Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 49 seru seruan bareng yayank emmbek



"kakak kenapa sih ngambekan kayak gitu ?"tanya Satria saat sudah duduk disamping Azlan didalam mobilnya


"siapa yang ngambek ?"jawab Azlan


"ya kamu lah siapa lagi coba"ujar satria lagi


"hahahaha,saya sengaja keluar duluan soalnya puyeng liat dua orang itu berdebat nggak ada habisnya "ujar Azlan Santai


"cik.. ck...ck, mereka berdua itu sekarang lagi salah-salahan"ujar satria menggelengkan kepalanya


"hahahaha, biar saja"ujar Azlan yang masih Tertawa


Azka masuk kedalam mobil dan Azlan merubah raut wajahnya dengan mode galak


belum lama Azka mendudukkan tubuhnya dikursi mobil ponsel Azlan berdering


dret....dret.....dret...(anggaplah ponselnya seperti itu ya 🤭🤭)


"Assalamualaikum Bos" ucap orang yang ada diseberang sana


"Waalaikumsalam,kenapa? "tanya Azlan pada orang yang menelponnya


"kami sudah menyadap semua telpon pak Umar dan Haris Bos" ujar anak buah Azlan


"Bagus,terus awasi mereka karena saya yakin mereka tidak akan tinggal diam setelah apa yang terjadi tadi disini


pak Umar pasti akan melakukan segala cara untuk mendapatkan keinginannya "ujar Azlan


"siap Bos,tapi tunggu baru saja kami dapat laporan bahwa Haris berencana ingin mencelakai kalian terutama kekasih adik anda Ayumi "ujar Bejo lagi


"okey, makasih Jo


kirimkan beberapa anak-anak untuk berjaga-jaga tapi jangan sampai mereka terlihat "ujar Azlan lagi


"siap Bo"ujar Bejo dan mematikan sambungan telponnya


"kenapa kak?"tanya Satria


"pak Umar dan Haris ingin main-main dengan kita "ujar Azlan


"oh begitu rupanya,bakal jadi seru ini kak"ujar Azka tersenyum miring


"sekarang kalian pindah ke mobil mereka, satria kamu bawa mobil Ayumi biar pak Karim dan denis disini dan Azka kamu kemobil Riki nanti di rest area kedua kita jemput Ramdhan,Desta dan Bejo mereka akan menunggu kita disana"ujar Azlan, Tanpa menunggu lama kedua nya keluar dari mobil milik Azlan dan masuk kemobil yang disebutkan sang kakak


setelah semua dirasa aman merekapun berangkat yang awalnya mereka janjian akan bertemu dengan Riki dan Rafa di rest area namun Azlan tidak ingi mengambil resiko bisa saja mereka kecolongan


seperti yang dikatakan oleh Azlan Ramadhan, Desta dan Bejo naik kemobil mereka


Desta ikut di mobil Riki yang dikemudikan oleh Azka, Ramadhan naik kemobil Azlan dan Bejo Naik kemobil Ayumi yang dikemudikan oleh Satria


mereka menjalankan mobil mereka dengan kecepatan sedang


namun saat ditengah perjalanan mobil mereka dihimpit oleh beberapa mobil dan motor namun itu tak membuat mereka takut terutama Ayumi malah bertepuk kegirangan seperti anak kecil mendapatkan mainan baru


Nana sampai terlonjak kaget melihat Ayumi yang tiba-tiba bertepuk tangan kegirangan


"mbak Ayumi kenapa ?"tanya Nana kebingungan


"nggak usah bingung gitu Na, Ayumi lagi kegirangan "ujar Satria namun Nana masih memasang wajah bingungnya


"udah lama nggak olahraga,andai Aurel dan Fatiyah ada disini pasti lebih seru "ujar Ayumi


"ish Mbak Ayumi ini kenapa sih?mbak Ayumi baik-baik saja ?" ujar Nana


"ya baiklah Na,malah sangat baik "ujar Ayumi bersemangat


"kak bagaimana ?"tanya Satria melalui sambungan teleponnya


"kita giring mereka ketempat sepi saja,dan pastikan semua tetap aman"ujar Azlan melalui sambungan telepon


"iya kak aman,malah ada yang kegirangan ini"ujar Satria tersenyum dan Azlan menepuk jidatnya


sedangkan di mobil Riki, azka sudah tidak sabar ingin menghajar mereka


"maaf mas Azka ini sebenarnya ada apa ya?"tanya Rafa pada azka


"ada yang ingin mencelakai kita, terutama kakak kamu itu karena dia adalah kekasih kak Ayumi


"maksudmu ayah Ayumi dan lelaki yang ingin dijodohkan dengannya ?"tanya Riki menebak-nebak


"yaps,mas Riki benar! mereka ingin mas Riki celaka dan batal menikah dengan kak Ayumi tapi tenang saja kita lihat saja apa yang akan mereka lakukan,kita pura-pura bodoh saja dulu jangan ada perlawanan selagi tidak ada yang disakiti"ujar Azka


Rafa dan Riki hanya mengangguk-angguk mendengar penuturan Azka


saat mereka tiba dijalan yang sepi beberapa orang yang mengikuti mereka sedari tadi tiba-tiba mencegat mereka


Azka,Azlan, satria,bejo , Ramdhan dan Desta tersenyum menyeringai dan jangan lupakan Ayumi yang sedari tadi sudah tidak sabar


suara gedoran dipintu mobil mereka


"ingat ya kalian itu pura-pura beg* aja dulu ya didepan mereka kita tunggu reaksi mereka seperti apa"ujar satria pada Ayumi dan Nana


"siap kak"jawab Nana dan Ayumi


"okey kita tunggu aba-aba dari kak Azlan kapan kita keluar dari mobil "ujar satria lagi


"oke"jawab Ayumi dan Nana


sedangkan dimobil Riki mereka sudah bersiap-siap dan menunggu aba-aba juga dari Azlan


"kalian berdua harus hati-hati ya jangan sampai lengah, okey dan jangan khawatir kami akan melindungi kalian "ujar Azlan pada pak Karim dan Denis yang terlihat sedikit takut


"iya mas, Bismillah "ujar Denis dengana suara bergetar karena bini pertama kali dalam hidupnya menghadapi hal yang menegangkan seperti ini begitu pun dengan pak Karim yang mulutnya tak berhenti komat Kamit merapalkan Do'a untuk keselamatan mereka semua


Azlan dan Ramdhan mengulum senyumnya melihat tingkah pak Karim terbersit juga rasa kasihan untuk pria paruh baya itu


"Dhan kamu jaga pak Karim dan Denis ya, mereka tanggung jawabmu "ujar Azlan pada Ramdhan


"siap kak" jawab Ramdhan cepat


"Ayo kalian turun dari mobil "ujar orang yang mengetuk pintu mobil Ayumi


Kaca mobil Azlan pun diketuk dari luar begitu pun dengan mobil Azka


"ingat ya kalian harus tetap hati-hati "ujar Azlan lalu membuka pintu mobilnya


lalu turun dari mobilnya


"Ada apa ya pak?"tanya Azlan pura-pura tidak tahu apa-apa


"kalian harus ikut kami"ujar pria itu Sombong


Azka dan satria pun turun dari mobil mereka di ikuti oleh yang lainnya


"yeah kita dijemput ya untuk makan malam ?"ujar Ayumi bertingkah seperti gadis Beg* beneran


semua melongok tak percaya dengan apa yang mereka lihat Ayumi bertingkah seperti itu


"pasti gadis itu yang dimaksudkan oleh tuan Haris"ujar salah satu dari mereka yang menunjuk Nana


"ya iyalah masa gadis B*doh itu "jawab yang satunya lagi


"mau apa kalian sebenarnya "ujar Azlan


"kami menginginkan gadis cantik itu, karena dia calon pengantin tuan kami"ujar pria botak itu dan kembali menunjuk Nana


Azka mengepalkan tangannya namun ditenangkan oleh Bejo


"sabar bos"ujar Bejo berbisik


"kalau kami tidak membiarkan adik kami ikut kalian bagaimana ?" tanya Azlan


"kami akan memaksa dan akan menghabisi kalian semua "ujar pria itu lagi


"tidak segampang itu pulgoso "ujar Ayumi namun masih dengan tingkah pura-pura Beg*nya


"kok kamu tau sih nama panggilan saya pulgoso "ujar salah satu pria yang berdiri di dekat Ayumi


semua mengulum senyumnya mendengar ucapan pria itu


"diam kamu"bentak pria botak pada pria yang bernama pulgoso itu


pria yang botak itu sepertinya adalah pimpinan mereka


"Maaf Bos" Sahut pulgoso takut


"ayo Nona ikut kami sebelum kami berbuat kasar "ujar pria botak itu lagi


"saya tidak Mau "ujar Nana


"baiklah Nona itu pilihanmu jangan salahkan kami jika menyakitimu karena kami sudah mencoba mengajakmu bekerja sama namun kamu menolak "ujar pria itu pada Nana


"ya kalau tidak mau jangan dipaksa dong apa lagi kalau tidak ada makan malam hu tidak seru"celetuk Ayumi


"diam kamu cantik-cantik tapi beg*"ujar pria itu menghina Ayumi,Riki mengepalkan tangannya mendengar kekasih hatinya dihina namun Azka menahannya


"belum waktunya mas, tenang aja"ujar Azka berbisik


Riki pun kembali tenang


"Ayo habisi mereka semua dan bawa gadis itu bersama kita"ujar pria botak itu lagi


Lalu anak buahnya langsung menyerang mereka semua