
Dobel Pov
Pov Jaka
Tak terasa sudah setahun ini saya bekerja di toko pakaian mbak Ayumi menjadi kurir bersama pamanku adik kandung Ayahku, paman Paiman
bahkan ayah,adik seperguruan ku anak paman paiman dan pamanku kakak ibu yaitu maman Ahmad tapi orang-orang memanggilnya ceking karena badannya yang kurus mbak Ayumi juga ajak bekerja ditempatnya
mbak Ayumi sosok gadis yang cantik, sopan, santun dan ramah serta lemah lembut namun terkadang berbuat konyol apalagi bersama kedua sahabatnya mereka akan mengocok perut kami dengan guyonannya terlebih mbak Fatiyah dia seakan tidak pernah bosan melontarkan gombalannya padaku tapi untungnya saya itu tipe cowok yang setia dan sayang anak istri jadi candaan mbak Fatiyah dan Aurel tidak membuatku baper
mereka berdua jarang datang ketoko karena mereka sibuk dengan pekerjaan mereka sebagai seorang Dokter
dan saya baru tau ternyata mbak Ayumi juga seorang Dokter
kami bisa tau saat salah satu karyawan perempuan dibutik sebelah ada yang jatuh pingsan
saat itu kami membahas tentang pengiriman barang yang dicancel oleh pelanggan
tiba-tiba saja datang salah satu karyawan butik mbak Ayumi melaporkan bahwa salah satu temanya sakit dan tak sadarkan diri dengan cekatan mbak Ayumi mengambil peralatan Dokternya yang ternyata disediakan didalam ruangannya
karena penasaran Beberapa diantara kami ikut kesebelah termasuk saya
saat sampai di butik mbak Ayumi segera memeriksa kondisi karyawan itu agar tau kondisinya seperti apa
Mbak Ayumi memakai stetoskop ditelinga dan memasangnya didada dan perut wanita itu
mbak Ayumi juga memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan wanita itu lalu dia tersenyum manis
"kita akan segera punya ponakan " ujar mbak Ayumi
"Alhamdulillah " ucap Kami serempak
"Mbak Ayumi kok paham dengan alat-alat kedokteran ? apa cita-cita mbak jadi dokterya
"Mbak Ayumi tau menggunakan alat kedokteran bukan karena cita -cita nya, tapi memang mbak Ayumi sorang dokter seperti mbak Aurel dan mbak Fatiyah"ujar mbak Nana memberitahukan kepada kami
"oh jadi ternyata mbak Ayumi seorang dokter ? tapi kami tidak pernah melihat mbak ayumi untuk berangkat kerumah sakit seperti mbak Aurel dan Fatiyah" ujar salah satu karyawan butik
"kalau pagi sampai siang hari mbak Ayumi jadi desainer tapi kalau malam mbak Ayumi jadi dokter di kliniknya milik ibunya " ujar mbak Nana
"mbak Nana banyak tau ya tentang mbak Ayumi " ujar Syifa tetanggaku yang juga bekerja dibutik mbak Ayumi
"karena kami tinggal serumah,baik mbak Aurel dan Fatiyah kami tinggal seatap bersama ibu mbak Ayumi dan juga Mbak Arumi "ujar mbak nana
Baru hari ini kami banyak tau tentang mbak Ayumi meski sudah setahun kami bekerja bersama namun mbak ayumi tidak pernah blak-blakan menceritakan kehidupan pribadinya dan juga sahabat-sahabatnya
kami semakin kagum pada mbak Ayumi dan karena mbak Ayumi kehidupanku dan keluarga semakin membaik kami tak pernah lagi kekurangan
istri ku sangat hati-hati mengelola keuangan kami dari gajiku
saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan Mbak Ayumi yang sangat baik mau berbagi rezeki bersama kami
saya sudah sangat nyaman bekerja pada mbak Ayumi, setiap hari saya bisa mendapatkan pendapatan walaupun sedikit namun setiap hari ada yang bisa dibelanjakan oleh istriku dan asap didapur tetap mengepul tidak seperti sewaktu saya jadi kuli bangunan dan menegojek yang kadang dapat dan kadang juga tidak dapat sama sekali tapi selama saya bekerja sebagai kurir saya selalu membawa uang pulang dan itu membuat senyuman istriku yang manis semakin manis mengalahkan manisnya madu
hutang diwarung pun bisa dibayar istriku walaupun dicicil setidaknya tidak membuat mbak suri tidak marah-marah pada istriku, anak-anakku pun punya uang jajan tidak mesti menonton melihat anak-anak yang lain jajan apa yang mereka mau
ayah ibu dan adik-adikku juga ikut serta datang ketoko
begitu pun dengan keluarga paman ceking dan paiman mereka semua datang
karyawan yang lain pun membawa keluarganya kerena itu adalah permintaan mbak Ayumi
selama kami bekerja disini,kami tidak pernah bertemu dengan ibu atau ayah mbak Ayumi dan hari ini ibu mbak Ayumi juga datang dan ternyata dia adalah dokter dipuskesmas yang selama ini kami kenal sebagai dokter yang ramah dan baik hati
"pantas saja anak-anaknya baik dan ramah-tamah itu semua karena ibunya yang terkenal sebagai Dokter yang cantik, baik dan ramah tidak pernah membeda-bedakan kasta saat memeriksa pasien "ujar salah satu keluarga karyawan pelan namun masih dapat kudengar
...****************...
Pov Ahmad ceking
Alhamdulillah, semenjak toko koh liong dibeli oleh mbak Ayumi dan dijadikan toko pakaian kehidupanku dan keluarga terjamin walaupun gaji tidak sebesar pekerja kantoran akan tetapi gaji saya bisa menyekolahkan anak-anak ku
setiap hari pun kami mendapatkan masukan untuk belanja orang dirumah karena mbak ayumi tidak mengambil uang parkiran para pelanggan yang datang
mbak Ayumi meminta kami untuk membagi rata pendapatan kami jadi juru parkir dan saya tetap berpartner dengan Parto adik ipar saya jadi saya tidak pernah merasa keberatan bila kami membagi rata penghasilan kami begitupum dengan Parto akan membagi rata pendapatannya
Zulfikar dan Rahmat pun melakukan hal yang sama mereka itu sopir namun merangkap sebagai security
mereka berdua adalah keluarga istri Jaka yang dapat imbas pengurangan karyawan ditempat mereka bekerja dulu
mereka merasa bersyukur saat saya menawarkan pekerjaan pada mereka ,karena saya sangat mengenal kepribadian mereka berdua
mereka orang-orang yang jujur dan pekerja keras maka dari itu saya mengajak mereka bekerja dan mereka sangat senang bisa kembali memiliki pekerjaan tetap tidak lagi harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari dan biaya sekolah anak-anaknya
awalnya saya berfikir setelah toko ini selesai direnovasi saya akan kembali seperti dulu kembali berladang dan tidak memiliki pekerjaan tetap bagaimana nanti sekolah anak-anak tapi saya salah besar ternyata mbak Ayumi mengajakku bekerja dengannya untuk tetap menjaga keamanan tokonya bahkan mengajak adik iparku,ponakan dan beberapa tetangga kami
saya sangat bersyukur karena yang membeli ruko itu ternyata orangnya sangat baik walaupun usianya masih sangat muda tapi dia berfikiran bijaksana dan dewasa
Mbak Ayumi juga tidak pernah membeda-bedakan kami namun tetap sopan dan santun kepada kami yang usianya lebih tua darinya
semoga ruko pakaian dan butik milik mbak ayumi selalu sukses
kami semua menggantungkan hidup padanya
saya juga sengaja mengajak anak-anak yatim dan piatu tetanggaku untuk bekerja di tempat Mbak Ayumi beruntungnya mbak ayumi mempercayakan kepadaku untuk mencari karyawan dan saya sudah berjanji kepada diriku sendiri akan selalu menjaga keamanan toko ini dan saya tidak ingin hilang kepercayaan dari mbak Ayumi
hari ini mbak Ayumi mengadakan syukuran satu tahun dibukanya ruko pakaian tempat Kami menggantungkan nasib
mbak Ayumi menyuruh kami untuk membawa anak dan istri serta keluarga
...****************...
sudah tidak sabar dengan mas dudanya?!
sabar ya mas dudanya sudah hampir muncul kok dan bakal terus muncul di Bab- bab berikutnyaππ
jangan bosan ya baca karyaku ππ»ππ»
terimakasih atas kunjungannya dan semua saran serta kritikannya ππ»ππ»πππππ