Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 14



mereka menatapku tapi saya tidak peduli,saya terus berjalan melewati rumah mereka


"kenapa sih pekarangan rumahnya panjang banget " ujarku dalam hati karena saya merasa rumah ini panjang


"Ayo mbak,kok malah jalan ditempat emangnya mbak latihan gerak jalan? oh nggak tega kan mbak meninggalkan saya dibelakang pasti takut kalau saya ada yang nyulik" tanya Nana yang ternyata sudah ada dibelakangku


"ish apaan sih"ujarku lalu berjalan meninggalkan Nana


pantas saja saya merasa rumahnya panjang banget ternyata saya lagi terhipnotis sama buah jambu air itu, mungkin karena itu yang punya rumah menatapku


akhhhh saya jadi malu,semoga saja saya tidak pernah ketemu dengan dia lagi


saya dan Nana sudah sampai depan rumah dan masuk kedalam halaman rumah,baru masuk sudah ada yang melempari dengan kulit rambutan,saya melihat keatas buah rambutan umah ternyata Fatiyah sudah nangkring disana persis kayak si monkey,duduk didahan sambil makan buah


memang anak ini benar-benar ajaib


"eh monkey zaman sekarang cantik ya !" ucapku mengolok-oloknya


"sialan lu mana ada monkey pakai lipstik,maskara, eyeliner "jawab Fatiyah kesal lalu melempariku lagi dengan buah rambutan


"Na,tolong bawa masuk ini ya!" ucapku pada nana menyuruhnya membawa masuk kedalam rumah mie kering yang kubeli tadi


"emangnya Mbak mau ngapain? mau manjat juga " tanya Nana


"ngapain capek-capek manjat yang metik buah kan sudah ada" jawabku tersenyum miring


"ya sudah,saya kedalam dulu ya mbak !" ujar Nana,saya hanya mengangguk dan Nana berjalan masuk kedalam rumah


saat Nana masuk ke dalam rumah,saya beranjak mengambil bangku-bangku kecil yang sering Umah pakai saat merawat tanaman hiasnya


saya lalu duduk dibawah pohon rambutan dimana Fatiyah bergelantungan


"ngapain lu disitu kayak pengemis lagi nunggu sedekah " tanya Fatiyah


"lagi liatin monkey cantik diatas pohon" ucapku Fatiyah pun mulai melempariku dengan rambutan dan dengan senang hati ku pungut rambutan-rambutan yang dilemparkan Fatiyah lalu mengupas dan memakannya


"eh... enak benar,saya yang manjat-manjat kamu yang asyik makan " ucap Fatiyah


"lah yang lempar saya pakai rambutan ini siapa ?" tanyaku pada Fatiyah


" Ya saya" jawabnya


"saya nyuruh kamu nggak lemparin rambutan?" ucapku lagi


"ya nggak " Jawab Fatiyah lagi


"nah itu tau, harusnya kamu itu bersyukur saya temenin kamu makan Rambutan dari pada mubakzir trus umah marah jadi lebih baik saya yang makan" ucapku sambil terus memakan buah rambutan yang dilemparkan Fatiyah padaku ini akibat ngiler pengen makan jambu air yang ada di depan rumah si dada baja itu akhirnya rambutanlah yang jadi pelampiasan


"eh yum lagi ngapain kamu disitu?" tanya Aurel yang ternyata baru pulang dari puskesmas


"lagi liatin monkey cantik diatas pohon lagi metik buah rambutan,trus saya itu dilempar-lempar pakai buah rambutan, jadi lumayan lah dari pada mubakzir "ujarku menjawab pertanyaan Aurel dan ternyata Aurel pun ikut duduk di sampingku beralaskan map plastik yang dibawanya dari puskesmas


sedangkan Fatiyah yang masih kesal padaku jadi dia masih setia melempari ku


Aurel ikut juga memakan buah rambutan yang dilemparkan oleh Fatiyah


"eh kalian ini lagi ngapain ? kenapa duduk disitu?" ucap Umah yang baru saja pulang dari puskesmas dan melihat kami berdua duduk dibawah pohon rambutan


"eh Umah sudah pulang " ucapku lalu berdiri dari dudukku dan menyalami mencium punggung tanganny Umah begitu pun dengan Aurel


"kalian ngapain duduk disitu ?" tanya umah lagi mungkin penasaran


"tuh lihat aja sendiri mah" ucapku menunjuk ke atas pohon rambutan


"Astaghfirullah Fatiyah,Ayo turun kenapa mesti manjat ?! kalau mau ambil rambutan nya suruh mang kadir yang jolokin" ucap umah menyuruh Fatiyah turun dari pohon


"hehehe iya umah" jawab Fatiyah lalu turun dari atas pohon


"kenapa mesti manjat sih" ucap umah lagi saat Fatiyah sudah berdiri disampingnya


"habisnya seru umah kalau makan Rambutan diatas pohonnya langsung " ucap Fatiyah cengengesan


"hahahaha kamu kan monkey chantik pakai lipstik maskara dan eyeliner hahahahahaha " ucapku


"ish.....apa sih" ucap Fatiyah mengerucutkan bibirnya


"umah jangan lupa anak ajaibku ada dua" ucapku menggoda kedua sahabatku


"iya umah ingat dan kalian bertiga adalah anak ajaib" ucap umah lagi


kami bertiga tertawa bersama


"ayo masuk tadi saya beli mie kering tapi sekarang pasti sudah dingin " ucapku kepada dua sahabatku ini


"kenapa tidak bilang sedari tadi sih ngomongnya" ucap Fatiyah


"iya nih perut sudah keroncongan dari tadi" ucap Aurel


"maaf tadi kan lagi seru liatin monkey cantik sih jadi saya lupa " ucapku dan Fatiyah mengerucutkan bibirnya seperti nasi tumpeng


saya berjalan masuk kedalam rumah lalu mencari Nana


"Na, Na....na... dimana kamu.....aku mencari mu....." teriakku seperti penculik yang mencari mangsanya yang ngumpet


"iya mbak " ucap nana lemas


"kamu kenapa na,kok lemas? kamu sakit?" tanyaku kepada nana heran saja dia tidak biasanya dia seperti itu


"nggak apa-apa mbak " jawab Nana


"Na,mie ayam tadi mana? sini mbak mau angetin kuahnya" tanya ku lagi pada Nana


"Tuh dimeja mbak" ujar Nana menunjuk kantong plastik yang berisi mie kering


"kok nggak dikeluarkan dari kantongnya sih na?" tanyaku lagi


"maaf mbak lupa" ucapnya


"Ok, nggak apa-apa " ucapku lagi


lalu saya mengeluarkan satu persatu mie kering dari kantongnya


"loh ini kok sisa enam na,kamu sudah ambil?" tanya ku pada Nana


"iya mbak, itu sudah saya kasi ke emmak" ucap Nana makin lemas


sekarang saya mengerti kenapa Nana cemberut dan lemas


saya segera memanaskan kuah mie kering, setelah itu saya memanggil semua untuk makan bersama.


saya sebenarnya merasa bersalah kepada nana karena lupa beli mie kering untuk ibunya


" yum,ini satunya buat siapa?" tanya umah


"buat Arumi mah"jawabku


"Trus buat Nana mana yum?" tanya Umah lagi


"udah dimakan sama bik ijah" jawab ku cengengesan


"emangnya tadi kamu beli berapa bungkus ?" tanya umah lagi


"Tujuh bungkus mah" jawab ku


"pantas saja nggak cukup" ujar umah


"hehehe lupa mah,Nana juga lupa" jawabku


"Nin,kamu makan punya Arumi aja,soalnya Arumi pulang sore tadi dia sudah menelpon ibu.ayo sini kita makan bersama" ujar ibu mengajak Nana makan bersama


"tidak usah bu, biar simpan saja buat mbak Arumi " ujar Nana menolak


"ini makan aja,Nanti sore juga pasti udah basi kalau buat Arumi,kan sayang mubakzir " ujar Umah lagi


akhirnya Nana ikut makan bersama kami,kini dia sudah tidak lemas lagi


setelah makan mie kering dan membereskan meja makan dan semua alat makan kami kembali kekamar masing-masing untuk membersihkan diri dan melaksanakan sholat Dzuhur