
Ting...
Luca membuka pesan dihapenya.
Sontak ia tertawa geli melihat penderitaan jordan.
Ada apa sayang kenapa kamu tertawa, ada yang lucu ya... ucap Lingga yang mendekat padanya.
Luca menyerahkan hpnya dan kembali mengemasi barangnya, hari ini mereka akan kembali ke lokasi Resort, karna badai salju sudah berlalu.
setelah berkemas, mereka pun menuju loby motel setelah membayar tagihan.
...........
Loby Motel....
Luca tampak begitu santai memeriksa kameranya. Lingga yang berdiri disampingnya pun melirik Luca.
Hhhh..... hela-nya, Lingga tak ingin berpisah. 3 hari bersama luca, sekamar dengannya, makan bersamanya, nonton tv bersamanya membuat Lingga semakin tak bisa jauh dari Luca. Dan selama 3 hari itu juga imannya diuji.
Hey jangan lupa Lingga itu Laki-laki normal. Sungguh siapa pun yang melihat derita Lingga untuk tak menyentuh Luca padahal mereka tidur di ranjang yang sama harus memberi Lingga penghargaan untuk itu.
Hhhh.... hela-nya lagi. Luca pun akhirnya mendengus kesal, ia pun menoleh pada Lingga
Kenapa? Ada apa?.... ucap Luca, kesal dengan helaan nafas Lingga yang sengaja ia buat agar terdengar jelas oleh tunangan kecilnya yang tak peka itu.
Hhhh... hela lingga lagi dan tiba-tiba merengkuh pinggang mungil Luca seenaknya, diletakkannya dagunya bersandar pada bahu mungil Luca, dengan sedikit merenggut di mendekat Luca dan menyerukan wajahnya ke ceruk leher Luca yang kini sudah jadi candunya
Ca... kita nikah aja yuk, aku gak mau jauh lagi dari kamu.... Kamu udah bukan anak belasan tahun lagi dan itu artinya aku bukan lagi pedophil..... bisiknya sendu. Luca hanya diam. Bohong jika ia bilang ia tak nyaman saat bersama Lingga. 3 hari bersama laki-laki yang masih selalu berstatus tunangan TUA nya itu, jujur saja Luca merasa nyaman bahkan sangat. Lingga tak pernah macam-macam apalagi bersikap kurang ajar padanya. Laki-laki itu menjaganya, menghormatinya dan.... menunggunya.
Luca terdiam, ada rasa menyeruak dalam dadanya. perlahan tangan mungilnya menyentuh tangan Lingga yang melingkar posesif dipinggang rampingnya.
mmm... gumam Luca lirih. Sungguh seorang Luca pun ingin bahagia.
Hmmm???? Lingga terkejut mendengar gumaman Luca.
Mmm....aku gak akan pergi.... gumam Luca yang jelas terdengar oleh telinga peka Lingga. ah.....Gadis itu terlalu takut untuk menyuarakan isi hatinya.
Hati Lingga membuncah bahagia, gadis itu tak menolaknya. Tunangan Kecil yang selalu tanpa segan menohoknya dengan panggilan Om, selalu mengatainya Mr. Pedophil, namun gadis itu jugalah yang selalu berhasil memaksanya untuk berjuang mengejar cinta sang Tunangan kecil yang kini muncul menjadi sosok cantik yang selalu memenjarakan seluruh hatinya.
Lingga tersenyum bahagia, direngkuhnya erat Luca, dengan matanya yang berkaca-kaca Lingga yang masih mendekap erat Luca dari belakang pun mencium pipi Luca.
Luca pun menoleh, Ditatapnya wajah tampan Tunangan TUA nya itu, betapa terkejutnya Luca, mata setajam elang itu kini sedang menahan tangisnya.
Terimakasih.... aku gak akan pernah meninggalkan kamu....Aku akan menunggumu sampai kamu siap dan bersedia Menyandang nama Kendrick dibelakang namamu.... Aku mencintai kamu Luca... ucap Lingga dan mengecup lagi pelipis kening Luca, Luca pun memejamkan matanya. Luca kemudian berbalik dan mendekap Lingga, menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Lingga.
Luca bukan tak tahu kalau Lingga tulus mencintainya, namun Luca yang biasa terluka, takut menerima orang baru dalam dunianya. Tapi lihatlah lelaki yang kini ia dekap itu, Lelaki itu tak pernah lelah mencarinya, tak pernah lelah menunggunya, dan tak pernah meninggalkannya.
Hati luka terenyuh, betapa jahatnya dirinya, kenapa ia menutup telinganya dan tak pernah menoleh saat Lingga terus meneriakan memanggil nama Luca dengan penuh kerinduan, menatap luca penuh puja dan cinta, menantinya dengan ketulusan.
Maaf membuat menunggu begitu lama.... ucap Luca lirih hingga isak tangis luca terdengar begitu menyakitkan di telinga Lingga.
Lingga terdiam, ia pun meregangkan pelukannya, ditatapnya mata indah Luca, yang selalu bisa menyembunyikan isi hati luca itu kini menatap Lingga dengan sayang. Lingga mengecup kedua mata indah Luca itu, dan didekapnya erat Luca
Aku cinta kamu Luca.... ucap Lingga bahagia dengan Air mata yang tak lagi bisa ia bendung.