disekitar rumah rumah sakit pak Rt " ucap Ayumi cepat menjelaskan tujuannya


" mau dibuat apa mbak ruko atau rumah itu mbak Ayumi ?" tanya Bu Rt dari dalam membawa nampan berisi teh


"silahkan diminum dulu tehnya,maaf tadi saya langsung tinggalkan soalnya lagi kebelet " ucap Bu Rt setelah meletakkan tiga cangkir teh di atas meja


"iya bu tidak apa-apa "ucap Ayumi


" oh iya ruko atau rumah memangnya mau ditempati tinggal ya mbak Ayumi?" ucap Bu Rt mengulang pertanyaannya karena Ayumi belum menjawabnya


"saya mau jadika toko penjualan baju Bu atau lebih tepatnya mau saya jadikan Butik " jawab Ayumi