Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 27



ketika saya sedang asyik menyelesaikan pekerjaan tiba-tiba ponselku berdering dan itu panggilan dari Bella


"halo,ada apa Bel?" tanya ku pada Bella saat telponnya kuangkat


"mas hiks hiks hiks "ucap Bella menangis sesenggukan,saya mengerutkan kening karena heran ,pagi tadi dia baik-baik saja ada apa dengannya


"kamu kenapa bel?" tanyaku


"mas hiks hiks,mami kamu datang mas hiks hiks hiks "ucap Bella masih dengan tangisannya


"mami datang ? mau apa mami datang ?"ujarku dalam hati karena baru kali ini mami datang ke apartemen ku


"mami bilang apa sama kamu ?"tanyaku lagi pada Bella


"mami kamu memaki dan menghina saya mas hiks hiks hiks "ujar Bella lagi


"trus mami mana sekarang ?" tanyaku


"mami kamu sudah pulang mas,dan mami kamu ingin kamu pulang"ucap Bella


"ya sudah kamu yang tenang ya ,saya selesaikan dulu pekerjaan dikantor" ujarku pada Bella


"iya mas"ujar Bella dan sambungan telpon pun ku matikan


sore harinya waktunya untuk pulang saya tidak langsung pulang ke apartemen tapi saya langsung pulang kerumah mami


kini saya sudah sampai di depan rumah mami


sudah lama saya tidak tinggal bersama mami,saya sangat tidak suka dengan aturan-aturan yang mami buat


adikku juga diam-diam sudah membeli Apartemen,dia sering nginap di apartemennya dengan alasan nginap di rumah teman


tok tok tok tok


saya berulang kali mengetuk pintu rumah mami hingga akhirnya ada yang membukakan pintu


ceklek ceklek


krieeek...


suara pintu terbuka dari dalam


"eh den Calvin "ucap bik mimin Art Mami yang selama ini merawatku dan adikku Hendrik


"apa kabar bik,bibi sehat-sehat saja kan?"ujarku mengelus punggung wanita paruh baya didepanku ini


"Alhamdulillah bibi sehat den"ujarnya tersenyum


"mami ada kan bik?"tanya ku pada Bi mimin


"ada den lagi di kamarnya " jawab bik mimin


"ya sudah saya kekamar dulu ya bik mau bersih-bersih dulu, kalau mami sudah turun bilang saya nyariin ya bik"ujar ku pada bik Mimin


"iya den"jawabnya


saya pun melangkah masuk kedalam rumah dan naik kelantai dua dimana kamarku berada


krieeek....


pintu kamar kubuka suasana dalam kamarku tak pernah berubah bik Mimin rajin membersihkannya, pakaianku pun masih banyak disini dan masih tersusun rapi


selesai membersihkan diri saya tidak langsung turun mungkin mami dan papi sudah ada dibawah, tapi saya memilih untuk merebahkan tubuhku yang terasa lelah setelah seharian bekerja


saat asyik memainkan game diponselku pintu kamar diketuk


"tok tok tok,den calvin " panggil bik Mimin


"saya langsung bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu dan membukanya


"iya bik,ada apa ?" tanyaku pada bik Mimin setelah pintu kamar terbuka


"Aden dipanggil sama Nyonya" ujar bik Mimin


"iya bik saya akan segera turun,oh iya bik apa papi juga ada dibawah ?" tanyaku lagi pada bibi


"ada den"jawab bik Mimin


"iya saya akan segera turun menemui mereka " ujarku pada bik Mimin


"baiklah den bibik turun dulu,mau lanjut siapkan makan malam" ujar bik Mimin dan mulai menuruni anak tangga dengan hati-hati


biar bagaimanapun dia begitu berjasa dalam hidupku,dia yang telah merawatku dan menyayangi ku sedari kecil sedangkan mami dan papi hanya sibuk dengan bisnis mereka,papi dengan perusahaan miliknya sendiri sedangkan perusahaan yang dikelola sekarang adalah milik opa ayah dari papi yang diwariskan kepadaku dan adikku Hendrik karena papi anak tunggal tapi Hendrik tidak ingin pusing dengan pekerjaan di perusahaan dia lebih memilih mengembangkan bisnisnya dia memiliki resto dan cafe


mami sibuk dengan butik dan salon kecantikannya


jadi kami jadi anak-anak yang kurang kasih sayang hanya bi mimin dan pak Imanto suami bibi yang selalu ada untuk kami


setelah bibik sudah sampai dilantai bawah saya kembali masuk kedalam kamar untuk mengambil ponsel, dompet dan kunci mobil supaya nantinya saya tidak usah bolak balik dan naik-turun tangga


"hai mi,hai pi" ujarku saat sudah sampai didekat Mami dan Papi


"Hai vin, duduk sini kamu "ujar Mami dengan muka judesnya


"ada apa mi?" tanyaku pada mami


"vin siapa wanita yang ada di apartemenmu hah?" tanya mami mulai emosi


"dia Bella mi, teman dekatku " ujarku


"trus bagaimana dengan Ayumi ?" tanya mami lagi kali ini menanyakan tentang Ayumi,mami dan papi memang sangat menyukai Ayumi karena Ayumi pandai mengambil Hati mereka dengan sering memasak makanan yang lezat,oma Ayumi juga teman bisnis Mami


"kami sudah putus mi"ujarku menundukkan kepala


"apa???" ucap mami dengan suara lantang karena terkejut


"bod** kamu vin, bod** kamu


kamu ini ya benar-benar nggak lagi mami mau bilang apa,mami juga tidak tau apa yang ada dikepalamu vin


Ayumi itu wanita sempurna vin,dia cantik seorang Dokter dan Desainer muda dia juga punya beberapa cabang butik,dia itu gadis yang sangat mandiri dan pekerja keras


apa alasanmu putus dengan Ayumi ? apa karena wanita yang di Apartemenmu itu? dari mana asal perempuan itu ?" ujar mami memberondongku dengan pertanyaan


"bukan Calvin yang putuskan Ayumi mi, tapi Ayumi yang meninggalkan Calvin " ujarku


"Tidak mungkin Ayumi meninggalkanmu tanpa Alasan,Mami sudah sering mendengar Ayumi memaafkan kesalahan yang kamu buat tapi mungkin kesalahan yang kamu buat kali ini sudah tidak bisa dimaafkan lagi sehingga Ayumi memutuskan untuk pergi dari kamu"ujar mami dan yang dikatakan oleh mami sangat tepat


"Atau jangan-jangan benar kata mami karena wanita yang ada di apartemen kamu itu penyebabnya, jika dia wanita baik-baik tidak akan mungkin mau tinggal serumah dengan laki-laki yang bukan pasangan halalnya


wanita seperti itu hanya menginginkan hartamu,dia itu akan jadi benalu dihidupmu vin


coba kamu bandingkan Ayumi dan perempuan simpananmu itu apakah Ayumi selalu menuntutmu ini dan itu ? selalu meminta ini dan itu? tidak kan vin! Ayumi malah membimbing mu dan saat kamu bersama Ayumi kamu sudah mulai rajin beribadah tapi apakah kamu dapatkan itu semua dari perempuan simpananmu ?" ujar mami


semua yang dikatakan mami adalah benar Bella hanya tau meminta uang dan uang, dia tidak pernah mau menerima penolakan jika meminta sesuatu kepadaku


"tapi mi, Bella sudah hamil cucu mami "ujarku


"hahhhh, sudahlah Vin,mami sudah lelah menasehati mu, dan sedari dulu kamu memang tidak pernah menganggap kami


kami sibuk dengan pekerjaan kami itu semua demi kamu dan adikmu,kamu memang sudah menjalankan perusahaan milik opamu tapi itu juga dari dukungan kami vin, karena campur tangan kami hingga kamu bisa seperti sekarang ini


tapi terserahlah vin apa maumu,nikahi wanita itu jangan biarkan anak dalam kandungannya yang tidak berdosa menanggung perbuatan dosa kalian


tapi ingat vin,kami merestuimu dengannya tapi tidak akan pernah menerima dia sebagai menantu" ujar mami lalu berdiri dan berjalan menuju dapur mungkin mami ingi membantu bibi menyiapkan makan malam


benar dugaanku mami kedapur untuk menyiapkan makan malam karena tak berapa lama bibi datang dan memberitahukan kepada kami kalau makan malam sudah siap


kami makan malam tanpa suara hanya suara dentingan sendok dan piring yang sedang beradu sesekali terdengar


setelah makan malam saya berniat untuk kembali ke apartemen karena kasihan Bella sendiri


"mau kemana kamu vin?" tanya papi saat saya ingin melangkah keluar rumah


"Calvin mau kembali ke apartemen pi" jawab ku


"Nikahi wanita itu besok, papi tidak ingin menanggung dosa yang kamu perbuat" ujar papi tegas


"tapi pi calvin belum...." ujar ku namun ucapanku belu selesai papi sudah memotongnya


"belum siap apa? sampai kapan kamu siap vin ? sampai wanita itu melahirkan ? sudah kamu harus menikahinya besok, papi tidak mau tau


dan kamu malam ini nginap disini


dan telpon sam untuk mengurus surat-surat pernikahanmu


dan jika kamu tidak ingin mendengarkan papi,papi masih sangat berhak untuk mengeluarkanmu dari perusahaan Opamu" ujar papi tegas dan tak terbantahkan,papi memang jarang ingin berkomentar akan tetapi jika telah memutuskan sesuatu itu tidak akan pernah bisa dibantah


saya kembali ke kamar dan menelpon sam untuk mengurus surat-surat pernikahanku dengan Bella saya juga menelpon Bella untuk menyiapkan semua berkas yang diperlukan karena besok sam akan menjemput berkasnya


Bella sangat bahagia mendapat kabar ini walaupun kami hanya menikah siri saja dulu