
Seminggu telah berlalu setelah pesta pernikahan Fatiyah dan Azlan
Ayumi dan yang lainnya masih berada disana kecuali Rafa, Bayu ,Riki,dan Bu Ayudia yang pulang terlebih dahulu ke esokan Harinya setelah pesta mereka pulang karena mereka ada pekerjaan yang harus mereka selesaikan
Ayumi dan yang lain banyak mengunjungi tempat wisata yang ada disana namun mereka paling sering datang kepantai karena jaraknya yang dekat dari rumah orang tua Fatiyah
Hari ini mereka akan pulang dan rumah yang mereka tempati selama mereka ada disana Azlan sudah membelinya atas nama Fatiyah
Orang tua Fatiyah dan kedua adiknya yang akan menempati rumah itu
awalnya orang tua Fatiyah menolak untuk menempati ruma besar itu namun Azlan memberikan alasan yang tepat bahwa kalau mereka datang berkunjung mereka akan bebas karena dirumah itu banyak kamarnya karena azlan mempunyai keluarga besar dan juga kakak tertua Fatiyah yang masih tinggal bersama mertuanya bisa menempati rumah tua mereka karena Fatiyah pernah bercerita kepada Azlan jika Fadhlan kakak tertuanya merasa tertekan hidup satu rumah dengan Mertua dan adik iparnya sedangkan untuk membeli rumah gajinya tidak akan pernah cukup karena harus ikut andil dalam memenuhi kebutuhan keluarga istrinya
Flashback
Malam ini malam kedua setelah pernikahan mereka Fatiyah dan Azlan berbincang-bincang sebelum mereka tidur karena mata mereka belum bisa terpejam
"dek bagaimana kalau rumah disebelah itu kita beli aja biar kalau kita datang kesini enaka nggak perlu cari penginapan lagi"ujar azlan
"emmm,apa tidak berlebihan mas?"jawab Fatiyah merasa tidak enak hati pada suaminya itu karena mereka baru sehari telah menikah
"berlabihan bagaimana sayang ?"tanya Azlan pada istrinya itu
"ya nanti keluarga mas menganggapku memanfaatkan situasi demi untuk keuntunganku sendiri "ucap Fatiyah ragu
"sayang dengar,sudah berapa lama kamu mengenal keluarga ku "ucap Azlan membingkai wajah cantik istrinya dengan kedua tangannya
"sejak saya masih kecil "jawab Fatiyah
"nah tuh kamu tahu, apakah keluargaku pernah mempermasalahkan sesuatu yang dibeli lalu diberikan pada keluarga lain ?"tanya Azlan lagi
Fatiyah hanya menggeleng
"kamu sangat tau bahkan sangat mengenal sifat semua keluargaku dengan baik, mereka akan mendukung segala sesuatunya tanpa ada protes ataupun marah
Jika itu untuk kebaikan kita bersama"ucap azlan lagi dan Fatiyah hanya mengangguk-anggukan kepalanya
"dan kamu tau sayang siapa yang punya ide untuk mas membeli rumah itu?"tanya Azlan pada istrinya itu
Fatiyah menggelengkan kepalanya
"siapa mas?"tanya Fatiyah
"umah dan Ayumi "jawab Azlan
"benarkah mas?"tanya Fatiyah
" Iya sayang,itu ide mereka dan kamu tau apa alasan mereka menyuruh mas untuk membeli rumah itu?"tanya azlan lagi
"tidak mas kan mas belum kasi tau"ucap Fatiyah dan membuat azalan tersenyum karena asli istrinya yang agak rada-rada
"nah makanya mas kasi tau,umah dan Ayumi bilang kalau mas beli rumah itu kita bisa suruh ibu,Ayah, Fadhil dan Fadhillah tinggal disana sedangkan dirumah ini bisa ditempati oleh kak Fadlan biar dia bisa merasa tenang dengan keluarga kecilnya
Kita juga jika datang berkunjung kesini satu kompi nggak perlu pusing lagi cari penginapan atau semacamnya "ujar Azlan menjelaskan semuanya
"benarkah mas? umah dan Ayumi memang sangat baik dia adalah malaikat tak bersayap yang selalu ada untuk menolong Kita walaupun nyawa taruhannya "ucap Fatiyah terharu pada kebaikan hati Ayumi kepadanya sejak dulu Ayumi selalu membantunya dan juga keluarganya itulah mengapa Fatiyah tidak pernah mau jauh dari Ayumi karena dia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan melindungi Ayumi
"iya sayang dia memang malaikat tak bersayap seandainya buka ayumi yang menemukan mas dan Azka entah bagaimana nasib kami mungkin kami akan menjadi gembel atau mati karena kelaparan atau mati digebukin orang-orang suruhan paman dan bibiku tapi Ayumi kecil melindungiku sehingga mas dan azka tak ditemukan Ayumi dan keluarganya memang sangat baik terlebih opa dan oma
Satria juga entah bagaimana nasibnya jika Ayumi kecil tak mengajaknya pulang mungkin saat ini dia akan menjadi preman pasar yang kejam"ucap Azlan menatap langit-langit kamarnya dan membayangkan wajah tampan opa yg mirip Ayumi dan wajah cantik Oma yang mirip Arumi, membayangkan bagaimana baiknya kedua orang tua itu mendidik dan merawat nya bersama satria Dan Azka
sehingga mereka semua bisa seperti sekarang ini
"iya mas Ayumi memang sangat baik bahkan Bella dan Gayatri pun sering dibantunya namun mereka malah menghianatinya entah bagaimana nasib mereka saat ini"Ucap Fatiyah sedih tiba-tiba mengingat mantan Sahabatnya itu
"kita tidak usah mengingat yang buruk dimasa lalu,kita ingat yang indah-indah saja kita simpan sebagai kenangan dan kita akan menceritakannya kelak pada anak dan cucu kita nantinya dan kita harus tetap menjaga keutuhan keluarga kita"ucap azlan
"kamu benar mas"jawab Fatiyah
"trus bagaimana sayang apa kamu setuju jika kita membeli rumah disebelah itu ?"tanya Azlan lagi kembali ketopik pembahasan mereka
"oke kalau begitu besok mas akan minta pada ayah untuk menemani mas kerumah pak Rt untuk membicarakan semuanya mudahan ponakan pak RT bisa kasi harga terjangkau "ucap Azlan lagi penuh semangat
"iya mas, sekarang mas istirahat "sahut Fatiyah dan diangguki oleh azlan
"tapi bisakan yhank kalau kita Olah raga malam dulu sebelum tidur ?"ucap azlan pada istrinya dan menaik turunkan Alisnya
"ishh mas"ucap Fatiyah dengan wajah bersemu merah
"kan hitung-hitung ibadah sayang,kita juga bisa buat ayah ibu dan umah bahagia kalau kita cepat dapat azlan kecil"ucap azlan semakin membuat pipi Fatiyah memerah
Azlan pun memulai aksinya Fatiyah hanya menuruti keinginan suaminya karena dia pun menginginkannya namun malu untuk memintanya terlebih dahulu
Maka terjadilah apa yang seharusnya terjadi dikamar pengantin Baru itu
Kehangatan cinta menyatukan dua insan yang sedang dimabuk asmara dalam ikatan halal
Ke esokan Harinya Fatiyah terlambat bangun karena tubuhnya terasa remuk
Tulang-tulangnya terasa ingin patah Azlan tidak memberikan ampun pada istrinya yang sekarang semakin menjadi candu nya
Fatiyah berjalan dengan sangat pelan karena bukan hanya badannya saja yang terasa sakit namun area sensitifnya pun masih terasa ngilu karena azlan meminta jatahnya berkali-kali
Walaupun malam itu bukan malam pertama mereka
karena azlan sudah meminta haknya saat malam pertama mereka setelah mereka menikah namun tidak seganas semalam
"widih pengantin baru bangun, dapat lembur ya dok?"ucap Aurel menggoda kakak iparnya itu
"kok jalan kamu aneh fat?"ujar Ayumi ikut menggoda Fatiyah
"ngapain kalian disini pagi-pagi "ucap Fatiyah kesal karena sejak tadi digoda oleh kedua adik iparnya itu sedangkan ibunya yang juga ada dimeja makan hanya tersenyum sambil memotong-motong sayur yang akan mereka masak untuk makan siang nanti
"yum liat deh jalannya kayak bebek habis kejepit pantatnya megal megol"ucap Aurel masih betah menggoda sahabat sekaligus kakak iparnya itu
"bukan kejepit aul tapi pencepit hahahhahah"sahut Ayumi tertawa terbahak bahak diikuti oleh Aurel keduanya terus saja menggoda Fatiyah
"Bu"ucap Fatiyah merengek pada ibunya namun bukan dibela malah ikut menggoda Fatiyah
"iya kenapa?"tanya bu Fatimah pada putrinya itu
"Ayumi dan Aurel ganggu tiyah terus"ucap Fatiyah merengek
"lah yang dikatakan adik iparmu emang bener cara jalanmu itu sekarang aneh megal megol kayak bebek "ucap Bu Fatimah ilut tertawa pelan
Fatiyah mengerucutkan bibirnya karena kesal pada ketiga orang didepannya itu
"Jangan ngambek-ngambek nanti cantiknya berkurang "ucap Ayumi saat Fatiyah berjalan disampingnya
Fatiyah menghentakkan kakinya kelantai lalu berjalan pelan kembali masuk ke kamarnya
mereka bertiga kembali tertawa melihat tingkah Fatiyah
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf baru up soalnya lagi nggak enak badan
Terus beri dukungan dan saran ya biar semakin bisa membenahi diri
I love you Full semua
Jangan lupa mampir juga ya dikaryaku yang lainnya
- Suamiku Pelit Bin Medit
- Ternyata dia Jodohku
🥰🥰🥰😍😍😍😘😘😘