
"kamu sungguh luar bias,kamu sudah bisa melindungi adikmu tapi ingat jangan menggunakan kekuatanmu untuk berbuat jahat jahil tapi pergunakanlah untuk kebaikan"ucap azlan mengelus kepala ponakanya iti yang audah basah oleh keringat
"iya abah akan bian ingat selalu pesan abah" ucap Abian dan memeluk azlan
Tak berselang beberapa lama rombongan pak Fatur datang bersama beberapa orang polisi yang kebetulan juga sedang berada dibalai desa karena mereka di undang untuk hadir dalam pertemuan itu
Pak polisi menelpon berapa rekannya untuk datang membawa mobil untuk para preman yang berhasil azlan lumpuhkan bersama keluarganya
"apakah bapak mengahadapi mereka semua sendirian ?"tanya pak polisi yang benama Edwin itu
karena merasa takjub jika azlan mengahadapi mereka semua yang hampir dua puluh orang itu sendiri
"tidak pak istri dan adik-adik Saya turut membantu bahkan ponakan saya juga ikut membantu saat mereka ingin disakiti oleh salah satu preman itu "jawab azlan jujur
"hah? Benarkah?"ucap pak pak polisi sedikit tidak percaya
"bapak bisa melihatnya melalu video CCTV mobil saya karena mobil saya ini telah saya lengkapi dengan CCTV"ucap Azalan pada pak Edwin
"Baiklah pak Azlan kami meminta kesediaan bapak untuk melakukan laporan dikantor kami"ucap Pak Edwin
"baik pak saya akan kekantor bapak untuk melakukan laporan tapi sebelumnya izinkan saya untuk membawa keluarga saya kembali kerumah mertua saya pak fatur "jawab azlan
"oh jadi anda menantu pak Fatur ?"Ucap pak Edwin pada Azlan
Saat azlan ingin menjawab pertanyaan Edwin tiba-tiba Fatiyah datang menghampiri mereka
"hai Edwin Apa kabar ?"ucap Fatiyah menyapa Edwin
"sayang kamu kenal pak Edwin?"tanya Azlan
"kenal sayang dia itu teman kecilku saat masih tinggal di kota X namun mereka pinda karena papanya dipindah tugaskan seperti ayah namun tidak tau mereka pindah kemana"jawab Fatiyah
"oh..."ucap azlan singkat
"oh iya win,kenalkan ini suamiku mas Azlan dan kamu juga sudah berkeluarga kan?"ujar Fatiyah memperkenalkan azlan pada teman kecilnya itu
"iya tadi kami sudah berkenalan dan baru sekarang ini saya tau jika ini adalah suamimu
trus ponakanku sudah berapa ? Kalau saya masih betah sendiri Fatiyah belum ada yang cocok"tanya Edwin pada Fatiyah
"kamu ini ada-ada saja,kami baru seminggu yang lalu menikah mas iya sudah ada ponakan sih win"ujar Fatiyah
"Maaf maaf saya tidak tahu kalau kalian baru menikah hehehe "ucap Edwin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tertawa pelan
Azlan Hanya tersenyum melihat istrinya memarahi seorang polisi karena salah sangka
"Ayo mas kita antar mereka pulang kerumah dulu, mereka sudah sangat lelah karena menghadapi para preman tak berakhlak itu"ucap Fatiyah
"iya sayang,kamu duluan aja mobil saya mau pamitan dulu sama pak polisi dan yang lainnya "ujar azlan pada istrinya itu
"iya mas saya tunggu dimobil ya, win saya duluan ya"jawab Fatiyah
azlan hanya mengangguk dan Fatiyah pun meninggalkan mereka berdua
"pak Edwin maafkan istri saya sudah berbicara kasar tadi "ucap Azlan meminta maaf
"tidak apa-apa pak azlan kalau sama Fatiyah mah sudah sering digituin sejak kami kecil jika dia tidak suka maka saya akan dimarahi bahkan dijambak sam dia saking kesalnya hahaha
Bar-bar nya tidak pernah berubah "jawab Edwin dengan tawanya
"hehehe itulah salah satu keistimewaannya dia itu ajaib pak "ucap azlan tertawa kecil
"iya pak Azlan dia memang gadia ajaib hehehehe "sahut edwin
"kalau begitu saya pamit dulu pak Edwin saya mau antar keluarga Saya pulang dulu kerumah soalnya mereka Lelah habis mengadu tinju"ucap azlan tersenyum pada edwin
"iya pak,saya tunggu kedatangan pak Azlan kekantor untuk memberikan ketenangan "ucap Edwin
"iya pak insyaallah secepatnya saya akan kekantor bapak"jawab azlan
Azlan pun meninggalkan Edwin lalu menghampiri ayah mertuanya yang masih berbincang dengan pak Rt dan yang lainnya
"pak saya antar semuanya pulang kerumah dulu setelah itu saya akan kekantor polisi untuk buat laporan,apa bapak mau ikut dimobil?"tanya Azlan pada mertuanya itu dengan sopan
"tidak nak bapak biar naik motor saja tadi bapak kesini boncengan sama pak juki"jawab pak Fatur
"oh kalau begitu saya pulang duluan ya pak,mari bapak-bapak semua terimakasih banyak karena sudah mau datang membantu kami "ujar azlan berpamitan
"iya nak azlan, hati-hati "ucap pak Rt
Tak berselang beberapa menit mereka kembali pulang kerumah mereka yang kini ditempati oleh orang tua Fatiyah
bu Fatimah yang sedari tadi nunggu diteras rumah bersama Fadhlan dan Maryam dengan cemas kini mereka bisa bernafas dengan lega karena mereka pulang dengan selamat
Azlan memang sengaja tidak menempatkan anak buahnya untuk berjaga desa itu karena Azlan berfikir mereka akan aman disana
Namun perkiraan azlan salah ternyata akan terjadi sesuatu yang sangat tidak ingin mereka inginkan apalagi sampai melibatkan bocah-bocah kesayangan mereka namun untungnya Azlan, ayumi, Azka dan satria sudah membekali mereka berdua bahkan dengan kecerdasannya abian sudah menguasai ilmu totok syaraf yang diajarkan oleh ibunya
Ayumi membekali Putranya untuk digunakan disaat-saat terdesak dan terjepit
"Alhamdulillah kalian semua tidak apa-apa kan?"tanya Bu Fatimah pada mereka semua
Bu Fatimah memeluk mereka satu persatu dengan deraian air mata
"kami semua baik-baik saja ibu,ibu jangan nangis lagi ya"ujar Ayumi lalu menyeka air mata diwajah tua mertua kakaknya itu
"hiks hiks hiks ibu tadi takut sekali mendengar kalian dicegat dan berkelahi dengan preman-preman itu "ujar Bu Fatimah masih terisak
"lihatlah bu kami semua baik-baik saja "jawab Fatiyah lalu berputar-putar di depan ibunya itu
"kalian istirahat ya nak kalian pasti sangat lelah "ujar Bu Fatimah
"iya bu kami kedalam dulu ya "jawab Ayumi
"iya nak kalian istirahat lah dulu kasihan cucu-cucu ibu "jawab Bu Fatimah
Ayumi dan yang lainnya pun berjalan masuk kedalam rumah dan menuju kamar mereka masing-masing lalu bersih-bersih dan beristirahat
Tubuh mereka terasa remuk setelah meregangkan otot dengan menghajar beberapa preman
"kamu capek ya nak?"tanya Ayumi pada kedua anaknya
"iya bunda badan abang lelah sekali mungkin karena beberapa hari ini selama kita disini abang tidak pernah latihan " jawab abian dengan wajah lelahnya begitupun dengan Arisha
"kalian bersih-bersih dulu ya sayang setelah itu kalian beristirahat "Ujar Ayumi
"iya bunda"jawab abian dan Arisha lalu mereka berdua turun dari tempat tidur dan berjalan lemah kekamar mandi
Ayumi merasa sangat kasihan kepada kedua anaknya itu
setelah mereka bersih-bersih mereka kini sudah terlelap
Sedang dilantai bawah Azlan memperlihatkan video saat mereka dicegat dan diserang oleh beberapa preman
Namun mereka berdecak kagum melihat aksi Abian dan Arisha
"mereka ini masih sangat kecil tapi mereka sangat hebat "ucap Fadlan dan diangguki oleh bapak ibu, dan Maryam
ayah Fatiyah juga sudah sampai dirumah beliau cepat pulang karena ingin ikut bersama azlan kekantor polisi memberikan ketenangan
"oh iya yah,apa ayah ingin ikut kami kekantor polisi ?"tanya azlan pada mertuanya
"iya Na ayah mau ikut ayah juga ingin menyerahkan bukti agar kalian tidak akan dipersulit karena banyak tadi merekam yang diucapkan oleh Fatiyah saat menelponnya
"baiklah yah,ayo kita berangkat sekarang takut nanti polisi beranggapan kita kabur "ujar azlan