Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 33



Pov Riki (mas duda)


Sudah hampir beberapa bulan ini saya tidak pernah lagi bertemu dengan gadis yang sering menabrakku, gadis yang dipanggil bunda oleh anak bungsuku


terakhir kali kami bertemu dikedai bakso dan saya sering tersenyum sendiri dengan kelakuanku menggenggam erat tangannya saat ada yang ingin mencoba untuk mendekati


entah mengapa saya tidak suka bila ada yang mencoba mendekatinya termasuk adikku sendiri yaitu Rafa


saya masih bisa merasakan hangatnya genggaman tangan gadis itu,ya Allah kenapa saya selalu kepikiran dia


putriku juga sering menanyakannya tapi saya beralasan kalau bundanya itu lagi tugas diluar kota dirumah sakit yang besar


putri bungsuku pernah menangis seharian ingin menemui gadis itu karena itu saya bolak balik mendatangi rumahnya tapi rumah itu terlihat kosong baik siang maupun malam rumah itu terlihat sangat sepi


kasian putriku ingin bertemu dengan gadis yang disangkanya bundanya


"tenapa cih yah dunda cuka kali tindalin Icha, Icha tan pidat tatal Yayah "ujar putriku waktu itu


"iya sayang icha tidak nakal,icha itu anak baik dan soleha


bunda kan lagi kerja" jawabku untuk menyenangkan hatinya


"jangan memberikannya harapan yang tak pasti nak,kasihan putrimu Rik"ujar mama padaku


"saya tidak tau lagi ma bagaimana menjelaskannya "ujarku menimpali perkataan mama


"kamu harus bisa jujur sama anak kamu nak, jangan biarkan dia terus berharap kasian dia,mama juga kasian sama kamu karena setiap ada wanita yang dekatin kamu Arisha pasti menolak mereka " ujar mama


saya tidak tau lagi harus bagaimana,sudah banyak anak teman mama atau papa dikenalkan padaku tapi Arisha putri bungsuku atau Abian putra sulungku tidak ingin menerima mereka entah apa alasannya


sedangkan sudah beberapa bulan terakhir ini saya sering mondar-mandir ditempat yang biasa dikunjungi oleh gadis itu namun tak sekali pun saya bertemu dengannya


apakah dia benar-benar sudah pergi dari kampung ini?


sejujurnya bukan hanya anak-anak yang ingin bertemu dengannya namun saya pun sangat ingin bertemu dengannya entahlah perasaan semacam apa ini


awal saya melihatnya saat dia dan dua orang temannya mendatangi danau buatan di kota X dan waktu itu saya dan Rafa kebetulan singgah untuk beristirahat dan sholat di musholla disekitar danau buatan itu


dia menangis dan berteriak-teriak seperti orang kesurupan saya yang saat itu ingin memejamkan mata merasa terganggu


"tidak baik seorang wanita berteriak-teriak memperdengarkan suaranya karena itu juga adalah aurat lebih baik menenangkan diri dengan mengadu pada sang pencipta bukannya teriak-teriak tidak jelas mengganggu orang lain saja" ujarku kala itu dia dan temannya yang tidak melihat keberadaanku segera pergi dari tempat itu mengira saya itu makhluk astral


sampai-sampai Rafa terbahak bahak karenanya


saya mengira tidak akan pernah bertemu lagi dengan gadis itu namun ternyata kami mesih dipertemukan kembali dikedai penjual mie kering dia menabrak ku awalnya saya tidak ngeh dengannya namun saat dia lewat depan rumah dan terus menatap pohon jambu didepan rumah dan seolah-olah dia hanya jalan ditempat dasar wanita konyol


namun saat Rafa mengatakan kalau dia adalah gadis yang lari ketakutan saat saya menegurnya didanau buatan kota X


setelah ku perhatikan ternyata benar namun saya masih cuek karena saya merasa dia hanya gadis konyol yang melakukan hal-hal yang tidak biasa Gadis lain lakukan


🌺flash back 🌺


suatu hari putriku Arisha sedang demam tinggi saya awalnya tidak ingin menghadiri pernikahan anak rekan bisnisku dikota X namun apa yang dikata saya harus berangkat juga walaupun rasanya khawatir meninggalkan putriku yang sedang sakit


saat selesai menghadiri pesta pernikahan anak rekanku itu saya ingin kembali ke penginapan untuk mengistirahatkan tubuhku yang terasa sangat lelah namun belum juga saya menyalakan mesin mobil mama menelpon dan menangis- nangis mengatakan putriku Arisha mengalami kejang-kejang


"ma, tenang ya tenang,Riki akan segara pulang


sekarang mama telpon papa atau Rafa semoga mereka bisa cepat pulang dan menemani mama ke rumah sakit" ujarku menenangkan mama yang terdengar sangat panik


"iya nak kamu cepat pulang ya huuuuuu kamu yang hati-hati dijalan mama akan usahakan membawa Arisha kedokter


saat saya selesai melakukan pembayaran di penginapan mama menelponku lagi mengatakan bahwa putriku dibawa kesebuah klinik yang ada didekat rumah karena takut Arisha kenapa-napa bila lama-lama tidak cepat ditangani oleh dokter


saya merasa sangat khawatir jika terjadi sesuatu kepada putri semata wayangku bersama mendiang istriku sebelum menghembuskan nafas terakhirnya dia menitipkan kedua buah cinta kami kepadaku untuk terus menjaganya jika sampai terjadi sesuatu kepada putriku maka saya akan merasa bersalah karena tidak bisa menjaganya


saya mencoba menepis fikiran- fikiran yang negatif


tapi saat ini saya yang sedang mengemudi juga harus berhati hati karena mengendarai mobil sangatlah ektrim bila malam hari karena jalanan hanya diterangi oleh cahaya lampu dan malam ini terlihat mendung


saya menghubungi adikku Rafa untuk memintanya mengirimkan lokasi klinik yang mereka tempati


setelah mendapatkan share lokasi klinik itu dari Rafa saya langsung melajukan mobil ke sana


sampai Disana ternyata papa juga baru datang kami pun berjalan bersama menuju ke klinik tempat putriku dirawat


saya dan papa langsung masuk keruangan dimana putriku terbaring disebuah brankar pasien


disana mama,Rafa dan seorang wanita yang duduk membelakangi pintu masuk sedang asyik berbincang-bincang karena nampaknya Arisha sedang tertidur namun mereka tidak menyadari kedatangan kami saat akan melangkah untuk mendekati mereka tiba-tiba Arisha bangun dan memanggil- manggil Bunda


Wanita itu segera bangkit dari duduknya dan mendekati putriku


"Assalamualaikum cantik,kamu sudah bangun nak?" ujar wanita itu lembut pada Arisha


"Dunda" ucap Arisha lalu memeluk pinggang ramping wanita itu,hatiku rasanya diremas remas melihat putriku


mama mencoba menghentikan Arisha namun gadis itu menggelengkan kepalanya melarang mama untuk bicara


"tidak apa-apa Bu, takutnya panasnya akan naik lagi jika kita larang dan buatnya kecewa "ujar wanita itu memberi pengertian pada mama


"maaf nak Ayumi " ujar mama pada wanita itu yang namanya ternyata Ayumi,mama merasa tidak enak hati


"iya bu tidak apa-apa " ujar Ayumi


"Dunda nanan peldi ladi ya,icha au mama dunda"ujar Arisha yang masih memeluk tubuh Ayumi dan menyembunyikan wajahnya diperut rata Ayumi


Ayumi membalas pelukan Arisha


namun tak mengucapkan sepatah katapun wanita itu terlihat bingung harus menjawab apa


mama dan Rafa terlihat menangis mungkin merasa kasian pada putriku yang tidak pernah sekalipun merasakan kasih sayang seorang ibu


Rana adik bungsuku dan putraku juga baru datang dan ikut melihat semua yang dilakukan oleh putri kecilku,Rana dan Abian pun ikut menangis melihat tingkah Arisha


Bukannya saya pernah tidak ingin menikah lagi,sudah beberapa kali saya mengenalkan teman baiknya kepada keluarga dan anak-anak namun tak satupun yang bisa mengambil hati mereka baru kali ini saya melihat Arisha ingin dekat dengan orang asing


"Dunda,danan peldi- peldi ladi ya,talo dunda peldi icha itut tama ata' abi" ujar putriku lagi dengan berderai air mata


"iya sayang, tapi icha juga harus janji lekas sembuh dan jangan sakit lagi okey" ujar Ayumi menanggapi ucapan Arisha