LUCA

LUCA
EPISODE 149



Percayalah! Saat kamu saling mencintai, artinya ada seseorang yang tengah patah hati.


🌹🌹🌹🌹


"Woy." Elen mengagetkan Luca yang sedang termenung di bangkunya.


"Lo cepreng banget sih." Gerutu Luca sembari mengusap telinganya yang merasa terganggu.


"Biar lo ada yang gangguin." Elen menaruh tasnya dengan riang.


"Eh hari ini ada pertandingan basket, kita nonton ya." Elen menarik lengan Luca membujuknya.


"Pulang sekolah gue mau ke bandara."


"Nggak pulang sekolah kok, nih habis jam istirahat kita bakal free karena ini pertandingan penting buat sekolah kita."


"Sepenting apa sih?" Luca mengangkat sebelah alisnya merasa heran.


"Karena sekolah kita harus menangin juara umum tahun ini, dan sekolah kita jadi tuan rumah pertama sebagai sekolah paling unggul."


"Ohhh, jadi kalau menang hari ini langsung jadi juara umum?"


"Issshh bukan begitu." Elen mengerucut, memang sahabatnya yang satu ini tidak pernah memperdulikan hal lain.


"Ini pertandingan hari pertama, kita di adu sama SMA BANGSA, naahh kalau kita menang nanti sekolah kita tanding lagi sama SMA yang lain. Tapi ya tuan rumahnya itu gantian, kalau kita lolos berarti kita yang tanding di kandang lawan." Meski dengan belibet dan bingung, Elen tetap menjelaskan semampu yang ia bisa.


"Gak ngerti gue." Pada akhirrnya Luca tetap tidak memahami maksud Elen.


"Ahhh, terserah yang penting kita harus nonton." Ucap Elen.


"Hmmmm."


Mereka menghentikan perbincangan saat guru masuk kelas, mereka harus menutup mulut rapat jika tidak mau terkena hukuman.


Seperti yang di rencanakan, mereka pergi ke lapangan setelah jam pelajaran selesai.


"Hay kalian." Sandra datang meenyapa Luca dan Elen.


"Lo mau nonton juga?" Tanya Elen antusias.


"Iya, barengan yuk." Sandra menggandeng tangan Elen dan Luca.


"Okay, gue udah siapin makanan biar kita gak kekurangan asupan." Elen mengangkat sekantong cemilan juga air minum.


"Kita duduk di paling depan." Sandra menarik keduanya memasuki lapangan dan duduk di barisan paling depan.


"Woylah, cowok SMA kita ganteng-ganteng." Elen sudah heboh melihat jajaran pemain memasuki lapangan.


"Iya ganteng banget. Eeehh bentar, Itu si Juan kan?" Elen menepuk bahu Luca sampai keras.


"Apaan sih lo, sakit tau?" Luca menatap tajam Elen.


"Heheh Sorry, ternyata si Juan kapten basket tuh." Elen menunjuk Juan, hal itu membuat siswi di sekitarnya menatap mereka.


"Elen gak usah nunjuk." Sandra menurunkan tangan Elen.


Gadis itu hanya nyengir menyadari tingkah konyolnya.


Luca yang sedari awal tidak minat, ia hanya bisa duduk sembari memakan snack yang Elen bawa. Ia merasa sangat bosan melihat basket yang di lempar ke sana ke mari.


"Ini kapan kelarnya?" Gerutu Luca.


Gadis itu tanpa sengaja menatap Juan, dan lelaki yang ia tatap rupanya juga sedang memperhatikan dirinya. Dalam beberapa detik mereka saling menatap sebelum mereka saling membuang muka.


Juan tersenyum saat melangkah menjauh membelakngi Luca, entah mengapa melihat gadis itu membuatnya bersemangat.


"Luca, Juan ganteng ya?" Tanya Sandra.


"Mana ada cowok cantik." Jawab Luca.


"Dia cocok banget sama Lo." Tambah Sandra, ia sepertinya menyadari bahwa Juan tertarik pada gadis di sampingnya.


Selama mengenal Juan, baru kali ini lelaki perhatian dan mau perduli pada perempuan. Selama ini tidak ada wanita yang mampu membuatnya melirik sedikitpun, tapi Luca memang berbeda bukan?


"Luca udah punya cowok." Jawab Elen mewakili sahabatnya.


.


.


.


.


Hay readers! Semoga kita semua sehat dan di limpahkan rezekinya ya...


Author meminta kalian agar terus mendukung karya ini agar tidak tenggelam, karena karya ini mengalami beberapa penurunan😔 tetap dukung author dengan komen dan like, jangan lupa di favoritkan.


Jika kalian berkenan berikan vote dan beberapa hadiah.


Terimakasih, author sayang kalian🌹🌹🌹