Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 11



Ayumi bersikap seperti itu karena Ayumi merasa sedikit kesal kepada adiknya karena tidak ingin mengerti kesulitannya dan Ayumi tidak sadar kalau sikapnya itu melukai hati adik semata wayangnya dan ayumi juga tidak mengerti kesulitan adiknya


saat ini Ayumi dan Nana sedang diatas Angkot


" mbak kita kan janjian jam 10 trus sekarang baru jam setengah delapan " ucap nana pada Ayumi


"nggak apa-apa nin kita nunggu di ruko aja, sekalian mbak mau liat-liat ruko nanti modelnya kek gimana"ucap Ayumi dan nana hanya mengangguk saja tak berselang berapa lama mereka tiba di ruko, Ayumi dan Nana langsung masuk dan melihat-lihat kembali ruku itu akan diapakan nantinya


saat mereka sedang Asyik mengobrol dan bercanda pak ceking datang bersama 3orang pria


"Assalamualaikum,mbak ayumi " ucap pak ceking


"waalaikumsalam"ucap Ayumi dan Nana berbarengan


"wah, Mbak Ayumi dan Mbak Nana sudah datang duluan " ucap pak ceking


"iya pak, sekalian mau liat-liat rukonya nanti dibentuk seperti apa" ucap Ayumi


"oh begitu ya Mbak,nah ini mbak adik ipar saya juga anak dan adiknya yang akan merenovasi rukonya sesuai keinginan Mbak Ayumi " ucap pak ceking memperkenalkan ketiga pria yang dibawanya


"Saya Ayumi pak dan ini adik sepupu saya Nana, saya mohon bantuannya " ucap Ayumi ramah


"saya Parto mbak dan ini anak saya jaka kalau yang itu adik saya Paiman "ucap pak Parto memperkenalkan anak dan adiknya


Arumi menyalami ketiga orang itu begitu pun dengan Nana


"oh iya mbak Arumi ini rukonya mau diapakan?" Tanya pak Parto


"saya mau di buatkan rak untuk menyimpan baju-baju jualan serta gantungan-gantungan " ucap Ayumi memberi tahukan keinginannya dan banyak lagi yang yang Ayumi ingin ubah dalam ruko itu mulai dari lantai satu sampai lantai dua, Ayumi juga meminta dilantai dua dibuatkan satu buah kamar dan memasukkan kamar mandi yang ada dilantai atas


Ayumi membuat kamar untuk dia gunakan beristirahat saat menunggu kedua sahabatnya bekerja atau nantinya harus lembur karena ada stok barang yang masuk


setelah selesai membahas semua dan sepakat Ayumi memberikan amplop berisi uang untuk pembelian bahan


"ini pak pembelian bahannya kalau masih kurang langsung telpon saja ya pak" ucap Ayumi pada pak Parto


"iya mbak,kalau begitu kami pamit dulu insya Allah besok kami akan mulai bekerja " ucap pak Parto


"oh iya pak saya lupa kalau bisa pintunya dikasi kaca ya pak supaya pajangan bisa langsung dilihat dari luar " ucap Ayumi


"Baik mbak,besok kami sekalian mengukurnya" ucap pak Parto


"iya pak terima kasih banyak " ucap Ayumi


"mari mbak kami pamit dulu,mas ceking kami pulang dulu "ucap Pak Parto


"iya to,kamu hati-hati ya " ucap pak ceking pada adik iparnya


setelah pak Parto dan anaknya pergi ayumi meminta kepada pak ceking untuk dicarikan karyawan perempuan dan laki-laki


"pak ceking,saya mau minta tolong lagi pak!" ucap Ayumi ragu-ragu


"minta tolong apa mbak? " tanya pak ceking


"saya mau minta tolong, dicarikan dua karyawan perempuan dan satu karyawan laki-laki " ucap Ayumi


"oh begitu mbak?" ucap pak ceking


"iya pak,saya ingin begitu toko saya sudah selesai direnovasi karyawan sudah masuk bekerja untuk menyusun dan mengatur barang jualan saya pak" ucap Ayumi menjelaskan keinginannya


"Baiklah mbak saya akan mencari orang "ucap pak ceking


"iya pak tapi saya ingin yang jujur dan giat bekerja pak" ucap Ayumi


"iya mbak insya Allah saya akan mencari orang yang seperti mbak Ayumi inginkan " ucap pak ceking


"sekali lagi makasih banyak ya pak" ucap Ayumi


"iya mbak sama-sama,kalau begitu saya pamit dulu mbak" ucap pak ceking berpamitan


"oh iya pak besok bapak bisa awasi pekerja kan? siapa tau mereka butuh sesuatu " ucap Ayumi lagi


"iya Mbak Insya Allah saya bisa soalnya saya juga belum dapat kerjaan " ucap pak ceking malu-malu


"Alhamdulillah kalau bapak bisa, nanti saya juga akan sering kesini jadi kalau ada keperluan bisa langsung tanya saya "ujar Ayumi


"iya mbak,saya pamit mbak. Assalamualaikum " ucap pak ceking lagi


"waalaikumsalam " jawab Ayumi


setelah pak ceking pergi Ayumi pun mengajak Nana untuk pulang


"Nana,kita pulang yuk tapi kita makan siang dulu soalnya saya sudah lapar " ucap Ayumi pada Nana


"iya mbak ayo" ucap Nana


"kita enaknya makan dimana na?" tanya Ayumi


"kita makan mie kering yang didekat kompleks aja mbak, soalnya disana mie keringnya enak " jawab Nana membayangkan mie kering bu Jum


"okey mbak no problem " ucap nana mengangkat tangannya dan menyatukan jari telunjuk dan jempolnya


"sok Inggris kamu na hahahaha" ujar Ayumi lalu tertawa


"ya biar keren gitu mbak heheheh" jawab Nana cengengesan


"yok Na kita berangkat sekarang " ucap Ayumi


"okey mbak, let's go " jawab nana cengengesan


mereka pun pulang menggunakan angkutan umum dan turun di Depan penjual mie kering yang dimaksudkan oleh Nana


saat mereka hendak masuk kedalam tenda penjual mie kering tak sengaja bertabrakan dengan


seorang pria tinggi tegap berbadan kekar nan tampan


"aduh jidatku "pekik Ayumi merasa sakit di jidatnya, Ayumi merasa seperti menabrak beton


Ayumi mendongakkan wajahnya dan mendapati seorang pria tampan menatapnya dengan dingin


"untuk cakep kalau nggak...... " ucap Ayumi


"kalau nggak kenapa?" tanya pria itu dingin


"nggak kenapa-napa paling kuajak makan mie kering !" jawab Ayumi asal


"nggak usah terima kasih" ucap pria itu ketus


"ya udah kalo begitu permisi "ujar Ayumi lalu menggeser badan pria itu agar dia bisa masuk ketenda penjual mie kering itu


"cakep-cakep kok judes, kayaknya dia lagi kepedesan jadinya judes


hihihihihi" ucap Ayumi sambil cekikikan dan Nana hanya mengulum senyumnya karena masih melihat pria yang ditabrak oleh ayumi menatap ayumi dengan tajam


"Ayo sini na, ngapain bengong disitu nanti kamu ketularan judes kayak ono!" ujar Ayumi lagi


Riki hanya menatap Ayumi dengan tatapan dingin lalu pergi dari tempat penjual mie kering itu


Nana berjalan kearah kasir ditempat itu dan memesan mie kering dua porsi, setelah memesan mie kering Nana berjalan kearah Arumi lalu duduk disebelah Arumi yang masih kosong


"kamu sudah pesan na?" tanya Ayumi pada Nana


"iya mbak udah,mbak jidatnya merah loh itu" ujar Nana lalu menyentuh jidat Ayumi yang memerah


" ini gara-gara si dada baja untung ganteng, tapi sayang judes" ucap Ayumi bersungut-sungut


"mbak juga sih jalan sambil liatin Hape" ujar Nana


" aku tuh lagi ngecek ada pesan masuk apa tidak eh malah nabrak si dada bajak " ucap Ayumi kesal


"sabar mbak, orang sabar disayang mantan " ucap Nana asal


"idih amit-amit jabang kingkong,kalau ingat mantan rasanya tuh mau saya kasi bon cabe level 1000" ucap Ayumi makin emosi


"salah ngomong kayaknya deh" ucap Nana menepuk jidatnya


"sabar mbak,nanti cantiknya ilang kalau emosi mulu" ucap Nana lagi


"habis kamu ingatin mantan sih" ucap Ayumi masih kesal


"permisi mbak ini pesanannya " ucap pelayan yang mengantar pesanan mereka


"makasih ya mas" ucap nana


"sama-sama mbak" ucap pelayan itu


"mbak makan dulu biar hatinya jadi adem " ucap nana


"Mas Es teh manisnya dua ya" ucap Ayumi pada pelayanan


"iya mbak ditunggu ya" ucap pelayan itu


"maaf ya mbak tadi lupa pesan hehehehe" ucap nana cengengesan


"ini mbak es teh manisnya,semanis mbak berdua eaaakkk" ucap pelayan itu dan membuat Ayumi dan nana tertawa


"tau aja mas kalau kita ini manis, emangnya ada semut ya mas lagi antri" ucap Nana


"hahahahaha,mbaknya lucu" ucap pelayan itu


"widih masnya nggak konsisten,tadi katanya manis sekarang berubah lucu hahaha" ucap Ayumi yang sudah melupakan emosinya


"ya jadi manis dan lucu aja deh mbak, selamat menikmati ya mbak-mbak " ucap pelayan itu dan berlalu pergi melayani pelanggan yang lain


Ayumi dan Nana menikmati mie keringnya dengan lahap