
Saya berjalan masuk kedalam rumah bersama mas Calvin,rumah orang tua ku yang kini telah ramai orang
saat sampai didalam rumah disana sudah dapat kulihat tubuh kurus seorang wanita yang telah melahirkanku terbujur kaku
"ibu maafkan ella bu huuuh huuu huuu "tangisku kini pecah dengan memeluk tubuh kaku ibuku wanita hebatku
"puas kamu kak menyiksa ibu,ibu begitu merindukanmu tapi setiap kami menelponmu dan menyuruhmu kembali kamu selalu menolak
kamu selalu sibuk dengan urusanmu sendiri puas Kamu kak
puas.....ibu sudah pergi meninggalkan kami
ibu huuuuu huuuuuu ibu"ujar adikku menangis meraung-raung didekat ibu
"buat apa kamu datang,kamu yang telah membuat adikku seperti ini
adikku menanggung malu karena perbuatanmu ternyata kamu kekota bukan untuk sekolah dan bekerja akan tetapi kamu kekota untuk menjual dirimu tinggal seatap dengan laki-laki hingga hamil
adikku memikirkanmu mendoakan mu tapi apa balasanmu kamu mengcoreng mukanya dengan kotoran " ujar pamanku kakak ibuku dia yang selama ini membantu kami
saya hanya menangis tak tau harus menjawab apa
siapa yang telah menyebarkan aibku?
ini pasti perbuatan Ayumi karena merasa marah padaku karena merebut mas Calvin darinya
"awas kamu Ayumi,saya akan membuat perhitungan denganmu "ucap ku dalam hati merasa geram pada Ayumi
mas Calvin menarikku dari sana karena semua mata menatap kami dengan pandangan jijik
kini ibu akan segera dimakamkan,saya dan mas Calvin hanya duduk disudut ruangan memperhatikan semua orang,. banyak yang berbisik-bisik mencemoohku
"dasar ya orang yang tidak tahu terima kasih, tega-teganya dia merebut calon suami sahabatnya yang telah banyak membantu keluarganya "ujar bu lilis
"iya benar lis, lihat saja sudah dikhianati tapi tetap saja masih mau membantu keluarganya" sahut Bu Enda
"betul itu, saya dengar dari orang yang datang menjemput pak Tohir kemarin kalau dia itu sudah sering tidur dengan teman-teman suaminya sekarang "ujar bu lilis lagi
"masa sih lis,kamu itu jangan ngadi-ngadi" sahut bu Darma
"ya saya nggak tau juga sih tepatnya,saya kan juga dengar dari orang yang datang menjemput pak Tohir kemarin waktu singgah ngopi diwarung mpok Leha"ujar Bu Lilis
"hus sudah ah itu bu ida sudah mau diantar ke pemakaman " Sahut bu enda
"eh iya ayo kita ikut mengantarkan ke peristirahatan terakhirnya,bu ida orang yang sangat baik tapi punya anak taunya cuma bisa membangkang dan bikin malu
mudah-mudahan si Naura nggak ikut sifat kakaknya "ujar bu Lilis lagi
ingin rasanya ku uyel-uyel mulut ibu-ibu itu seolah-olah mereka itu semua sempurna
saya berjalan dibelakang orang -orang yang mengantar jenazah bersama mas calvin untuk mengantarkan ibu ke peristirahatan terakhirnya
"bu maafkan ella bu,ella tidak bisa menjadi anak yang baik dapat ibu banggakan
namun ibu jangan khawatir semua orang akan kembali baik pada keluarga kita karena sekarang anakmu ini istri orang kaya,saya berjanji ,nanti saya akan membungkam mulut mereka dengan uang"janjiku dalam hati karena mas calvin pasti akan menuruti semua keinginanku
semua prosesi pemakaman selesai kami semua pulang
saya ikut pulang kerumah ibu walaupun banyak hujatan yang kudapatkan tapi tak kepedulikan lagi, Bapak tidak pernah mengajakku berbicara begitupun dengan Naura Hanya bik Nurina yang peduli padaku,Bik Nurina adalah sepupu ibu dia seorang janda Anak-anaknya juga tidak menjauhiku dan mas calvin,Bik Nurina punya 4 orang Anak,bik ina memiliki 3 orang putra dan seorang putri yang masih berusia 12 tahun,paman Wanto suami bik Ina meninggal setahun yang lalu karena sakit
Bik ina mengajak kami nginap dirumahnya karena bapak dan Naura tidak ingin kami tidur dirumah ibu
setelah semua selesai kami pun pamit pulang kekota kepada bik Ina,Mas Calvin juga memberikan sebuah amplop pada Bik ina sebagai tanda terima kasih karena mau menampung kami selama berada di kampung
awalnya bik ina tidak ingin menerima pemberian mas Calvin namun mas Calvin dapat meyakinkannya
saya dan Mas Calvin menuju Bandara diantarkan oleh anak bik Ina bang dito dan temannya bang jali memakai mobil sewaan yang sengaja mas Calvin sewa untuk kami agar saya tidak terlalu Lelah diperjalanan
setelah mengantar kami sampai bandara bang dito dan temannya langsung pulang karena takut terjebak macet dan sampai kampung kemalaman
setelah perjalanan udara dari kampung halamanku kami sampai di kota X dengan selamat
kini saya merebahkan tubuhku yang lelah dan pinggangku terasa sakit
Malam menjelang mas Calvin cepat tidur mungkin karena kelelahan dan saya pun memilih tidur disampingnya
selama ini Kami memang tinggal seatap dan sering melakukan hubungan intim namun kami tidak sekamar,mas Calvin akan kekamarku jika dia membutuhkan kehangatan dan menuntaskan hasratnya atau saya akan diajaknya masuk ke kamarnya namun setelah itu mas Calvin memintaku kembali kekamarku
sekarang saya adalah Nyonya dari calvin Kevin Prayudha seorang pengusaha muda yang sukses dan kaya raya walaupun kami tak mendapatkan restu
namun saya tidak mempedulikannya, dan sekarang saya mengandung keturunan mereka
saat pagi hari saya masih terlelap disamping mas calvin namun tiba-tiba mas calvin berteriak marah dan membangunkan ku
"kamu kenapa mas?" ujarku kepada mas Calvin karena merasa heran
"kenapa kamu tidur disini ?"ujar mas Calvin marah,saya berfikir mungkin mas Calvin lupa kalau kami sudah menikah namun beberapa hari yang lalu kamu tidur bersama dirumah bik Ina
"loh saya kan istri kamu mas,jadi wajar dong saya tidur bareng kamu di ranjangmu"ujarku mengingatkan mas calvin
"nggak...... nggak,kamu harus tetap tidur dikamarmu sendiri,saya tidak suka ada orang lain tidur di ranjangku"ujar bmas calvin menarik:narikku agar turun dari ranjangnya
"tap kan mas ,waya ini istrimu mas,saya juga sedang mengandung buah cinta kita"ujarku pada mas calvin, namun mas Calvin tidak luluh dan tetap memintaku keluar dari kamarnya
saya keluar dari kamar mas Calvin sambil menghentakkan kaki tanda saya sedang protes kepadanya
namun mas calvin tidak peduli
setelah mandi dan berpakaian rapi mas Calvin bergegas keluar le ruang tamu untuk mamakai
sepatunya
"mas tidak sarapan dulu ?saya sudah buatkan sarapan "ujarku
"saya sarapan di kantor saja, soalnya ada rapat penting, saya juga banyak pekerjaan karena beberapa hari ditinggal"ujar mas calvin lalu keluar rumah dan langsung pergi tanpa berpamitan padaku
seminggu sudah berlalu semenjak kami pulang dari kampung saya merasa mas calvin berubah tidak seperti sebelum kami menikah, sikapnya sangat lembut namun sekarang tidak lagi
mas Jerry juga sudah menikah beberapa hari yang lalu dengan Gayatri
mas Jerry pun sudah jarang menemuiku, mungkin dia takut ketahuan oleh Gayatri
sebenarnya saya iri melihat Gayatri dia begitu disayang oleh mertuanya sedangkan saya jangankan disayang direstui pun tidak
keluargaku dan mertuaku tidak menyukaiku iti semua karena Ayumi,suatu hari nanti saya akan membalas Ayumi
saya juga tau mas calvin masih mencintai Ayumi dan juga masih sering mendatangi butik Ayumi
tapi saya tidak peduli yang pastinya mas calvin tidak meninggalkanku