
iik,Pagi hari menjelang Bu Ayudia kini sudah berkutat di dapur membuat sarapan untuk anak-anaknya
Satria yang sejak selesai sholat subuh kembali kekamarnya yang berada di favilium
Kini sedang melatih otot-ototnya itulah kegiatan satria yang rutin dilakukannya setiap harinya setelah sholat subuh sebelum bersiap berangkat bekerja bersama azka dan azlan
Begitupun dengan Arumi yang sejak tadi bergabung bersama kakaknya melakukan latihan-latihan kecil untuk menjaga kebugaran tubuh mereka
Setelah matahari semakin meninggi Arumi dan Satria memutuskan untuk berhenti dan membersihkan diri dikamar mereka masing-masing karena bpagi ini mereka akan kekampus Arumi
Bu Ayudia pun sudah melakukan olahraga ringan agar tubuhnya tetap fit dan awet muda
Sebelum akhirnya kembali kedalam rumah untuk membuat sarapan
Setelah selesai menyiapkan sarapan Bu Ayudia bergegas masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap sarapan bersama anak-anaknya
Arumi dan Satria sudah duduk di meja makan menunggu Bu Ayudia
"kok kalian belum makan ?"tanya Bu Ayudia saat sudah berdiri disamping Arumi
"nungguin Umah "jawab Arumi dan diangguki oleh satria
"ya sudah ayo makan, nanti kalian telat"ucap Bu Ayudia yang duduk disamping Arumi
mereka pun makan dengan lahapnya, tak ada yang bersuara sampai makanan mereka habis
setelah selesai sarapan satria dan Arumi berpamitan untuk kekampus Arumi
mereka tak butuh waktu lama untuk bisa sampai dikampus karena jalanan sedang tidak macet sehingga mereka bisa cepat sampai
kini mereka sudah berada di parkiran kampus
"kak Rumi kedalam dulu ya "pamit Arumi pada satria
"jangan lama-lama ya kasihan umah kalau menunggu kita terlalu lama"jawab satria
"siap bos"sahut Arumi lalu turun dari atas mobil satria dan berjalan kedalam kampusnya
satria menatap punggung adiknya berjalan masuk kedalam kampusnya namun perasaan satria Tiba-tiba merasa tidak enak hingga akhirnya dia memutuskan untuk menyusul adiknya itu
satria turun dari mobilnya dan mengenakan topi dan kacamata hitamnya sehingga menambah ketampanannya dan penampilan yang begitu cool
banyak anak-anak mahasiswa yang terpesona ketika melihat Satria yang mengenakan celana jeans hitam dan baju kaos hitam yang memperlihatkan otot-otot tangan dan dada kekarnya membuatnya terlihat seksi
satria Terus saja berjalan tanpa memperdulikan cewek-cewek yang Menggodanya
sampai didalam sebuah gedung satria bingung harus kemana karena bentuk gedung semua fakultas hampir sama b
terpaksa satria memutuskan untuk bertanya pada sekelompok mahasiswi yang sedang berdiri bersama beberapa temannya
"permisi mbak apakah bisa bertanya?" ujar satria pada mereka
"silahkan mas ganteng mau tanya apa?"jawab salah satu diantara mereka dengan gayanya yang genit
"fakultas kedokteran yang mana ya mbak?" tanya satria
"oh fakultas kedokteran,saya kira mas mau tanya saya bersedia jadi pacar mas" ucap mahasiswi itu lagi
"huuuuuu, kepedean sih kamu
hahaha " ucap yang lainnya dan mereka tertawa
"ya kali aja mas gantengnya lagi cari pasangan hidup,saya bersedia kok" ucap mahasiswi itu lagi
"maaf ya mbak saya permisi dulu"ucap satria
"mas ganteng mau ditemani? takutnya nanti mas ganteng nyasar , kalau nyasar kehatiku sih nggak masalah " ucap mahasiswi itu semakin genit
"nggak usah mbak biar saya sendiri saja, terimakasih banyak " ucap satria dan bergegas meninggalkan mereka
"apakah istri ajaib ku sewaktu kuliah juga seperti itu?"ucap satria dalam hati terkikik geli membayangkan istrinya
satria kini berada didepan sebuah gedung yang bertuliskan fakultas kedokteran
satria masuk kedalam gedung itu dan mencari keberadaan Arumi
perasaan satria semakin tidak menentu seperti telah terjadi hal yang tidak baik pada adiknya itu
satria Terus berjalan menyusuri lorong gedung itu
satria juga sempat bertanya tentang Arumi pada beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang ditemuinya
"maaf mas,apakah mas kenal dengan Arumi anak semester dua"ujar satria bertanya pada slah satu mahasiswa yang ada disana
"Arumi.....mmmmm.....Arumi" ucap pemuda itu mengetuk-ngetuk dagunya berfikir mengingat yang bernama Arumi
satria pun mengeluarkan ponselnya dan mencari foto Arumi digaleri ponselnya
"ini orangnya mas"ucap satria memperlihatkan fotonya bersama Arumi
"terima kasih banyak ya mas"ujar satria dan meninggalkan pemuda itu
satria berjalan cepat menuju tempat yang di tunjukkan orang tadi
sesampainya didepan sebuah ruangan yang tertulis ruangam Dosen itu alis Satria mengernyit karena tempat itu terlihat sepi
tak lama kemudian ada salah seorang mahasiswa yang keluar dari dalam ruangan itu
satria segera bertanya tentang keberadaan Arumi, apakah Arumi masih berada didalam ruangan n
itu
"maaf mas Apakah Adik saya ini masih ada didalam?"tanya satria pada mahasiswa itu sambil menunjukan fotonya dengan Arumi
"oh nggak ada mas saya tadi didalam hanya berdua dengan Dosen, tidak ada mahasiswa atau mahasiswi yang lain didalam"ujar orang itu
"kalau mas mau masuk bertanya pada pak dosen nggak apa-apa mas, dosennya ramah kok dan siapa tau pak dosen tau kemana adik mas pergi" ujar pemuda itu dan diangguki oleh satria
"terima kasih banyak ya "jawab satria dan pemuda itu pergi meninggalkan satria
Akhirnya satria memutuskan untuk masuk kedalam ruangan dosen tersebut dan bertanya keberadaan Arumi
tok tok tok
"assalamualaikum, permisi "ucap satria
waalaikumsalam, silahkan masuk" jawab pak Dosen Dari dalam ruangannya
satria pun masuk kedalam
"permisi pak saya menggagu waktu bapak sebentar"ucap satria
"oh silahkan pak" jawab dosen itu sangat ramah
"begini pak Adik saya salah satu mahasiswi disini bernama Arumi Rahmania Affandi tadi kesini untuk menyerahkan tugasnya namun sejak tadi saya mencarinya namun tidak ketemu
siapa tau adik saya sempat menyebutkan salah satu dosen yang akan ditemuinya "jawab satria
"oh Arumi!? tadi dia memang sempat datang kemari untuk menyerahkan tugasnya setelah itu sia pergi namun dia tidak mengatakan akan kemana"ujar pak Suratmo
"oh begitu ya pak!? kalau begitu saya pamit paka maaf sudah mengganggu waktu bapak"
"oh tidak apa-apa "ucap pak suratmo
satria pun berpamitan dan keluar dari ruangan itu
dan berjalan menyusuri lorong sampai akhirnya satria sampai di sebuah taman yang terdapat di bagian belakang salah satu ruangan entah ruangan apa itu Satria tidak tau
satria tanpa sengaja mendengar suara orang yang sedang berteriak dan memaki suara itu seperti suara Arumi
satria bergegas mencari sumber suara itu dan suara itu ternyata berasal dari sebuah gedung yang terbengkalai yang berada didekat taman
satria nekat masuk kedalam gedung itu karena penasaran dengan suara yang mirip dengan suara Arumi
satria terkejut melihat adiknya berkelahi melawan beberapa orang laki-laki
tanpa membuang waktu satria ikut bergabung melawan lima orang pria berbadan besar
tidak beberapa menit kelima pria yang menyerang Arumi dapat dilumpuhkan oleh satria dan Arumi
Satria memicingkan matanya saat melihat tiga orang laki-laki dan satu orang perempuan
satria mengenal dua orang diantaranya pria dan wanita yang ditemuinya di warung bakso cing Rukaya yang mengaku sebagai teman kuliah.Arumi
saat mereka berempat ingin melarikan diri satria segera menghalanginya
satria juga sempat memberikan mereka hadiah bogem mentah di wajah ketiga pria itu
sedang yang wanita Satria hanya menghadiahkan sebuah tamparan dan hal itu membuat nyali mereka menciut
Arumi ikut mendekati ke empat orang itu
"oh ternyata kalian ya dalangnya" ujar Arumi dingin dengan tatapan mata yang tajam
"Apa maksud kalian hah!?"tanya Arumi
mereka semua diam tidak ada yang menjawab pertanyaan Arumi
"ayo jawab apa tujuan kamu,mengapa kalian ingin menyekap adikku"tanya satria dengan suara yang menakutkan dan itu semakin membuat mereka merasa takut karena kelima preman yang mereka sewa berhasil dilumpuhkan
"kami bertiga hanya mengikuti dia saja"ucap salah satu dari mereka
"oh jadi kamu otak semua ini?! apa tujuan kamu hah" ucap satria.mencengkram dagu Arjuna
ya yang ingin menyekap Arumi adalah Arjuna dan teman-temannya karena dia merasa sangat kesal karena Arumi menolak ajakannya untuk ikut dengan mereka kesuatu tempat