
Pukul 11 Malam....
Dani masih menunggu dengan sabar dikamar hotel sambil menatap layar TV yang sedang menontonnya bukan ditonton olehnya. Ia bahkan tak tahu apa yang sedang diputar di siaran TV dihadapannya itu
Ia menunggu dengan cemas, setiap detik meilirik layar hpnya, menunggu kabar dari kedua sahabat menyebalkannya itu. Tapi justru selalu pesan pekerjaan yang dia terima dari asistennya, membuatnya terpaksa membaca semua pesan diemailnya tanpa bermaksud menanganinya.
Lo baru nyampe... ucap Sasa yang juga baru keluar dari pintu mobil Jordan saat melihat Luca baru saja turun dari mobil Lingga.
Lo juga???... ucap Luca.
Mereka berdua pun saling memberi tatapan lemas, sudah tahu dengan jelas kalau sampai kamar hotel mereka pasti akan dicerca ribuan pertanyaan oleh Dani.
Ya diantara mereka Dani memang selalu terlihat layaknya sesorang yang selalu ditindas, namun ada satu hal yang tak diketahui orang-orang, Dani seorang yang over protective pada orang-orang yang disayangnya khusunya kedua sahabatnya itu. Dani tidak suka atau pun mengijinkan keduanya keluar malam kalau bukan utuk urusan yang tak bisa ditunda. Dulu saat masih sama-sam di indonesia, Dani tak pernah membiarkan kedua sahabatnya itu masih ada diluar setelah jam 8 malam. Dani layaknya penjaga pintu asrama bagi Sasa & Luca. Bahkan ketika mereka hidup dinegara terpisah demi mengejar mimpi mereka masing-masing, Dani tak pernah berhenti mengawasi mereka mulai dari telpon, email, & video call. Pagi, Siang & Malam. Bagi Dani mereka bukan hanya sahabat dan keluarga tapi seperti anak baginya.
hhhhh.... Luca & Sasa menghela napas lelah saat sama-sama melirik jam ditangan mereka masing-masing, hingga membuat Jordan & Lingga heran.
Pulanglah... kami masuk dulu...ucap Sasa, lalu menggandeng Luca dengan berat berjalan menuju lift meninggalkan kedua pria tampan yang menatap mereka dengan heran itu.
Mereka kenapa...?? Tanya Lingga
Dani... sahut Jordan yang sudah tahu seperti apa sahabat calon istrinya itu. Ia cukup bersyukur Laki-Laki yang cukup di inginkan & ditakuti Kepala Mafia Rusia itu begitu menjaga dan melindungi kedua gadis yang punggungnya mulai menghilang dari pandangannya itu
Ooo... sahut Lingga yang juga cukup segan pada Dani bahkan sejak Dani masih duduk dibangku SMA dan dulu begitu sering di bully oleh Sasa & Luca, namun tak pernah bisa menyembunyikan aura Dani yang cukup membuat orang lain menjaga jarak.
Klik...Luca & Sasa masuk kedalam ruang kamar president suite hotel dengan hati-hati. Mereka melihat Dani masih duduk diam tanpa menoleh kearah mereka.
Luca & Sasa pun segera menghampiri dan duduk disamping Dani, mereka merangkul masing-masing lengan Dani dan bersandar dibahunya.
Mereka terdiam cukup lama di posisi itu. Dani masih tak bersuara, ia sedang berusaha meredakan segala keingintahuannya tentang yang terjadi pada kedua orang terpenting dalam hidupnya itu.
Apa yang lo tonton... tanya sasa pada layar tv yang sejak tadi mereka acuhkan.
Entahlah, gue tidak memperhatikannya... ucap dani yang sudah mulai bisa mengontrol rasa cemas, resah dan takut yang sejak tadi melandanya.
Maaf udah bikin lo khawatir sendirian disini...ucap Luca yang semakin melepas lengan Dani dan justru memeluknya erat dari samping kanannya.
Gue fikir Lo gak akan kembali... ucap Dani Lirih, yang kini mendekap erat Luca disisi kanannya.
Itu tidak mungkin, Mana mungkin gue rela melepaskan dunia yang begitu sulit gue raih hanya dalam sekejab saja...ucapnya
Apa mereka memilih ngelepas elo??... tanya Dani khawatir, bagaimana pun ia tahu dengan jelas bagaimana Luca sangat mencintai keluarganya jauh dilubuk hatinya yang terdalam.
Tidak ada yang melepas, kami hanya mulai saling menerima dan memaafkan. Bertahun berpisah membuat gue bosan menghakimi pengabaian mereka ke gue, lagi pula bukankah seharusnya gue bersyukur dengan segala yang terjadi padaku sudah bikin gue berada di posisi ini. Meraih mimpi gue tanpa embel-embel nama keluarga, Menjelajahi sisi dunia yang tak pernah gue ketahui tanpa takut dengan segala macam aturan keluarga, menghirup udara bebas tanpa harus berfikir akan merasa sesak nanti dimeja makan tanpa ada yang menemani... ucap Luca.
Lalu Tadi... tanya Dani.
Gue pulang, tidur, bangun, lalu makan malam bersama mereka...ucap Luca terhenti sebentar.
Dani yang menatap kearah Luca yang berhenti bicara dengan Sasa yang mendekap di samping kiri Dani dan menyandarkan dagunya dibahu kiri Dani.
Gue ketemu si tua bangka itu diruang kerjanya dan menjarah salah satu buku favoritenya... ucap Luca terkekeh kecil saat mengingat ekspresi ayahnya. Pria menyebalkan yang membuatnya tumbuh dalam rahim ibunya itu.
Sasa melirik Buku di Meja yang tadi diletakkan Luca.
HHH... Lo memang putrinya, Sejak dulu gue selalu heran dengan segala hobi dan selera bacaan-lo ternyata si tua bangka tampan itu yang mewariskannya ke lo.. ucap Sasa.
Luca hanya tersenyum tipis.
Syukurlah, selama lo bahagia Luca... Ucap Dani lalu mengecup kening Luca. Luca tersenyum menerima kecupan dikeningnya.
Mereka pun melirik pada Sasa yang masih menyadarkan dagunya di bahu kiri Dani. Dengan mata polosnya, akhirnya ia tersadar saat mendapati tatapan penuh tanya kedua sahabat dihadapannya itu.
hmmm Si tua bangka itu meminta gue melanjutkan bisnisnya... ucap Sasa santai.
Sasa terdiam dan memain kan ujung-ujung jari panjang tangan kiri Dani, hal yang selalu dilakukannya saat ia sedang kalut.
Dimasa tuanya tak ada orang disampingnya, hidup dengan penyesalan... ucap Sasa.
Dia tahu kalau adik tiri lo (Sesil) bukan dara dagingnnya... tanya Luca, Sasa mengangguk.
Bukannya sejak awal om Hermawan emang udah tahu ya, kalau si sesil itu bukan darah dagingnya... tanya Dani.
Maksud lo.. tanya Sasa.
Iya gue pernah gak sengaja lihat hasil lab test DNA Sesil sama Om Hermawan di kantor mas Dio, Jadi gue rasa bokap lo gak mungkin baru tahu hari ini kan.
Sasa terdiam.
Tapi kenapa dia diam, dan membiarkan mereka tetap ada dirumah itu... lirih Luca.
Tante Ratna mengancam akan mencemarkan nama baik Hermawan dan membuat lo hidup dengan di cap sebagai anak dari pemerkosa... ucap Dani.
Brengsek... ucap Sasa marah.
Gak ada gunanya lo marah sekarang, Mas dio bilang Tante Ratna diceraikan tanpa harta gono gini sama bokap lo disaat bokap lo tahu kita pergi meninggalkan mereka semua. Bahkan Sesil dicoret dari silsilah keluarga lo, Dan kabar terakhir yang gue denger sekarang dia jadi cewe penghibur di club Rosa dan nyokapnya married lagi sama laki orang...ucap Dani menjelaskan.
Yah apa yang lo dapat dengan hasil merebut memang gak akan pernah berakhir baik, sayangnya manusia begitu sulit untuk belajar dari kesalahan pertama, dan selalu mengulangnya... ucap Luca
Terus gimana? Loe terima permintaan bokap loe buat ambil alih bisnisnya? Gimana pun loe kan anak semata wayangnya.. ucap Dani.
Awalnya gue ogah, tapi itu salah satu wasiat nyokap gue, gue terpaksa terima, dan untungnya si Astral mau ngegantiin gye buat nanganin itu binis properti...ucap Sasa
Lo yakin ngasih kepercayaan itu ke dia (Jordan).. tanya Luca
Dia calon suami pilihan nyokap gue, dan nyokapnya Si Astral juga gue kenal baik, dulu almarhum nyokap gue sering bawa gue main ketemu sama dia... cuma emang gak pernah ketemu si Astral... jadei gue gak pernah tau itu stalker ternyata tunangan gue... ucap Sasa
Lo gak perlu khawatir Sa, si Astral itu gak akan pernah main-main sama warisan lo. lagian harta dia bahkan lebih banyak dari pada warisan lo, dia gak butuh itu.... ucap Dani yang sudah menaruh kepercayaan pada Jordan, karna dia tahu segila apa Jordan dalam mencintai Sasa.
Loe Sendiri Gimana... tanya Luca.
Apa yang lo harapin dari laki-laki tua terkolot itu. Lo tahu sendiri hubungan antara Pengacara dan Dokter itu gak pernah baik. Dokter yang selalu berpegang teguh kalau dia melalukan segalanya sesuai prosedur dan kami para pengacara yang selalu mencari celah diantara kesempuranaan sebagai senajata kami memenangkan kasus klien kami. Dia memaksa gue berjalan di jalan yang sudah dia atur seperti mas Dio. Dan dia semakin membenci gue karna gue memilih profesi yang akan selalu bermusuhan dengannya.... ucap dani begitu datar.
Nyokap lo... tanya Sasa
Gue kangen, cuma bisa meluk dia dan gak bisa ngomong apa-apa... ucap Dani yang tanpa sadar meneteskan air matanya.
Gue pengen nyulik nyokap gue aja, tapi wanita cantik itu ternyata lebih cinta suaminya dari pada anak bungsunya yang nakal ini.. ucapnya sambil tersenyum menyakitkan.
Sasa segera mendekap Dani dengan erat, membiarkan lelaki gagah itu menangis dan menunjukkan kerapuhannya.
Krukk kriukkk kruukuk
Suara perut dani berbunyi.
Lo belom makan... tanya Luca.
Gue lupa... ucap Dani.
Gue pesenin ya... ucap Sasa.
JANGAN.. seru Dani & Luca yang tak ingin menjadi korban dari pesanan makanan percobaan Sasa.
Dani aja yang pesen kan dia yang laper... ucap Luca menyenggol bahu kanan Dani yang dengan cepat memesan makanan mereka. Sasa hanya bisa mengalah dan memilih membersihkan badannya di kamar mandi.
huffff...untung bukan dia yang pesen, gak sanggup gue kalau harus bolak-balik toilet cuma gara-gara makanan pesenan dia yang aneh-aneh... ucap Luca pada Dani yang ikut mengangguk cepat.
Udah lo mandi juga gih, abis itu temenin gue makan... ucap Dani pada Luca. Luca pun pergi dan membersihkan diri.
Tak lama mereka selesai Dani sudah menata makanan di depan meja TV. mereka makan bertiga sambil nonton acara di netflix. Seakan masalah mereka terlupakan begitu saja.