
Kekuatan adalah kelemahan
๐น๐น๐น๐น๐น
Setelah mendengar percakapan itu, Elen menceritakannya pada Gior dan Galang. Tapi Galang meminta agar Elen tidak memberitahu hal ini pada Luca, ia takut gadis itu semakin khawatir. Sejak tadi Luca bahkan tidak mau di ajak bicara siapapun setelah perbincangannya dengan Shina.
"Luca, malem ini gue mau nginep sama lo boleh?" Tanya Elen, sebanarnya Galang yang memintanya untuk menginap, ia rasa Luca akan lebih baik jika di temani Elen.
"Terserah." Jawab Luca datar.
"Luca udah balik ke yang dulu ya?" Tanya Elen mentap Luca.
Luca hanya memandang tidak mengerti maksud Elen.
"Dulu lo cuek banget, gue selalu ngeliat tatapan kosong di mata lo. Hari ini tatapan itu balik lagi." Jelas Elen.
"Lo tau kenapa gue gak pernah mau punya temen?" Tanya Luca, Elen menggeleng tidak tau.
"Gue gak mau memupuk ekspektasi gue sama orang lain karena itu cuman bisa bikin kecewa."
"Gue tau perasaan lo Luca, tapi gue gak akan pernah ngecewain lo. Adakalanya kita butuh penghangat, kita butuh tempat bersandar." Ucap Elenmenggenggam tangan Luca.
"Gue gak pernah mau punya perasaan, gue gak mau punya kelemahan. Tapi sekarang gue punya, gue bahkan terus berfikir kalau kalian bisa aja jadi alat buat hancurin gue. Sekarang gue punya rasa takut." Luca mengatakan apa yang selama ini ada dalam hatinya, semua kecemasan dan rasa sakitnya.
"Luca liat gue, kita semua ada di sini buat jadi kekuatan lo. Buat gue, lo cewek paling hebat yang pernah gue temuin." Elen memeluk Luca, ia berharap gadis itu bisa melupakan rasa sakitnya.
"Terimakasih." Ucap Luca memejamkan matanya dalam pelukan Elen.
"Sekarang lo mandi, lo harus tunjukin kalau lo baik-baik aja. Lo gak tau Galang dari tadi ngamuk sampai seluruh pelayan dia hukum, dia terus nyalahin dirinya karena gak bisa jaga lo."
Luca bergegas ke kamar mandi, sebentar lagi waktunya makan malam.
~~~~~~~~~
"Kak, mereka berhasil kita tangkap." Gerald menghampiri Galang di kamarnya.
Segera ia menuju ruang bawah tanah untuk melihat tahanan barunya, ia sangat ingin sekali menguliti wajah orang-orang yang sudah berani menyiksa Luca.
"Dia masih belum sadar tuan." Ujar seorang penjaga tawanan.
"Kak, kita hanya berhasil menangkap 4 orang, 1 orang sangat susah kita temukan." Jelas Gerald pada Galang.
"Dia pasti ketua dari keempat orang ini, tapi mereka tidak mungkin hanya bertindak sepihak."
"Bukankah Luca pernah mengatakan boss sebenarnya adalah perempuan? Apa mungkin Shina?" Tanya Gerald.
"Apa lo gak liat tampangnya yang bodoh dan tindakannya yang selalu ceroboh, dia tidak mungkin menjadi bos dan merencanakan hal sebesar ini."
"Tapi siapa kak?"
"Entahlah, tapi gue yakin Shina masih ada sangkut pautnya dengan hal ini. Setelah sadar tanyakan siapa bos mereka, jika mereka tidak menjawab cambuk sampai tubuhnya hancur." Perintah Galang meninggalkan tempat itu bersama Gerald, sebentar lagi waktunya makan malam. Semua orang akan curiga jika dia terlambat.
.
.
.
.
.
.
.
gusyy komen dan like yaaa