LUCA

LUCA
Terancamnya Masa Depan Jordan



Sejak hari dimana Sasa mencium Jordan secara impulsive untuk mengusir fans gilanya, sejak hari itu juga Sasa terus menghindari Jordan.


Jordan tahu Sasa malu, namun hal itu justru membuatnya semakin gencar menempeli Sasa. Belum lagi Sasa yang selalu memukulinya setiap kali laki-laki dandy itu dengan seenaknya mengatakan pada sekitarnya kalau Sasa adalah calon istrinya.


Lift... menuju unit Appartement.


Hey Mr.Stalker, bisakah kau berhenti menyebar fitnah kalau aku ini calon istrimu?! kesal Sasa. Mereka hanya berdua didalam lift.


Itu bukan finah sayang, itu fakta. Mami mu dan bundaku tercinta sudah menjodohkan kita sejak kamu masih didalam perut. Dan tentu saja sebagai putra kesayangan bundaku, aku tak pernah membantah ucapan bundaku...Dont you know that I am an obedient child?...ucap Jordan seraya membelai surai rambut Sasa yang malam itu lagi-lagi tampak begitu cantik.


Dasar Gila...ujar Sasa pun mengumpat kesal, lalu tiba-tiba Cup... Jordan mengecup bibir mungil Sasa. Sasa melotot.


Berengsek...apa yang...hmmp mmp...ucap Sasa kembali terpotong saat tiba-tiba Jordan kembali membungkamnya dengan kecupan yang sedikit lama di bibir manis yang selalu membuat Jordan sang mantan casanova itu kecanduan. Sasa berontak namun ia kalah.


Jangan mengumpat, kalau tidak malam ini tidak akan berhenti hanya dengan kecupan saja... ucap Jordan dengan suara beratnya yang sexy, seraya mendekap pinggang Sasa dengan tangan kanannya hingga membuat mereka hanya berjarak 10 cm dan membiarkan tangan kirinya membelai pipi tembab Sasa yang kini menatapnya tajam.


Sasa menatap tajam Jordan, dan perlahan ia pun tersenyum manis membuat Jordan ingin segera mengantongi Sasa dan membawanya kemana pun jordan mau. Belum selesai fantasi Jordan, Tiba-tiba...kening Jordan mengernyit menahan sesuatu dibawah sana. Ya, Sasa sengaja menginjak kaki Jordan dengan higheels 10 cm nya dengan sadis.


Sayang...ucap Jordan meringis menahan sakit.


Kenapa? tanya Sasa dengan wajah tanpa dosanya.


Ya, jordan hanya melarangnya untuk mengumpat, pria tampan itu tak melarangnya untuk tidak menginjak kakinya bukan.


Aww... akh... Sontak Jordan melepas Sasa dan segera memegang masa depannya mengaduh kesakitan. Sasa menhempas tangan Jordan yang mulai meregang dari tubunya lalu ia berlalu dengan Angkuh meninggalkan Jordan yang masih meringis.


Akh... aku kalah lagi... dasar gadis sadis...ringisnya


Tapi aku cinta... lirihnya seraya tersenyum. (Dasar bucin). Jordan pun masih pada posisnya hingga lift tertutup kembali dan membawanya ke lantai bawah hingga mengejutkan penghuni lain yang baru ingin naik ke lantai dimana unit appartemen mereka berada.


Akh... calon istri kejam...batin Jordan menangis, iya benar-benar sangat malu. Jordan pun meyakinkan dirinya untuk mulai sangat berhati-hati pada calon istrinya itu jika ia tak ingin masa depannya benar-benar berakhir di tangan calon istrinya sendiri.


Tapi jordan mana mungkin bisa marah dan mengamuk pada gadis yang selalu dirindukannya itu. Mencintai Sasa membuatnya harus menanam pohon bernama Sabar dalam hatinya.


Brak....


Dasar Stalker gila, Mesum,.... kesal Sasa masuk kedalam unit appartemen-nya seraya membanting pintu.


Gadis itu mencampakkan high heels nya dengan kesal lalu menghentakkan kakinya berjalan menuju Dapur. Ia membuka lemari es dan segera meneguk air putih untuk mendinginkan emosinya yang berontak ingin meledak.


hhhh...hhhh....hhhh... hela Sasa yang masih berusaha mengatur nafasnya


Sasa kesal, ia terus mengumpat dalam hati, sungguh ia tak mau jatuh hati pada Jordan, sayangnya jantungnya dengan tidak sopannya selalu berdegub kencang karna Jordan, si stalker gila yang selalu berhasil membuatnya senewen.