
Dobel Pov
POV Bima
setelah menelpon papa terlihat sangat gelisah dan khawatir
itu semua terlihat jelas diraut Wajahnya karena wajahnya yang sudah mulai keriput semakin keriput
saya sangat penasaran siapa sebenarnya yang ditelponnya
papa masuk kedalam kamar dimana mama sedang beristirahat
saya mengikuti langkah papa yang sampai sekarang belum sadar dengan kehadiranku dan mendengar percakapannya ditelpon tadi
setelah sampai dikamar mama ternyata disana ada kak Arumi yang sedang membantu mama meminum obatnya
saya salut pada kak Arumi walaupun selama ini mama selalu menghinanya dan juga keluarganya tapi mereka masih sangat baik pada mama
beda dengan istri dan keluarganya yang sama sekali tidak mau datang melihat keadaan mama alasannya mereka tidak mau dihina lagi atau diberi kata-kata pedas dari mama
mamaku memang ajaib sedari dulu sampai sebelum sakit mama terkenal julid dan tak punya hati
mungkin ini karma yang mama harus terima menderita diabetes melitus tipe 1
Yang kami takutkan sekarang adanya aluka di tubuhnya karena jika mama sudah terluka pasti akan sangat sulit untuk menyembuhkannya
saya kembali memperhatikan tingkah laku papa yang terlihat aneh
papa terlihat sangat gelisah seperti ingin menyampaikan seseorang kepada mama tapi kaka Arumi masih ada didalam kamar itu
"eh Bima,kapan datang bim!? terus anak istri kamu mana !?" ucap kak Arumi saat membalikkan tubuhnya dan hendak keluar dari dalam kamar mama
papa seperti tersentak kaget saat melihaku
sebenarnya ada apa dengan papa!?kenapa wajahnya terlihat pucat saat melihatku!?" saya bertanya dalam hati karena melihatku
"eh masuk Bim, istri kamu mana bim!?"tanya papa mengalihkan perhatiannya
"assalamualaikum, bagaimana keadaan mama hari ini"ucapku menghampiri mama dan tidak menggubris perkataan pertanyaan papa karena merasa kesal
"istri kamu mana Bim!?" Tanya mama
"dirumah ma,diah tidak bisa meninggalkan anak-anak apalagi si kecil karena masih suka rewel "Jawabku
mama tidak lagi bertanya padaku karena mama sangat tau jika menantu dan besannya memang sangat tidak suka padanya
sayapun meninggalkan mama dikamarnya untuk menemui kakak dan kakak iparku yang sedang berada di halaman belakang bersama kedua anaknya
"hei Bim kaoan datang !? bagaimana keadaan anak kami!?" tanya kak Arumi
"ya gitu kak masih sangat rewel"jawabku
"iya emang kayak gitu kalau anak habis sakit pasti lebih manja dari biasanya " kata kak Arumi
"kapan mama bisa pulang kampung kak!?" tanyaku pada kak Arumi sebagai seorang dokter pasti kak Arumi tau kapan mama bisa dibawa pulang
kak Bayu dan kak Arumi saling pandang karena pertanyaanku mereka terlihat terkejut
"memangnya kenapa Bim!?" tanya kak q Arumi penasaran
"tanya aja kak" jawabku
"pasti ada sesuatu yang membuat kamu bertanya seperti itu " ucap kak Arumi tepat sasaran sepertinya dia dapat melihat kegelisahan dimataku
"bilang saja bim,jika ada yang ingin kamu sampaikan pada kami"sahut kak Bayu
"emmm, sebenarnya ini menyangkut papa tadi saya tidak sengaja mendengar papa bicara ditelpon jika seandainya papa bicara dengan seorang teman tidak mungkin nada bicaranya seperti itu dan papa juga terlihat sangat khawatir
sebenarnya saya sudah lama curiga pada papa kak karena papa sering mengatakan pada mama jika akan keluar kota untuk menyelesaikan kerja sama dengan rekan bisnisnya
masa sih keluar kotanya ruti tiap-tiap bulan !?" ucap Bima menyampaikan semua yang ada dalam hatinya
"jadi maksudnya kamu papa punya perempuan Lain diluar sana!?" tanya Bayu yang sudah tau arah pembicaraan adiknya itu
"iya kak "Jawabku
kak Bayu terlihat menghembuskan Nafasnya kasar entah mengapa dia seperti itu
"bagaimana keadaan mama sekarang Rum !? apakah mama sudah bisa kita bawa pulang !?" tanya kak Bayu pada istrinya
"kita kolsultasi dulu mas dengan dokter Andrew kalau dokter Andrew mengizinkan kita membawa mama pulang kita akan segera pulang" jawab kak Arumi
"okey besok kita akan meminta dokter Andrew datang kemari untuk memeriksakan kesehatan mama"jawab kak Bayu saya hanya memperhatikan mereka tampa ikut menimpali nya
"iya mas ,saya ngikut aja mana yang menurutmu baik!" jawab kak Arumi
"trus Papa sekarang dimana ?!" tanya kak Bayu pada ku
"mungkin lagi dikamar mama" Jawabku
pov author
sedangkan dikamar Bu Raidah pak Wijaya mengatakan niatnya untuk pulang kekampung besok pagi Dengan Alasan karena ada pekerjaan yang sangat mendesak harus segera ditangani demi Kebaikan restoran mereka
Bu Raidah Hanya mengangguk mengiyakan ucapan suaminya itu
wajah pak Wijaya berbinar bahagia karena istrinya memberikannya izin
Bayu, Arumi dan Bima masuk kedalam kamar Bu Raidah sedangkan kedua anaknya diserahkan pada kedua Baby sitter mereka
kening ketiganya berkerut melihat senyum kebahagiaan diwajah pak Wijaya
mereka bertiga semakin curiga dengan ayah mereka itu
"wah papa terlihat bahagia sekali "ucap Bima dan sebisa mungkin Pak Wijaya merubah ekspresi wajahnya senormal mungkin namun terlihat seperti memelas mengharapkan mendapatkan izin untuk pulang dan menemui istri keduanya juga anaknya
"akh tidak biasa aja kok" ucap Pak Wijaya
Bima Hanya mengangkat bahunya tanda masa bodoh
"Bay besok papa pulang ya,ada yang ingin papa selesaikan "ucap pak Wijaya
"pekerjaan apa pa!?" tanya Bayu
lama pak Wijaya terdiam seperti sedang berfikir keras apa alasan yang akan diucapkannya pada anak-anaknya agar mereka bisa percaya
"tadi papa dapat telpon dengan teman papa dan mengatakan jika ingin mengajak kerja sama dengan kita karena akan membangun sebuah penginapan dan dia ingin kita membuat kafe di sekitar penginapannya itu "jawab pak Wijaya beralasan karena memang pernah ada salah satu temannya mengajaknya kerja sama untuk membangun sebuah kafe di dekat penginapannya yang baru di bangunnya
"oh gitu ya pa !?" jawab Bara
"ya sudah besok papa pulang saja dulu biar nanti kami menyusuri bersama mama karena besok jadwal pemeriksaan mama"jawab Bayu san diangguki oleh Arumi dan Bima
pak Wijaya tersenyum mendengar ucapan Putranya
"iya bay,papa titip mama ya pada kalian "ucap pak Wijaya tersenyum
mereka bertiga hanya mengangguk saja menanggapi ucapan pak Wijaya
"kalau begitu papa kedalam dulu ya" ucap pak Wijaya dan berlalu dari tempat itu masuk kedalam kamar yang ditempatinya bersama Bu Raidah
pak Wijaya merebahkan tubuhnya disamping istrinya
"lekas sembuh ya ma" ucap pak Wijaya lalu mengecup kening istrinya itu
"makasih pa,maafin maa ya oa karena selama ini mama banyak salah pada papa"ucap Bu Raidah
"iya ma, papa juga minta maaf jika papa ada salah pada mama"jawab pak Wijaya dan diangguki oleh Bu Raidah
ke esokan harinya seperti yang dikatakan oleh pak Wijaya jika akan pulang hari ini
pak Wijaya sudah bersiap sedari tadi namun tanpa disadarinya ada dua orang juga yang sudah siap untuk mengikutinya
ya Bayu meminta tolong pada Azlan kakak iparnya untuk mengirimkan anak buahnya untuk membantunya mengikuti papanya
Azlan bersedia menolongnya setelah bayu menceritakan semua kecurigaan Bima dan Arumi
kini pak Wijaya telah sampai dikampung tempatnya tinggal selama beberapa tahun ini namun tidak langsung pulang kerumahnya akan tetapi langsung pulang kevilla tempat istri mudanya tinggal bersama anaknya
anak buah Azlan sudah mengirimkan video dimana pak Wijaya disambut dengan mesra oleh seorang wanita muda yang sedang hamil dan seorang anak perempuan yang berusia sekitar setahun lebih
Azlan pun mengirimkan video yang didapatkannya dari anak buahnya pada Bayu
dan itu membuat Bayu merasa sangat frustasi karena tidak menyangka jika ayahnya akan tega melakukan hal seperti itu kepada mamanya