
Beberapa bulan berlalu kini kehamilan Bu Ayudia memasuki bulan kelahiran putranya dan papa marvel
seperti biasa jika hari libur semua berkumpul dirumah Bu Ayudia
seperti hari ini semua berkumpul lagi dirumah Bu Ayudia,dan seperti biasa juga para suami jika hari libur bertugas untuk menjaga anak-anak mereka dan kini mereka duduk digasebo yang ada dihalaman rumah Bu Ayudia dan papa Marvel sambil memperhatikan anak-anak bermain bersama termasuk anak pak Wijaya yang masih berada dalam asuhan Fatimah dan Azlan
kedua anak itu tak ingin jauh dari Fatiyah dan Azlan, mereka berdua pun tidak pernah merasa keberatan ataupun merasa terbebani dengan kehadiran mereka
semua anak saling menyayangi itulah mengapa Alesya begitu betah tinggal bersama mereka
sedangkan kondisi siska tidak ada perubahan sudah berapa bulan siska koma dan pak Wijaya terpaksa bolak balik kota dan desa makmur jaya untuk mengurus rumah makan bayu
walaupun bayu sering mengatakan pada ayahnya itu agar lebih fokus pada Siska namun pak Wijaya tetap bersih keras untuk tetap bekerja karena katanya itu adalah tanggung jawabnya jadi pak Wijaya tiga sampai lima kali sebulan datang untuk mengontrol penginapan dan rumah makannya juga melihat kedua buah hatinya yang dititipkan nya pada Fatiyah dan Azlan
Bu Ayudia duduk di kursi meja makan memperhatikan semua anak-anaknya menyiapkan makan siang mereka sesekali terdengar suara gelak tawa mereka
semenjak hamil besar Bu Ayudia tidak dibiarkan oleh papa marvel mengerjakan pekerjaan apapun termasuk bekerja di puskesmas
beruntungnya Fatiyah dan Aurel sering menggantikannya jika ada pertemuan ataupun seminar yang mengharuskan mereka keluar kota
setelah semua masakannya selesai dihidangkan kini mereka memanggil para suami dan anak-anaknya untuk makan siang bersama
suara gaduh karena celotehan para balita terdengar sangat seru
walaupun lebih banyak mereka memperebutkan makanan yang ibu mereka buat
Bu Ayudia dan pak marvel sangat senang karena rumahnya selalu ramai oleh tawa para cucu-cucu mereka
setelah makan siang para suami mengajak anak-anaknya untuk tidur siang dan mereka pun ikut terlelap
sedangkan para istri kini berada dihalaman rumah Bu Ayudia bergosip ria sambil ngerujak mumpung para bocah mereka tidur bersama ayahnya
Bu Ayudia pun ikut bergabung dengan mereka
saat mereka sedang asyik bercerita tiba-tiba saja Bu Ayudia mengeluh sakit perut
"umah kenapa !?"tanya Ayumi pada ibunya
"tidak apa-apa yum, perut umah cuma sakit mungkin kontraksi palsu " Jawab Bu Ayudia
Ayumi mengangguk anggukkan kepalanya tanda mengerti dan memperhatikan perut ibunya yang buncit
Ayumi meletakkan tangannya di Perut sang ibu dan adiknya itu bergerak sangat kencang hingga membuat sang ibu meringis kesakitan
"sayang kamu jangan bandel ya kasihan umah kesakitan
kakak elus-elus ya sayang " ucap Ayumi pada perut buncit ibunya dan benar saja perut Bu Ayudia langsung diam seolah bayi dalam perut Bu Ayudia mengerti dan mendengar apa yang Ayumi katakan padanya
Bu Ayudia tersenyum pada putri sulungnya itu
kini mereka kembali bercerita dan memakan rujaknya
saat rujak mereka habis tiba-tiba saja Bu Ayudia menjerit kesakitan karena sakitnya bukan sesekali lagi tapi terus-menerus
sehingga membuat semuanya menjadi panik
"loh kok umah direbahkan !?"tanya Arumi saat melihat kakaknya merebahkan tubuh ibunya di gazebo yang mereka tempati
sedangkan Fatiyah sudah berlari masuk kerumah untuk mengambil kunci mobil suaminya
"ayo cepat kita berangkat " panggil Fatiyah saat sudah kembali keluar lagi, mendengar teriakan Fatiyah mereka semua repleks berlari ke arah Fatiyah kecuali Nana
Arumi lari kedalam rumah untuk mengambil tas milik ibunya yang sudah disiapkan di ruang keluarga
Bu Ayudia memang menyimpan tas persiapan lahirannya disana agar memudahkan siapa saja mengambilnya
sedangkan Fatiyah, Ayumi dan Aurel sudah masuk kedalam mobil setelah mereka didalam mobil milik azlan Fatiyah langsung tancap gas
Nana diam melongo melihat ketiga kakak iparnya yang pergi dengan mobilnya
Bu Ayudia terus saja meringis kesakitan disamping nana, Bu Ayudia masih saja berbaring disana karena sudah tidak bisa lagi menggerakkan badannya karena perutnya semakin terasa sakit
"Na kak Ayumi mana!?" tanya Arumi saat berada disamping nana membawa tas besar milik Bu Ayudia
"mereka bertiga pergi rum dengan mobilnya " jawab Nana
"mau kemana mereka !?" tanya Arumi lagi
"nggak tau mungkin mereka pergi cari ambulance " jawab Nana
"sabar ya umah" ucap Arumi menyeka keringat ibunya dikeningnya
Bu Ayudia hanya bisa menggigit bibirnya menahan rasa sakitnya
sedangkan diatas mobil yang dikendarai oleh Fatiyah
Ayumi dan Aurel Duduk dengan tenang
"yum bagaimana keadaan umah!?" tanya Fatiyah
"hah!?" Ayumi dan Aurel melongo mendengar ucapan Fatiyah
"kok kalian nggak jawab !?" tanya Fatiyah lagi
" tanya apa!?" ucap ayumi kembali bertanya pada Fatiyah
"ya nggak tau tiyah umah ada dirumah " jawab Ayumi
"hah!?" Fatiyah mengerem mendadak mobilnya hingga Aurel mencium dasboard mobil hingga jidatnya benjol sedangkan Ayumi yang duduk dibelakang terlempar kedepan dan terselip disela kursi penumpang dan sopir
untungnya jalanan saat itu sedang sepi
"kalau mengerem itu jangan mendadak Fatiyah lihat ini kepalaku benjol "ucap Aurel kesal
"kamu ngapain disitu yum!? tanya Aurel
"lagi bobo siang,ya terlempar dodol gara-gara dikomo lewat " sahut Ayumi lalu bangun dari tiduran cantiknya
"kalian berdua itu sadar nggak sih!?!" ucap Fatiyah
"sadar nih mataku melek "ucap Aurel melototkan matanya pada Fatiyah
"bukan itu maksudnya rel rel"jawab Fatiyah semakin kesal
"astaghfirullah,umahkan mau kita bawa ke puskesmas untuk lahiran " ucap Ayumi baru mengingatnya
"nah itu yang ku maksud "jawab Fatiyah
"astaghfirullah,iya benar ayo pulang cepat keburu umah melahirkan di gazebo " ucap Aurel dan Fatiyah memutar Balik mobilnya,dengan kecepatan tinggi Fatiyah kembali kerumah ibu mertuanya
sesampainya disana, setelah mobilnya terparkir mereka bertiga berlari ke arah taman dimana mereka meninggalkan Bu Ayudia tadi
disana juga masih ada Arumi dan nana
"ambulance nya sudah datang kak!?" tanya nana
"ah!? ambulance !?" sahut mereka bertiga
"ayo cepat keburu umah melahirkan " bentak Arumi yang sudah kesal kepada kakaknya itu
"oh iya ayo bantu saya membawa umah kemobil"ucap Ayumi
mereka bertiga pun menggotong Bu Ayudia dengan cara yang luar biasa
Fatiyah berada disebelah kanan Bu Ayudia sedangkan Ayumi di sebelah kiri dan Aurel dibelakang Bu Ayudia
Fatiyah dan Ayumi mengalungkan tangan Bu Ayudia dileher mereka lalu mereka mengangkat tubuh montok Bu Ayudia dengan cara memegang k
masing-masing kaki Bu Ayudia sedangkan Aurel mengangkat ****** bu Ayudia
Bu Ayudia hanya pasrah dengan cara anak-anaknya
kini mereka sudah berada diatas mobil nana duduk dibagian belakang sedangkan Bu Ayudia duduk di kursi tengah diapit oleh kedua putrinya
Aurel berada disamping Fatiyah yang sedang mengemudi
"rel, telpon orang puskesmas untuk segera menunggu kita" ucap Fatiyah
"ral rel ral rel, emangnya saya kereta api !?" jawab Aurel manyun
mereka semua terkikik geli mendengar ucapan Aurel r
tak terkecuali Bu Ayudia juga sempat terkikik geli walaupun setelahnya kembali meringis kesakitan
walaupun sedang manyun Aurel tetap melakukan apa yang dikatakan oleh Fatiyah menelpon orang dipuskesmas
tak butuh waktu lama kini mereka sampai ke puskesmas dan disana mereka sudah ditunggu oleh beberapa perawat yang sudah menyiapkan brangkar dorong untuk Bu Ayudia
Fatiyah Aurel dan Ayumi kembali mengangkat Bu Ayudia dengan cara seperti sebelumnya dan menidurkan nya dibrangkar
Perawat itu pun segera membawa Bu Ayudia keruang tindakan
ayumi yang merasa lelah segera duduk dikursi roda yang ada di dekat pintu masuk puskesmas
Fatiyah juga Tanpa sadar mendorong kursi roda yang diduduki oleh Ayumi
ayumi duduk tenang diatas kursi roda sambil cekikikan sendiri begitu pun dengan nana dan Arumi memegang perutnya karena keram menahan tawanya
Aurel hanya berjalan mengikuti langkah mereka dan belum sadar dengan apa yang kedua sahabat plus iparnya lakukan
"loh kok kamu duduk dikursi roda yum !?" tanya Fatiyah saat mereka sudah berada diruang bersalin
"kan kamu sendiri yang mendorongku"ucap Ayumi tanpa dosa
"iya kah!?" tanya Fatiyah penuh selidik
"hussss kalian bisa tenang nggak!? itu umah lagi berjuang didalam " bentak Aurel
"merdeka " ucap Fatiyah dan Ayumi serentak
"husssssssss" kesal Aurel
Ayumi masih tetap duduk di kursi roda sedangkan yang lainnya duduk dikursi tunggu
tak lama terdengar suara tangisan bayi yang begitu kencang
"Alhamdulillah ya Allah " ucap mereka bersamaan