
POV Bima
"saya akan menerima mereka berdua tapi tidak dengan siska sebagai ibuku, bagaimana mungkin orang yang kucintai selama ini menjadi ibu sambungku walaupun sekarang saya sudah memiliki Asdiah dan memberikanku keturunan tapi cinta untuk Siska masih ada"ucapku dalam hati
"huffftt "ku hela Nafas panjang untuk mengurangi rasa sesak didalam dada
seandainya bisa bertukar saya akan melakukan itu,saya akan lebih rela jika Asdiah yang menjadi ibu sambungku dan Siska yang mendampingiku dan memberikanku keturunan bukan papa
siska pergi dariku karena kesalahanku sendiri, menuduhnya selingkuh dengan sahabatku namun ternyata saya salah sangka tapi karena malu mengakuinya saya tetap dengan tuduhanku
hingga siska memilih pergi dan sahabatku memutuskan persahabatan kami
setelah sekian lama tanpa kabar ternyata Siska menjdi istri kedua papaku
hatiku sakit mengetahui kenyataan itu dan itu membuatku kesal dan marah pada papa dengan alasan tidak terima jika papa menghianati mama
awalnya saya hanya mengira wanita yang ada didalam video yang kak Azlan kirim hanya mirip dengan Siska saja tapi kenyataannya itu memang Siska wanita yang selama ini kucari
saya sengaja mendatangi rumah papa dan siska untuk memastikannya dan ternyata itu wanita yang kurindukan
siska terkejut melihatku berdiri didepan pintu rumahnya, dan dengan lancar mulutku menghinanya saya sangat menyesal melakukan itu
saya memutuskan untuk pulang ke kota dimana anak dan istriku berada,saya berharap jika berkumpul dengan mereka fikiran ini akan tenang tapi kenyataannya kelakuan Asdiah wanita yang kunikahi dua tahun yang lalu semakin membuatku prustasi
ditambah lagi mama harus masuk kerumah sakit tapi Asdiah tidak pernah memberikanku mengunjungi mama
entah kesalahan apa yang mama buat pada mereka dulu sehingga mereka begitu dendam
saya pernah sekali mendatangi rumah sakit untuk melihat kondisi mama tapi yang saya lihat siska juga ada disana ditemani oleh papa
rasa kesalku semakin meradang, hingga akhirnya saya pulang tanpa sempat melihat keadaan mama
hari ini sudah berapa kali kak bayu dan Arumi menghubungiku tapi selalu ku abaikan pesan dari mereka pun hanya kubaca saja dan Asdiah sering melihat pesan dari kakak dan kakak iparku
asdiah dan ibu mertuaku mengatakan jika mereka itu sangat lebay dan menyusahkan saja buat apa mereka meminta kami datang untuk menjenguk mama
asdiah juga menyita ponselku hingga saya tidak pernah lagi tau pesan apa yang kak bayu kirim
sebenarnya saya sudah tidak tahan lagi untuk bertahan hidup dengan asdiah ditambah lagi orang tua dan keluarganya selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga kami
tapi niatku itu selalu ku urungkan karena mengingat bagaimana dengan anak-anakku
hingga hari ini anak buah kak azlan datang menjemputku dengan paksa dan mengatakan jika mama sudah tidak ada lagi duniaku serasa hancur seketika wanita yang selama ini sangat kusayangi, wanita yang telah melahirkanku telah pergi untuk selamanya
walaupun mama selama ini tidak begitu peduli padaku tapi saya sangat menyayanginya
apalagi mendengar cerita prua yang datang menjemputku mengatakan jika jenazah mama tidak bisa di pindahkan
dan katanya mama juga mungkin sedang menungguku untuk melihatnya yang terakhir kalinya
dengan perasaan yang sangat kacau mendengar semuanya
"ma maafkan bima ma" gumamku dan air mataku seketika luruh membasahi pipiku
"sabar ya mas bima,mas bima harus ikhlas walaupun itu sangatlah sulit " ucap pria di sampingku ini
dan dua temannya pun menoleh melihatku tanpa mengatakan apapun
sesampainya didepan rumah mama hatiku semakin tidak karuan
kulangkahkan kakiku dengan cepat memasuki rumah mama
kulihat jenazah mama sudah dikafani saya pun segera berlari dan memeluk tubuh mama yang sudah terbujur kaku dan terbungkus kain kafan
"ma ini bima ma,maafkan bima hiks hiks hiks " tangis ku tak bisa lagi ku bendung setelah melihat wajah pucat mama dan tubuhnya sudah terbujur Kaku
"ma pukul bima ma seperti biasa mama lakukan jika bima lama tidak menemuimu,marahi bima ma,ayo ma teriaki bima ma bima sudah sangat nakal karena mengabaikan mama
kak bayu ayo ambil kemoceng mama kak untuk mukul bima hiks hiks hiks
mama taukan jika bima sangat sayang pada mama tapi kali ini bima buat kesalahan besar
ayo ma pukul bima ma ayo ma"
"sudahlah nak bima ikhlaskan kepergian mamamu agar beliau bisa tenang disana dan kita juga harus segera memakamkan beliau kasihan beliau sudah lama seperti ini" ucap seorang pria paruh baya memegang pundakku dan saya yakin dia adalah seorang ustadz
saya pun mengangguk dan berdiri membiarkan orang-orang mengangkat jenazah mama namun jenazah mama tidak bisa mereka angkat.
"ada apa dengan mama kenapa seperti ini!?"tanyaku
"ayo nak bima kamu angkatlah tubuh mamamu dan ucapkan basmalah
nak bayu ayo bantu nak bima mengangkat tubuh mama kalian "ucap pria paruh baya itu lagi dan kak bayu mendekatiku dan mulai mengangkat tubuh mama saya pun melakukan hal yang sama dengan mengucapkan basmalah dan mulai mengangkat tubuh mama Alhamdulillah tubuh mama bisa kami pindahkan kekeranda yang sudah mereka siapkan
"Alhamdulillah ya Allah " ucap mereka semua saat tubuh Mama bis diangkat
"ternyata almarhumah Bu Raidah menunggu kedatangan putranya "ucap salah satu ibu-ibu yang datang melayat
"iya benar, mungkin ini anak kesayangannya " ucap ibu yang lain dan ucapan ibu itu menggores hatiku
benarkah yang ibu itu katakan jika saya adalah anak kesayangan mama
"ma maafkan bima ya ma hiks hiks hiks " ucap ku kembali terisak
"sabar nak ayo kita antarkan mamamu keperistirahatan terakhirnya hapus air matamu dan iringilah kepergian mamamu dengan zikirmu" ucap pria itu lagi yang kini berdiri disampingku
segera kuseka airmataku dan mulai berzikir seperti apa yang di ucapkannya
kami pun mulai mengangkat keranda mama dan berjalan menuju area pemakaman umum yang ada di sekitar kompleks tempat tinggal mama
sesampainya di pemakaman mama dimakamkan
saya dan kak bayu menurunkan jenazah mama kedalam liang lahat nya kak bayu mengazani mayat mama sebelum ditimbun
setelah selesai dan makam mama di taburi bunga saya masih berada Disana memeluk batu nisan mama
saya mendengar kak bayu mengajak istrinya pulang dan istrinya menjawab jika dia sangat rindu pada anak-anak mereka
jadi selama ini mereka meninggalkan anak-anak mereka disini demi untuk menjaga mama selama dirumah sakit sedangkan saya anak kandungnya tidak sekalipun datang untuk menjaga mama
setelah semua pulang saya pun memilih untuk pulang kerumah mama
tapi selama saya disini saya sama sekali tidak melihat papa
"apa papa lebih memilih menjaga istri keduanya dibandingkan menjaga dan menghadiri pemakaman mama" ucapku dalam hati tanganku mengepal kuat hingga kuku tanganku membekas ditelapak tanganku
setelah sampai didepan rumah mama disana masih banyak tetangga yang sedang membantu menyiapkan acara pengajian untuk mama termasuk semua kakak ipar kak bayu
"kasihan ya pak Wijaya istri pertamanya meninggal dan istri keduanya sekarang masih koma setelah melahirkan
pak Wijaya benar-benar belum istirahat karena sedari kemarin dirumah sakit menjaga dua orang sekaligus"ucap salah satu anak buah kak Azlan
"iya saya juga merasa kasihan sedari putranya didatangkan dia tidak pernah lagi mendekati jenazah istrinya bahkan mengangkat keranda istrinya saja dia berada di bagian belakang agar tidak terlihat oleh putranya itu"ucap yang satunya lagi
"iya kamu benar bahkan dipemakaman pun dia memilih berdiri dan melihat semuanya dari jarak jauh mungkin beliau tidak ingin anaknya buaya keributan jika melihatnya " ucap pria satunya lagi
degg
jantungku berdetak sangat kencang dan rasanya sangat sakit,apa segitu takutnya papa padaku!? seorang Ayah yang selalu ada untukku, Selalu memenuhi segala keinginanku tapi saya memukulinya dan melakukan itu semua karena saya merasa dikhianati
...****************...
maaf baru bisa update soalnya lagi sakit kena flu, batuk juga demam jadi susah konsentrasi untuk menemukan ide cerita
makasih karena masih setia berada disini 🥰😘🙏🏻🙏🏻🙏🏻