Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 84



Sifat Fadlan kebalikan dengan sifat Fatiyah yang keras kepala dan tegas seperti sifat pak fatur


Fatiyah dan pak fatur sudah mengepalkan tangannya kerena baru kali ini mereka mendengar langsung saudara dan anak laki-laki mereka diperlakukan seperti itu


Bu Fatimah sudah menangis sesenggukan


Azlan juga mengepalkan tangannya pantas saja saudara laki-laki istrinya itu tidak datang keacara bahagia mereka


Mungkin karena malu atau ada alasan lainnya


Fatiyah sudah tidak tahan lagi akhirnya diapun mengetuk pintu rumah mertua kakaknya itu


Tok tok tok


"assalamualaikum "ucap Fatiyah mengucapkan salam


Beberapa kali Fatiyah mengetuk dan mengucapkan salam namun tak ada jawaban


Fatiyah mencoba lagi mengetuk dan mengucapkan salam dan kali ini Fatiyah mendapatkan jawaban dari dalam rumah


"waalaikumsalam "jawab seseorang dari dalam dan mereka tau itu suara Maryam istri Fadlan


Pintu pun dibuka dari dalam dan muncullah seorang wanita berwajah cantik tapi terlihat sangat kurus


"ah... kalian "ucap Maryam terkejut melihat keluarga suaminya


"iya kak ini kami datang "ucap Fatiyah dan menatap wajah kakak iparnya yang terlihat sembab seperti habis menangis


"ayah ibu, kalian juga datang "ucap Maryam saat melihat kedua mertuanya


"iya nak kami datang untuk melihat kalian ibu rindu pada cucu-cucu ibu dimana mereka "jawab ibu Fatimah


"mereka ada dibelakang bu"jawab maryam


"mari silahkan masuk saya akan panggilkan mas Fadlan dan anak-anak "ucap maryam lagi


"memangnya mas fadlan ada dimana kak?"tanya Fatiyah


"mas fadlan ada dibelakang rumah sedang bersih-bersih "ucap Maryam


"oh"jawab Fatiyah


mereka pun duduk disofa yang ada diruang tamu itu, sedangkan Maryam berlalu kedalam untuk memanggil suami dan anak-anaknya untuk menemui keluarganya yang datang mengunjunginya


tak berselang berapa lama Fadlan keluar menemui mereka sambil menggendong anaknya yang paling kecil dan yang yang besar digandengnya mereka terlihat sangat kurus


Fatiyah menatap wajah kakaknya yang dulu terlihat tampan namun sekarang dia terlihat kurus dan tidak terurus


Mata Fadlan pun terlihat sembab seperti habis menangis


Bu Fatimah pun memperhatikan putra sulungnya itu matanya sudah berkaca-kaca melihat kondisi anaknya itu


Fadlan mendekati orang tuanya menyalami dan memeluk mereka melepaskan rasa rindunya yang selama ini ditahannya


Fadlan mengis dalam pelukan wanita yang telah melahirkannya


Fatiyah mengambil ponakanya dalam gendongan sang kakak


"maafkan Fadlan bu, Fadlan tidak pernah datang mengunjungi ibu dan ayah"ucap fadlan sesegukan


Ingin rasanya fadlan menceritakan semua kepada ibunya itu namun ditahannya


"tidak apa-apa nak ibu sangat mengerti "ucap Bu Fatimah mengelus kepala putranya dengan lembut


Fadlan mengangkat wajahnya dan menatap wajah sang ibu


"terima kasih bu"ucap Fadlan kemudian dan dia berpindah duduk diantara ayah dan ibunya


"oh iya Fatiyah ini suami kamu dek? maafkan kakak tidak bisa hadir diacara pernikahanmu"ucap fadlan dengan wajah sendunya


"iya kak tidak apa-apa ,iya ini mas azlan suami Fatiyah"jawab Fatiyah memperkenalkan suaminya kepada sang kakak


"kakak doakan semoga kalian selalu bahagia dan segera diberikan momongan "ucap Fadlan


"aamiin "jawab Fatiyah dan Azlan


kini maryam keluar hanya membawa air putih untuk disuguhkan kepada mertua dan adik iparnya karena didalam tadi maryam kembali mendapatkan hujatan dari ibu tirinya saat akan membuat teh manis untuk keluarga suaminya


"tidak usak sok-sok an mau menyuguhkan teh sedangkan suamimu tidak bisa membeli teh dan gula jadi kamu pakai teh dan gulaku untuk mertuamu itu"ucap bu Radiah ibu tiri Maryam


Maryam kembali meneteskan air matanya namun segera disekanya karena dia tidak ingin keluarga suaminya melihatnya


"silahkan bu pak,maaf cuma air putih saja"ucap Maryam menundukkan wajahnya karena malu dan merasa tidak enak hati


"tidak apa-apa nak,makasih ya"ucap Bu Fatimah lembut "Fadlan dan Maryam masih menundukkan kepalanya


"tidak dek kasihan ayah dan ibu jika harus menampung kami"ucap Fadlan


"sebaiknya kalian bawa saja anak dan menantu kalian itu mereka hanya menjadi benalu disini"ucap Radiah tiba-tiba muncul


"tanpa ibu suruh pun saya akan membawa kakak dan keluarganya ikut dengan kami sehingga kakakku tidak usah mendapatkan hinaan dari mulut beracun ibu itu "ucap Fatiyah emosi


"Bagus sekarang kalian pergilah dari sini dan bawalah banalu? benalu itu dari rumahku"ucap bu Radiah kepada mereka pak fatur sudah mengepalkan tangannya


"ayo nak benahi semua pakain kalian lalu ikut bersama kami"ucap Bu Fatimah lembut


"tapi bu.."jawab Fadlan


""tidak ada tapi-tapian kak apakah kakak senang dijadikan pembantu disini ?apakah kakak senang anak-anak kakak dijadikan sasaran kemarahan mereka ? apakah kakak ingin melihat istri kakak mati perlahan-lahan disini ?"ucap Fatiyah yang sudah sangat emosi


"kalian dikatakan disini sebagai benalu dirumah ini sedangkan kakak punya keluarga yang menyayangi kakak tanpa syarat sedangkan disini kalian hanya dianggap pembantu yang tak di upah"ucap Fatiyah lagi


Fadlan dan Maryam terdiam dan semakin menundukkan kepalanya, mereka tidak menyangka adiknya mengetahui semua yang sudah mereka alami disini


"kamu bilang tak di upah ? mereka disini numpang tidur dan makan "ucap bu radiah tak mau kalah


"hahaha, yang benalu yang sebenarnya disini siapa?kak maryam atau kalian


Karena rumah dan harta yang kalian nikmati ini adalah harta peninggalan ibu kak maryam yang diwariskan untuknya dari almarhum kakek dan nenenknya


Kalian datang kemari tidak membawa apa-apa kalian itu dipungut dijalan oleh ibu kak Maryam dan dipeliharanya sampai akhirnya beliau meninggal karena sakit


Atau jangan-jangan sakitnya ibu lenni karena ibu"ucap Fatiyah geram dan membuat bu Radiah terhenyak karena tidak menyangka adik fadlan itu tau semua masa lalunya


"kamu jangan sembarangan menuduhku,saya bisa melaporkanmu"ucap bu Radiah dengan suara gemetar


Fatiyah dan azlan tersenyum sinis, sedangkan yang lain hanya diam mendengarkan ucapan Fatiyah barusan


"silahkan bu,jika ingin melaporkanku dan jangan salahkan saya jika semua kebusukan ibu dan anak laki-laki ibu saya bongkar siapa yang akan mendekam sipenjara "ucap Fatiyah membuat bu Radiah berkeringat dingin


"Lebik baik kalian pergi dari sini "usir bu Radiah


"kenapa ibu takut saya bongkar semua kebusukan ibu ?"tanya Fatiyah lagi


"kebusukan apa?saya orang baik-baik "ucap bu Radiah mencoba untuk biasa-biasa saja


Azlan dapat melihat kegelisahan pada diri bu Radiah


Dan Azlan yakin bu Radiah menyembunyikan sesuatu


"ayo kak kemasi barang-barang kakak dan anak-anak,kakak harus ikut kami keluar dari rumah yang seperti neraka ini"ucap Fatiyah lagi kepada kakak dan kakak iparnya


Fadlan dan Maryam tak dapat lagi membantah mereka segera beranjak menuju kamarnya yang berada dibelakang di dekat dapur


Mereka mengemas semua pakaian mereka yang tidak seberapa


Setelah selesai mereka pun kembali kedepan untuk menemui keluarganya


"kalian tidak mengambil yang bukan milik kalian kan?"ucap bu Radiah


"tenang saja bu kami tidak akan memakan yang bukan hal kami"ucap Maryam


"bagus sekarang pergilah dari sini,saya sudah muak melihat wajah kalian "Ucap bu Radiah


"tenang saja bu saya akan membawa keluarga saya pergi dari sini karena saya juga sudah muak melihat wajah ibu"ucap pak Fatur yang sedari tadi hanya diam saja


mereka pun pergi dari rumah itu


Maryam beberapa kali menoleh menatap rumah peninggalan ibunya itu disana banyak kenangan bersama sang ibu


"ayo kak,kakak tenang saja,suatu saat nanti kita pasti mendapatkannya kembali "ucap Fatiyah tersenyum kepada kakak iparnya itu


Maryam menatap adik iparnya dia tidak mengerti dengan ucapan adik dari suaminya itu


setelah menempuh perjalanan selama dua jam kini mereka sampai didepan rumah lama pak fatur mereka turun dari mobil fadlan meneteskan air matanya sudah lama dia tidak datang kerumah orang tuanya tempatnya mendapatkan banyak kasih sayang dari ayah ibu dan adik-adiknya


"Bu Fadil dan Fadillah mana?"tanya fadlan pada sang ibu menanyakan keberadaan kedua adik kembarnya setelah duduk diruang tamu


"jam segini mereka belum pulang kerja nak"ucap sang ibu


"mereka sudah kerja bu?"tanya fadlan lagi


"iya nak Adik-adikmu sekarang sudah bekerja di perusahaan tekstil sedangkan Fadillah bekerja dipuskesmas sebagai seorang Bidan"jawab bu Fatimah


"wah mereka hebat-hebat "ucap fadlan bangga pada kedua adiknya


"Fadhillah kayaknya sebentar lagi pulang biasanya dia pulang jam empat sore jika tidak ada lagi pasien yang akan melahirkan"Ucap Bu Fatimah