
"kak tolong jaga dan lindungi anakku jangan biarkan orang-orang itu menemukannya karena sepertinya saya tidak akan bisa bertahan lama untuk bisa merawat Putraku
kak lihatlah ayah dan ibu sudah datang ingin menjemputku mereka tersenyum kak"ucap sarah lemah
"jangan bicara seperti itu dek,kita baru saja bertemu, kenapa kamu ingin meninggalkan kakak lagi hiks hiks hiks"ucap satria yang sudah sesegukan
"Wajah kakak sangat mirip dengan ibu, wajah anakku pun mirip denganmu kak, ayah dan ibu selalu mencarimu setiap malam mereka manangis dalam sujudnya meminta keselamatanmu dan kebahagiaanmu
kak saya senang bisa bertemu denganmu,kak bisakah saya bertemu dengan kakak ipar dan kakak yang telah menyelamatkanmu!?"ucap sarah semakin melemah
"tentu saja kamu bisa bertemu dengan mereka satria memandang dua orang wanita yang ingin ditemui oleh adiknya itu
Ayumi dan Aurel yang mengerti ucapan sarah dan tatapan Satria mereka turun dari ranjangnya dan berjalan perlahan mendekati satria dan Sarah
"Hai Sarah saya Aurel istri kakakmu"Ucap Aurel mengulurkan tangannya Sarah menyambut uluran tangan Aurel dan kini aurel duduk di tepi ranjang sarah
"kakak sangat cantik,ibu ayah kakak sekarang sudah bahagia, lihatlah istri kakak sangatlah cantik "ucap sarah,air matanya tak berhenti menetes membasahi pipinya
"kak, tolong rawat anakku ya anggap lah dia anak kandungmu, sayangilah dia saya mohon karena dia hanya memiliki kalian "ucap sarah sendu
"jangan bicara seperti itu dek kita besarkan anak-anak kita bersama-sama "jawab Aurel
"tidak kak, saya sudah tidak sanggup lagi bertahan.bertemu dengan kalian sangatlah membuatku bahagia "jawab sarah
"dek ini orang yang telah menyelamatkan kakak"ucap satria memperkenalkan Ayumi
"wah kakak masih sangat muda, saya fikir yang menyelamatkan kak satria sudah berumur hehehehe maaf kak jangan marah ya"ucap sarah mencoba untuk bercanda namun terlihat sangat menyedihkan
"kak terima kasih banyak ya sudah mau menolong kakakku, Allah SWT akan membalas semua kebaikan kakak"ucap sarah meminta tangan Ayumi,sarah menggenggam tangan Ayumi lalu menciumnya
Riki datang bersama dokter dan dua orang perawat untuk memeriksa keadaan Sarah
dokter memeriksa keadaan Sarah lalu menggeleng lemah
"sus pasangkan infus dan berikan obat untuk menghentikan pendarahannya "ucap dokter setelah memeriksa sarah secara menyeluruh
"baik dokter "perawat itu pun mulai memasangkan tangan Sarah dengan infus lalu menyuntikkan obat penghenti pendarahan kedalam selang infus yang ada ditangan Sarah
"terimakasih sus"ucap sarah setelah kedua perawat itu berpamitan
"kak saya ingin melihat putraku "ucap Sarah dengan cepat pak Marvel mengambil bayi tampan itu dari box bayi lalu menidurkan disamping ibunya
"Nak kelak kamu harus jadi anak yang soleh patuh pada kedua orang tuamu, selalulah bersikap dan berkata jujur nak"ucap sarah
semua yang mendengar itu sudah berlinang air mata
"pak Terima kasih ya sudah mau mencintai ibuku sangat besar dan menjaga kakakku dengan baik sekarang tugas bapak bertambah rawatlah putraku ini lihatlah pak wajahnya sangat mirip dengan wajah almarhumah ibu"ucap Sarah pada pak Marvel dengan senyuman manisnya
"kak saya mohon janganlah kamu mencari keluarga Dwiatmoko dan keluarga istri Suamiku
saya tau dihati kakak masih ada banyak dendam, sudahlah kak buanglah rasa dendam itu ,hidup bahagia lah bersama keluarga barumu jangan pernah menciptakan masalah baru
kepergianku akan membawa semua luka dan dendam
saya menyayangimu kak, walaupun saya hanya mengenal mu dari cerita ayah dan ibu sewaktu kecil dan baru sekarang ini kita bisa bertemu
berjanjilah kak untuk tidak berurusan dengan mereka, biar Allah yang membalas semua perbuatan mereka "ucap Sarah dan diangguki oleh satria namun dalam hatinya akan membuat perhitungan dengan mereka semua
"kak tolong dengarkan sarah jangan membuat keluarga kakak jadi korban ke egoisan hanya karena dendam kakak saya tidak akan pernah tenang,dimata kakak masih terlihat ada dendam membara ikhlaskanlah kak
sarah mohon kabulkanlah permintaan pertama dan terakhir adikmu ini
kak sarah tidur dulu ya ,Sarah Capek banget rasanya, Sarah lelah sarah ngantuk
kak sarah sangat menyayangi kakak, nanti ceritakan kepada putraku walaupun dia tidak mengenalku sebagai ibunya setidaknya dia tau saya pernah berjuang untuknya "ucap Sarah tersenyum
"satu lagi kak tolong cari keberadaan paman dan bibi diponsel ku ada foto mereka,disana juga ada foto ayah dan ibu
perlihatkanlah fotoku kepada putraku jika dia sudah besar nanti
ibu berpesan jika suatu saat saya bertemu kakak saya akan membaginya dengan kakak,harta itu ayah simpan untuk masa depan kita
keluarga ayah tidak ada yang tau tentang harta itu dan sekarang semuanya saya serahkan kepada mu kak"ucap Sarah dengan nafas tersengal-sengal
"kak sarah tidur ya, Sarah sudah tidak tahan lagi ngantuk sekali rasanya "ucapannya lagi lalu menutup kedua matanya namun senyum tak pernah lepas dari bibirnya
Ashaduallailahaillah waashaduanna Muhammad........."ucap Sarah lirih dan pergi dengan senyuman manisnya
Ayumi memeriksa pergelangan tangan Sarah namun sudah tidak berdetak lagi
"innalilahi wa innailaihirojiun "ucap Ayumi menetes kan air matanya
"dek kenapa Kamu tinggalkan kakak secepat ini kita baru bertemu beberapa saat yang lalu tapi kamu pergi lagi,kakak masih rindu padamu
kakak akan menepati janji kakak akan membahagiakan putramu dan tidak akan lagi bersinggungan dengan keluarga Dwiatmoko dan juga keluarga suamimu hiks hiks hiks "satria menangis sesegukan memeluk tubuh kaku dan dingin adiknya itu.
pak Marvel pun sudah memindahkan putra sarah ke box bayi Satria
"mas lihatlah adikmu meninggalkan kita dengan bahagia dia tersenyum sangat manis dan tubuhnya sangatlah wangi "ucap Aurel memeluk tubuh suaminya
satria menoleh dan memperhatikan wajah cantik adiknya satria baru teringat bahwa wajah adiknya itu sangat mirip dengan wajah ayah mereka
Azlan dan Riki mengurus semuanya, Bu Ayudia meminta pada pihak puskesmas agar Ayumi, Fatiyah dan Aurel di perbolehkan untuk pulang karena mereka sudah sangat baik
pihak puskesmas pun mengizinkan mereka untuk pulang pagi itu
satria meminta anak buahnya untuk membantu Azlan dan Riki mengurus jenazah Adiknya
begitu pun dengan Azka yang diminta untuk menyiapkan rumah satria
jenazah dibawa kekediaman satria
sebelum proses pemakaman, mereka semua pun pulang dan langsung kerumah satria agar mudahkan mereka saling bantu apalagi mereka baru sehari selesai melahirkan
semua orang mengira bahwa Aurel juga melahirkan bayi kembar seperti kedua saudara iparnya
satria dan yang lainnya mengatakan adiknya pendarahan karena keguguran, mereka sengaja berbohong agar tidak ada cerita lagi dimasa depan yang akan mengakibatkan anak adiknya itu diketahui keberadaannya oleh keluarga istri dari suaminya sarah
Sarah teaah dikebumikan oleh kakak kandungnya, satria merasa sangat terpukul dia menyesal karena tidak lagi mencari tau tentang adiknya itu setelah keluarga ayahnya mengatakan adiknya meninggal saat dilahirkan
"sat,ini tas milik Sarah periksalah ponselnya dan cepatlah cari keberadaan paman dan bibimu jangan sampai kamu menyesal lebih dalam lagi jika kamu terlambat untuk bergerak dan mereka tidak baik-baik saja "ucap pak Marvel memperingatkan satria agar tidak larut dalam kesedihannya
karena paman dan bibinya adalah keluarga kandungnya yang tersisa
"iya pa"jawab satria dan menerima ponsel adiknya itu yang ternyata tidak terkunci
satry lalu membuka galery dimana terdapat banyak foto-foto sarah bersama ayah dan ibunya sewaktu kecil, sepertinya foto itu difoto ulang dari sebuah album Foto
digaleri itu pun ada foto sepasang suami istri dimana sang pria wajahnya sangat mirip dengan satria dan mereka semua yakin itu foto paman dan bibi satria yang Sarah maksud
Tanpa menunggu waktu satria segera meminta anak buahnya untuk mencari keberadaan mereka berdua
"Jo cari keberadaan paman dan bibi ku fotonya sudah saya kirim,tapi ingat kamu cari tau saja keberadaannya jika kalian sudah tau biar saya yang menemui mereka karena saya tidak ingin mereka takut dan kembali pergi untuk bersembunyi "ucap satria pada orang kepercayaannya
"siap mas, saya meminta teman-teman untuk mencari paman dan bibi mas satria "jawab Bejo
"baiklah kalian juga harus berhati-hati dan waspada jangan sampai orang-orang yang mencari adikku tau keberadaan mereka dan putraku"ucap satria
"iya mas"jawab Bejo seberang sana
satria pun mematikan sambungan telponnya
"kamu ayah dan ibu tenang disana ya dek kakak akan mencari paman dan bibi,kakak berjanji akan melindungi mereka dan memberikan kehidupan yang layak untuk mereka dimasa tuanya "ucap satria menatap foto Sarah ayah dan ibunya yang sudah sarah edit sedemikian rupa agar mereka terlihat sedang berfoto bersama bahkan diponsel sarah juga ada foto satria saat baru pertama masuk sekolah Dasar
Air mata satria kembali menetes membasahi pipinya, pertemuan singkat dengan adiknya sangat disayangkannya
"saya akan menjaga dan menyayangi putramu karena dia sekarang adalah putraku "ucap satria lagi