
Paris.
Sasa sedang menyiksa Jordan pagi ini, saat ia mengetahui Jordan pindah tepat didepan unit apartemennya.
Aduh sayang pelan-pelan...ucap Jordan sengaja menggoda Sasa yang sedang memukulinya. Jordan bahkan sengaja menarik Sasa ke ruang apartemennya yang masih kosong.
Setelah lelah memukuli Jordan yang kini tepat berada dibawahnya karna kini Sasa sudah mendudukinya. Sasa menghirup napas sedalam-dalamnya lalu melihat sekelilingnya. Ia baru menyadari kalau ruangan itu masih kosong. Seketika Sasa berfikir tadi malam jordan tidur dengan apa dan bagaimana. Tapi Jordan yang masih terbaring dilantai dan membiarkan Sasa masih dengan nyamannya menduduki perut sixpack-nya justru melipat kedua tangannya dibelakang kepalanya sambil memandangi calon istrinya itu.
Tiba-tiba sasa menoleh pada Jordan yang masih terbaring dibawahnya. Pria itu masih tersenyum manis. Melihat ekspresi sasa yang ingin bertanya tapi sungkan membuat Jordan bangkit dan menahan pinggang mungil sasa agar tidak beranjak jauh darinya.
Ada apa? apa yang kamu fikirkan?..tanya Jordan seraya menyelipkan rambut sasa dengan sebelah tangannya yang bebas.
Semalam kamu tidur disini... tanya sasa.
Kamu??....Jordan terkejut sasa tak memanggilnya stalker.
Jordan segera mengangguk.
Tapi tempat ini kosong, kamu tidur dimana...tanya sasa
Dilantai...sahut jordan santai
Tanpa selimut dan Bantal? tanya sasa lagi.
Ada Jas ku...cukup menghangatkan...sahut jordan santai.
Sasa menatap Jordan dalam, mencari kebohongan didalamnya, namun tidak ada.
Sasa berdiri lalu menjulurkan tangannya. Jordan menyambut tangan itu. Tanpa banyak bicara Sasa membawa Jordan ke unit Apartemennya,.
Jordan masih berdiri diam di ruang tamu, ia menatap setiap dinding yang dipenuhi foto Sasa, Luca dan Dani. Tak lama Sasa kembali dengan stelan pakaian bersih.
Ini mandilah disana kamar mandinya.... aku tunggu dimeja makan, setelah sarapan aku temani kamu membeli semua keperluan di apartemenmu, gak mungkinkan kamu tinggal di tempat yang kosong melompong itu.... sudah cepat sana mandi... ucap sasa seraya mendorong Jordan yang masih diam tak percaya dengan yang didengarnya.
Jordan pun masuk kekamar mandi dikamar Sasa. Jasmine, itulah wangi yang ia cium dari alat mandi Sasa. Jordan pun membersihkan dirinya, saat akan mengenakan pakaian ia terkejut saat sasa juga menyediakan pakaian dalam untuknya.
Pas...kenapa bisa pas...bagaimana gadis itu tahu ukurannya..fikirnya.
Tapi tiba-tiba ia terdiam, apa mungkin sasa nya punya kekasih, tapi pakaian dalam itu masih terlihat baru dan belum pernah dipakai.
Jordan menahan kecurigaannya ia akan menanyakannya nanti. Saat keluar dari kamar mandi, ia bisa melihat kamar seorang Sasa yang sangat girly, Jordan yang tadinya kesal seketika tersenyum. sepertinya ia harus terbiasa dengan warna pink nanti, melihat calon istrinya seorang pecinta warna pink.
Tak lama Jordan keluar dengan pakaian yang diberikan Sasa sambil membawa pakaian kotornya. Ia terdiam saat melihat sasa baru selesai membuat sarapan untuknya.
Jordan terdiam melihat sasa yang tak jijik apalagi risih dengan pakaian kotor jordan.
Kamu gak jijik sama baju kotorku...tanya Jordan.
Kalau dicuci juga bakal bersih lagi... sahut Sasa
Kamu kelihatannya biasa nyuciin baju laki-laki...tanya jordan.
Laki-laki??? ah iya dani juga laki-laki kan ya... ucap sasa cuek.
Dani, dia sering menginap disini? tanya jordan.
Kadang kalau dia buru-buru dan lupa cek in hotel...sahut sasa santai.
Bocah itu...geram Jordan
Lalu apa pakaian ini punya Dani... tanya Jordan penasaran
Mm bukan, itu bukan stylenya Dani...sahut Sasa santai yang kini sudah selesai mencuci tangannya dan kini berjalan menuju meja makan diikuti Jordan.
Lalu ini baju siapa? tanya Jordan.
Baju laki-laki pertama buatanku...sahut sasa.
Lalu pakaian dalam....tanya jordan terpotong
Ah...Kalau itu aku beli, tadinya sih buat dani karna dia gak bawa baju ganti, karna gak tahu ukurannya aku beli aja semua ukuran...sahut sasa menjelaskan
hhh.... Jordan merasa sedikit tenang.
Udah cepetan sarapannya, masih banyak yang harus dibeli untuk melengkapi apartemenmu... ucap sasa.
Jordan pun menyantap makanannya, ia terdiam sebentar.
hhh sepertinya dialah yang harus masak kedepannya setelah mereka menikah nanti.
Gak enak ya, sorry aku gak jago masak, makanya selalu delivery...aku sasa tak enak.
Its okay, nanti biar aku yang masak... ucap jordan santai. Sasa terdiam mendengarnya.
Entah mengapa Dada sasa serasa marathon ditempat.