LUCA

LUCA
Menantu Pilihan



Sepulang dari cafe aku masih terus tersenyum.


Eh loe kenapa sih.... ah udah geser pasti otak loe.... kesal jordan dan menjalankan mobilnya. Dan aku mengirim pesan pada orang kepercayaanku Robert


Sesampainya di Apartemenku aku pun segera mandi dan setelahnya aku duduk di kursi meha kerjaku lalu membuka email. Robert, orang kepercayaanku sudah mengirimkan data-data tentang Luca. Ya Luca Hanaya Anggara calon istriku.


Aku tersenyum membaca data-data yang dilaporkan Robert


Hmmm??? aku penasaran bagaiman ekspresi kamu saat kita ketemu nanti bocah.... gumam ku.


3 minggu berlalu,


Semua sudah bersiap. ku tatap tampilanku yang begitu manis di cermin. Yah hari itu aku mengenakan salah satu dress yang ada di lemariku. entahlah apakah modelnya sudah ketinggalan jaman atau tidak, aku hanya tak suka dengan mini dress yang di siapkan bundaku membuatku terlihat tua.


Aku turun dan semua menatapku.


Loh dek, kok gak pake dress yang bunda siapin.... tanya bundaku


Kekecilan.... ucapku bohong. lalu berjalan mendahului mereka dan duduk di mobil Ka Saka tanpa mau mendengar omelan bunda yang bikin sakit kepala.


Kenapa baru sekarang pedulinya 17 tahun kemana aja.... batinku protes.


Aku malas mendengar petuah ka Amara dan Ka Anita soal tata krama dan segala *****-bengek pergaulan kelas atas, membuatku memilih memasang ear phone dan tidur. Saka menoleh kebelakang dan memberi tatapan tajam ke mereka dan membuat ke dua adiknya itu pun diam tak berkutik. Saka pun menggunakan tangan kirinya dan membelai rambutku perlahan.


Si adek bobok, kak? tanya anita


makanya diem.... biarin adek istirahat sebelum ia meledak nanti.... ucap saka memperingatkan.


30 menit kemudian mereka tiba di Hotel HJ, mereka turun satu persatu.


Dek, bagun dek, sayang.... ucap Saka membangunkan Luca


Luca perlahan membuka matanya, ia menggeliat dan turun dari mobil, keluar dari mobil, luca terus menggelendot pada Saka dengan wajahnya yang masih tampak ngantuk.


Mataku masih terpejam lalu tiba-tiba ting, pintu lift terbuka, kami keluar dari lift kami disambut, tapi aku menghentikan langkahku.


Kenapa? tanya Saka yang merasa kehilangan pegangan tanganku


Toilet... lalu aku berlalu tanpa menunggu.


Saka pun masuk dan menghampiri keluarganya yang sudah berada bersama keluarga Kendrick.


Mana Luca.... tanya bunda panik


Toilet, cuci muka.... biar gak ngantuk.... ucap Saka.


Toilet....


Luca mencuci wajahnya dan mengeringkannya lalu ia memperbaiki make-up nya yang sangat minimalis itu.


Tak sedikit ia mendengar ucapan para wanita pengejar taipan.


Luca heran kenapa mereka tak bisa lebih memikirkan hidupnya dari pada hanya memikirkan soal laki-laki yang bahkan belum tentu melihat kearah mereka. sungguh miris bukan.


Acara pun di mulai. Luis naik ke podium bersama sang istri dan memberi beberapa patah kata. Lalu ia memanggil putra tunggalnya Lingga ke atas podium. disana luis pun mengungkapkan niatnya.


Hari ini di hari ulang tahun perusahaan yang ke 79 ini aku berniat ingin mengumumkan pertunangan putra tunggal ku Lingga dengan menantu pilihanku.... ucapnya terpotong saat melihat Luca berjalan begitu tenang diantara para bisnisman licik dan penjilat.


Lingga terpanah menatap Luca yang tampak begitu mungil namun begitu menggetarkan hatinya walau tak ada senyum yang ia sungging kan.


Dengan satu-satunya menantu pilihanku, Luca Hanaya Anggara.... ucap Luis memangil nama Luca sambil tersenyum.


Luca kemari sayang... panggil Luis yang dikenal dingin dan sadis itu lembut pada Luca.


Luca menatap kedua orang tuanya yang juga sudah ada di podium. Ia melewati ke lima kakaknya dan berjalan anggun menuju podium.