LUCA

LUCA
EPISODE 60



Kekuatan juga berarti kelemahan.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Akhirnya Luca bisa menikmati makan dengan nyaman setelah adegan tadi.


Segera ia pergi setelah menyelesaikan makannya, ia malas jika masih berurusan dengan mereka berdua.


"Luca gue belum selesai." Teriak Gior memanggil Luca.


"Uang lo kakak potong." Jawab galang duduk dengan santai.


"Kakak jangan curang dong." jawab Gior.


"Terserah, itu uang kakak." Galang tersenyum mengejek Gior sebelum pergi meninggalkan meja makan.


"Kalian rebutan apa sih?" Tanya Galaxi yang masih penasaran.


"Kepo lo." Jawab Galaxi sewot.



Sudah berulang kali Bram menelfon Helen, tapi tetap saja tidak di angkat. Akhirnya Bram meminta pesuruhnya untuk mencari keberadaan Helen.



"Kau masih bisa berpikir lari dariku?" Bram masuk ke dalam apartemen Helen.



"Kenapa kau bisa masuk?"



Bram tertawa dan merebahkan dirinya di atas kasur.



"Aku bisa tau apapun Helen." Jawab Bram.



"Terserah kau mau apa Bram, tapi aku tidak akan merubah keputusanku." Helen tetap bersikeras.



"Jika kau bisa mengganti semua uang yang di pakai ibumu, kau bisa pergi." Jawab Bram.



"Kau pikir aku di jual?" Helen menatap kecewa ke arah Bram, selama ini apakah dirinya hanya barang yang bisa di tukar dengan uang?



"Kau yang bersikeras ingin pergi dariku, tentu aku harus mengikatmu." Bram benar-benar sudah kelewatan kali ini.



"Pergilah, aku akan melunasinya. Kau bisa menghitung hutangku." Helen mengusir Bram dari apartemennya.




"Aku bukan pelacur Bram." Teriak Helen.



"Sudah ku bayar pada ibumu Helen, kau pikir kau ini siapa?" Bram tertawa sebelum meninggalkan apartemen itu.



Helen menangis di samping kasurnya, ia tau Bram sangat sulit untuk di lepaskan, tapi dia tidak menyangka dirinya bagi Bram hanya pelacur. Semua yang sudah di berikan pada lelaki di tukar dengan uang yang ia beri pada ibunya, kenapa dia malah semangat mencintai Bram?



"Hari ini dia pergi berbelanja dengan temannya, sepertinya dia sudah melupakan kejadian itu." Ucap lelaki bertopi hitam yang menunduk dengan penuh hormat.


"Baiklah, rupanya dia secepat itu melupakan hal ini berkat orang-orang di sampingnya." Seorang perempuan duduk di kursi sembari menghisap rokoknya.


"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" Tanya pria itu.


"Singkirkan semua orang yang berada di dekatnya, sampai dia hanya akan menangis sendirian." Ucapnya dengan tawa menakutkan.


"Apa yang akan kita lakukan pada Luca nyonya?"


"Aku akan membuatnya gila sampai harus memohon kematiannya sendiri." Perempuan itu mematahkan rokok yang masih menyala di tangannya.


"Baik nyonya."


"Ingat, kau harus berhati-hati. Luca adalah gadis yang cerdas." Ucapnya.


Lelaki itu mengangguk mengikuti perintah tuanya dan pergi. Benar kata perempuan itu, Luca adalah gadis yang sangat cerdas dan peka terhadap sesuatu di sekitarnya.


Selama ini tidak pernah ada yang bisa menyadari ketika ia mengawasi incarannya, tapi dia tadi nyaris ketahuan oleh Luca. Saat di mall dengan keadaan yang sangat ramai, Luca masih bisa merasakan pengawasannya, apalagi di tempat sepi?


Kali ini targetnya cukup menarik bagi lelaki itu. Selain wajah Luca yang sangat cantik, dia juga memiliki otak yang cerdas. Dia sangat ingin tau bagaiman kekuatan gadis itu dan apa keistimewaan yang ia miliki sehingga nyonya sangat ingin menghancurkannya.


.


.


.


.


.


.


.


Hay readers... menurut kalian siapa nih perempuan itu???


silahkan komen dan like yaaa..๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ