Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 63



Pak Umar juga masuk kedalam kamar yang ditempatinya selama dua hari ini dirumah Bu Ayudia, setelah menikah dengan Bu Ayudia mereka tidak tidur di satu kamar Bu Ayudia tidak ingin sekamar dengan pak Umar


saat malam pertama setelah mereka menikah pak Umar meminta sekamar dengan Bu Ayudia namun Bu Ayudia menolaknya dengan alasan sudah tidak terbiasa tidur dengan orang lain


"kamu bisa berdosa Audi jika kamu memperlakukan mas seperti ini"ujar pak Umar pak Bu Ayudia


"dan kamu juga akan berdosa jika kamu memaksakan kehendak kepada istrimu karena saya masih belum ikhlas untuk bersamamu jadi bersabarlah dan biarkan saya merasa ikhlas dulu "ujar Bu Ayudia beralasan


"malaikat akan melaknatmu Audi jika kamu menolak melayani suamimu ini"ujar pak Umar lagi yang terus berusaha membujuk Bu Ayudia


"dan saya akan melaknatmu mas jika terus mencoba memaksaksaku, secara diam-diam saya akan membunuhmu jika saya bosan untuk kau paksa jadi berusahalah untuk bersabar "ujar Bu Ayudia


pak Umar bergidik ngeri mendengarkan perkataan istrinya itu


Dia membayangkan bu Ayudia akan menyuntik matinya saat dia terlelap dalam tidurnya jika mereka sekamar


"kenapa Ayudia sekarang jadi kejam dan menyeramkan padahal saya hanya ingin memberikan kehangatan dan kenikmatan yang sudah lama tidak dirasakannya "ujar pak Umar dalam hati


"pengantin baru tapi seperti tidak punya istri "gumamnya Manarik nafas panjang lalu merebahkan tubuhnya di atas kasurnya yang dingin


"Akh...si jono sudah on tapi si loli masih belum bisa diajak kencan" gumamnya lagi dan menarik nafas prustasi


"yang sabar ya jon semoga besok-besok loli sudah nggak ngambek lagi dan bisa diajak senang-senang "ucap pak Umar pada benda pusaka lahirnya yang masih tetap on dan itu membuat pak Umar tersiksa sendiri hingga akhirnya memutuskan untuk merendam tubuhnya di air dingin


Sedangkan dikamar Bu Ayudia,dia melakukan panggilan video call dengan anak-anaknya kecuali Arumi karena Bu Ayudia tau Arumi paling mudah panik dan penakut jika menyangkut keselamatan mereka,bu Ayudia membicarakan apa yang dikatakan oleh pak Umar padanya


Mereka semua merasa geram mendengar cerita bu Ayudia


"umah sabar ya,tolong jaga diri Umah dan Arumi jangan sampai orang tua tidak tau diri itu memanfaatkan situasi dan mencelakai kalian "ujar Ayumi merasa sangat khawatir pada ibu dan adiknya karena dia tau betapa liciknya ayahnya itu


"iya nak Umah akan lebih hati-hati lagi"ujar Bu Ayudia


"mah, bagaimana jika umah dan Arumi sekamar saja kan itu visa membuat kalian saling menjaga "ujar Aurel


"jangan mah, takut nanti pak Umar tersinggung dan berbuat nekad itu lebih berbahaya lagi"ujar Azlan


"iya kamu benar lan, dia orangnya nekat dan tidak mau berpikir panjang dan itu bisa membahayakan Arumi karena dia tau kelemahan Ayumi yang suka panik dan penakut, Umah takut dia akan mempengaruhi Arumi dengan ancaman keselamatan kita semua dan Arumi nekad melakukan apa yang perintahkan oleh pak Umar "ujar Bu Ayudia


"iya umah benar,kita harus bisa cepat malakukan sesuatu sebelum tua bangka itu dan haris melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan "ujar Ayumi geram


"sabar sayang,biar bagaimanapun Dia itu ayah kamu"ujar Riki pada istrinya itu


"habisnya dia nyebelin banget mas"jawab Ayumi


"iya kita harus cepat melakukan sesuatu sebelum kita keduluan sama kedua orang itu"ujar satria


Tok....tok....tok ... suara pintu kamar Ayumi diketuk dari luar


"Dunda Yayah icah bau bacuk"suara Arisha berteriak dari luar kamar


"iya sayang tunggu "jawab Ayumi cepat lalu turun dari atas tempat tidur dan menyerahkan ponselnya kepada suaminya yang masih tersambung


Ayumi berjalan menuju pintu yang terus saja diketuk dari luar dan membukanya


Diluar kamar Arisha dengan senyumannya dan Abian dengan wajah bersalahnya


"maafkan Abian bunda karena tidak bisa menasehati Icha dan datang kemari untuk mengganggu istirahat bunda dan Ayah "ujar Abian penuh dengan bersalah


Ayo masuk bunda lagi telpon-telponan dengan oma ayu dan uncle azlan juga Tinti Aurel"jawab Ayumi karena kasihan melihat wajah Abian


"jadi tidak apa-apa bunda ?"tanya Abian ragu-ragu


"iya sayang tidak apa-apa "ujar Ayumi dan mereka berdua masuk kedalam kamar dan benar kata Ayumi jika bundanya itu sedang melakukan video call dengan Omanya"


"Oma dottel "ujar Icha saat sudah berada diatas tempat tidur dan duduk disamping Ayahnya


"hai cantik kok belum tidur sih"ujar Bu Ayudia


"Icha mau bobo cama dunda cuda yayah cama ata bian tan dunda bayu Puyang dadi tita bobo cama-cama bial celu"ujar Arisha pada Bu Ayudia


"wah batal deh Yayah sama bunda ya unboxing malam ini"ujar Azka jahil


Yang lain hanya tertawa mendengar ucapan azka sedangkan wajah Ayumi dan Riki sudah memerah


"apaan sih kamu ka"ucap Ayumi malu-malu meong


"ya mukanya merah hahahahaha "ujar Fatiyah dan membuat muka Ayumi makin memerah


"sudah ah anak-anak sudah pada mau tidur ,umah hati-hati ya besok kita behas bersama lagi semuanya, assalamualaikum "ujar Ayumi mengakhiri panggilannya


"iya, waalaikumsalam"Jawab semuanya


Ayumi ikut naik keatas ranjang dan merebahkan diri di tidur diantara Abi dan icha


Riki pun merebahkan tubuhnya disamping Abi


Malam itu mereka tertidur dengan lelapnya tak ada lagi yang bermimpi ataupun yang gelisah karena dihantui perasaan bersalah


Riki merasa bahagia anak-anaknya menerima Ayumi sebagai ibu pengganti


Seminggu kemudian Haris masih saja selalu datang memaksa Pak Umar untuk meminta Ayumi berpisah dengan suaminya


Sedangkan Ayumi dan Riki telah meresmikan pernikahan mereka di KUA akte nikah mereka telah terbit dan mereka telah sah sacara agama dan negara itu mereka lakukan segera karena mereka tidak ingin pak Umar melakukan hal yang nekad


"kak Bagaimana dengan Arumi, saya khawatir Haris akan melakukan hal yang tidak pernah kita duga-duga karena keinginannya untuk memisahkan kami tidak pernah terjadi "ujar Ayumi penuh dengan kekhwatiran


"iya kamu benar,kami sudah mencoba untuk menerebos pertahankan sistem Diperusahaanya untuk bisa menjatuhkannya namun kami tidak bisa melakukannya pertahankannya sangat kuat kita tidak bisa menganggap remeh"ujar Azlan


"Kita harus segera mencari cara kak kasihan Arumi bila semua itu terjadi saya tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri karena tidak bisa menjaga dan melindungi adik semata wayangku "ujar Ayumi sangat gusar


"bagaimana jika kita meminta umah untuk menikahkan saja Arumi biar Haris dan pak Umar tidak lagi ingin mengganggu Arumi "Ujar Azka tiba-tiba


"memangnya kamu Fikir Menikah itu Perkara gampang?"jawab Azlan


"lagian juga kita akan menikahkan Arumi dengan siapa ? Sedangkan Arumi tidak pernah membahas tentang laki-laki pujaannya dihadapan kita "Ujar Satria


"jadi kita harus bagaimana ?"ujar Azka menggaruk kepalanya prustasi


"kita juga akan begitu sibuk besok adalah pernikahan kak satria, saya takut haris melakukan sesuatu disaat kita memfokuskan perhatian pada pernikahan kak satria "ujar Ayumi


"iya kamu benar, tapi saya bingung harus melakukan apa "ujar Azlan