
Bayu terpaksa harus tidur sendirian karena sang istri tidur dengan ibunya
tidur bayu tidak nyenyak karena sudah terbiasa tidur ditemani dan memeluk istrinya
sedangkan Arumi tertidur dengan pulas setelah Lelah menangis dipelukan ibu dan kakak-kakaknya
Arumi seakan lupa jika ia sudah memiliki suami yang harus ditemaninya
ke esokan Harinya saat Bayu selesai bersiap untuk berangkat ke tempat dimana usahanya dijalankan yaitu di daerah pariwisata Bayu membangun Restoran dan villa dimana usahanya itu semakin berkembang pesat karena banyak pengunjung yang datang kesana
sedangkan Arumi masih tertidur dikamar ibunya
"umah,Apa Rumi masih tidur !?"tanya bayu pada mertuanya
"iya bay,biarkan saja dulu ya,kamu harus sabar menghadapi tingkahnya yang kadang masih kekanak-kanakan dan juga manja
ibu hamil itu itu memang seperti itu sensitif terhadap segala hal dan jangan pernah meragukannya dia itu jika sudah suka pada sesuatu dia akan menjaganya dan merawatnya dengan baik coba kamu cari kardus mainannya Sampai sekarang pun dia menyimpannya karena dia itu sangat sayang pada sesuatu yang di sukainya Namun jika sudah ada yang mengusiknya misalkan mainannya itu melukainya maka tanpa mengucapkan kata-kata dia membuangnya begitu saja karena di anggapnya berbahaya karena sudah melukainya " ucap Bu Ayudia pada menantunya
mendengar ucapan mertuanya Bayu menjadi gugup karena takut jika Arumi kecewa padanya karena ucapan mamanya tempo hari dan Arumi memilih meninggalkannya
wajah bayu tiba-tiba pias dan dahinya berkeringat
Bu Ayudia dapat melihat perubahan diwajah menantunya itu
"kamu kenapa Bay,kamu sakit!? wajahmu sampai pucat begitu"Ucap Bu Ayudia
"tidak apa-apa ma, mungkin karena semalam susah tidur biasanya tidur ditemani Arumi semalam tidur sendirian "jawab Bayu jujur agar bu Ayudia tidak mencurigainya
"oh begitu ya, sekali lagi maafkan Arumi ya bay
oh iya bay kok mamamu tidak datang kemari kan biasanya kalau kalian disini mamamu datang lihat kalian "ucap Bu Ayudia
"nggak tau juga mah, Bayu juga belum berkunjung ke sana sama Arumi "jawab Bayu Gugup
"oh kalau kamu sempat ajak istrimu mengunjungi orang tuamu jangan sampai orang tuamu merasa terabaikan dan punya fikiran yang lain terhadap Arumi"ucap Bu Ayudia pada Bayu
"iya Umah "jawab Bayu
"ya sudah ayo kita sarapan duluan "ucap BU Ayudia lagi
"yang lain kemana Umah !?tanya Bayu
"tadi mereka pada sarapan bubur diluar "jawab Bu Ayudia
"oh"jawab Bayu dan mulai menyendok nasi goreng buatan mertuanya dan sarapan sendiri
setelah selesai sarapan Bayu pun berpamitan pada ibu mertuanya,bayu berniat sebelum berangkat je villa dia akan mampir sebentar ke rumah orang tuanya
"umah saya pamit dulu"ucap bayu pada mertuanya
"iya bay kamu Hati-hati ya nak!!oh iya kalau kamu pulang nanti kita bareng-bareng kerumah mamamu ya "jawab Bu Ayudia
"iya mah"jawab bayu, Namun dia Bing kenapa mertuanya ingin kerumah orang tuanya
Bayu pun meninggalkan kediaman Bu Ayudia dan menuju kerumah orang tua nya terlebih dahulu sebelum berangkat kevilla dan restorannya
sedangkan dirumah Tante Maya anak buah Azlan dan satria mengiming-imingi mereka sebuah pekerjaan yang bagus agar mereka ingin meninggalkan kampung halaman mereka
Tante Maya dan keluarganya pun setuju karena bukan hanya suami Tante Maya yang dijanjikannya sebuah pekerjaan namun kedua anaknya pun dijanjikan sebuah pekerjaan
dan malam itu juga mereka diantarkan kesebuah daerah menggunakan sebuah helikopter yang disewa azlan dan satria khusus untuk mengantarkan keluarga Tante Maya
disana mereka disediakan sebuah Rumah dan lahan pertanian untuk mereka bertahan hidup
setelah mengantarkan mereka anak buah Azlan meninggalkan mereka begitu saja
disana juga ada beberapa orang yang diasingkan karena sudah berkhianat baik pada keluarga maupun atasannya dan tidak bisa dimaafkan lagi
tak ada akses untuk bisa keluar dari daerah itu kecuali orang tertentu yang datang untuk membebaskan mereka atau datang untuk membeli hasil panen mereka dari lahan yang diberikan sebagai modal awal untuk mereka bertahan hidup
Didaerah itu ada beberapa orang yang mengawasi mereka dan salah satu diantara mereka yang dianggap kuat itu yang menjadi kepala desa atau pimpinan mereka yang harus mereka hormati dan segani dan orang tersebut yang menjadi penghubung untuk para pembeli hasil penen warga desa itu
awalnya Tante Maya dan keluarganya merasa sangat senang dan bangga karena mereka diantarkan menggunakan sebuah helikopter
mereka tidak pernah sekali pun naik pesawat apalagi helikopter seperti saat ini namun saat mereka ditinggalkan dan serahkan pada pimpinan desa itu dan diajari bagaimana cara bertani
Tante Maya dan keluarganya Histeris karena merasa tertipu apalagi disana tidak ada sedikit pun jaringan internet atau signal telpon kecuali menggunakan alat khusus untuk melakukan komunikasi dengan orang luar dan hanya pimpinan desa yang memiliki alat itu
ditempat Bayu
saat sore menjelang Bayu pun pulang ke rumah ibu mertuanya untuk menjemput istri serta ibu mertuanya karena sudah janjian untuk datang kerumah orang tua Bayu
sesampainya mereka dikediaman orang tua Bayu mereka disambut hangat oleh pasangan paruh baya itu
Bu Ayudia juga membalas sambutan hangat dari besannya namun Arumi bersikap datar dan dingin kepada ibu mertuanya berbeda dengan ayah mertuanya menyahuti semua pertanyaan ayah mertuanya dengan ramah
Bu Raidah Merasa kecewa dengan sikap menantunya itu
Bu Ayudia dapat melihat kekecewaan diraut Wajah Bu Raidah Namun bu Ayudia bersikap biasa saja
"bagaimana kabarnya jeng,kita bertetangga tapi jarang bertemu "ucap Bu Ayudia mencairkan suasana
"i-iya jeng,kita jarang sekali bertemu "jawab Bu Raidah sedikit gugup
"saya sangat sibuk dengan pekerjaan puskesmas,apalagi harus merawat ketiga anakku yang sedang hamil besar mereka sangat manja tapi Alhamdulillah mereka jika siang tidaklah rewel namun jika sudah malam mereka akan berubah sangat manja" ucap Bu Ayudia mencerita
"iya jeng benar; bahagia rasanya jika tau kita akan segera punya cucu" jawab Bu Raidah
"iya benar kebahagiaan yang tiada tara,jeng Hanim saja yang sudah punya dua cucu Sangat menyambut bahagia kehamilan Ayumi dan tidak pernah meragukan kehamilan anak saya itu "ucap Bu Ayudia tersenyum sinis
degg
Bayu, Bu Raidah dan pak Wijaya Sangat terkejut mendengar ucapan Bu Ayudia
Bu Raidah merasa tersinggung dengan ucapan besannya itu
"Apa maksud ucapan jeng Ayudia "tanya Bu Raidah
"loh maksudnya jeng!?"bu Ayudia pura-pura tidak tau apa yang dimaksudkan oleh besannya itu
"kenapa jeng Ayudia mengatakan meragukan kehamilan putri jeng"jawab bu Raidah
"loh apa saya salah ya!? kan saya cuma bilang Jeng Hanim tidak pernah meragukan anak yang ada didalam kandungan putriku, walaupun Ayahnya menghianati pernikahan kami tapi saya yakin putri-putriku akan setia pada pasangannya karena sedari kecil mereka dirawat oleh Abah dan umahku dengan baik begitupun dengan ketiga Putraku walaupun mereka bukan terlahir dari rahimku tapi mereka mewarisi sikap Abahku