
Peraturan di buat untuk di langgar.
๐น๐น๐น๐น๐น
"Lo kirim mata-mata ke kelas gue ya?" Tanya Luca saat sudah menginjakkan kaki di rumah.
"Nggak." Jawab Galang dengan jujur.
Luca membungkuk saat sesuatu terjatuh dari tangannya.
Galang mentap Luca dengan menaikkan sebelah alisnya." Besok jangan pakai seragam itu lagi." Ucap Galang.
"Kenapa?"
"Kekecilan, beli yang baru." Ujarnya sembari melangkah menaiki tangga.
"Kakak, kami pulang." Galaxi datang dengan ceria bersama Gerald.
"Rapat udah selesai?" Tanya Galang yang merasa merasa ini belum waktunya mereka pulang.
"Udah dong, tapi mereka kecewa karena tidak bisa menemui kakak langsung." Jawab Galaxi.
"Gimana?" Tanya Galang pada Gerald.
"Berjalan sesuai harapan kak, tapi dia meminta bertemu kakak ." Gerald memberitahu hasilnya.
"Atur jadwal." Ucapnya pada Gerald.
"Gue bukan sekretaris kakak lagi, telfon aja sekretaris kakak." Tolak Gerald.
Luca menatap Gerald dengan tajam, beraninya dia mengatakan hal itu di depannya.
"Eh, gue aja yang atur jadwal kakak." Gerald tersenyum kikuk menggaruk kepalanya di tatap seperti itu oleh Luca.
"Luca." sapa Edward saat melihat gadis itu. " Nih gue bawain lo makanan." Edward langsung mendekati Luca dan memberikan makanan yang ia bawa.
Galang melanjutkan langkahnya masuk kamar.
"Gue mandi dulu." Luca memberikan makanan itu kepada Gerald.
"Lo cari mati?" Galaxi melirik Gior yang membawa Edward ke rumahnya.
"Hehehe." Gior hanya nyegir menampilkan deretan giginnya.
Luca turun ke bawah setelah mandi, ia ingin mengambil beberapa cemilan di bawah.
"Lo mau ketemu sama tuh cowok." Galang menghadang Luca di luar pintu.
"Apa sih om, gue tuh mau ngambil makanan." Luca menyingkirkan tubuh Galang yang berada di depannya, tapi lelaki itu justru menariknya ke dalam kamar.
"Lo panggil gue apa?" Galang menarik pinggang Luca.
"Om." Jawab Luca tanpa merasa takut.
Galang langsung menyambar bibir Luca secara ganas, ia bahkan membuat gadis itu tidak bisa bernafas.
"Gaaallhhh, Galangg." Setelah bersusah payah mendorong, akhirnya Galang melepas ciuman itu.
"Ini hukuman karena lo selalu ngelawan gue." Galang mengusap bibir Luca kemudian pergi.
"Shittt, om bejat lo." Umpat Luca kesal, setelah itu barulah ia keluar kamar.
"Luca." Edward langsung menghampiri Luca yang baru saja turun.
"Nanti malam ada acara gak?" Tanya Edward antusias.
Luca melirik Galang yang menggenggam gelas seakan ingin pecah di tangannya." Gimana ya?" Luca sengaja membuat lelaki itu semakin geram.
"Ayo dong Luca, plissss." Pinta lelaki itu menyatukan kedua tangannya.
"Gak bisa, Luca mau keluar sama gue nanti malem." Jawab Galang.
Sementara tiga adiknya yang sedang duduk di depan televisi, mengintip mereka sembari cekikikan.
"Kapan lo ngajak gue?" Tanya Luca pada Galang.
"Gue gak ngajak, ini keputusan gue." Jawab Galang.
"Oh ya udah, kapan-kapan gimana?" Tanya Edward lagi.
"Nanti gue pikirin." Balas Luca kemudian ikut bergabung dengan ketiga omnya.
"Lo jangan mancing kakak." Ucap Gerald.
"Gak papa lah sekali-kali." Luca tersenyum melirik Galang yang menuju pada mereka.
"Luca Kita main game yuk." Edward mengambil tempat duduk di samping Luca, dengan tenang Galang duduk didepan mereka.
"Gue lagi gak mood." Jawab Luca datar.
"Luca, gue tuh ngefans banget sama lo." Edward memegang tangan Luca.
"Oh ya?" Luca berpura-pura antusias tanpa menyingkirkan tangan Edward.
"Iya gue tuh suka sama lo." Tambah Edward lagi.
"Ikut gue." Galang langsung menarik Luca pergi.
"Abis ini pasti lo di marahin sama kakak." Bisik Galaxi.
"Kayaknya Luca bakal di hukum berat." Gerald melirik kedua adiknya.
"Orang tua kalo jatuh cinta serem ya." Ucap Gior melihat Galang yang menarik Luca ke kamar.
"Kalian ngomong apa sih?" Tanya Edward yang tidak mengerti.
"Gak ada." Jawab mereka kompak.
.
.
.
.
.
.
Hukuman apa nih yang pas buat Luca, bantu author mikir dong..
Silahkan komen dan like yang banyak